Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina
Di Sepelehkan Episode - 9


__ADS_3

Bagai mana tuan? Apakah Tuan berminat?"


Tanya sales itu masih tetap semangat


"Bagai mana ini? mobil itu memang bagus, tapi


aku tidak mempunyai uang sebanyak itu. Saldo


ku cuma ada 975 Ribu Dolar, tak mungkin saya bisa membeli mobil semewah itu. Batin laki-laki itu dalam hati gelisah.


""Laras! lebih baik kita lihat mobil yang lain dulu ya? Aku rasa mobil di sana, lebih bagus


dari yang tadi." Pintanya beralasan.


Sambil bersungut-sungut. Perempuan muda


yang di panggil dengan sebutan Laras itu, beranjak menuju mobil lain yang di maksut oleh pasangannya.


Ketika dia melewati Vino, kekesalannya semakin memuncak.


""Apa lihat- lihat! Dasar gembel!"


"Cuiihhh!" Hardiknya sambil meludahi Vino.


Mendapat hinaan seperti itu. Vino sangat marah, Dan ingin menjatuhkan tangan nya pada perempuan kurang ajar tersebut, Tapi sebisa mungkin Vino menahannya.


Pria yang ada di sampingnya hanya diam saja. Tapi ketika dia melihat tangan Vino terkepal, laki-laki itu marah."


"Laki laki macam apa kau!? Berani nya hanya pada perempuan. Kalau ingin memukulnya, sini lawan aku!" Ujar nya sinis.


Tidak bisa melepaskan kemarahan nya


pada seseorang perempuan. Maka lelaki itu yang


menjadi korbannya.


"Plaakkk!"


"Ajari prempuan mu itu! Jangan kurang ajar kepada orang lain." Ujar vino marah.


"Brani nya kau!"


Sebelum sempat menyelesaikan kata- katanya. Vino memberikan sebuah isyarat, dengan menunjukkan jari telunjuk nya kepada pria tersebut.


"Kita selsaikan di luar setelah ini, Aku Vino Dan


aku tidak akan lari. Tunggu saja!" Ancam Vino


lagi.


Laki laki yang terkena tampar tadi tiba-tiba


menjadi terpana. Belum pernah ada yang berani


berurusan dengan nya, apa lagi sampai menampar nya.


Dia pewaris harta, Dan juga kekayaan, serta kekuasaan, di keluarga tingkat 3 di kota "Y" ini.


Keluarga nya sangat mengerikan tindak tanduknya.


Tetapi, Orang yang menamparnya, jauh lebih mengerikan dari yang lelaki itu bayangkan. Orang-orang yang berada di situ terdiam, tidak menyangka, Bahwa Vino telah berani memprovokasi, Pewaris keluarga Bilts. Yang terkenal akan sangat kejam nya itu.


Dan tiba-tiba saja Manejer kepala Showroom Mobil itu datang, stelah mendapatkan sebuah laporan dari bawahannya, Bahwa telah terjadi sebuah keributan di lantai dasar. Tempat di mana mobil-mobil itu di pasarkan.


Bergegas dia turun untuk melihat kejadian nya, namun begitu sampai, Alangkah terkejutnya ia setelah melihat


Pewaris keluarga kaya tersebut telah di intimidasi oleh


seorang pria yang tidak di kenal itu.


"Berhentiii!! Teriaknya keras.


Kemudian dia buru-buru datang menghampiri lelaki yang sedang mengintimidasi tersebut.


"Tuan Bilts, Saya mohon maaf atas kejadian ini. Aku akan mengatasi bajingan itu!" Ujar Manajer itu dengan percaya diri. Kemudian dia buru-buru memanggil salah seorang Satpam yang kebetulan bertugas di Showroom Mobil itu. 5 Orang langsung datang untuk memenuhi panggilannya.


"Tangkap dia!" Dan patahkan tangannya! karena ia telah berani memukul Tuan Bilts, Tamu penting kita hari ini." Teriak nya lantang.


"Tunggu!"


"Saya datang kesini ingin membeli mobil, Tapi

__ADS_1


karyawan mu, bersikap tidak sopan kepada ku". Ujar Vino membela diri.


"Hkh, apa? Membeli mobil?" Tanya manejer mobil itu terkejut.


"Ya, Aku kemari ingin membeli mobil, Tapi seluruh karyawan mu bertindak arogan kepada saya". Jawab Vino tegas.


"Memangnya apa kemampuan m, sampai-sampai kau beringin membeli mobil?" Laki-laki seperti mu tidak akan mampu, Untuk membeli mobil. Jangankan mobil, sepeda listrik saja kau tidak akan mampu!"


Jawab Manejer itu sombong.


"Aku ada uang, Dan aku ingin membeli mobil di sini. Bahkan mobil yang harganya mahal sekali pun aku mampu membelinya!" Bela Vino sambil melemparkan kartu berwarna kuning emas ke muka manejer itu.


Pluukk!"


Terdengar la suara benda ringan yang jatuh ke bawah lantai.


"Apa itu?" Batin Manejer Showroom Mobil itu


sedikit takut.


"I..i..ini!" Teriaknya terkejut. Gesek itu di mesin pembaca kartu. Aku ingin membeli mobil yang ada di dalam ruangan itu. Sejujurnya aku sudah tidak berminat untuk membeli mobil yang ada di dalam ruangan itu. Atau bertransaksi dengan pihak otoritas Showroom Mobil ini. Tapi, aku butuh mobil untuk di gunakan dalam berbelanja.


"Jadi cepat urus transaksinya!" Bentak Vino emosi.


"Dasar pembohong!" Pembual!! Kau pikir, dengan kau memegang kartu kuning itu, kau suda di anggap kaya?Itu bis di beli secara online!!" Celutuk Tuan Brayen memprovokasi.


"Benar Nona! gembel ini dari tadi ingin membeli mobil itu. Tapi cuma untuk gaya. Pakaiannya saja seperti rakyat dari kalangan biasa. Mana mungkin mampu membeli mobil semahal itu!" Bela sales sombong tersebut, dengan kesan menjilat.


"Nona Virline. Parasit tak berguna ini hanya berkhayal untuk bisa memilikli mobil semewah ini." Dan Nona harus tahu, bahwa parasit kampung ini, Dia adalah laki- laki yang tidak berguna. Yang di usir dari keluarga mantan istrinya, Di karenakan dia cuma bisa merepot kan, Dan selama mereka menikah dia hanya menumpang makan pada mantan istrinya itu."


"Dan sekarang dia ingin mencoba membeli mobil di sini? Tak akan mungkin dia mampu membelinya." Ujar Tuan Brayen merasa paling hebat.


Antara percaya atau tidak, Manejer Showroom Mobil itu menjadi di lema dengan keadaan. Siapa yang harus di dengar kannya?


Begitu dia sudah bisa memutuskan masalah nya, Tiba-tiba datang Direktur Showroom Mobil itu. Di dampingi oleh 4 Orang Pengawalnya yang berbadan kekar.


"Ada apa ini?" Serunya membahana di ruangan itu.


Seketika semua orang diam, termasuk Tuan Brayen, Tapi cuma sesaat.


"Tuan Valcos! Kebetulan Tuan datang. Kalau tidak, kemungkinan Showroom Mobil anda ini, yang telah di junjung tinggi, yang terkenal akan martabat nya, akan di kotori oleh laki laki sampah yang tak berguna ini!"


"Asal tuan tahu, Dia itu adalah bekas menantu


ingin membeli mobil di Showroom Mobil mu.


"Jadi lakukan yang terbaik, Agar dia berpikir dua kali untuk datang kesini lagi" Ujar Brayen memprovokasi.


Namun, Tuan Valcos tidak memperdulikan Brayen. Dia justru melangkah menghampiri Vino, dengan sikap angkuhnya.


Di matanya, Vino tidak lebih dari laki laki kampung, pecundang, yang telah mengotori Showroom Mobil itu. Tapi sebagai orang yang sudah cukup berpengalaman, tentu saja tidak mau merusak reputasi nya, hanya gara-gara masalah sepele.


"Apakah benar,? kamu ingin membeli mobil di Showroom ku ini?" Tanya Tuan Valcos terkesan


merendahkan Vino.


"Benar! Aku ingin membeli mobil itu, Tapi setelah aku lihat pelayanan mu di sini begitu tidak patut di contoh. Miris sekali, Showroom Mobil yang terkenal ini, Sudah tercoreng nama baiknya serta gelarnya. Karena telah melakukan penghinaan terhadap konsumen yang datang dengan baik baik."


"Manejer mu, dan beberapa pegawai mu telah


menginjak harga diri saya, walau Saya Orang tak berkasta, Tapi tidak sepantasnya kalian memperlakukan saya seperti tadi." Ujar Vino dengan emosi.


"Apakah begini, pelayanan di Showroom Mobil mu yang amat terkenal ini? Tanya Vino dengan mimik meledek dan intonasi yang tinggi.


"Punya kebisaan apa kamu ingin memiliki mobil itu. Tak tahu kah kau, Mobil itu keluaran terbaru Tahun ini. Harganya pun sangat tinggi. Apakah kau mampu?" Tanya Tuan Valcos merendahkan Vino.


""Haha...Jangan kan sebuah mobil, Showroom Mobil mu ini saja mampu aku membeli nya" Bela Vino sambil tertawa.


"Apa!"


"Yang benar saja?"


"Gilak...!"


Teriak orang yang menyaksikan kejadian itu. Tapi Vino cuek dengan keadaan orang-orang di sekitar nya. Dia sudah mulai jengah, muak dengan orang-orang yang telah merendahkan-nya.


"Sekarang begini saja, Bagai mana kalau kita bertaruh. Kalau aku bisa membeli mobil itu, Apa yang akan kau pertaruhkan pada ku?"


Tantang Vino penuh kemarahan kepada Tuan Valcos juga yang lain.


""Ha..Ha..Ha..Ha....."

__ADS_1


"Dasar sampah!"


"Kau fikir, kau siapa? Ujar Brayen penuh kesombongan.


"Diam kau!!! Hardik Tuan Valcos geram pada Tuan Brayen merasa tersinggung, Dan memutuskan untuk pergi saja dari tempat itu.


Lalu tanpa menoleh lagi, dia bergegas keluar.


Tapi sebelum keluar, dia sempat mengucapkan sebuah kalimat penghinaan :


"Awass! Jangan tertipu oleh gembel itu!


Ujarnya sambil melangkah.


"Baiklah kalau begitu, kalau kau bisa membeli


mobil itu, Aku akan berlutut Dan mencium kaki mu Dan memanggil mu kakak!


"Tapiii,"


"Jika kau berbohong, Aku akan mematahkan kedua tangan mu! Ancam Tuan Valcos menghampiri Vino lagi.


"Bagusss, Bagaimana dengan Nona sales?"


Tanya Vino mengintimidasi


"A...aa, Aku,!


"Kenapa denganku!?" Tanya Nona sales bingung.


"Kamu dari tadi sangat meragukan kemampuan ku. Apakah kau mau bertaruh dengan ku juga?"


Kemudian kembali mengajukan pertanyaan yang sama padanya.


"Siapa takut! Kalau kau bisa membeli mobil itu? Aku akan bersujud di kakimu. Dan rela di pecat. Tapi kalau kau yang kalah? Kau yang harus melukai mulut kotor mu itu sendiri. Jawabnya


"Bagaimana dengan mu Manejer?


'Apakah kau ingin bertaruh juga..?" Tanya Vino


pasti.


"A...aa, Aku tidak berani tuan" Jawabnya takut, karena dia tahu apa artinya kartu kuning emas itu."


"Kalian tunggu saja! Aku akan buktikan, Bahwa aku bisa membeli mobil rongsokan itu!" Teriak Vino marah.


"Sekarang bawakan alat pendeteksi kartu kesini! Aku ingin kau menunjukkan, Bahwa aku punya kemampuan!" Vino percaya diri menantang mereka.


Mendengar kata-kata vino yang penuh percaya diri itu, Direktur Valcos di bikin terkejut lalu memandang Manejer nya dengan penuh tanda tanya.


"Virline!" Kartu apa yang di maksud oleh orang ini?Tanya Tuan Valcos.


"Tuu,tuu,tuann.. Ini adalah Kartu Diamond milik Tuan itu" Jawab Virline gugup.


"Apa!?"


"Kartu Diamond!? Tanya Valcos sambil berusaha merebutnya dari tangan Virline.


Sebagai orang yang sudah cukup lama, malang


melintang hidup di dunia kelas atas, Tentu saja dia tahu apa makna Kartu Diamond tersebut.


Tidak sembarang orang, Bisa memiliki kartu Diamond itu. Kalau Vino bisa memiliki nya, itu tanda nya dia mempunyai latar belakang yang tidak biasa.


Tubuh Direktur itu, Sudah mulai menggigil. Bagaikan langit runtuh di atas kepalanya dan ia pun berkata:


"Siaaal! Kenapa aku bisa lengah seperti ini?


kalau aku tidak bisa menangani,maka hancurlah karir dan jabatan ku sekarang " Gerutunya di dalam hati.


"Cepat! Bawakan mesin pembaca kartu itu ke sini cepat!" Teriak nya tak sabar.


Tak berselang lama, Seorang karyawan laki-laki


datang, membawakan mesin pembaca kartu itu.


Tuan Valcos segera mengambil mesin itu.


kemudian, menggesekkan kartu yang di pegangnya lalu di masukkan ke dalam mesin pembaca, lalu terdengarlah suara:


"Tiinggg..." Pertanda transaksi berhasil.

__ADS_1


Sekarang tubuhnya linglung. Mesin pembaca kartu terlepas dari tangannya, Tapi cepat di sambut oleh karyawan tadi.


__ADS_2