Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina
Pembuka'an Lowongan Kerja Episode - 42


__ADS_3

"Di mulai dari Novita, laporkan, bagaimana perkembangan perusahaan kita"


"Baik tuan, seluruh pimpinan perusahaan, baik itu pusat, maupun cabang, yang terbukti bersalah, karena menggelapkan uang perusahaan, saat ini telah tangkap dan di penjarakan, untuk di mintai pertanggung jawabannya."


''Bagaimana dengan pergantian pemimpin perusahaan, yang telah di pecat itu, apakah semuanya telah di ganti dan di tetapkan sebagai pimpinan yang baru.?" Tanya Vino ingin tahu.


"Seluruh direktur, manejer, dan supervisor perusahaan baik itu cabang, maupun pusat kecuali hotel ini, telah mengalami pergantian pemimpin tuan." Jawab Novita cepat. Lalu bagaimana dengan The Star City, yang kau ceritakan beberapa hari lalu. Apakah perkembangan masih setabil?"


"Sampai saat ini, perkembangan kota itu masih stabil , bahkan semakin maju. Kapan tuan punya waktu untuk pergi kesana.?" Tanya Novita kalem.


Vino yang di tanya tidak langsung menjawab, tetapi seperti berfikir kemudian baru bersuara.


"4 hari ke depan, aku akan pergi kesana. Dan akan menetap di kota itu." Jawab Vino mantap. Setelah mengambil nafas, dia memandang si tangan besi dengan berkata:


"Rion dan Deon, laporkan bagaimana perkembangan investigasi mu tentang orang orang kita, keamanan kota Y, The Star City, dan seluruh pegawai perusahaan. Apakah ada kejadian yang mengganggu?"


"Sampai detik ini, keamanan kota Y, masih baik baik saja tuan, walaupun ada gangguan kecil dari berandalan yang ada di kota ini, tetapi semuanya sudah dapat kita atasi." Jawab Roni mantap.


"Apakah kau sudah menempatkan orang orang kita, di seluruh kota Y ini selain dari petugas kota.?"


"Sudah tuan. Di bantu oleh orang orang nya Winds, lebih dari 100 Orang yang handal, terpercaya dan tentunya 100 persen bertanggung jawab, sudah ku tempatkan di tempat-tempat yang sangat strategis, untuk menjaga keamanan kota Y. Kuhususnya di berbagai aset aset perusahaan yang kita miliki."


"Baguslah kalau begitu, aku senang mendengarnya." Ucap Vino memuji, lalu beralih kepada si dewa uang.


"Bagaimana perkembangan terhadap keuangan perusahaan kita, apa kah kau bisa melaporkan nya Farhan Fanthers?


"Di mengerti tuan, saya akan segera melaporkan perkembangan keuangan perusahaan kita, yang sudah semakin membaik 3 hari belakangan ini." Jawab nya percaya diri.


"Uang hasil penggelapan, yang di simpan di ratusan rekening bekas direktur, manejer, supervisor, dan lain sebagainya, sudah di tarik seluruh nya."

__ADS_1


"Di tambah dengan penyitaan seluruh aset aset mereka, telah menambah keuangan perusahaan semakin sehat, dan naik sebanyak 99 persen tuan."


"Sedangkan sisanya lagi, sudah habis terpakai oleh mereka."


"Bagus!, sangat bagus!. Aku sangat senang dengan kinerja kerja kalian semua." Ucap Vino senang, lalu memandang Avika dan Verry.


Yang di pandang cukup mengerti, lalu dengan mantap berkata:


"Saya ingin melaporkan, bahwa pembukuan laporan keuangan perusahaan, telah di ganti dengan sistem pelaporan elektronik, dan langsung terintegrasi dengan server kantor pusat dan juga cabang. Dan terhubung pula dengan heanpone tuan."


"Jika ada kecurangan, walau sekecil apapun, akan terdeteksi oleh tuan. Melalui sistem pembukuan elektronik kita." Ucap Avika menutup laporannya.


Kemudian Vino melanjutkan dengan bertanya kepada Verry. "Bagaimana dengan mu Verry, Apakah seluruh CCTV perusahaan sudah di retas, dan di kendalikan oleh mu?"


"Sampai saat ini, hampir 95% CCTV perusahaan, sudah berhasil di retas, dan 5% sisanya lagi, belum berhasil, karena di sinyalir. Perangkat tersebut sengaja di matikan, atau memang sudah tidak berfungsi lagi."


"Baik, aku terima saran kamu itu." Jawab Vino senang. Dan tak lama kemudian, Vino mengajukan sebuah pertanyaan pada dewa strategi dan investasi.


"Lalu bagaimana dengan mu?, apakah kau memiliki saran kali ini.?" Tanya Vino to the poin saja kali ini.


"Ada 7 perusahaan besar, yang saat ini sedang mengalami kesulitan keuangan tuan, menurut pendapat ku, sebaiknya tuan mengakuisisi perusahaan tersebut, karena berdasarkan pengamatan ku, prospek perusahaan itu akan cerah di kemudian hari."


"Apakah laporan mu itu valid, dan dapat di percaya?"


Vino sengaja bertanya seperti itu, hanya sekedar menguji keseriusan dari si dewa strategi tersebut. Tapi jawaban yang di dapatkan nya di luar dugaan, dan sangat mengejutkan


"Saya bertaruh dengan nyawa saya tuan. Jika kepercayaan saya salah, maka saya bersedia untuk di pecat dan di habisi." Jawab nya tanpa ragu ragu.


"Baiklah kalau begitu, aku terima saran mu. Dan untuk urusan ini, ku serahkan pada Novita." Kata Vino tegas, lalu diam sejenak, dan melanjutkan berkata:

__ADS_1


Untuk mu Winds, juga Deon, kalian harus berkerja sama, dan saling membantu Roni, guna mengatur, agar perusahaan kita benar benar aman dari gangguan orang orang yang ingin merongrong nya.


"Kami akan melaksanakan tugas kami dengan baik tuan, apapun yang tuan perintahkan, akan kami kerjakan.!" Jawab mereka serempak, dan tanpa ragu ragu.


••••••


"Novita, buka lowongan kerja di hotel ini aku ingin memasukkan kenalanku, untuk menjadi orang penting di sini." Ucap Vino, setelah sepuluh orang nya pergi, dan menyisakan Novita, yang masih setia mendampinginya."


"Lowongan apakah yang ingin tuan buka, karyawan bisa, manejer, dan chef atau direktur?"


"Aku ingin membuka lowongan kerja untuk maneger, dan wakil General Manager. Hotel ini belum memiliki Direktur yang bisa mengatur keuangan perusahaan, dan sekaligus menjadi pemimpin nya."


"Baik tuan, hari ini juga, akan ku umumkan lowongan kerja itu." Sahut Novita sedikit ragu.


Entah kenapa, kali ini hatinya berkata, akan ada saingan baru dalam urusan hati.


Di hari yang sudah di tentukan banyak sekali pelamar kerja yang datang, untuk memasukkan lamaran mereka di hotel tersebut, termasuk juga bunga.


"Seperti yang tuan perintahkan, ada sekitar 500 orang pelamar yang datang dari berbagai disiplin ilmu. Mau di apakan dengan jumlah pelamar sebanyak itu tuan?"


"Apakah di antara pelamar pelamar itu, ada orang yang bernama Bunga?, kalau ada maka sebaiknya terima langsung, tanpa melalui proses wawancara. Untuk 100 orang lainnya, lakukan sesuai prosedur, dan kau tentu lebih tau dari pada aku." Ucap Vino panjang lebar dan tanpa beban.


Tapi bagi Bunga, titah yang aneh itu, bagaikan bom yang seketika meledak ketika di sentuh. Tentu timbul tanda tanya di dalam hati.


"Siapa Bunga itu?. Kenapa tuan muda begitu perhatian padanya?, apakah dia seseorang yang khusus, di hati tuan muda?. Bagaimana ini?".


"Ahh, tapi masa bodoh ah, itu juga kan hak tuan muda. Aku nggak punya hak akan hal itu."


"Dan kalau pun adanya Bunga, justru juga tambah bagus. Perusahaan secara otomatis akan semakin jauh lebih baik dari waktu yang sebelumnya."

__ADS_1


__ADS_2