Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina
19 Kesatria Yang Telah Binasah Episode- 67


__ADS_3

Ciut sudah nyalinya, tidak ada lagi harapan untuk bisa memiliki tanah tersebut. Pada dasarnya, Govin adalah orang yang lemah, dia hanya mengandalkan kekayaannya, dengan menyewa jasa para anggota gangster atau mafia yang ada.


Orang-orang yang di sewanya itu, adalah gangster yang di pimpin oleh Vian, dan sisanya berasal dari gangster Naga Api merah, yang di ketahui oleh Vornt Scorpy.


Organisasi mereka menghususkan diri pada misi pembunuhan, penculikan dan lain sebagainya, yang bersifat mengintimidasi lawannya.


Sebenarnya bos Naga Api merah itu, adalah bekas anak buah Vian, tapi karena dia membangkang, maka bos Naga Api merah tersebut di keluarkan dari organisasi yang di pimpin oleh Vian tersebut.


Setelah keluar dari gangster milik Vian, dia bertekad untuk membalaskan dendam ya kepada bosnya itu. Dengan membuat organisasi tandingan yang mengkhususkan diri dalam pembunuhan, anggota khususnya juga sering di sebut dengan panggilan assassin


Vino dan orang-orang nya yang melihat kejadian itu, hanya tersenyum senang, karena tidak perlu usaha yang berat, pengawal yang di bawa oleh Govin, lebih memilih menyerah dari pada harus melawan


Kini seluruh pengawal yang di sewa oleh Vian, telah tunduk sepenuhnya pada kekuasaan Vino, kecuali 19 Kesatria yang saat ini sedang di kepung oleh Roni dan anak buahnya.


Mereka sudah di peringatkan agar menyerah, tetapi mereka tetap tidak mau. Karena bagi seseorang assassin, pantang bagi mereka untuk menyerah begitu saja, karena bagi mereka mati di tangan lawan, itu lebih terhormat dari pada mati bunuh diri


Si tangan kilat, dan si dewa perang dan si dewa kematian, merasa sangat geram sekali dengan sikap mereka. Tidak mau membuang waktu dan bertele-tele menangani masalah kecil seperti itu, mereka bertiga serentak bergerak dengan kecepatan tinggi, lalu menggunakan keahlian mereka masing-masing, untuk membantai para assassin, yang tetap bersikeras melawan.


Maka terjadilah hal yang di luar nalar manusia, kejam, bengis dan tak kenal ampun.


Craaasssss...! craaasssss...! buukk...! dezzz..! plak.. buk...!


Buk..! dezz..!


Plukk..! plukk..!

__ADS_1


Aaarrrghk...! Uuuugghh..!


Hanya suara itu yang terdengar, mengiringi pergerakan dari ketiganya, di tambah lagi dengan pergerakan Roni, yang nyaris tidak bisa di lihat dengan mata biasa


Dalam sekejap 19 Kesatria tersebut, seluruhnya mati dengan cara yang mengenaskan, ada yang mengalami patah leher, tangan, badan, kaki, dan ada yang dadanya sampai remuk, tangannya patah serta kepalanya berpaling ke segala arah.


Serangan keempatnya memang benar-benar sangat luar biasa. Mereka bergelar sebagai master dalam ilmu beladiri, entah kenapa di saat itu, mereka justru berinisiatif untuk menghabisi para kesatria tersebut, dengan tangan mereka sendiri.


Padahal hanya menggunakan kekuatan dar anak buahnya saja, ke 19 Kesatria itu akan tetap binasa, walaupun sedikit membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk menghabisi mereka semua.


Kejadian itu, tentu saja membuat seluruh pengawal yang di sewa oleh Govin, menjadi terkejut, dan ketakutan, di dalam hatinya membatin, untunglah mereka mengambil keputusan yang tepat, dengan menyerah dan tanpa melakukan perlawanan.


Vino yang melihat kehebatan anak buahnya, hanya tersenyum, dan hanya mengacungkan jempolnya ke arah mereka berempat, dan berkata:


"Terimakasih tun muda!" Jawab mereka serempak, sambil menundukkan badan mereka ke arah Vino.


Setelah itu, Vino mengalihkan pandangannya ke arah sang pemilik bangunan dan kedua anaknya, yang sedari tadi hanya diam saja, tidak berani untuk ikut campur ataupun bersuara.


Tanpa di sadari oleh siapapun, tubuh ketiganya seketika gemetaran, begitu melihat betapa kejamnya anak buah Vino, begitu juga dengan Govin. Yang saat ini hanya tinggal sendirian, tanpa ada yang bakal membelanya lagi


Tubuhnya jelas-jelas gemetaran dan menggigil ketakutan, dia tahu apa yang akan menimpanya sebentar lagi.


Timbul rasa penyesalan di dalam relung hatinya, kalau tadi dia mendengarkan saran dari bawahannya yang lain, maka masalah penghinaan ini, tidak akan pernah terjadi padanya.


Tapi akibat ketamakannya, dan menganggap dirinya sangat kuat dan paling berkuasa, maka Govin tetap saja ingin melaksanakan niatnya, tuk datang ke lokasi milik bangunan tersebut.

__ADS_1


Tapi dia tidak menyangka, bahwa apa yang di dapatkannya di sana itu, sungguh benar-benar di luar ekspektasinya, dia hanya mendapatkan laporan dari mata-mata yang dikirim olehnya, bahwa di lokasi yang diinginkan oleh Govin, banyak sekali orang yang datang, tanpa mengatakan bahwa mereka orang-orang yang kuat


Tapi nasi sudah menjadi bubur, apa yang diinginkan nya tidak tercapai, seluruh anak buahnya menyerah dan 19 Kesatria yang sangat di andalkan nya kini telah binasa sudah.


Tidak ada lagi yang bisa ia harapkan, meminta bantuan kepada Govin, itu tidaklah mungkin, melawan apa lagi jadi, yang bisa di lakukan nya adalah menyerah dan mengakui akan kekalahannya


Dia berpikir, setelah dia menyerah, maka Vino dan orang-orangnya, akan melepaskannya pergi, setelah dilepaskan, maka dia akan membentuk sebuah pasukan yang kuat untuk membalaskan dendam nya nanti


Tapi sekali lagi harapan nya tidak tercapai, Vino bukannya memaafkannya, tetapi malah memerintahkan kepada si tangan kilat, untuk memberikan sebuah hukuman yang setimpal pada Vian


Vian yang mengetahui apa yang akan di lakukan oleh si tangan kilat kepada sepupunya, hanya diam saja, dia justru memalingkan wajahnya ke arah lain, tidak mau melihat apa yang akan terjadi pada sepupu jauhnya itu.


Dalam sekejap, tubuh Vian Babak belur, wajahnya sudah tidak dapat di kenal lagi, lidahnya terpotong, kedua tangannya patah, begitu juga dengan kakinya.


Sekarang Vian telah menjelma menjadi orang yang cacat, orang yang tidak akan bisa dan tidak akan mungkin untuk dapat di sembuhkan, setelah itu, Vino memerintahkan kepada orang-orangnya, untuk membuang tikus biadap itu ke dalam hutan untuk menjadi santapan yang lezat bagi binatang buas di dalam hutan sana.


Dan kini, selesai lah sudah keserakahan Vian niat itu. Niat ingin memeluk gunung, tetapi apalah daya tangan tak sampai. Bukannya gunung yang di peluk, tetapi besi panas yang di dapatkannya.


"Roni.! Minta kepada anak buahmu, untuk mengantarkan tuan Govin, dan kedua anaknya ke hotel, tempat di mana kita menginap." Titah Vino tegas


"Katakan kepada manejer hotel, bahwa ini adalah perintah dari ku, jika mereka berani membantah, maka lenyapkan saja mereka!" Ucap Vino dingin dan tegas


"Baik, Tuan. Perintah, akan segera saya laksanakan dengan senang hati." Jawab Roni hormat.


Kemudian dia memerintahkan kepada beberapa anak buahnya, untuk membawa sang pemilik bangunan dan kedua putrinya ke hotel yang di maksud, sementara dia sendiri masih tetap berada di sana, untuk mendapatkan instruksi selanjutnya dari tuan muda Vino.

__ADS_1


__ADS_2