Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina
Menjemput Vian Episode -57


__ADS_3

Hanya dalam waktu beberapa menit, kondisi tubuh Brayen sudah kembali membaik. Dan luka-luka yang di deritanya, telah hilang dan tersamarkan oleh obat-obatan yang di usapkan ke sekujur tubuhnya.


Orang yang di tugaskan oleh Vino tadi ternyata adalah si Dewi medis. Dia ternyata datang bersama dengan gerombolan itu, berikut bersama dengan ke 10 rekan utama nya, seperti Winds, Cindy, Novita, Farhan, dan para lainnya.


Dengan keahlian medis dan obat-obatan, di tambah dengan aura spiritualnya. Luka-luka yang di alami oleh Brayen, menghilang sekejap, dan tubuhnya pun kembali bugar, setelah di pinta untuk meminum sebuah ramuan yang di sodorkan padanya


Setelah selesai si Dewi ahli medis mengobati, ia pun menghampiri Vino, dan membungkuk ke arahnya sambil berkata: "Tugas sudah beres di laksanakan tuan." Ucapnya sambil membungkuk pada Vino.


"Terimakasih." Jawab Vino singkat. Kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah nenek Morita, dan berkata:


"Kesempatan yang telah ku berikan ini, pergunakan lah dengan baik, jangan pernah lagi menampakkan wajah kalian di hadapan ku." Ucap Vino sambil mencampakkan sebuah bungkusan kecil ke arah Prily.


"Sekarang pergilah.!" Ucap Vino tegas.


"Terimakasih Vino." Jawab nenek Morita, sambil menundukkan kepalanya ke arah Vino, lalu dengan berat hati dia mengajak anak dan para cucu-cucunya untuk pergi, dari situ dengan baik-baik. Tentu saja setelah mengambil bungkusan yang tadi di lemparkan oleh Vino.


Sepeninggal mereka, Vino mengalihkan pandangannya ke arah orang-orang yang baru datang tersebut, kemudian menyampaikan atas protesnya.


"Kenapa ketika ada peristiwa yang terjadi di sini, kalian justru terus terlambat datang." Tanya Vino geram.


"Maafkan kami tuan muda. Maafkan atas keterlambatannya kami, yang di sebabkan karena jalanan yang amat teramat macet, dan kebetulan ketika kami hampir sampai di sini, telah terjadi sebuah kecelakaan yang hampir merenggut nyawa seorang gadis muda pengemis di sana." Jawab orang yang di tanya itu, yang ternyata adalah Farhan sendiri.


"Baiklah, alasan mu dapat aku terima." Jawab Vino singkat.


"Winds!, apa kau sudah melacak siapa pemilik tanah dan juga bangunan ini sebelumnya.?" Tanya Vino kepada Windsor.


"Sudah Tuan muda. Sang pemilik resmi tanah dan juga bangunan ini, adalah evan. Seorang pria pengusaha kaya raya beberapa tahun yang lalu." Jawab Winds tanpa ragu-ragu, dan melanjutkan berkata.


"Usahanya bangkrut, karena di khianati oleh teman kerjanya sendiri, di tmbah dengan kelakuan anaknya yang suka berfoya-foya dan bermabuk-mabukkan."

__ADS_1


"Lalu kenapa tempat ini di biarkan begitu saja,? tanpa ada perawatan sama sekali." Tanya Vino penasaran.


Menurut penelusuran yang berhasil kami dapatkan, sang pemilik sengaja meninggalkan bangunan ini karena sang pemilik mengalami jatuh miskin dan bangkrut tuan. Namun sebab kebangkrutannya bukan karena ulah latar belakang yang ia perbuat, akan tetapi ia mengalami nasib seperti ini, di karenakan sebab ulah rekan kerjanya dia sendiri. Dan saat itulah ia di pidanakan dan di tahan di dalam tahanan kurun waktu 5 tahun penjara tuan."


"Setelah bebas dari penjara, dia tidak lagi mau melanjutkan usahanya, dan memilih untuk pindah dari kota Y ini, ke sebuah desa di kota sebelah. Dan mereka pun menjadi seorang petani."


"Sementara anaknya, menurut kabar dari penduduk desa sekitar, anak nya tersebut telah menjadi cacat, karena telah di aniaya oleh orang-orang suruhan rekan kerja ayahnya sendiri."


Sedangkan ayahnya, tidak jarang juga mendapat ancaman, dan juga intimidasi, dari orang-orang suruhan rekan kerjanya dulu, karena tidak mau melepaskan aset tanah dan bangunan yang masih tersisa di tangannya sampai saat ini."


Dengan berbagai macam cara, rekan kerja sang pemilik tanah dan bangunan ini, terus berusaha untuk mendapatkan, bahkan berniat merampas surat tanah, dan juga bangunan, yang sengaja di simpan di sebuah bank yang cukup ternama di kota Y ini. Jawab salah seorang pengawal dengan penjelasan yang lumayan cukup lebar kepada Vino.


Memangnya siapa rekan kerja pemilik tanah ini?". Tanya Vino geram.


****


"Buyutnya adalah orang yang sama, yaitu Govin Arneddlie Alvian, beliau adalah seorang taipan besar pada zaman di masa lalu" Ujarnya


"Darah pengusaha Govin menurun dari kakek buyutnya sendiri. Tapi sayangnya sifat baik dari buyutnya tidak menurun padanya.


"Sedangkan Vian, memilih pekerjaannya sebagai seorang gangster jalanan, hingga naik menjadi ketuanya sampai saat ini." Ucap sang pengawal itu menjelaskan secara terperinci.


Vino yang mendengar penjelasan itu, sudah memahaminya dengan sangat baik, lalu dia berkata: "Ada kemungkinan, tukang pukul si Govin itu, adalah anak buah Vian sendiri." Ujarnya.


"Benar tuan muda." Jawab pengawal itu singkat.


Tidak mau berlama-lama larut berada dala masalah itu, Vino segera memberi instruksi kepada bawahannya.


"Bawa Vian berengsek itu kemari!, saat ini juga, cepat!. Ucapnya tegas.

__ADS_1


"Siap.! Laksanakan tuan muda!. Jawab Farhan, Winds, Cindy dan lainnya.


Sesaat Vino menjadi terpukau, begitu melihat betapa patuhnya orang orang kuat tersebut terhadap perintahnya.


Di dalam hatinya ia membatin, begini rupanya para penampilan orang-orang yang memiliki kekuasaan, kapan saja ia memerlukan sesuatu, ia hanya tinggal memerintahkan, maka orang-orangnya akan dengan senantiasa suka rela atau terpaksa, datang untuk menjalankan perintah tersebut.


Setelah tersadar dari lamunannya, Vino kembali memberikan instruksi yang cukup jelas kepada salah satu anak buahnya.


"Cindy, sebar orang-orang mu untuk menemukan keberadaan sang pemilik tanah dan bangunan ini. Dan bawa ia kemari hari ini juga."


"Baik, tuan muda." Jawab Cindy sambil membungkuk. Kemudian ia meminta izin untuk menjalankan perintah tersebut, di dampingi oleh para 25 orang-orang kuat kepercayaan nya. Dengan menaiki 5 mobil mewah untuk menuju ke kota C.


"Tunggu..!" Ucap Vino tiba-tiba, menghentikan langkah kaki mereka untuk memasuki mobil.


Baru saja Winds menemukan titik koordinat keberadaan sang pemilik ini. "Jangan menaiki mobil itu kesana, itu akan memakan waktu yang cukup lama." "Gunakan saja 4 Helikopter super puma perusahaan, untuk menjemput si pemilik bangunan itu."


"Aku akan menghubungi Novita, untuk meminta izin kepada kakek ku, atas penggunaan dua helikopter tersebut." Ujarnya merendah, tak mau meminta izin langsung kepada tuan besar Birakazawa kakeknya.


"Siap laksanakan tuan muda.! Jawab Winds patuh, dan menunggu instruksi selanjutnya.


"Kau akan di dampingi oleh rekan lainnya, jadi kerjakan tugasmu, tanpa ada kesalahan sedikitpun nanti.!"


"Sedangkan untuk beberapa yang lainnya nanti, tetap stay di sini untuk mendampingiku."


"Tugas untuk menjemput si Vian itu, aku serahkan kepada bawahan mu saja."


"Dan untuk kalian Winds, Farhan dan beserta lainnya, kalian persiapkan saja surat-surat yang di perlukan, untuk pembelian rumah maupun tanah ini. Aku tidak mau adanya kendala sedikitpun nantinya."


"Siap, tuan muda!. Siap laksanakan perintah!." Jawab mereka mantap secara serentak dan kompak.

__ADS_1


__ADS_2