Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina
Gertakan Kematian Episode - 21


__ADS_3

Hari pertama sampai hari kelima, Vino resmi memegang kendali atas perusahaan Kizawa Prataxsa Group, dia telah banyak menelurkan ide-ide positif,sampai ide yang gila-gilaan.


Di mana orang-orang yang menjadi korbannya rata-rata adalah orang orang yang sifatnya tamak, serakah dan angkuh serta gila akan kekuasaan dan menyalah gunakan jabatan.


Gempar! itulah kondisi yang layak di katakan untuk saat ini.


Hari ke 7 Vino memutuskan untuk kembali ke kota "Y"


hari di mana Brayen dan Anggeline, melangsungkan Akad nikah mereka. Tapi sebelum kembali, Vino menyempatkan diri untuk menemui bawahannya, untuk menanyakan kemajuan tugas yang telah di berikan kepada mereka.


Vino segera mengumpulkan semua orang- orang kepercayaannya yang berada di kota "Y," untuk


mendengar sebuah laporan dari mereka. Begitu semua anak buah terkumpul, termasuk asistennya Novita dan sepupunya Farhan, maka Vino langsung bertanya kepada mereka semua.


"Apa kalian sudah melakukan semua perintahku?"


tanya Vino kepada seluruh orang kepercayaan nya,


sambil memberi kode kepada Cindy dan Winds.


"Sudah Tuan, Saya sudah mengosongkan 107 Rekening , 179 Rekening pribadi dan 85 Rekening yang selalu di gunakan untuk bertransaksi mengatasnamakan perusahaan." Jawab Winds tanpa ragu-ragu.


Semua rekening itu atas nama beberapa orang di


antara orang-orang tersebut tak lain adalah Direktur,


Manejer Keuangan, Manejer Pemasaran, Manejer Pergudangan, Manejer Proyek, dan Manejer Umum.


"Sudah beberapa lama mereka melakukan itu?" Tanya


Vino geram!


"Menurut data-data yang aku peroleh Tuan, ada data data transaksi di pihak Bank, mau pun ke pihak luar yang berhasil kita retas, mereka telah melakukan perbuatan itu sudah cukup lama Tuan"


"Ada yang sudah melakukan nya 1 Tahun, 2 Tahun, dan ada juga yang sampai 3 Tahun, bahkan ada beberapa Manejer dan Direktur yang melakukan itu semua selama 7 Tahun."


"Sampai selama itu. Tapi kenapa kalian tidak pernah


menyelidiki, apa gunanya kalian di pekerjakan?"


"Percuma menjadi orang-orang yang bergelar nama hebat! Kalau mengatasi masalah kecil seperti itu saja kalian tidak bisa!"


Vino geram hingga memarahi semuanya,yang kena marah hanya terdiam dan menundukkan kepalanya,


pertanda malu dan bersalah.


"Kakek ku telah menghargai kalian dengan gaji tinggi.


Menurut data, bahkan ada yang sampai mencapai 6,6 Miliar pertahun, tapi kenapa kinerja kalian malah sebaliknya...!?"


"Sejujurnya aku sangat kecewa pada kalian semua!


Orang yang mengaku sebagai Dewa dan Dewi hebat, masih bisa kecolongan seperti ini."


"Untuk kedepannya, aku tidak mau hal itu terulang lagi


Dan besok lakukan pemecatan besar- besaran pada mereka. Atur surat pemecatan itu mulai sekarang..!!


dan hubungi pihak kepolisian untuk bersiap siap mem bawa mereka ke dalam bui..!!"


"Untuk mu Novita, mulai hari ini, esok, dan untuk hari berikutnya, kau ku utus untuk pergi ke beberapa anak


Perusahaan kita baik di kota "Y," di kota "B" "Di kota "S"

__ADS_1


dan di kota "A". Untuk menyelesaikan beberapa urusan di sana."


"Adakan pemecatan atas nama ku, pada orang-orang yang ada dalam daftar ini.!!" Ujar Vino sambil memberi


kan beberapa setiap lembar kertas kepada Novita.


"Tapi ingat satu hal,! Rahasia kan keberadaan ku. Aku tidak mau mereka mengetahui siapa aku sebenarnya.


Aku akan bermain di belakang layar untuk sementara


waktu."


"Aku masih ingin bermain- main dengan mereka."


Ujar Vino sambil tersenyum, tapi sebenarnya menyeringai.


"Dan untuk mu farhan kau benahi urusan internal di kantor mu. Dan akan ku tunjuk sebagai direktur baru menggantikan Direktur yang akan sebentar lagi di pecat."


"Pecat orang-orang yang terlibat dalam penggelapan


uang perusahaan. Aku percayakan urusan kecil itu padamu. Kau punya wewenang atas itu."


"Winds dan Cindy. Apa kah masih ada yang ingin kalian laporkan kepada ku..? Tanya Vino penuh wibawa. Hingga membuat keduanya ragu-ragu untuk memulai percakapan dengan Tuan muda Vino.


"Ada Tuan." Jawab winds ragu-ragu serta gugup.


"Jangan gugup, katakan dengan jelas!" Perintah Vino tegas.


"Saya juga sudah membekukan, seluruh rekening perusahaan cabang di beberapa kota besar, sehingga


untuk saat ini, mereka belum mengetahui, bahwa rekening yang biasa mereka grogoti, telah di blokir oleh perusahaan" Kata Cindy menatap.


"Begitu juga dengan seluruh rekening yang telah di


menyadari bahwa rekening mereka telah kosong,"


Seluruh ATM, yang selama ini mereka bangga banggakan, telah di blokir atas permintaan perusahaan ." Sambungnya lagi. Terkesan seperti mengatakan, bahwa tugas yang diberikan kepada mereka telah di lakukan dengan baik.


Show Youngjae berniat mengambil bagian dalam pertemuan tersebut. Sambil membungkukkan tubuhnya terlebi dahulu, dia berkata kepada Vino.


"Maaf Tuan muda kalau saya menyela. Saya juga ingin melaporkan, bahwa dalam hari ini sampai hari esok.


Dan paling lambat lusa, akan terjadi penyitaan besar-besaran, terhadap seluruh aset perorangan, maupun kelompok, yang di curigai berasal dari dana perusahaan yang di gelapkan selama ini.


Kita juga sudah menginformasikan kepada pihak kepolisian, kejaksaan, dan pihak-pihak terkait akan tindakan kita. Walaupun hanya sebagai simbol saja.


Show Youngjae berhenti sejenak, untuk mengambil nafas, dan menenangkan diri. Entah kenapa kali ini dia sperti melihat sosok yang sangat kuat pada Tuan mudanya tidak bisa di gambarkan dengan kata kata.


"Teruskan.! Kata Vino dengan suara yang berwibawa.


Total dana yang berhasil di tarik dan di kembalikan ke kas perusahaan ini. Sebesar 3,3 Ribu Terliun. Tidak


termasuk aset-aset mereka." Kata Show Youngjae sambil membungkuk baru duduk di kursi nya.


"Penggelapan terbesar terjadi di sektor pertambangan


hingga mencapai 987 Terliun."


"Sampai sebanyak itu? Apa kerja kalian selama ini,?


hingga perusahaan telah merugi sebanyak itu. Aku yakin, selain dana itu, masih ada dana lain yang telah mereka selewengkan."


"Aku tidak mau tahu, untuk beberapa hari kedepannya,

__ADS_1


semua dana-dana itu harus kembali ke kas prusahaan.


Kalau kalian gagal, maka aku tak akan segan-segan untuk memecat kalian semua.!" Faham..!


Vino geram Winds si otak jenius, juga Cindy si dewi


akuntan, begitu juga dengan lainnya.


"Hari ini juga, sita seluruh aset-aset mereka, yang telah


telah terbukti telah melakukan korupsi. Penjarakan mereka, jangan biarkan mereka hidup enak di bawah naungan perusahaan kakek ku lagi.!"


Orang-orang lain akan menjadi pengawal kalian, waktu


menyita aset-aset mereka, yang terbukti telah melakukan korupsi uang perusahaan ku."


Vino berkata dengan tegas, tanpa sedikitpun terbalas


kasih kepada calon korbannya.


"Apakah ini imbas dari sakit hatinya, yang selama ini terus di tindas dan di rendahkan. Oleh orang orang kaya, atau memang sekedar untuk menyelamatkan


perusahaan nya.


Dari luar perusahaan itu terlihat kuat, tapi di dalamnya


ternyata rapuh, akibat perbuatan buruk dari para karyawan nya selama beberapa tahun ini.


Novita yang melihat itu, jadi tertegun. Di hatinya berkata, apakah ini benar tuan muda Vino, orang yang beberapa hari lalu terlihat sangat menyedihkan.


Beberapa hari telah sah menjadi pemilik ahli waris,


sikap dan kepribadian nya perlahan berubah. Masi ada kah sisi lembut di hati nya? Batin Novita lagi.


Aku tidak boleh main-main lagi bersikap dengannya.


Bisa gawat. Ternyata Tuan muda lebih mengerikan dari pada kakeknya Tuan besar Biraka.


"Untuk hari ini, pertemuan kita cukup sampai di sini.


Aku akan kembali ke kota, untuk menyelesaikan beberapa urusan kecil di sana."


"Farhan Fanthers. Kau ku percaya kan untuk tetap memegang jabatan mu di kantor pusat kota "A" untuk


sementara waktu.


"Untuk Novita, kau telah resmi menjadi asisten ku, sekaligus merangkap jabatan sekertaris utama perusahaan ku ini."


"Untuk yang lain, kalian masih tetap memegang jabatan lama di kantor kalian, karena kalian terbukti tidak melakukan kesalahan. Mulai hari ini kalian, adalah pilar utama perusahaan, dan menjadi orang orang kepercayaanku."


"Wewenang kalian atas perusahaan sangat tinggi.


Maka lakukan tugas kalian dengan baik, mewakili ku dalam segala bidang,terkecuali masalah krusial perusahaan."


"Aku harus kembali ke kota, karena menurut laporan yg ada, telah terjadi keributan kecil di sana."


Vino mengucapkan kata-kata itu, sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat pertanda ada kegeraman yang besar di hatinya. Tapi apa itu.?


Apakah dia cemburu? karena Anggeline mantan istrinya itu menikah, setelah beberapa lama bercerai dengan nya, atau ada masalah lain.?


Hari ini adalah hari dimana Anggeline, mantan istrinya itu, akan melangsungkan pesat pernikahan nya di sebuah hotel ternama dan juga mewah, yang di mana Vino masih tercatat sebagai pemilik hotel tersebut.


Tapi, kenapa Vino jadi begitu sangat marah ya?

__ADS_1


__ADS_2