
Vino terkekeh sendiri mendengar Novita di panggil nyonya oleh pelayan toko itu. Apakah dia tidak mengenal Novita sebelumnya.? Oh mungkin dia adalah karyawan baru, pantas tidak mengenali Novita, langganan tetap dan terhormat di toko tersebut."
"Panggil maneger tokoh ini. Aku ingin bicara" Ucap
Novita kesal
"Maaf nyonya, beliau sedang tidak bisa di ganggu."
Jawab nya singkat.
"Ohh begitu" Novita kesal, dan tanpa mau berlama lama lagi, serta membuang waktu, Novita segera mengeluarkan hp nya memilih nomor kontak dan menekan nya. Tak lama kemudian, di sebuah ruangan tokoh yang bertingkat tiga itu, terdengar bunyi telepon, sekilas pemiliknya melihat siapa yang menelepon nya. Begitu melihat nama yang tertera di handphone-nya, ia buru-buru mengangkat telepon tersebut.
"Hallo nona." Apa yang bisa saya bantu"? Ucapnya dari dalam telepon dengan sikap hormat.
Sekarang juga kau turun ke bawah! aku sedang ada di
tokok mu. Tidak pakai lama.!" Tegas nya garang.
"Baik nona." Saya akan segera turun kesana" Jawab nya gugub.
Sementara itu, pelayan toko yang mendengar kalimat
dari orang yang di panggil nya nona itu, mengerutkan keningnya dalam-dalam. Pertanda dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, siapa orang itu
dia pun masih belum paham. Hanya dalam waktu
kurang 45 detik, pemilik toko yang barusan di telepon oleh Novita, datang dengan langkah terburu-buru mendekati Novita, Sambil membungkukkan badannya dalam-dalam.
"Selamat pagi nona, Ma'afkan kami yang tidak menyambut nona sebagai mana mestinya."
"Jangan pakai basa-basi lagi. Segera ceritakan pakaian lengkap, yang sesuai dengan Tuan di sana itu
Perintah Novita tanpa tedeng aling-aling lagi.
"Baik akan segera kami laksanakan." Jawabnya cepat
Kemudian, dia memanggil karyawannya, untuk membantu memilihkan pesanan Novita. Tapi sebelum pergi, maneger toko sekilas memandang Vino. Serta
mengamati nya, kemudian beranjak pergi ke dalam untuk memilih baju, celana, jazz, sepatu, dan lain-lain,
yang cocok dengan tubuh Vino.
Tidak tanggung-tanggung langsung memilih beberapa
setel pakaian lengkap untuk Vino, terdiri dari berbagai model dan warna.
Jazz hitam dan celana hitam terang, terkesan abu-abu
tua, di padukan dengan sepatu model smart shoes Derby, sangat cocok untuk Vino, dengan dalaman kaos
berwarna silver tanpa dasi.
Warnah navy di padukan dengan sepatu bewarna coklat tua, berbahan suede, sangat kontras untuk tubuh Vino yang berperawakan seperti atletis, dan dalaman putih, serta dasi berwarna merah maroon.
Setelan jazz biru muda, di padukan dengan sepatu coklat muda, pasangan yang selaras dan sering di pakai oleh para artis di ibukota, dengan dalaman berwarna putih, dan dengan dasi pendek berwarna
merah maroon juga.
Stelan jazz abu- abu muda,di padukan dengan sepatu
berwarna hitam, sedikit seperti Burgundy, juga sangat
selaras dengan fashionable masa kini, di padukan
__ADS_1
dengan dalaman berwarna putih juga, dengan dasi berwarna putih terang.
Setelan jazz silver yang di padukan dengan sepatu pantofel berwarna hitam, juga dengan dalaman berwarna putih,di padukan dengan dasi berwarna hitam.
Setelah semua itu di perlihatkan pada nona novita, dan
Vino, mereka mengangguk tanda menyetujui pilihan
manejer toko itu. Setelah melakukan transaksi,dan
pembayaran,yang tentunya di bayar oleh vino, dengan
kartu gold nya, mereka sepakat untuk meneruskan
perjalanan mereka menuju ke toko handphone yang
tersebar di sepanjang jalan yang akan di lalui mereka.""
"Novita.!
" Ya Tuan muda,!
"Apa menurutmu, atas penampilan ku ini? apa kah
terlihat buruk...?"
"Sebenarnya tidak terlalu buruk tuan..."
"Cuma..."
"Cuma apa!?"
"Emmmm..."
"Baik tuan..."
"Dengan tubuh tuan yang berperawakan atletis, dan kelihatan berotot itu, Tuan lebih cocok mengenakan stelan jazz lengkap. Jadi penampilan Tuan sedikit berbeda dari yang sebelumnya."
"Maksut kamu?"
"Dulu Tuan bukan siapa-siapa, tapi sekarang Tuan adalah salah seorang pewaris, yang mewarisi segala tahta, kekuasaan, kekuatan, dan kekayaan dengan tanpa batas, jadi sebaiknya Tuan merubah penampilan Tuan 190 derajat mulai dari sekarang."
"Terus,"
"Apakah Tuan masih mau, di rendahkan, di caci, di maki, di hina oleh orang lagi? karena penampilan Tuan yang sangat sederhana itu.? Walaupun Tuan muda adalah seorang laki-laki yang berasal dari keluarga terkaya sekali pun, jika penampilan Tuan muda masih seperti dulu, mereka tetap memandang Tuan hanya dari sebelah mata aja." "Jadi bagaimana Tuan,? Apa Tuan masih mau?"
"Vino berfikir sejenak, mencerna semua apa yang di katakan oleh asisten nya itu."
"Ada benarnya juga, apa yang di katakan oleh Novita.
Aku tidak boleh terus berfikiran seperti ini. Aku harus berubah, aku mampu, dan aku bisa, tidak ada yang tidak mungkin bagiku.!"
"Tapi, Ahhkh sudahlah,! soal itu gampang. Itu bisa nanti saja." Batin Vino dari dalam hati yang saling bersahutan.
"Novita." Panggil Vino lagi
"Ya tuan,!" Jawabnya
"Apakah menurutmu penampilan ku sekarang sudah bagus?" Kata Vino dengan muka polos yang di tanya gelagapan. Ia tidak menyangka, tuannya akan menanyakan pertanyaan konyol seperti itu.
Menurut kaca mata seorang gadis seperti ku, Tuan sangat tampan, melebihi ketampanan dari seorang pangeran di kerajaan sana.
"Nah gitu dong Tuan, kalau penampilan Tuan begitu pasti orang orang tidak akan menganggap Tuan adalah laki laki pecundang lagi." Aku aja sampai...."
__ADS_1
"Sampai apa.?" Tanya Vino mendengar kalimat Novita yang terputus.
"Ehh, Nggak kok Tuan. Hari suda semakin panas Tuan. Gimana kalau kita sebaiknya jalan.?" Pinta Novita gugup.
Hampir saja Novita keceplosan, mengatakan, "Aku saja kagum dan jatuh hati pada tuan" Tapi cepat di hentikan nya.
Vino tidak bodoh, sebagai orang yang berpengalaman
apa lagi sudah pernah menikah, tentu saja ia tahu apa
maksut asistennya itu.
"Kau saja tertarik dengan ku. Begitu kan.?" Udah de
jujur saja padaku,"? Cecar Vino langsung pada intinya.
"Ehh.aa, anu, Tuan..."
"Anu anu apa?"
"Betulkan..? kau juga mengagumi ku," Desak Vino hingga membuat Novita menjadi salah tingkah. Tapi Vino malah justru menikmatinya.
Novita tidak berani menjawab, takut tuannya akan marah pada nya, maka dia pendam saja dalam hati akan kekagumannya terhadap Vino.
Tetapi dia hanya menunduk malu, sambil senyum simpul terlihat di sudut bibirnya yang ranum itu. Novita
belum pernah berhubungan dengan lelaki mana pun, apa lagi berpacaran, sangat jauh sekali. Dia tidak gampang untuk jatuh cinta pada seseorang pria, apa lagi berhubungan badan dengan lawan jenis.
"Up mimpi..!"
Tapi saat ini keinginan itu ada, dan telah bangkit pada
seorang laki-laki yang ada berada di sampingnya.
Entah kenapa hatinya sangat senang, kalau berdekatan
dengan tuannya sendiri.
Gawat.!! Apakah aku sedang jatuh cinta pada tuanku sendiri.?? ingat Novita, kau itu siapa?" Kau itu cuma orang yang di gaji oleh Tuan Cakra dan asisten Vino." Sekarang, kau tidak boleh jatuh cinta pada nya.!"
"Huuukhh..! benar-benar membingungkan..!! Batinnya.
Waktu berlalu begitu cepat, menempuh jarak yang lumayan cukup jauh.Mobil yang di kendarai oleh vino
telah sampai di kompleks pertokoan khusus menjual heanpone. Bangunannya lumayan cukup besar, dengan
arsitektur yang moderen. Setelah memarkirkan mobil nya, di parkiran yang cukup luas. Vino dan Novita keluar dari dalamnya, dengan memakai benda aneh di wajah mereka. Kehadiran Vino, dan Novita yang mengendari mobil Lamborghini nya itu, lagi-lagi menjadi pusat perhatian. Mobil yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan, kini muncul di hadapan mereka. Tentu saja mereka yang sedang melihat hal itu, mereka tidak mau tinggal diam, mereka pun mengambil momentum tersebut dengan berbondong bondong, mereka mencoba mendekati pemilik mobil, dengan harapan bisa mendapatkan informasi seputar mobil itu. Yang mereka ingin tahu tentu saja adalah, siapa sebenarnya pemilik mobil yang harganya sangat selangit itu.
Vino dan Novita yang baru keluar dari dalam mobil,
tentu saja menjadi incaran Paparazi. Dengan berbagai cara, mereka berusaha untuk mendapatkan foto diri pemilik mobil tersebut, untuk keperluan jurnalistik.
Dengan harapan, berita yang mereka posting akan menjadi trending topik hari itu juga. Mereka tanpa permisi mengambil foto Vino dan Novita. Tapi Vino tidak kalah cepat, sebelum dia keluar dari dalam mobil
Vino dan Novita telah memakai penutup wajah, atau masker, untuk menutupi sebagian dari wajah mereka.
Ada alasan kenapa Vino menutupi wajah nya dengan menggunakan masker itu, karena dia belum mau mengekspos jati diri ia yang sesungguhnya, dan sebelum ia benar-benar sah menjadi hak pemilik ahli waris dari kekuatan, kekuasaan, dan kekayaan.
Walaupun mereka merasa amat kecewa, tapi Paparazi
juga orang-orang awam, cukup senang, karena mereka
bisa mendapatkan foto diri dari pemilik mobil keren tersebut, meski wajah sang pemilik mobil tidak terlihat sebab di terhalang oleh penutup wajah.
__ADS_1