Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina
Kemiskinan Keluarga Anggeline 2 Episode - 30


__ADS_3

Tapi nama nama besar keluarga mereka, hanya di pandang sebelah mata oleh Novita. Dan orang orang nya. Jadilah mereka seperti pengemis di pesta tersebut.


Prily yang terkenal cerewet dan judes, perempuan pemuja harta itu ikut menimpali perkataan mertuanya, nenek Robin itu.


"Ibu, semua aset termasuk perusahaan kita telah di sita oleh Novita dan Tiara tidak di ketahui saat ini berada di mana."


"Ibu juga sudah tahu tentang itu. Yang ibu tidak habis pikir bagaimana Anggeline dan suaminya Brayen bisa di tuduh telah menggelapkan uang perusahaan padahal mereka telah berjasa bagi kebesaran perusahaan itu sendiri."


"Nenek! kalau perusahaan kita di ambil alih oleh Novita, lalu bagaimana kita kedepannya?. Aku tidak mau hidup dalam kemiskinan." Ucap Tiara uring uringan.


"Mau bagaimana lagi, kita tidak bisa melawan mereka, lagi pula orang orang yang kita harapkan untuk bisa menyokong keluarga kita telah di pecat, dan juga di tangkap serta di penjarakan oleh mereka."


"Jadi kita harus bagaimana nek?" Rengek Tiara yang semakin menambah suasana menjadi tegang.


"Nenek juga tidak tahu. Tapi kita masih punya rumah ini. Kita bisa jual dan uang nya di jadikan modal usaha untuk sementara."


"Kalau rumah ini di jual, lalu kita mau tinggal di mana nek.?"


"Kau diam dulu lah Tiara. Jangan menambah pikiran nenek semakin kusut. Nenek akan cari cara, agar suatu saat nanti. Rumah ini bisa kita tebus lagi.


"Jadi kita....?"

__ADS_1


Belum sampai ucapan Tiara selesai. Tiba tiba masuk serombongan orang kerumah mereka, yang terdiri dari 3 orang wanita, dan 3 orang laki laki yang tidak di kenali, sambil membawa map berwarna Hijau, yang berisikan sertifikat penyitaan rumah beserta isi isinya


5 di antara 8 orang itu sepertinya petugas penyitaan dari pengadilan. Mereka semua masuk tanpa permisi terlebih dahulu, dan langsung membuka suara.


"Nyonya besar Robin, ini sertifikat atas penyitaan rumah anda. Yang telah di keluarkan secara resmi dari pihak pengadilan. Dalam surat itu tertulis dengan jelas, bahwa kalian semua harus angkat kaki dari rumah ini, tanpa syarat, dan tidak di berikan waktu untuk berkemas. Saat ini juga kalian harus tinggalkan rumah ini." Ujar salah satu dari mereka dengan wajah nya yang sangat garang dan sangat seram itu.


Seketika itu nenek Robin sangat kesal dan marah dan berkata:


"Kalian tidak bisa seenaknya mengusir kami dari rumah kami sendiri. Kami telah menempati rumah ini sejak lama." Kata nenek Robin dengan emosi.


"Suami mu telah meminjam uang dari bank kami, dan belum lunas sepenuhnya. Dan sebagai jaminan nya adalah rumah ini. Silahkan baca baik baik surat perjanjian itu." Jawab petugas itu sekali lagi.


"Kalian benar benar iblis!, Kalau kami keluar dari rumah ini, di mana kami akan tinggal?" Kata Tiara asal bicara. Dia tidak tahu fakta yang sebenarnya. Tapi nenek Robin mengetahui akan masalah pinjaman uang Bank tersebut, tapi itu sudah cukup lama.


kalian mengerti!?" Tegas petugas penyitaan tersebut tanpa beban.


Lemas sudah tubuh nenek Robin, mendengar pemberitahuan itu. Baginya rumah ini adalah aset terakhir keluarga nya, tapi sekarang juga mau di ambil oleh pihak bank yang tidak berhati tersebut.


"Kenapa kesialan terus menimpa keluarga ku, apakah ini semua adalah gara gara Vino, laki laki yang tidak berguna itu!?" Kata nenek Robin dalam hati.


Di saat seperti itupun dia masih menyalahkan Vino, padahal semua yang terjadi, karena ulah mereka juga yang telah seenaknya mengusir dan juga menghina Vino habis habisan saat tinggal bersama mereka dulu.

__ADS_1


Sekarang karma telah terjadi dan kembali pada mereka sendiri. Ucapan Vino telah menjadi kenyataan. Dan dia akan membuat keluarga yang telah menghina dan mengusir nya akan mengalami kehancuran secara perlahan.


Ini bukan perlahan lagi namanya, hanya dalam satu hari bahkan cuma membutuhkan waktu tidak lebih dari satu jam, semua harta harta mereka telah musnah bagaikan debu, di rebut secara tidak manusiawi oleh orang orang terkuat Birakazawa.


Uang mereka yang ada di dalam rekening pun telah di tarik seluruh nya, hingga tidak tersisa sepeser pun di tabungan tersebut. Kecuali uang kontan yang saat ini pada mereka.


"Nenek apa yang harus kita lakukan lagi?" Putrinya masih saja membuat nenek nya menjadi sangat bingung akibat pertanyaan pertanyaan yang di berikan pada nenek Robin.


"Tuan, tolong beri kami waktu untuk berkemas dan mengambil barang barang berharga kami." Ucap Nenek Robin mengiba.


"Apakah kau tidak dengar nenek tua,!? Tiga menit yang lalu, aku sudah menyuruh kalian keluar tanpa syarat, dah tidak di beri waktu sedikit pun untuk melakukan apa apa, jadi cepat tinggalkan rumah ini." Teriak nya kesal.


Kemudian dia mengedarkan pandangannya ke arah 3 orang laki laki, dan 3 orang wanita yang ikut bersama nya, untuk melakukan sesuatu.


Mereka yang di beri kode segera bertindak, dengan beringasnya nenek Robin beserta keluarga nya di usir secara paksa dari rumah yang sudah sekian lama mereka tinggali itu.


Nenek Robin dan menantu putra nya itu beserta istrinya Prily di tarik keluar dengan kasar dan di dorong keluar dari pelataran rumah nya tersebut, sedangkan cucu putri lainnya memberontak ketika tangannya di tarik oleh 1 orang laki laki, agar keluar dari rumah tersebut.


Dengan lantang dia berkata: "Tidak, aku tidak mau keluar dari rumah ini, persetan kalian semua, bajingan, biadab...!" Ucap Tiara sambil berteriak teriak memaki maki mereka semua. Dua orang wanita yang ada di rombongan itu seketika menjadi geram, dengan sigap keduanya menangkap tubuh Tiara, lalu membopongnya secara paksa, begitu sampai di luar halaman rumah tersebut, tubuhnya di lemparkan oleh kedua wanita itu ke pinggir jalan dan hampir tertabrak oleh motor yang kebetulan pada saat itu sedang lewat.


Seketika itu juga, tubuh Tiara mengalami luka luka, dan tangan kanannya berdarah, dan kakinya terkeilir. Sungguh pemandangan yang sangat mengenaskan.

__ADS_1


Seorang wanita yang berwajah cantik itu, kebanggaan keluarga terhormat no 4 di kota Y kini waktu jaya jaya nya, dan kini tengah merintih kesakitan di jalanan. Seluruh pakaian nya menjadi kotor dan lusuh, rambutnya kusut berantakan. Secara sekilas jika di perhatikan sangat mirip dengan gembel di jalanan. Orang orang yan lalu lalang pun tidak ada yang memperdulikan nasib mereka. Orang orang yang lalu lalang itu tidak berani untuk berurusan dengan Vino, apa lagi hendak menolong mereka? mereka tidak mau terlibat dalam permasalahan orang lain.


__ADS_2