Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina
Kemiskinan Keluarga Anggeline Episode - 29


__ADS_3

Kesempatan tidak datang dua kali, hari ini tangan dan jari. Besok kepala dan jantung yang saya minta." Kata Vino tanpa exspresi.


"Terimakasih tuan muda. Kamu mengaku tunduk dan setia pada tuan dengan taruhan nyawa."


"Baik. Ikrar kalian ku terima. Sekarang kalian boleh pergi."


"Terimakasih tuan muda." Ucap mereka serentak sambil kembali menempelkan dahinya ke lantai.


Lima menit kemudian, seluruh kekacauan telah teratasi, tidak ada lagi noda darah dan patahan kaki meja serta makanan yang sempat tertumpah di lantai.


Semuanya telah di bereskan oleh orang orang nya Vino yang di bantu oleh anak buah Vian yang fisiknya masih kuat. Kekacauan yang terjadi di ruang pesta, telah di dengar oleh karyawan hotel, juga Manejer yang saat ini sedang bertugas. Tetapi mereka tidak berani datang, karena adanya orang orang kuat di sana, dan juga karena hadirnya nona Novita orang yang berkuasa di hotel itu.


"Ada apa ya, kenapa orang orang kepercayaan tuan besar Birakazawa datang ke hotel ini, apakah karena ingin menghadiri acara pesta pernikahan tuan Brayen, atau memang sedang ada masalah lain, kalau itu memang benar, sungguh beruntung sekali dia. Dan kalau mereka datang karena adanya masalah di sini, maka hancurlah pesta pernikahan ini."


"Tapi yang saya dengar, mereka datang bukan untuk menghadiri acara pesta pernikahan tuan Brayen, melainkan Ingin membuat perhitungan dengan nya."


"Oh ya, dari mana kau tahu berita itu?"


"Tau dong, tadi ada salah satu tamu undangan yang memberi tahu saya saat saya sedang bertanya langsung pada mereka."


"Mereka bilang, telah terjadi keributan serta kekacauan di ruang pesta. Apakah sudah teratasi atau belum saya juga tidak begitu tau mengenai akan hal itu."


"Sudahlah jangan di bahas lagi, lagian itu juga bukan masalah kita. Gak ada hak kita untuk ikut mencampuri akan masalah orang orang besar itu." Ayo berkerja lagi..!" Perintah nya tegas.

__ADS_1


Sementara itu, ke tujuh petinggi Kizawa Prataxsa Group, masih setia menemani tuan muda mereka untuk menyelesaikan urusan di hotel tersebut.


6 dari 8 manejer dan kepala staf hotel, terkena pemutusan hubungan kerja, alias di pecat, setelah mereka terbukti bersalah, karena telah berani menggelapkan uang perusahaan di hotel itu.


Semua aset aset mereka di sita, dan mereka benar benar berada dalam kemiskinan. Sehingga kehidupan mereka akan berdampak krisis ekonomi untuk nasib akan datang.


Sementara general manager hotel Ferry hanya terkena penurunan status dari orang nomor satu di hotel itu, menjadi manejer biasa, yang menangani bidang pemasaran kamar hotel, itupun di tempat kan di hotel lain. Dia masih tetap tidak mengerti, mengapa dia mendapatkan hukuman itu, Novita cuma bisa mengatakan, bahwa ada penyegaran di tubuh perusahaan dan promosi jabatan.


Ferry tidak bisa berbuat apa apa. Dia hanya orang gaji di hotel itu, Tuan Birakazawa lah yang memiliki hotel tersebut, dan dia mempunyai hak penuh atas hotelnya.


Melalui tangan kanannya Novita, dia bisa berbuat apa saja yang ada di perusahaan itu, termasuk mengangkat, dan memberhentikan siapa saja yang di kehendaki. Padahal sejatinya adalah, pergantian general manager hotel, dan penurunan status nya adalah atas perintah Vino, yang sejak semula kurang menyukai si Ferry itu, karena sedikit banyaknya pernah menyinggung nya, di pertemuan mereka pertama kali. Alasan lain adalah, karena dia tidak mau status nya di ketahui oleh Ferry, karena Vino telah terlebih dahulu mengetahui adanya niat yang kurang berkenan pada sosok Ferry itu, oleh karena nya, ia memerintahkan kepada Novita untuk segera memindahkan Ferry ke tempat lain.


Setelah itu, Novita di dampingi oleh Farhan, Winds dan 4 orang kepercayaan nya itu. Untuk segera mengadakan rapat dadakan, untuk mengumumkan kepada seluruh manejer dan kepala staf hotel, bahwa akan ada pergantian pimpinan dari pemilik hotel tersebut.


"Aku mengumpulkan kalian semua di sini adalah untuk menegaskan bahwa telah terjadi pemecatan terhadap 7 orang manejer di hotel ini. Dan memindahkan Ferry ke tempat tugas baru nya di hotel lain."


2 orang satpam yang telah terbukti bersalah, karena telah memprovokasi seseorang di ruangan pesta telah resmi di pecat dengan tidak hormat. Dan di jebloskan ke dalam penjara. Atas tudingan dalam kasus penganiyaan.


"Aku ingin menyampaikan satu hal yang paling penting di sini yaitu perusahaan Kizawa Prataxsa Group, telah memiliki pemimpin baru, yang menggantikan tuan besar Birakazawa, karena pensiun."


"Saat ini perusahaan Kizawa Prataxsa Group. Termasuk di hotel ini, telah berganti pemilik, sementara tuan besar Birakazawa menjadi pengayom atas perusahaan nya."


"Oleh karena itu, kalian dan kita semua, wajib untuk menghormati pemilik baru tersebut, tapi untuk beberapa minggu kedepan pemilik baru perusahaan ini belum mau menampilkan dirinya ke publik."

__ADS_1


"Yang terakhir ku dengar ada seorang tamu agung yang telah menyewa kamar Suite selama 3 hari lalu."


"Dan aku memerintahkan sekarang juga untuk segera mengembalikan uang sewa yang telah di bayarnya."


"Jangan tanya kenapa? lakukan saja, seperti apa yang aku perintahkan barusan.!"


"Baik nona. Semua perintah nona akan kami laksanakan." Jawab petinggi hotel tersebut serentak.


Walau di hati masing masing, masih menyimpan tanda tanya besar, tentang pengalihan nama perusahaan, juga pergantian manejer hotel, tapi mereka enggan menanyakannya.


Apa lagi tentang pengembalian uang sewa Suite yang sudah terlanjur di bayarkan ke pihak hotel.


Pemberitahuan itu tentu saja membuat mereka shock tak percaya, tapi karena itu adalah perintah dari nona Novita, maka mereka tetap harus melaksanakannya.


Kediaman keluarga besar Robin


"Habis sudah. Gara gara Vino brengsek itu, semua rencana telah berantakan. Brayen dan Anggeline sudah di ringkus oleh pihak kepolisian setelah di pecat, Prily di tahan di hotel itu, sedangkan kita di usir dari sana seperti gembel jalanan yang meminta makanan."


"Semua ini gara gara gembel sialan itu.! Dasar manusia tidak berguna.!" Ucap nenek Robin melepaskan seluruh kekesalannya terhadap Vino.


Hal itu terjadi karena nenek Robin, juga anak cucunya, termasuk juga tamu tamu terhormat lainnya, di usir seperti mengusir tikus. Dan di perlakukan seperti binatang, di acara pesta pernikahan mereka sendiri.


Ruangan pesta itu terlebih dahulu di boking, jauh dari hari hari sebelumnya, dengan harga yang sangat fantastis. Tapi, tetap saja mereka di usir dari sana. Padahal mereka berasal dari keluarga kaya kelas menengah atas yang berada di kota Y, sekalipun.

__ADS_1


__ADS_2