
Tapi, apa yang terjadi?, sekali Vino tetaplah Vino. Apapun yang mereka katakan, tidak akan bisa lagi menggoyahkan pendiriannya, lalu dengan angkuhnya Vino berkata:
"Dasar wanita murahan! kau tak jauh beda dengan Anggeline si wanita ****** itu. Di saat seperti ini, bisa bisanya kau merayu ku dengan mengandalkan wajah mu yang tidak seberapa itu.!" Ucap Vino geram tanpa di tutup-tutupi lagi, apa yang telah di lakukan oleh Prily kepada nya
Kepalang malu dan rasa takut ketahuan oleh sang suami. Nenek dan beserta anak anaknya dengan picik ia berkata:
"Kau yang manusia murahan!, dan bekas menantu yang gak tau di untung.! Berani-beraninya kau menudingku seperti itu. Aku berhadapan dengan mu ini, adalah untuk membantu ibuku untuk meminta mobil busuk mu Itu.!" Jawabnya membalas penghinaan Vino.
Asyila yang sedari tadi hanya diam saja, ia pun tidak terima ibu, dan para kakak-kakak nya di hina, seperti itu pada Vino. Maka dengan jiwa yang emosi yang memuncak, dia melampiaskan kemarahannya dengan berkata:
"Kau sadar kau sedang bicara dengan siapa. Dia ini nenek aku!. Dan orang yang kau hina ini adalah ibuku.! Kau tidak punya hak untuk mencaci maki dan menghinanya sedemikian rupa. Ngerti kau!" Ucap Asyila berapi-api.
"Aku tidak perduli dia, mau dia siapa, dari kalangan mana, dari orang mana, saya gak perduli.!" Yang aku perduli saat ini adalah, segera tinggalkan tempat ini, karena aku tidak ingin melihat wajah kalian lagi." Jawab Vino bengis
Bertepatan dengan itu, belasan mobil mewah datang dan perlahan mendekati mereka, berhenti dan segera mengeluarkan puluhan orang dari dalamnya. Semua orang yang keluar dari dalam mobil-mobil mewah tersebut, rata-rata berperawakan kekar, berotot, berpakaian kaos Hitam berjas putih, dan di lapisi dengan warna yang mengkilau. Khas seperti penampilan pengawal orang penting.
Begitu mereka mendekati Vino, serentak puluhan laki laki yang berbadan kekar itu membungkuk kan tubuh mereka sampai setengah badan saja yang mengarah ke Vino sambil berkata: "Wahai tuan muda!" Ucap mereka serentak dengan posisi badan membungkuk, dan kepala mengarah kepada Vino.
"Bangunlah!" Jawab Vino singkat.
__ADS_1
"Terima kasih tuan muda!" Jawab mereka serentak lagi
Kejadian yang sangat langkah tersebut, tentu saja membuat nenek Morita, Kevin, Tiara, Prily, dan Asyila, mereka semua seketika itupun menjadi terkejut dan bingung. Bagaimana tidak terkejut, orang yang selama ini mereka anggap sebagai parasit, pecundang, gembel, benalu, dan sampah tidak berguna di keluarga besar Robin, saat ini tengah mendapat kan sebuah penghormatan yang begitu besar dari puluhan laki-laki yang berbadan kekar dan terlihat berotot
Dalam pikiran dan hati mereka berkata: Kalau Vino mendapatkan sebuah penghormatan yang sebesar itu, tentu saja Vino sekarang bukanlah orang sembarangan lagi, kalau tidak, bagaimana orang-orang yang terlihat kuat itu, tunduk dan begitu hormat terhadap nya
Kini pikiran mereka benar benar terbuka dan terbangun dari kesadarannya, bahwa Vino sekarang bukanlah orang yang bisa mereka singgung dan hina seenaknya lagi.
Nenek Morita, atau nenek Robin seketika tercengang, begitu juga dengan yang lainnya. Mereka sungguh tidak menyangka, akan melihat peristiwa yang benar-benar sangat langkah itu, di mana puluhan orang yang bertubuh kekar, dan juga berotot, dan berpakaian amat sangat rapih, memberi hormat kepada sang pecundang seperti Vino.
Tidak mau larut dalam pikirannya, dengan terbata-bata, nenek Morita menyapa Vino dengan sikap hormat juga, saat ini dirinya tidak berani berkutik lagi, untuk bersikap kurang ajar terhadap Vino. Vino juga memberi kode kepada Kevin, Prily, dan Asyila, agar mereka tidak membuat masalah apapun dengan Vino saat ini.
"Vino, siapa kau sebenarnya!?" Selama ini, nenek hanya mengenal mu sebagai pecundang, dan sampah tidak berguna di keluargaku, tapi sekarang, di depan nenek, kau telah menunjukkan keagungan mu yang sebenarnya." Kata nenek Morita dengan hati-hati.
Vino yang mendapat pertanyaan seperti itu, menjadi muak lalu membalas pertanyaan nenek Morita dengan santainya.
"Kau tidak perlu berpura-pura bersikap hormat, seperti itu nenek Morita. Apapun yang kalian lakukan terhadap ku dulu, aku tidak akan pernah melupakan nya." Jawab Vino dingin, dan tidak memperdulikan pertanyaan dari nenek Morita tadi.
Kemudian dengan tegas, Vino menyampaikan perintahnya. "Sekarang pergilah dari sini dengan baik-baik, sebelum orang-orang ku menyeret kalian semua dari sini secara paksa!." Ujarnya
__ADS_1
Tidak mau memperpanjang masalah dan menyulitkan diri sendiri, nenek Morita selalu bersedia, dan terpaksa pergi berlalu dari lokasi itu.
Tapi, sebelum pergi ia berkata. "Baiklah kalau begitu Vino. Sekarang nenek sudah tahu, bahwa kau bukanlah orang sembarangan. Jika dari dulu nenek tahu akan kebenaran siapa dirimu, maka nenek tidak akan mungkin memaksa mu untuk bercerai dengan istri mu Anggeline."
''Sekarang nenek benar-benar menyesal, karena telah membuang segala harta maupun aset aset yang begitu sangat berharga dari keluarga nenek." Ucapnya menyesali diri sendiri, kemudian menyambung perkataannya.
"Baiklah, Vino. Kami semua akan keluar dari sini, tapi bagaimana dengan anak ku itu, dia sekarang sedang pingasan, kalau di suruh untuk mengangkatnya, tentu saja nenek tidak akan kuat." Ucapnya mulai bingung.
"Kau tidak perlu khawatir, orang-orang ku akan membangun kannya dengan paksa." Jawab Vino tenang.
Kemudian dia memberi sebuah kode kepada salah seorang di antara mereka, untuk mengambil air, dan menyitamkannya ke wajah Brayen.
Begitu air yang di siramkan dari botol minuman membasahi wajahnya, Brayen terbangun dengan gelagepan. Masih dalam keadaan lemah, dia mengucek-ngucek kedua matanya, dan mengahpus air yang berusaha memasuki mata.
Belum juga dia sadar apa yang sebenarnya terjadi, tiba tiba dia mendengar sebuah suara yang begitu dingin dan langsung memecahkan suasana hening yang berada di sekitarnya.
"Aku memberimu kesempatan kepada mu satu kali lagi, jika kau masih saja berani mencoba menghinaku, dan memprovokasiku dengan kata-kata kotor mu itu, maka percayalah, orang-orang ku akan membuatmu musnah dari muka bumi ini dalam sekejap!, Ucap Vino dingin.
Brayen yang mendapatkan ancaman seperti itu, ia pun berusaha membangunkan dirinya. Akan tetapi usaha nya seketika terhenti, ketika ia dikejutkan dengan melihat di sekelilingnya terdapat puluhan orang laki-laki, yang bertubuh kekar, dan berotot juga berseragam rapih, yang sedang menatapnya dengan tatapan yang begitu tajam.
__ADS_1
Kali ini Brayen tidak lagi berani untuk menjawab kata-kata Vino, dia hanya menundukkan kepala ke arah kakinya. Secara perlahan, dirinya mulai bangkit dari duduknya, dan berusaha untuk berdiri.
Kondisinya benar-benar sangat lemah, akibat di hajar oleh Vino tadi, tapi sejujurnya, Vino bukanlah orang yang kejam dan tidak berhati-hati, dia jelas menyadari, dengan kondisi Brayen seperti itu, tentu saja dia tidak akan sanggup untuk berjalan jauh. Oleh karena itu, Vino memerintahkan kepada salah seorang dari mereka, untuk mendekati Brayen dengan mengobatinya.