Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina
Ruangan President Episode -13


__ADS_3

Dia membaringkan tubuhnya di hotel yang super mewah itu, sambil mengedarkan pandangannya ke arah sekeliling ruangan yan luar biasa itu. Kemudian, dia bangun dari tempat tidur nya, lalu


berjalan Dan memeriksa keseluruhan isi kamar


yang di sewanya. Di ruangan President yang juga di sewanya itu, seketika pandangan Vino


juga terpana akan kemegahan ruangan tersebut.


Sesuatu hal yang belum pernah di temui nya, sekarang terpampang jelas di depan mata.


Banyak sekali fasilitas mewah yang tersedia. Jumlah kamar nya saja terdiri atas 5 kamar, lengkap dengan kamar mandi nya. Di tiap tempat tidur, beralaskan sebuah seprei mewah Frette, selimut yang amat lembut Dan juga beberapa bantal yang empuk. Tak selain itu ada juga tempat salon di dekat nya. Ada buah ruang tamu, termasuk satu ruang tamu yang di fasilitasi baby piano. Ada meja makan besar di sebuah ruangan tersebut. Terdapat pula lemari pendingin, yang berisi minuman Non alkohol Dan kudapan gratis


yang lumayan banyak.


Satu dapur kecil dengan pantri bar kering. Lemari es untuk menyimpan makan beku, Dan Microwave. Ada juga mesin nespresso Dan pilihan teh yellow gold, tea busd, dan teh wuyi.


Tiga kamar mandi microfiber mewah dari hermes, dengan lengkapi beberapa pancuran berdinding kaca dan jazzcuji.Jubah mandi microfiber dan Terry serta pengering rambut.


Ada juga ruang media, yang di fasilitasi sebuah


TV berlayar lebar bermerek moderen, untuk karaoke. Ruang GYM dengan peralatan kebugaran, ruang pijat, fasilitas steam, Dan sauna.


Meja kerja exsekutif, printer serba guna. Ipod atau phone docking station dengan alarm Dan


radio. Brankas dalam suite, layanan laundry free dan tak lupa pula setrika dan meja nya.


Tersedia juga kolam renang pribadi. Jendela anti peluru, 5 buah balkon yang sangat artistik, yang di lengkapi dengan beberapa perabotan" serba mahal. Dan masih banyak lagi fasilitas-fasilitas mewah yang tersedia.


"Pantaslah harganya sangat mahal sekali." Gumam Vino lirih.


"Inikah hotel ku?" Vino, Vino ada untung nya juga kau di usir oleh mantan keluarga istri mu. Kalau tidak, kau masihlah tetap Vino yang di anggap sebagai parasit sang laki-laki pecundang. Monolog Vino dari dalam hatinya.


Setelah melihat lihat isi dalam ruangan Suite,


lalu Vino bergegas untuk mandi,nkarena jam pada saat itu, telah menunjukkan jarum Pukul :17:30 WIB. Perutnya pun sudah mulai minta segera di isi. Setelah selesai mandi, Vino yang suda kelaparan mencoba untuk membuka lemari pendingin, lalu mengambil sebuah kudapan, serta air minum sekedar mengganjal perutnya saja.


Tepat jam 8 malam, Vino menghubungi layanan kamar khusus, meminta untuk di hantarkan makanan ke kamarnya. Saat ini, dia begitu malas untuk turun makan di restoran hotel.


Tak butuh waktu lama, pesanan yang di pinta oleh Vino datang, di bawah oleh 4 orang pelayan restoran yang cantik cantik.


Begitu para pelayan meninggalkan ruangan itu,


vino tertegun sendiri. Di hadapannya telah tersaji


kan berbagai makanan lezat dan juga yang sangat banyak tersebut.


"Bagaimana cara menghabiskannya ya.?"


Gumam Vino sambil menggelengkan kepalanya


pertanda pusing.


"Akh makan saja lah. Nikmati selagi bisa. Kalau tidak habis, yaa nanti itu urusan belakangan."


Pikirnya. Menu yang di antar ke kamar nya, sangatlah melebihi porsi selera makan nya, bagai mana tidak,


makanan yang telah di hidangkan untuk Vino


terdiri berbagai macam hidangan, seperti wagyu


beef burger, sandwich, lobster bique dari Australia, Beff tenderloin salad, tahu, bayam, nato, sup, miso, buffalo mozzarella, Dan ikan kakap putih.


Tak lupa juga makanan tradisional khas lokal seperti, tuna gohu, telur ikan, daun kemangi, Dan


remehan kacang daun pecel kembang. Beff lamban dan chicken satay, kepiting gandum, cumi-cumi, pasta jamur, sup ayam, dan tak lupa pula makanan pokok yaitu nasi putih. Tak mau berpikir terlalu lama. Vino bergegas untuk menyantapnya dengan lahap, maklum


baru pertama menemukan makanan hotel ber


bintang 4, dengan restoran kelas atas pula.


Setelah selesai makan,vino ingin melihat jadul


nya tepat pada saat itu, heanpone nya gemetar


karena ada panggilan masuk.Di lihatnya sesaat


layar hp,ternyata yang menelfon Vino adalah


Nona Novita.


"Ada apa kamu menelfon ku?" Apakah baru ingat, ada orang yang di bully saat di Bank, hingga di hotel ini.Celutuk Vino tanpa basa-basi lagi.


Novita yang mendengar kata-kata itu, mengerut


kan keningnya di sebrang, lalu berkata:

__ADS_1


"Apakah Tuan mendapatkan pelayanan yang kurang bagus di Bank itu?"


"Bukan kurang bagus lagi, tapi sangat buruk.!"


"Aku di caci maki, di serang, bahkan aku sampai di tuduh pencuri oleh karyawan bank itu.!"


"Sialann.!" Ucapnya sangat kesal.


''Tapi Tuan, aku sudah menghubungi Presdir itu untuk menyambut Tuan, Apakah mereka tidak menemui Tuan di situ.?"Tanya novita bingung.


"Dia terlambat datang, Tapi masalah sudah teratasi. Tapi, ada 5 orang yang menjadi korban di insiden itu."


"Dan kau tahu, mereka ber 5 di pecat." Jawab


Vino dengan kesal


"Mereka pantas mendapatkan nya.!" Jawab Novita senang.


"Kenapa menghubungi ku!?" Tanya Vino kecewa pada Novita.


"Maaf Tuan, Kalau aku tadi tergesa-gesa pulang


ke kota "Y". Ibu Tuan menghubungi ku. Ada hal yang


amat penting yang segera harus di atasi di sanah. Jawab Novita membela diri.


"Besok siang aku akan segera menjemput Tuan


untuk bertemu dengan ibu kandung Tuan. Ada hal mendesak yang harus di bereskan dengan Tuan muda di sana."


"Baiklah saya juga ingin bertemu dengan ibu Saya Dan terutama kakek saya. Untuk memastikan seperti apa orang yang paling di takuti itu. Apakah bisa memakan orang.?" Ledek Vino.


"Husstt Tuan ngacok lah kalau ngomong."


"Haha..hahaha." Gelak Novita dari telephon.


"Kamu mau menjemputku?" Apakah kamu tau aku sedang tidur di mana..?" Tanya Vino heran.


''Ya tidak lah Tuan. Lokasi Tuan belum bisa di lacak, karena Headphone yang Tuan pakai belum tersedia GPS." Jawab Novita tenang.


"Besok Tuan harus membeli handphone baru di gerai. Ada banyak tersedia hp yang berbagai macam merek yang berkelas trending di kalangan publik." Ujar Novita terkesan memaksa.


"Baiklah kalau begitu, besok kamu jemput saya di "VINO HOTEL."


"T, Tuan menginap di hotel itu.?"


"Iyaa betul, Emang kenapa.? Kok kamu seperti terkejut begitu setelah mendengar perkataan ku barusan."


"Apakah tuan tidak tahu? Hotel tersebut adalah sebagian milik Tuan. Apakah ada yang mengenali wajah Tuan muda sebagai pemilik hotel.?"


"Belum, mereka belum tahu sama sekali siapa


aku, terkecuali General Manager. Tapi dia baru-baru menebak saja, karena aku baru reservasi menggunakan Kartu Diamond yang kau berikan itu. Jawab Vino santai.


"Oooh,pantas lah."


Di negara ini hanya ada 5 orang yang memegang kartu Diamond tersebut, Kalau Tuan menggunakan nya untuk reservasi kamar hotel ya wajar mereka curiga pada Tuan.


"Besok setelah Tuan bertemu dengan kakek, saat itulah Tuan akan mendapatkan pengalihan kekuasaan Dan kepemilikan semua aset aset properti perusahaan, juga yang lain." Ujar Novita menjelaskan.


'''Baiklahh, Hubungi aku, kalau kamu suda tiba di hotel tempat ku menginap."


"Ok Tuan." Jawab Novita senang sambil menutup teleponnya.


"Tuutt tuut." Terdengar suara telepon terputus, karena Novita tak ingin mengganggu makan malam Sang Tuan muda nya itu. Di seberang, Novita mendapat perlakuan seperti itu, Ia pun menggerutu kesal. Dan berkata:


"Hugh!" Dasar.! Tuan muda yang gak pernah peka!" Ujar Novita kesal.


"Walah-walah ada apa ini?" Seorang Novita Fanthers sang gadis tangguh. Yang tidak pernah dekat dengan siapa pun yang terkenal dingin dengan tindak-tanduk nya selama ini. Hari ini seperti sedang membutuhkan perhatian, tapi pada siapa ya.? Ya, Vino lah, ah yang mungkin saja.?


Di pihak Vino, Setelah memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Vino pun berkata:


"Seperti nya Novita adalah gadis yang baik."


"Mungkin aku bisa mengenalnya secara perlahan.?" Tapi aku masih punya Bunga. Akh tidak, dia gadis yang begitu polos, baik lagi. Aku tidak punya prasaan apa-apa padanya saat ini."


Akh sudahlah Vino,! jangan fikirkan itu dulu.


Fokus dan terus fokus Vino. Kata nya dalam hati. Nanti kalau kau suda resmi jadi penguasa untuk urusan perempuan, akan mudah kau dapatkan. Kata batinnya lagi menghibur diri sendiri.


Vino tersenyum sendiri di kamarnya, Sambil membayangkan bagaimana reaksi mantan istrinya


itu, Dan juga para keluarga nya. Kalau mereka tahu status Vino yang sekarang ini.


Masi kah mereka semua menganggap ku adalah sampah, Dan pecundang.? Laki-laki yang

__ADS_1


tidak berguna. Tunggu saja, pembalasan akan lebih menyakitkan." Ujar Vino dengan raut wajah menegang.


Tidak terasa Jam sudah menunjukkan Pukul 22:00: WIB. Saat setelah selsai makan, lalu Vino beranjak pergi untuk kembali ke kamar nya untuk segera beristirahat Dan tidur. Akan tetapi, pikirnya masih tertuju pada makanan sisa yang banyak di atasnya.


Lalu ia pun bangun Dan mencoba untuk membungkus nya. Setelah beberapa lama membungkus makanan tersebut, terlintas di benak dia untuk berniat memberikan sisa makanan nya yang belum sama sekali di sentuh oleh nya, kepada orang-orang yang nasib nya sama seperti ia dulu. Ia pun kemudian bergegas untuk keluar dari tempat ia menginap Dan menyusuri tiap perempatan jalan.


Selang beberapa lama,ia pun menemukan beberapa para pengemis di jalan. Yang kebetulan pada saat itu, mereka sedang mengemis untuk mencari sesuap nasi. Seketika itulah Vino memberhentikan laju mobil nya dan memarkirkan mobil nya ke dalam halaman Indomaret, yang lokasi nya tidak jauh dari tempat mereka mengemis. Langkah kaki Vino perlahan menghampiri mereka ber 5 yang pada saat itu Vino melihat seorang anak kecil wanita yang berkisar 8 tahun yang tengah di gendong oleh ibunya sembari memegang tempat air minum mineral


atau biasa di sebut "AQUA GELAS." Tempat wadah uang hasil mereka mengemis.


Sesa'at Vino berdiri diam, Dan perlahan menuju mereka dengan raut wajah tersenyum terharu.


dan berkata:


"Hei adik." Ikh lucu banget kamu, Oh ya, dedek lucu uda makan belum? Tanya Vino sambil tersenyum dengan memeluk anak kecil tersebut.


"Bukk, kalian pasti belum makan kan bukk.?"


Tanya Vino kepada sang ibuk yang sedari tadi mencengkram perut bagian kiri nya pertanda menahan rasa nyeri akibat belum makan.


Tak mau lama ia pun mengajak mereka ber 5


mengarah mobil Vino yang terparkir di halaman Indomaret tersebut. Dan berkata:


"Bukk, ibuk pasti belum makan kan,? Tanya Vino lagi pada sang ibuk tanpa menurunkan anak kecil yang sedari tadi di gendong nya.


"Iyaa Pakk, belum. Uda 3 Hari ini belum makan. Kami cuma meminum air putih saja untuk melepas rasa haus Dan rasa lapar kami."


Jawab ibu itu lemas.


"Astaghfirullah...


"Yaa sudah Bukk, Hari ini kebetulan saya tadi memesan makanan di hotel cuman kelebihan untuk saya. Jadi saya berfikir dari pada mubajir, mending saya kasi kepada orang-orang yang lebi membutuhkan. Ibuk mau kann?" Ibuk


tenang saja, makanan ini semua tidak saja sentuh kok. Jawab Vino dengan melontarkan sebuah senyuman.


"Ini serius Pakk buat kami ? Tanya ibuk itu dengan rasa terharunya.


"Iyaa buk." Di makan ya bukk.? Di habisin.""


Jawab Vino denga n sambil memandang mereka.


"Emm, Masya Allah... Mahkasi ya pak."


Mahkasi banget. Semoga Allah selalu senantiasa memberikan bapak rezeki yang lebih dari apa yang bapak berikan kepada kami. Jawab ibu itu


sembari menangis terharu Dan tak lupa sembari mendoakan Vino dengan tulus.


Mendengar do'a itu sesa'at air mata Vino jatuh secara perlahan. lalu Vino berkata:


"Amminn... Sama-sama ya bukk, terimakasih la sama yang maha kuasa buk. Tanpa ia, Dan tanpa orang-orang seperti ibuk ini la saya bukanlah siapa siapa di dunia ini. Ujar Vino merendah.


"Kalau begit saya tinggal dulu ya bukk." pelan-pelan makannya ya buk." Pinta Vino senang dengan tidak menurunkan gendong an nya kepada gadis kecil itu.


Vino pun berniat untuk membelikan beberapa minuman, serta makanan ringan di sebuah indo


maret tempat di mana mobil ia terparkir sambil membawa gadis kecil itu kesana.


Tak beberapa lama, ia pun kembali ke tempat di mana mereka makan, sembari membawa makanan dan juga minuman yang sengaja ia belikan untuk mereka.


"Ibuk, Bapak ini minum nya ya, d,an ini ada sedikit makanan ringan untuk si dedek, Dan untuk kakak juga."


"Saya tinggal dulu ya bukk, saya juga. Ingin beristirahat." Ujar vino.


"Oohh iyaa pakk,,, mahkasi banyak ya pakk...


semoga Allah selalu memberikan bapak umur yang panjang, Dan slalu dalam lindungan nya ya pakk...saya ucapkan terimakasih ya pak...""


Jawab ibuk itu dengan rasa syukur nya.


"Iyaa Pakk, Bukk, Kalau begitu saya pamit dulu.


"Assalamualaikum."


"Wa'allaikum Sallam pakk."


Setelah beberapa lama, Vino pun beranjak untuk pulang, badan terasa sangat letih. Singkat cerita tibalah Vino kembali di tempat ia menginap. Sesaat itu juga ia pun langsung membuka alas kakinya lalu tidur dan memejamkan mata yg sedari tadi ia tahan.


Dan apa yang terjadi, sampai Jam 8:45 Pagi.


Vino masih belum bangun dari tempat tidur nya


mungkin ia sangat kelelahan akibat satu harian


menerima permasalahan yang begitu banyak.

__ADS_1


__ADS_2