Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina
Jati diri Vino '2 Episode - 47


__ADS_3

Mendengar perkataan dari Vino yang terkesan menghina tersebut, para pasangan itu pun seketika kesal dan marah sejadi jadinya. Dan berkata:


"Berani nya kau!. Kau kira, kau siapa? ha!, kau itu cuma parasit, pecundang, dan sampah tidak berguna.! Kau tidak pantas berkata seperti itu padaku!". Teriak Yara geram.


"Sayang!, kenapa kau diam saja?, apakah kau tidak sakit hati, melihat kekasihmu di hina seperti itu." Rengek Yara kepada kekasihnya, berharap agar dia mendapat pembelaan darinya.


Si cowok yang mendapat rengekan seperti itu, tidak bisa mendiamkan saja kekasihnya di hina. Dengan percaya diri, ia pun maju dan mendekati Vino. Ketika jaraknya tinggal 1 meter, dia berhenti dan berkata dengan suara yang berkesan memprovokasi.


"Kau tahu keluarga ku siapa di kota Y ini?. Dengan kekuatan, dan kekayaan keluarga ku, kau bukanlah siapa siapa bagiku!". Ucapnya menyombongkan diri, dan merendahkan Vino. Kemudian dia menyambung lagi perkataannya.


"Kakakku adalah seorang Manejer, sekaligus owner di showroom mobil ternama di kota Y ini. Hanya dengan satu perkataannya saja, batu sekeras apapun akan hancur di buatnya." Sambungnya menyombongkan keberadaan kakaknya, yang di rasa tidak masuk akal.


"Oh ya?, kalau begitu aku jadi merasa takut, sangat takut sekali..." Jawab Vino pura pura ketakutan.


"Kalau kau sudah tahu, siapa kakak aku itu, maka segeralah kau berlutut di kaki ku, dan meminta maaf kepada kekasih ku ini, kalau tidak....!" Katanya mengancam dan menggantung kalimatnya.


"Kalau tidak apa!?" Ucap Vino mengulangi perkataan laki laki tersebut, setelah di tunggu sekian lama, Vino tidak mendapatkan jawabannya, maka dia melanjutkan perkataannya.:


"Aku tidak kenal siapa kakak mu!, dan aku tidak mau tahu siapa kakak mu itu!, yang aku tahu adalah, sebaiknya cepat kalian pergi dari hotel ini, sebelum fikiran ku berubah." Jawab Vino dingin.


"Sejak kapan kau menjadi pemberani seperti ini?, kau itu sampah!, kau ingat itu baik baik!, dasar gembel!."


"Kau itu telah di buang, oleh keluarga dari sepupu kekasih ku. Sebaiknya kau berkaca, agar kau tahu betapa tingginya gunung yang ada di depanmu ini." Ucapnya meremehkan Vino, sambil berkacak pinggang, tapi tiba tiba...


"Plaakkk.. plaakkk...!"

__ADS_1


Entah kapan tangan Vino bergerak dan tiba tiba saja terdengar suara sebuah tamparan yang cukup keras, kepada orang yang terus meremehkan dan memprovokasi nya


Orang orang yang wajahnya terkena tampar sampai 3 kali tersebut, tubuh nya terjatuh ke tanah, di samping aspal yang cukup mulus, sambil meraung raung kesakitan.


Kedua tangannya memegang pipi kiri dan kanannya, sambil berguling guling, mirip anak kecil, yang habis di pukuli oleh orang tuanya.


Yara yang melihat kejadian itu, menjadi murka sekali, dan berusaha untuk menolong kekasihnya untuk berdiri, dia tentu saja sangat malu melihat kelakuan kekasihnya yang cengeng tersebut.


Padahal Vino menamparnya tidak begitu keras, hanya cukup kuat saja, walau sampai membuat kekasihnya, terjatuh, tapi kenapa pasangannya sampai meraung raung dan berguling guling di tanah seperti anak kecil itu.


Antara malu dan marah, kesal, emosi yang menjadi satu, lalu dengan geramnya, Yara mendekati Vino, dan langsung melayangkan tamparan ke wajah Vino, tapi...


"Tap..."


Dengan sigap Vino menangkap tangan Yara, yang ingin menamparnya, dan tentu saja, dia tidak akan membiarkan siapapun bersikap kurang ajar seperti itu. Apa lagi ia seorang perempuan.


"Kau.!" Bentak Yara tidak percaya, kalau Vino telah berani mendorongnya seperti itu.


"Ya. Aku, kenapa!?" Jawab Vino acuh. Seperti menyiratkan dendam yang begitu dalam. Selama ini, Vino memang terlihat diam saja, akan tetapi dia juga berfikiran, dulu kalian bisa menginjak nginjak harga diriku, menghina ku, memperlakukan ku layaknya seperti binatang. Tapi, untuk kesekian kalinya di hari ini. Hal itu tak akan aku biarkan. Gumam nya dalam hati.


Orang orang yang berlalu lalang di jalanan pun berusaha berhenti, dan ingin mengetahui apa yang telah terjadi terhadap mereka bertiga. Semakin lama, orang orang yang berada di tepi jalan pun semakin ramai dalam menyaksikan mereka berdebat. Sehingga membuat Vino sendiri menjadi risih. Kemudian, dia mencoba mengambil inisiatif, untuk pergi meninggalkan pasangan gila tersebut menuju mobilnya, yang terparkir tidak begitu jauh dari mereka bertiga, tapi tiba tiba....


"Berhenti kau...! Jangan seenaknya mau pergi, setelah kau melukai kekasihku." Teriak Yara kuat kuat, hingga membuat langkah kaki Vino terhenti.


Vino mendadak berhenti, dan tidak jadi melangkah. Dia ingin tahu, apa yang akan di lakukan oleh pasangan gila tersebut terhadap nya.

__ADS_1


"Sayang, cepat hubungi kakakmu, agar dia datang kesini secepatnya." Rengek Yara manja.


"Oke, baik lah. Aku akan segera menghubungi nya."Jawab Williams terburu buru.


******


Kenapa Vino berada di lokasi tersebut sendirian, kemana Novita?, bukankah dia selalu menempel kepada Vino, di karenakan posisi nya sebagai asisten pribadi.


Tapi, kenapa kali ini dirinya tidak mendampingi Vino?, lalu, kemana dia pergi?."


Setelah kejadian di Restoran itu, Vino dan Novita memutuskan untuk pulang saja. Dan mereka menuju ke hotel tempat mereka menginap.


keesokan harinya, Novita meminta izin untuk berangkat ke kota D, karena ada sedikit urusan keluarga yang harus di selesaikan nya di sana. Vino yang hari itu, sedang tida ada kegiatan apa apa, memutuskan untuk mengecek saldo rekeningnya yang berada di Bank Amek. Karena sudah sekian lama dia melupakan akan hal itu.


Maka hari ini, ketika dia sedang tidak sibuk, Vino mengendarai mobilnya menuju Bank yang di maksut, tanpa adanya pengawalan terhadap nya. Semua anak buahnya di perintahkan untuk menunggu di hotel saja.


Tapi, sebelum sampai di Bank tersebut, dia memutuskan untuk membeli sesuatu di sebuah toko, yang lokasinya juga tidak jauh dari Bank yang ia akan tuju.


Ketika beberapa saat kemudian, ia pun keluar dari toko itu, Ia pun dilihat oleh Yara, dan Williams seperti sedang menelpon, hingga terjadi hal hal yang tidak di inginkan.


Vino juga tidak menyangka, bertemu dengan mereka berdua, yang akhirnya menimbulkan perselisihan, dan menjadi sebuah tontonan orang orang banyak.


••••••••


Brrummm.... Brouummm... Brouummm...!"

__ADS_1


Terdengar beberapa suara mobil mewah sport yang berhenti dan seketika terparkir secara sejajar. Baik itu di kanan, ataupun di sisi kiri jalan, tidak perduli salah atau benar, mereka tetap saja berhenti, menghalang halangi para pengguna jalan lainnya.


Banyak para pengendara yang marah, dan mengumpat aksi mereka, tapi setelah mengetahui siapa pemilik mobi mobil sport tersebut, mereka hanya lebih memilih untuk diam, dengan tujuan untuk menghindari keributan terhadap pemiliknya.


__ADS_2