
Si otak jenius, kemanapun dia pergi, tetap membawa komputer portabel miliknya, jadi kapan saja tenaganya di butuhkan, perangkat itu telah tersedia saat itu juga.
Sebagai salah seorang yang di juluki si otak jenius, tentu saja dirinya. Dia adalah seorang hackers yang sangat handal, bahkan posisi nya, mungkin menempati urutan pertama di dunia. Oleh karena itu, kemanapun dia pergi, dia tetap membawa komputer portabel lipat nya yang sangat canggih, karena ukurannya hanya sebesar heanpone biasa.
Tapi begitu di buka, akan menampilkan sebuah layar hologram dengan ukuran yang cukup lumayan besar. Dari layar hologram itulah, dirinya selalu mengerjakan segala tugas-tugasnya sebagai orang peretas atau hacker yang memumpuni di saat seperti ini.
Dengan kecerdasan, dan kecekatan yang ia miliki, ia juga harus sangat berhati-hati. Dia melakukan tugas yang di berikan oleh tuannya, untuk mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan kan, demi kelancaran sebuah proses transaksi yang tidak lama lagi akan terjadi.
Setelah semua instruksi telah selesai di berikan, Vino memutuskan untuk berkeliling, dan meninjau, seluruh areal bekas pabrik sepatu itu, yang di dampingi oleh orang-orang kepercayaannya
Sementara dengan yang lainnya, mereka sedang mengerjakan tugas-tugasnya. Mereka di sana tidak sendirian, tetapi tetap di kawal oleh orang-orangnya Winds
Sedangkan Deon, dan Roni berikut 25 orang yang lainnya, sedang mengudara dengan menggunakan 4 helikopter super puma, menuju ke kota C tempat di mana sang pemilik bangunan itu tinggal.
4 helikopter super puma tersebut bisa mengudara, setelah mendapat izin dari otoritas setempat, walaupun hanya sekedar basa basi saja. Sedangkan tempat yang dituju adalah sebuah kota kecil dengan desa-desanya yang subur juga makmur. Topografi nya terdiri dari puluhan perbukitan dan hamparan daratan rendah, cocok untuk areal perkebunan dan persawahan.
***
4 Helikopter super puma meraung-raung di udara, melintasi darah perbukitan dan persawahan, menuju titik koordinat yang telah di tentukan oleh si otak jenius.
__ADS_1
Hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit, empat Helikopter tersebut sudah mendarat di sebuah lapangan sepak bola, bersebelahan dengan areal persawahan yang terbentang cukup luas.
Sebelum 4 Helikopter super puma tersebut mengudara, Novita sudah menghubungi pihak otoritas setempat di kota C, untuk meminta izin mendaratkan 4 Helikopternya di sebuah desa di mana sang pemilik bangunan itu berada.
Kedatangan 4 Helikopter super puma yang cukup besar itu, tentu saja membuat kehebohan di desa tersebut. Maka berbondong-bondong lah penduduk desa datang, untuk melihat siapa gerangan tamu yang agung yang datang ke desa nya itu, dengan menggunakan 4 helikopter yang besar itu.
Setelah mesin keempat helikopter tersebut dimatikan, pintu-pintunya pun segera terbuka, dan keluarlah puluhan orang dari dalamnya, terkecuali sang pilot, kopilot, kru, dan petugas kabinnya.
Untuk di ketahui secara bersama, Helikopter super puma, yang mereka gunakan tadi, adalah jenis helikopter dengan merk AIRBUS H992, dengan harga 45 juta Dollar Amerika, dengan jarak tempuh sejauh 967 Km sekali isi bahan bakar, dan kecepatan jelajahnya berkisar 475, 5 Km/Jam.
Bisa membawa penumpang sebanyak 27 orang, di tambah dengan satu orang pilot, dan satu orang copilot, serta dua kru dan dua petugas kabin. Jadi dengan membawa empat Helikopter tersebut, kabin penumpang nya masih banyak yang belum terisi, dan terlihat begitu lapang
Deon, Roni, Farhan, Novita, Bunga, dan beserta puluhan para pengawal yang barus saja keluar dari dalam helikopter, mendapat sambutan yang sangat meriah dari orang-orang yang berada di desa. Termasuk juga sang kepala desa berikut aparatur sipilnya.
Mereka khusus datang, untuk menyambut kedatangan gerombolan yang di utus oleh Vino, karena mereka telah mendapatkan informasi dari Novita, kepala distrik segera menghubungi orang-orang penting distrik tersebut, berikut dengan sang kepala desanya.
Setelah semuanya berkumpul, dengan tegesa-gesa mereka menuju ke arah desa yang akan dituju oleh orang-orang utusan Vino. Setelah tiba di sana, mereka bergegas berjalan menuju ke arah gerombolan tersebut, sambil memberi penghormatan kepada mereka, layaknya sikap yang ditunjukkan kepada orang besar
Roni, Deon, Farhan, Cindy, Novita tercengang. Ketika mendapat sambutan yang cukup meriah itu. Mereka tidak menyangka akan mendapatkan sambutan yang begitu antusias dari masyarakat desa tersebut, berikut dengan kepala distrik dan orang orang penting di dalamnya. Karena mereka telah mendapatkan penghormatan yang begitu tulus dari orang-orang penting distrik tersebut, maka mau tidak mau, keempatnya harus membalas penghormatan itu, dan bersikap ramah kepada mereka semua.
__ADS_1
Kepala distrik berumur sekitar 37 tahunan, di dampingi oleh orang-orangnya, datang mendekati gerombolan tersebut, kemudian bertanya: "Ada gerangan apakah tuan-tuan utusan yang mulia datang ke desa terpencil ini." Ucapnya sopan dan sangat rendah hati.
Deon yang menjadi kepala gerombolan, ia pun maju selangkah untuk menjawab pertanyaan dari kepala distrik tersebut
Kami di utus untuk menemui Tuan Govin, yang katanya beliau telah pindah dan menetap di desa ini, untuk di bawa ke kota Y, dan di pertemukan dengan tuan muda kami." Jawab Deon tegas dan jelas.
Kepala distrik, spontan melihat kepada orang yang memimpin desa tersebut. Dia ingin memastikan apakah orang yang sedang di cari oleh gerombolan tersebut memang berada di desanya
Kepala desa yang di tatap oleh kepala distrik atasannya itu, paham dan mengangguk kemudian berkata: "Kebetulan orang yang sedang tuan-tuan cari, memang ada di desa kami." Ucap kepala desa sedikit ragu, kemudian melanjutkan berkata: "Dia dulunya di kabarkan, adalah seorang taipan besar, yang menguasai banyak perusahaan di kota Y, tapi sekarang dia telah bangkrut dan pindah serta menetap di desa ini, bersama dengan 2 orang anaknya sebagai petani." Ujarnya panjang lebar.
"Tapi, kalau kami boleh tahu, ada keperluan apakah tuan ingin menemuinya.?"
****
"Kami utusan dari tuan muda Vino, dan bukankah nona Novita sudah memberi tahu tujuan kami kesini." Jawab Deon, sambil mengerutkan kulit keningnya rapat-rapat
"Oh kalau begitu, maafkan kami, saya sebagai kepala desa, hanya ingin memastikannya saja." Ujarnya membalas jawaban Deon dengan perasaan tak enak hati.
Hal itu terpaksa dilakukan nya, karena dia sudah sering melihat orang-orang yang bersikap tidak sopan datang ke desanya. Sikap mereka benar-benar sangat kurang ajar.
__ADS_1
Tidak jarang mereka melampiaskan kekesalannya pada warga, apa bila tujuan mereka datang kesana tidak tercapai.
Sudah ada usaha dari pihak kepala desa, untuk pergi melaporkan perbuatan mereka, tapi selalu saja tidak berhasil, dan dia juga tahu kenapa tidak di respon. Yang bisa kepala desa lakukan adalah, mengingatkan kepada warganya, untuk tidak membuat masalah dengan mereka, kalau tidak mau celaka.