
"Bagus kalau gembel itu sudah mati." Jadi keberadaan
nya tidak akan di kenang orang lagi. Jadi hilang sudah
akan rasa malu di keluarga kita."
"Tapi tunggu dulu,!" Ujar salah seorang gadis dari keluarga Robin, sambil menepuk-nepuk kan telapak tangan nya, meminta yang lain untuk diam."
"Beberapa hari lalu, Tuan Brayen mengatakan bahwa ia telah bertemu dengan Vino di Showroom mobil untuk
mengemis, begitu juga di apartemen yang sangat
terkenal itu."
"Di apartemen itu, ia juga di ketahui sedang berusaha
mengemis pada beberapa tamu di sana, hingga dia di tangkap,dan di interogasi langsung oleh pemilik apartemen itu."
"Sungguh menjijikkan kelakuannya" Ujar gadis itu dengan mimik wajah yang sangat menyebalkan.
"Sekali jadi anjing, akan terus tetap jadi anjing. Tidak
bisa berubah menjadi mahkluk yang lebih baik."
Celutuk gadis lainnya.
"Sial benar ini bagiku,karena pernah menikah dengan
nya, Butuh 10 hari untuk membersihkan, dan menghilangkan kuman dari tubuhnya di gudang belakang itu.
Sial,! Teriak Anggeline menggerutu kesal karena jijik.
Kalau aku bertemu dengannya lagi, akan ku robek
mulutnya yang bau itu!" Sambung Anggeline lagi geram. Bermacam-macam komentar negatif yang keluar dari mulut mereka yang tajam, semuanya di sematkan pada Vino.
Komentar komentar negatif itu, menunjukkan ketidak
tahuan mereka tentang jati diri Vino yang sebenarnya.
Kalau mereka tahu siapa jati diri Vino saat ini, maka
mereka akan datang dengan menyembah, sambil mengemis pada Vino untuk menerima mereka.
Sementara itu, karena telah di kawal oleh puluhan mobil mewah, dan belasan mobil petugas. Perjalanan
Vino dan para rombongan nya itu berjalan dengan tidak adanya hambatan juga rintangan. Hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 jam, rombongan mobil itu pun tiba di tujuan.
Kini Vino berada di kompleks kediaman nyonya besar Ambarwati yang sangat megah itu. Dari luarnya saja
sudah kelihatan kalau rumah kediaman kakek nya benar benar mewah dan megah. Bentuk fasad rumah nya saja, sudah sangat luar biasa. Di tambah lagi dengan pagar tinggi, yang mengelilingi areal seluas
kurang lebih 35 ribu meter persegi.
Begitu masuk ke dalam pagar, terlihat bentuk beberapa bangunan yang benar-benar besar, dengan 5 pilar di masing-masing bangunan itu, berukir simetris yang menambah megahnya rumah-rumah tersebut.
Jendela-jendela besar itu juga pintu, terpampang
__ADS_1
sekeliling rumah bergaya modern dengan 5 kolom detail holding, semakin menambah megahnya rumah
itu. Dan juga tampak elegan, dan mewah.
Begitu masuk ke dalamnya, terdapat foyer yang lumayan cukup luas, yang berisi puluhan karya yang sensi dan yang sangat cantik, dan terkesan mahal. Berlantai marmer yang sangat halus dan jernih.
Setelah ruang foyer, Vino langsung di bawa ke ruang tamu yang cukup luas. Di sana terdapat belasan sofa
yang terbuat dari kulit yang bagus dan yang benar.
Dinding dan furniture nya memiliki dekoratif unik dan langkah. Serta beberapa lampu kristal yang megah.
Semua bergaya tropis yang enak, dan sejuk di pandang mata.
Baru sampai di situ saja,mata vino sudah sangat di
manjakan oleh keadaan, belum lagi bagaimana bentuk
kamar, dapur, ruang keluarga dan lain sebagainya.
Vino di persilahkan duduk oleh nona Novita, di dampingi oleh seorang lelaki yang kelihatannya kepala urusan rumah tangga sambil tetap berdiri di belakang Vino. Di sekeliling Vino terdapat puluhan orang lagi yang berperawakan kekar dan juga berotot, yang sedang berdiri diam, dengan sikap hormat kepada Vino.
"Selamat datang cucuku...! Sudah lama kita tidak berjumpa.." Sapa suara berat dari seorang pria tua
berumur, sekitar 68 atau 75 Tahun, sambil berjalan menuju ke arah Vino, dengan tangan terentang, seperti
ingin memeluk seseorang.
Vino yang mendengar suara tersebut menoleh ke samping kanan, dan ia mendapati sosok laki laki yang sedang berjalan ke arahnya sambil tersenyum lebar.
menyambut pelukan dari laki- laki tua itu, atau diam saja. Menyadari orang yang di sapa tidak bereaksi,
lelaki tua itu tidak marah,malah dan semakin mendekat dan segera memeluk Vino dengan eratnya.
Sekian lama berlalu, Pelukan lelaki tua itu belum juga di lepaskan, nafas Vino sudah mulai sesak. Lalu ia
berkata :
"Tolong lepaskan pelukan anda Tuan, dada saya sesak
Ujar Vino memohon untuk melepaskan pelukan kakeknya tersebut.
""Hahaha.... Sejak kapan cucuku tidak mengenali ku,?
ini kakek mu Vino. Apakah kau suda lupa dengan wajah kakek?" Tanya lelaki tua itu, yang ternyata adalah tuan Birakazawa, pemilik perusahaan Prataxsa Group. Sekilas Vino mengingat ingat, akan wajah Tuan
Birakazawa, yang sudah melepaskan pelukannya. Tapi semakin di ingat, semakin dia lupa.
"Apakah benar kamu adalah kakek ku..?'' Orang tua dari ayah dan ibu ku.! Tanya Vino konyol.
"Ha-ha-ha.." lagi lagi tuan Birakazawa tertawa, mendengar pertanyaan Vino yang lugu tersebut.
"Kalau aku sudah memanggil mu cucu, berarti benar
bahwa ayah mu Kizawa adalah anak ku, dan ibumu Ambarwati adalah menantuku, dan kau Vino adalah cucu kandungku." Jawab Tuan Bira sambil berkelakar.
"Ternyata seorang yang di kenal dengan Tuan penguasa Prataxsa Group, tidak seseram yang di beritakan di luaran sana, tidak memakan orang pun." Gumam Vino dalam hati.
__ADS_1
"Sekarang panggil aku Ibu Wati. Aku adalah Ibu kandungmu. Sudah sekian tahun kau hilang dari
kehidupan Ibu. Dan ini adalah eyan kamu. Panggil ia eyang Wati.
"Ayah dan ibumu, karena terlalu sedih atas kehilangan
mu menjadi depresi dan mengakibatkan ayah mu meninggal dunia dengan membawa kesedihan tiada Tara akibat kepergian mu."
"Sekarang kakek sangat bersyukur, karena cucu kakek
satu-satunya ternyata masih hidup, jadi masih ada harapan bagi kakek untuk meneruskan Perusahaan kakek Prataxsa melalui mu." Ucap kakek sambil menitikkan air mata.
Vino yang sedari tadi hanya diam saja, merasa tersentuh hatinya oleh ketulusan, kasih sayang kakek Birakazawa terhadapnya. Dia berinisiatif untuk membalas pelukan Tuan Birakazawa yang mengaku sebagai kakeknya, walau di hati Vino masih tidak begitu mempercayai nya.
Kenapa yang demikian itu bisa terjadi...? Apakah Vino
benar-benar lupa, atau sengaja tidak mengakui bahwa
Tuan Birakazawa adalah kakek kandung nya. Saat itu
Vino baru berusia 6 tahun, Saat dia di culik oleh sindikat penculikan anak dalam bidang perdagangan manusia, dan membawanya kabur dari sekolahnya, demi untuk mendapatkan tebusan tinggi dari kakeknya
Saat itu, Vino sedang menunggu jemputan, yang akan di jemput oleh seorang supir, yang selalu mengantar jemput kan ke sekolah nya setiap hari. Biasanya sopir tersebut tetap menunggu vino sepanjang waktu, sampai Vino keluar dari pintu gerbang.
Tapi saat itu, sopir sekaligus pengawal Tuan muda Vino Sedang membuat hajat kecil di toilet umum. Yang ada di sekitar areal sekolah tersebut. Saat Sopir tersebut itu membuang hajatnya, di saat itulah
tiba-tiba datang 7 orang laki laki, yang memakai penutup kepala menghampiri Vino, dan segera mengangkat tubuhnya, serta memasukkannya ke dalam mobil mereka secara di paksa.
Mulut Vino di sumpal dengan kain, sehingga teriakannya tidak terdengar oleh siapapun. Saat mobil itu setelah berlalu sopir dan seluruh pengawal Vino datang, dan mendapati Tuan mudanya tidak ada di sana.Tentu saja sopir tersebut panik, dan berusaha mencari tahu keberadaan Tuan muda nya.
Dia berlari kesana kemari mencari Vino, tapi tetap saja
tidak di temukan. Kebetulan saat kejadian penculikan
tersebut, ada seorang wanita paruh baya sedang berjalan di dekat pintu gerbang sekolah, tapi dia tidak
berani mencegah penculikan tersebut, dan dia lari bersembunyi di dalam pekarangan sekolah.
Perempuan itu segera memberitahukan kepada pengawal Vino, bahwa Tuan mudanya telah di culik
oleh 7 Orang laki-laki yang tidak di kenal, dan di masukkan ke dalam mobil ber plat kota lain.
"Penculik itu menuju ke arah barat, dengan kecepatan tinggi." Ujar nya mengakhiri.
Keterangan nya
Setelah bertanya tentang ciri-ciri penculik Tuan muda
Vino, pengawal Tuan muda tersebut segera menyusul Vino, dan menghubungi orang tuanya.
Berita penculikan Tuan muda keluarga Kizawa tersebut, tentu saja membuat kakek dan kedua orang tuanya menjadi terkejut, begitu juga dengan para pengawalnya. Mereka tidak menyangka, Bahwa ada yang berani berurusan dengan Tuan Birakazawa, Penguasa terkaya no :1 di Negara tersebut.
Dan setelah kejadian itu, Tuan besar tidak mau tinggal diam. Tuan besar segera mengerahkan ribuan pengawal, yang di bantu dengan ratusan petugas pengamanan kota. Mereka menyebar, dan mencari keberadaan Tuan muda Vino di seluruh kota, dan areal yang di curigai tempat sarang penculik tersebut.
Tapi usaha pencarian itu tidak menuaikan hasil sama sekali, Tuan muda yang di cari tidak kunjung di temukan, walaupun sarang penculik berhasil di hancurkan, ketua mafia penculik itu mati, ratusan anak buah nya juga ikut menjadi korban dalam penyerangan itu, tapi yang di cari tidak bisa di temukan sama sekali.
Lalu kemanakah Tuan muda Vino? Apakah dia juga ikut tewas dalam penyerangan itu, atau dia masih hidup.?
__ADS_1