
Salah seorang dari ke tiga berandalan itu, mencoba untuk memberanikan diri, lalu bertanya lagi.
"Siapa kalian?, dan kenapa kalian mengganggu kesenangan kami?" Ucapnya jumawa dan percaya diri.
Bukan menjawab pertanyaan dari berandalan itu, tapi ke tujuh orang penolong Anggeline, malah mengulangi lagi perbuatannya, yaitu dengan menendang kuat kuat ke 3 berandalan itu yang saat ini sedang terduduk di tanah." Dan lagi lagi:
Buk.. bukk.. buk.!"
Ketiga tubuh yang terkena tendangan itu, terpental jauh, hingga menyungsep di semak semak, dan tidak bergerak lagi. Tapi ketika tubuh mereka terpental, dan menabrak sesuatu, ada sebuah suara seperti tertahan
"Aaaahhhkh.!"
Hanya suara itu yang terdengar, dan kemudian diam. Setelah di perhatikan, ternyata ketiga berandalan itu pingsan. Akibat terkena tendangan dan pukulan yang begitu kuat, dari orang orang yang baru datang tersebut.
Boss berandalan, yang sedari awal sudah melihat kejadian itu, dirinya hanya diam saja. Sekilas dia memperhatikan, ke tujuh orang yang tiba tiba datang itu. Dan alangkah terkejutnya dia, begitu setelah mengetahui, bahwa orang yang datang tersebut, adalah orang yang dulu pernah mengalahkannya, dan sudah memberi peringatan pada nya, untuk tidak membuat masalah lagi di jalanan.
Tanpa memperdulikan keselamatan anak buahnya, dia dan tiga orang lainnya, bergegas pergi menjauh dari lokasi itu, dan bersembunyi di rimbunnya daun akasia, yang terawat rapih, tidak jauh dari lokasi kejadian.
Dua mobil yang mereka bawa, mereka tinggalkan begitu saja di tepi jalan. Setelah membereskan ke tiga berandalan tersebut, ketujuh orang itu bergegas pergi meninggalkan Anggeline sendirian. Tapi belum jauh mereka melangkah, terdengar sebuah suara memanggil ke empatnya.
"Tunggu, Tuan!". Teriak Anggeline sambil berlari kecil ke arah mereka.
Ketujuhnya pun menoleh, dan berhenti. Kemudian dengan tatapan dingin, menunggu kedatangan Anggeline. Setelah dekat, Anggeline bertanya dengan terbata bata.
"Tee. Terimakasih tuan, karena telah menolong ku. Kalau boleh tau, dengan siapa saat ini saya sedang berbicara?" Tiba tiba Anggeline datang lebih mendekat, dan mengajukan pertanyaan seperti itu. Mereka bukannya menjawab pertanyaan Anggeline, tapi justru melangkah pergi, seperti tanpa beban, dan malas untuk berlama lama di sana.
Ketujuhnya terus saja berjalan, tanpa memperdulikan panggilan Anggeline yang meminta mereka untuk berhenti. Begitu ketujuhnya dekat dengan dua mobil, yang di tinggalkan oleh kelompok berandalan tersebut, dua orang di antara mereka, melemparkan sesuatu ke dalam mobil itu, kemudian dengan entengnya melangkah pergi.
__ADS_1
3 menit kemudian, terdengar bunyi dentuman yang amat keras, dari dua buah mobil yang sedang terparkir di jalan.
'Duaarrr... 'Duaarrr...!
Anggun yang berada tidak jauh dari lokasi mobil itu, seketika tubuhnya terdorong ke belakang, dan terjatuh ke tanah, untung tidak sampai pingsan, dan juga mengalami luka yang berarti. Dia benar-benar shock, dengan ledakkan yang sangat kuat tersebut.
Tubuh bos berandalan itu gemetaran, dia tidak menyangka, mobil kesayangannya di ledakkan begitu saja. Oleh orang yang ditakutinya selama ini. Tidak mau menjadi korban, dia dan ketiga bawahannya yang lain, segera keluar dari persembunyiannya, dan melarikan diri di gelapnya malam, tidak perduli lagi dengan keberadaan Anggeline, yang saat ini sedang terduduk di tanah.
****
Siapa 7 orang yang tiba tiba telah menolong Anggeline, saat dia sedang mengalami pelecehan. Oleh ke tiga orang berandalan tersebut.?
Dan apa untungnya mereka menolong Anggeline,? yang dalam beberapa hari ini, dirinya telah di cap sebagai gembel dan pengemis di kota Y, Dan siapa yang telah menyuruh mereka, untuk menolong nya. Juga menghajar para berandalan berandalan tersebut, serta meledakkan 2 mobil milik mereka.
Ternyata itu semua adalah sebagian dari rencana Vino. Walaupun dia sangat membenci Anggeline, tapi dia tidak ingin melihat Anggeline kenapa napa.
Tapi, apa maksud dan tujuan Vino sebenarnya?. Apakah dia masih mencintai juga menyayangi Anggeline?, atau memang ingin benar benar menyiksanya. Semua itu masih menjadi misteri dan tanda tanya besar.
Setelah meledek kan ke dua mobil tersebut, ke tujuh orang penolong Anggeline bergegas pergi, untuk melaporkan hasilnya kepada tuan muda mereka.
"Tuan, semua suda beres. Dan sesuai rencana."
"Mohon petunjuk selanjutnya tuan."
"Terus awasi pergerakan mereka, jangan biarkan satu pun mendapatkan pertolongan tanpa seizin ku."
"Biarkan mereka seperti itu, untuk sementara waktu, aku ingin memberikan pelajaran yang berharga bagi mereka semua. Agar kedepannya mereka sadar, bahwa hidup ini tidak sesederhana yang mereka bayangkan."
__ADS_1
"Sekarang, pergilah!". Laksanakan tugas kalian dengan baik."
"Siap tuan muda!. Kamu izin permisi!."
****
"Derrrrd... derrdd.. deeerrd..!" Bunyi nada dering telepon di tangan Vino, ketika dia menekan nomor seseorang di daftar kontak nya.
"Hallo tuan muda." Jawab orang di dalam telepon yang di hubungi oleh Vino.
"Sekarang juga, kau datang di ruangan ku, ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu."
"Baik, tuan muda." Jawab orang tersebut singkat.
Tak lama setelah itu, sosok gadis cantik, dan masuk ke dalam ruangan Vino. Dia adalah Novita, selaku asistennya ia sendiri.
"Apa yang harus saya lakukan tuan?" Tanya Novita penasaran.
"Panggil orang orang kita yang lain, aku ingin mendengar laporan dari mereka. Dan aku juga ingin membicarakan, langkah langkah yang selanjutnya, yang tentunya bisa di ambil, untuk kemajuan perusahaan kita."
"Baik, tuan. Perintah tuan akan segera di laksanakan!" Sahut Novita senang, sesaat kemudian menghubungi rekan rekan nya yang lain. 5 menit berselang, seluruh orang orang penting perusahaan Prataxsa Group, yang di panggil Novita datang, dan langsung menghadap Vino, kecuali Farhan Fanthers, karena saat ini ia sedang berada di kota A.
Mereka adalah si otak jenius, dan si tangan kilat, dan masih banyak yang lainnya. Mereka semua di panggil dan tak lama tiba la mereka di hadapan Vino, sembari serentak menundukkan kepalanya ke arah Vino, dengan sikap hormat.
Setelah semua nya duduk, tanpa membuang waktu lagi, Vino dengan tenang berkata:
"Ini adalah hari ke 9, aku berada di hotel ini, dan berkerja di balik layar. Hari ini aku ingin mendengar langsung, laporan laporan dari kalian. Tentang bagaimana kemajuan terhadap perusahaan kita.!" Ucap Vino tegas, kemudian kembali melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
"Untuk 5 hari kedepan, aku masih tetap tinggal di sini, di hotel ini. Setelah segala sesuatu nya beres, saat itu juga aku akan pindah ke Villa ku sambil mengatur segala sesuatunya dari sana dalam sebulan ini."