
Beberapa anak buah Naga Api merah, saat ini masih menunggu harapan cemas, mereka tidak tahu apa yang akan terjadi pada mereka.
Sembari memikirkan semua itu, serentak mereka berlutut di tanah, dan membungkuk dalam ke arah Vino, lalu secara serempak mereka berkata:
"Ampuni kami tuan muda. Kami mengaku salah, jika tuan muda memberi kesempatan untuk kami hidup, maka kami akan berjanji, untuk selalu setia mengabdi pada tuan muda." Ucap mereka serempak.
Vino tidak merespon permintaan mereka, dia malah melihat kepada Roni untuk meminta pendapatnya.
Roni yang di tatap oleh tuan nya, tentu saja ia mengerti apa yang di maksud oleh tuannya tersebut, kemudian berkata:
"Sebaiknya, tuan mengampuni mereka kali ini, karena pada suatu saat nanti, mereka akan sangat berguna bagi tuan. Aku bisa menjaminnya." Ucap Roni percaya diri.
"Baiklah, kalau begitu, kalian kali ini aku ampuni dan ku beri kesempatan untuk hidup, tapi jika nanti kalian berbuat kerusuhan lagi, maka aku sendiri yang akan melenyapkan kalian!." Ancam Vino tegas.
"Terimakasih tuan muda!" Jawab mereka serempak, lalu buru-buru berlari meninggalkan lokasi tersebut dengan takut-takut.
Sedangkan para anak buah biadap itu masih terpaku, terdiam seperti batu. Mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Vino.
Vian yang menyadari kegelisahan mereka, juga merasa takut, dia yakin Vino akan menghukum mereka dengan keras.
Menyadari kesalahan yang telah di perbuat oleh anak buahnya itu, maka dia dan anak buahnya tidak bisa berbuat apa-apa, jika Vino menjatuhkan tangan kepada mereka semua.
Tapi, sebagai seorang pemimpin, dia juga merasa bertanggung jawab atas perbuatan anak buahnya itu, dengan jentelmean, dia mengakui akan kesalahannya di hadapan Vino.
"Tuan, untuk kali ini, mohon ampuni kesalahan mereka, aku bersedia untuk menggantikan mereka, untuk tuan hukum. Tapi mohon, tolong lepaskan mereka semua." Ujarnya memelas.
"Mereka memiliki keluarga, istri dan juga anak, yang harus mereka hadupi di saat ini, jadi aku mohon, tolong tuan muda bermurah hati, untuk mengampuni nyawa mereka," Sambung Vian lagi dengan mulut gemetar karena sedih.
__ADS_1
Vino hanya diam saja, tidak merespon apa yang dikatakan oleh Vian tersebut. Vino hanya menatap seluruh anak buah Vian itu, yang saat ini sedang berdiri dengan tubuh gemetaran.
Menyadari posisinya sedang dalam bahaya, mereka serentak berlutut ke arah Vino, diikuti oleh bosnya pula. Tidak perduli, apakah tanah yang mereka pakai itu, bersih atau tidak, yang terpenting mereka mendapat pengampunan dari Vino.
Roni, Deon, Farhan, dan yang lain, memandang tuan muda mereka dengan harap-harap cemas. Walaupun mereka terkenal kejam, dan seorang master bela diri, yang sudah sangat mumpuni, dan sudah banyak menghabisi nyawa orang, tapi kali ini, mereka entah kenapa bersikap lunak kepada anak buah Vian
Di pandangan mereka, seluruh anak buah Vian itu, hanya menjalankan perintah dan kewajibannya saja, kalau Vino mau menghukum, maka Vian lah, yang harus di hukum terlebih dulu.
Tapi ternyata, Vino mempunyai rencana dan pertimbangan lain, walaupun dia berdiri diam, dan tidak merespon sedikitpun permintaan dari Vian serta anak buahnya, tetapi dalam hati dan pikirannya, ada satu rencana besar dan bagus, yang akan diperbuat kepada anak buah Vian itu.
Seperti orang-orang yang telah aku lepaskan tadi, maka kali ini, kalian juga aku ampuni. Tapi dengan syarat, taklukkan master Naga Api merah itu, dan ratakan markasnya, hari ini juga.!" Ucap Vino dingin dan mengejutkan semua orang.
"Tapi, ingat.! Jangan kalian sampai sakiti orang-orang yang telah menyatakan setia kepadaku tadi." Sambung Vino lagi.
"Untuk mengurangi korban jiwa dari pihakmu, maka aku izinkan Roni beserta anak buahnya, di tambah Winds, Deon, Farhan, untuk mendampingi kalian semua." Ujar Vino tenang.
Tapi saat itu, kekuatan nya masih belum cukup kuat. Kali ini, dengan meminjam kekuatan dari orang-orangnya Vino, maka dia yakin, akan bisa menghancurkan gangster saingannya itu dengan mantap dia berkata,
"Semua perintah tuan muda, akan segera kami laksanakan detik ini juga. Kami akan menyerang mereka semua, dengan kekuatan semua prajurit ku, untuk menghancurkan oragnisasi mereka, berikut markasnya," Jawab Vian mantap.
"Bagus!, sekarang persiapkan semua anak buahmu itu. Seleksi orang-orang yang kau bawa kesana. Persenjatai mereka dengan senjata yang cukup." Jawab Vino.
"Kalian jangan sampai membunuh kalau tidak terpaksa. Tugas kalian hanyalah melumpuhkan kekuatannya. Dan membuat mereka tunduk padaku saja." Sambung Vino lagi.
"Sekarang, pergilah!. Kerjakan tugas kalian masing-masing.!" Ujar Vino mengakhiri perintahnya.
__ADS_1
"Baik, tuan muda.!" Jawab tegas mereka dengan serentak. Dan langsung membubarkan diri.
Vino dan orang-orangnya, juga ikut serta dalam membubarkan diri. Dan masuk ke dalam mobilnya masing-masing. Urusan pembuatan pabrik di lokasi yang telah dibelinya itu, akan di kerjakan beberapa hari yang akan datang.
Vino memutuskan, setelah urusan menaklukkan para gangster Naga Api merah selesai, maka tiga hari kemudian, dia akan membentuk suatu tim yang handal. Yang akan di ketuai oleh Fujiwa, untuk menggarap lahan yang sudah dibelinya tersebut.
••••••
Gdubrak...! Praaannng.! Byaaaarrr...! Braaang!
Bunyi beberapa benda yang jatuh, yang sengaja di buat oleh seseorang terdengar. Ternyata keributan tersebut, di buat oleh ketua gangster Naga Api merah. Dia sangat marah, begitu mendengar, bahwa beberapa assassin yang sangat di handalkannya tersebut, mati di tangan orang yang belum pernah di kenalnya.
Vino adalah pemain baru, maka wajar dirinya tidak mengenalinya. Akan tetapi, si Roni, Deon, Winds, Farhan tentu saja sangat di kenalnya.
Dia tidak habis pikir, bagaimana orang kuat tersebut, sampai bisa di kendalikan oleh seseorang yang belum ada nama di kota Y ini.
Vian beserta yang lain, mereka adalah pemain lama di gangster jalanan. 3 orang yang sangat mendominasi akan kekuasaan jalanan di kota Y
Tetapi dari laporan anak buahnya, yang bertugas di sektor Utara, yang bertugas sebagai mata-mata melaporkan, bahwa Vian saat ini, juga telah menjadi bawahan pemain baru tersebut.
Jhon. Tentu saja tidak percaya, bagaimana Vian yang cukup kuat itu bisa takluk di tangan pemain baru seperti Vino.?
Dia saja akan berpikir dua kali, kalau ingin membuat masalah dengan Vian, tetapi para pemain baru tersebut, dengan mudahnya menaklukkan Vian, berikut juga para anak buahnya yang berjumlah kan ribuan pasukan.
Kalau pemain baru tersebut, bisa mengalahkan Vian, yang tergolong cukup kuat itu, tentu saja orang tersebut bukanlah orang yang sembarangan.
__ADS_1
Memikirkan akan semua itu, kepala Jhon pun menjadi pusing. Maka, untuk melampiaskan kekesalannya, di tambah dengan kematian belasan assassin andalannya, dia melampiaskan kekesalannya itu dengan membalikkan meja, dan menghancurkan apa saja yang ada di dekatnya.