
Mata-mata yang melaporkan tentang perihal itu ketakutan, dia khawatir bos nya itu akan melampiaskan kekesalannya padanya juga.
Tapi, ketakutannya tidak beralasan. Setelah ditunggu sekian lama, bosnya masih tetap saja menghancurkan barang apa saja yang ada di ruangan tersebut, benar-benar sifat yang amat sangat buruk.
Hanya tinggal meja kerjanya saja yang tidak sampai roboh, karena ukurannya yang lumayan besar dan berat, lagi pula di atas meja tersebut, ada laptop kesayangan nya.
Setelah puas melampiaskan kekesalannya, Jhon memerintahkan kepada para pengawal, yang selalu siap sedia di depan pintu ruangannya, untuk memanggil orang-orang penting di organisasi Naga Api merahnya itu.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, beberapa orang penting di organisasi Naga Api merah tersebut telah datang dan segera memasuki ruangan bosnya
Tapi, alangkah terkejutnya mereka, ketika melihat ruangan bos besar berantakan seperti kapal pecah. Di dalam hati mereka menduga, tentu ada permasalahan yang amat teramat besar yang terjadi, hingga membuat bosnya marah seperti itu.
Mereka sangat mengetahui dari pada sifat bosnya tersebut, yang sangat tempramental sekali. Masalah kecil saja, bisa menjadi masalah besar baginya. Sifat itulah yang telah membuatnya terusir dari organisasi milik Vian.
Jhon yang mengetahui pun menjadi kebingungan. Anak buahnya itu, memerintahkan kepada mereka semua, untuk menuju ruang pertemuan yang biasa mereka gunakan untuk membicarakan segala sesuatu tentang organisasi.
Serentak mereka bergerak meninggalkan ruangan yang berantakan tersebut, menuju ruang rapat yang telah ditentukan
10 menit kemudian, terjadilah topik pembicaraan dan perundingan yang alot di ruang pertemuan tersebut.
"Belasan assassin kebangga'an organisasi kita, telah dibunuh oleh orang-orang pemain baru yang tidak aku kenal." Ucap Jhon memulai pembicaraannya.
Seluruh yang hadir dalam rapat tersebut terkejut, mereka tidak habis pikir, bagaimana belasan assassin kuat, bisa di habisin dengan amat sangat mudah oleh orang lain.
Jhon mengetahui keterkejutan mereka, lalu dia menyambung perkataannya.
"Walaupun bukan dia yang langsung membunuhnya, tetapi sebagai bos, pemain baru tersebut, tentu harus bertanggung jawab terhadap perbuatan anak buahnya itu." Ucap Jhon dengan jiwa yang berapi-api.
"Aku penasaran, siapa sebenarnya pemain baru tersebut. Mata mata kita hanya mengatakan, bahwa nama orang tersebut adalah Vino saja, tanpa embel-embel yang lain." Sambung Jhon lagi.
__ADS_1
"Di antara kalian ini, apakah ada yang pernah bertemu atau mengenal si Vino itu.?" Tanya Jhon penasaran.
"Maaf ketua, kalau saya boleh bertanya, siapakah orang yang telah menghabisi assassin kebangga'an kita itu?." Tanya salah seorang ketua organisasi Naga Api merah tersebut, tanpa memperdulikan pertanyaan bosnya barusan.
"Menurut laporan para mata-mata kita, yang telah menghabisi belasan assassin kita, adalah Roni, Deon, Winds, dan Farhan.!" Jawab Jhon kesal. Karena pertanyaan nya tadi tidak di jawab.
"Kalau memang benar, orang yang telah menghabisi assassin kita adalah mereka, lantas bagaimana kita akan mampu membalaskan dendam kita kepadanya, sedangkan kita tahu, mereka berempat adalah orang-orang yang sangat kuat." Sanggah kedua ketua pesimis, kemudian kembali melanjutkan perkataannya.
"Di tambah lagi mereka adalah pengawal keluarga besar tuan Birakazawa, pengusaha dan orang terkaya di negara kita, bahkan di Asia." Ujarnya lagi.
Semua orang terdiam, termasuk Jhon Scorpy, mereka membenarkan apa yang dikatakan oleh ketuanya tadi.
"Bagaimana caranya kita menghabisi orang-orang tersebut?" Tanya ketua dua memecahkan kebuntuan suasana
"Aku tidak mau tahu bagaimana caranya. Di saat pembantaian itu, menurut mata-mata kita, Vian juga ada disana, sedikit banyaknya, tentu dia terlibat atas pembantaian itu." Ucap Jhon gusar.
Vian saja sudah sangat kuat, apa lagi para pengawal tuanB Birakazawa itu," Ucap ketua tiga juga pesimis.
"Aku bukannya takut, tapi aku berpikir realistis, kekuatan kita tidak ada apa-apanya, walaupun kita bergabung dan menyerang salah satu."
"Diantara mereka sekaligus, belum tentu kita akan menang," Jawabnya membela diri.
"Jadi menurutku, kita biarkan saja dulu kematian para assassin kita, sambil mencari cara, bagaimana untuk membalaskan dendam kita kepada mereka." Sambung nya senang, karena telah memecahkan masalah membalas dendam itu. Tapi, tiba-tiba saja..:
"Kurang ajar.!! Dasar pengecut.!" Teriak seseorang dalam ruangan itu dengan keras.
Semua orang memandang ke arah orang yang barusan bersuara tadi, ternyata orang yang berkata dengan keras tersebut adalah Daniel, komandan assassin di organisasi Naga Api merah itu.
Suasana riuh yang penuh dengan perdebatan tadi, tiba-tiba saja terhenti dengan sendirinya. Semua orang memandang dingin dan rendah kepada komandan tersebut
__ADS_1
Tak satupun yang ingin berusaha untuk membuka suara, sehingga membuat Jhon menjadi terheran. Dan tidak mengerti apa yang telah terjadi.
Sikap yang ditunjukkan oleh para petinggi gangster Naga Api merah itu, adalah bentuk dari ketidak puasan mereka terhadap kinerja dari assassin, yang konon katanya adalah pasukan terkuat di organisasi itu.
Tapi nyatanya, semua anggotanya tewas di bunuh tanpa melakukan perlawanan yang berarti.
Peristiwa itu menunjukkan, betapa lemahnya para assassin tersebut, oleh karena itu, ketika komandan nya datang, para petinggi gangster Naga Api merah bersikap dingin dan merendahkannya.
Jhon sebagai pemimpin utama gangster Naga Api merah, merasa tidak enak hati, atas perlakuan anak buahnya yang lain, terhadap Daniel, lalu buru-buru dia berkata:
"Selamat datang teman. Tak kusangka, kau akan kembali secepat ini. Tapi sayangnya!, setelah kembali dari misinya, dia telah berubah menjadi orang yang bisu." Ucap ketua tiga mencibir.
Daniel yang menyadari, dia yang menjadi sasaran penghinaan tersebut menjadi marah, kemudian dengan tiba-tiba dia menghilang dari hadapan Jhon, kemudian muncul kembali di belakang ketika tiga, Damar
Tanpa aba-aba, dia langsung melayangkan pukulannya ke arah Damar, berharap dengan sekali pukul, Damar akan pingsan atau terluka
Tapi, bukan Damar namanya, kalau hanya dengan sekali serang akan tumbang, dia juga seorang ahli bela diri, walaupun belum begelar master, tetapi dia sudah banyak menghadapi pertempuran, yang jauh lebih lebih dahsyat dari pada serangan itu.
Dengan enteng dia menggeser tubuhnya ke samping, kemudian dengan cepat berdiri, dan langsung melancarkan serangannya ke arah Daniel.
Akibatnya dua pukulan saling beradu, sehingga menimbulkan kesiran angin yang cukup kuat, yang tercipta dari pukulan mereka itu.
Orang-orang yang sedang duduk di ruang rapat tersebut serentak berdiri, dan melayangkan protes kepada bos besar mereka, atas tindakan dari Daniel, komandan assassin tersebut.
"Bos..! Beginilah sikap orang yang selalu kau banggakan, sehingga dia tidak menghargai kami sama sekali.!!" Ucap ketua satu protes.
"Dia orang baru, tapi sudah mendapat kehormatan dan cukup dekat dengan bos. Kami yang sejak awal bos jatuh, terus menemani dan mendukung bos, tidak pernah mendapat perlakuan istimewa seperti itu, tapi dia....?" Sambung ketua dua juga tidak senang.
"Aku paling tidak suka jika di rendahkan seperti ini. Damar telah bersikap kurang ajar padaku." Ucap Daniel dingin.
__ADS_1
"Apakah hanya kau, yang ingin dihargai, sementara kau tidak menghargai Damar, dan kami semua yang ada disini. Apakah kau sudah benar-benar merasa kuat!?" Ucap ketua satu emosi.
"Kuat atau tidaknya aku, mari kita buktikan, siapa yang pantas, untuk menyandang orang terkuat disini." Jawabnya enteng.