Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina
Kehancuran Bagi Keluarga Anggeline Episode - 24


__ADS_3

Dengan tubuh menggigil, dia melangkah mundur, dan melewati orang orang yang ada di belakangnya. Dan kemudian bersembunyi. Tapi ternyata tempat persembunyian Nya justru tempat kumpulan anak buah orang yang baru datang tadi. Bagai semut tertumpah batu, tubuhnya langsung bonyok, dan menjadi bulan bulanan mereka. Komandan itu di pukuli dengan sangat sadis tiada kata ampun. Begitu juga dengan ke enam temannya, tanpa mampu melakukan perlawanan sedikitpun. Kalau pun melawan, hanya sekali dua kali bisa menangkis pukulan lawannya. Sesudah itu, ia kembali menjadi bulan bulanan mereka.


Setelah puas melakukan penganiayaan, tubuh ke 7 Pengawal itu, di lemparkan ke sebuah ruangan, pingsan!


Kemudian orang berwajah sangar itu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, dan berhenti ketika melihat Anggeline yang tengah memakai gaun pengantin yang sangat mewah itu. Sejenak ia mengagumi kecantikan Anggeline, dan berniat ingin memilikinya suatu saat nanti.


Sementara Vino diam saja, ikut membaur dengan tamu undangan lainnya, walau sedikit terpisah dari mereka.


Dalam diam itu, Vino berfikir, kenapa ya orang orang di tugaskan nya lambat datang, apakah ada masalah yang mereka temui?


"Tuan Vian. Syukurlah anda datang tepat waktu, kalau tidak, aku akan celaka." Kata Prily kegirangan. Dia berfikir dengan kedatangan Tuan Vian, Semua masalah akan terselesaikan dengan mudah. Semua tamu undangan yang mendengar Prily memanggil orang yang baru datang dari hari itu, dengan sebutan Vian, menjadi sangat terkejut.


Mereka ini tidak menyangka, orang yang selama ini menjadi momok menakutkan di kota Y, karena kekuasaannya, muncul di depan mereka. Siapa yang tidak mengenal Vian, si ketua gangster dunia merah


dan penguasa pasar jaya, yang bermarkas di bawah tanah, dan mempunyai anggota sebanyak 4 Ribu orang, yang tersebar di berbagai wilayah.


Kalau Prily bisa mendatangkan nya, tentu saja membuat hubungan mereka tidak main main. Biasanya orang orang yang memerlukan tenaganya, adalah orang orang yang mampu membayar dengan harga tinggi, apa lagi dia sendiri yang turun tangan


"Siapa di antar kalian yang bernama Vino"? Ujar nya bertanya dengan suara menggelegar.


Semua memandang ke arah Vino, terutama Brayen, Anggeline, dan Prily. Mereka serentak menunjukkan jarinya ke arah Vino dengan harapan, agar dia segera cepat di atasi. Lima orang satpam maju melangkah menghampiri dan berkata, dengan suara yang di buat


sewibawa mungkin.


"Terimakasih atas kedatangan kalian, tapi karena ini adalah ruangan resepsi, jadi mohon dengan segala hormat agar anda mundur, dan biarkan kami yang mengatasi parasit itu."


Vian, jangankan menyahut, memandang pun tidak ke arah pengawal yang sedang berbicara kepadanya, dia hanya memberi kode pada satpam itu untuk menyingkir, petugas keamanan hotel tersebut pun akhirnya menyingkir, dan perlahan mundur kebelakang.


Pandangan nya tidak lepas dari sosok seorang Vino, yang menjadi titik alasan utama kericuhan pesta itu, auranya penuh dengan dendam dan kebencian. Kalau saat ini tidak ada mereka, ingin rasanya mencincang tubuh Vino, hingga menjadi beberapa bagian.


Vino yang di tunjuk oleh orang orang di ruangan itu, masih tetap cuek dan tenang tenang saja, tidak ada tergambar rasa takut di wajah nya. Seketika itu, orang orang pun menjadi heran dengan sikap Vino, walau mereka ada yang tahu tentangnya, tapi melawan sekian banyak orang, tentu saja dia akan kalah, apa lagi dengan hadirnya ketua meraka, Vian.


"Sekarang rasakan kau Vino!. Kali ini, kau tidak akan lepas dari tangan mereka." Batin nenek Robin senang, karena dia sudah di kasih tahu oleh cucunya, tentang sepak terjang tuan Vian.


"Atas dasar apa kau, berani beraninya telah membuat huru hara di acara pesta ini?" Tanya Vian ketus dengan aura yang menakutkan, tapi bagi Vino itu hanyalah mainan anak paud saja.

__ADS_1


Vino dengan acuhnya menjawab.


"Kau tidak perlu tahu, apa urusan ku di sini. Kau urus saja apa yang sudah menjadi urusan mu."


Vian berusaha menahan amarahnya. Biasanya dia tidak kenal ampun pada musuh musuhnya. Vian hanya takut pada beberapa orang, yang sebisa mungkin di hindari untuk berurusan dengannya. Bahkan dia sanggup berlutut di kaki mereka, untuk memohon ampunan padanya.


"Oh begitu. Menarik, baru kali ini ada orang yang telah berani meremehkan perkataanku."


"Aku mau tahu, apa kekuatan mu sekotor mulutmu yang bau itu."


Vino tidak menanggapi lelucon yang di lontarkan oleh Vian. Tapi, perkataan nya kali ini berhasil memprovokasi nya.


"Hemm...! Aku tida ada urusan dengan kecoak seperti mu. Sebelum terlambat, aku peringatkan, sebaiknya kau menyingkir dari pandangan mataku." Kalau tidak...!"


"Hahaha...!" Baru kali ini ada orang yang berani beraninya mencoba mengancam ku. Aku Vian, Penguasa dari dunia merah, pemilik Genk Naga Api,


kau ingin merasakan kekuatan tanganku."


"Aku ingin tahu, apakah kekuatan tanganmu sekuat mulut busuk mu itu." Ujar Vian sambil memberi isyarat kepada anak buahnya untuk maju.


"Dasar manusia kudanil, tidak tahu bahasa manusia mulia seperti ku!"


"Aku tidak mau membuat ruangan ini hancur, tapi karena kau yang memulai, maka aku tidak akan segan segan lagi."


"Aku datang kesini dengan baik baik, ingin melihat suasana pesta, tapi tak ku sangka, ternyata pestanya


Brayen, dengan wanita ****** itu."


"Kurang ajar, bedebah!. Bangsat kau!. Akan ku bunuh kau parasit!" Teriak nenek Robin emosi.


Anggota keluarga yang lain, begitu mendengar ucapan dari mulut Vino, juga emosi dan marah. Apa lagi dengan Anggeline.


"Sabar nek, ingat kesehatan mu. Serahkan saja kepada


Vian itu. Aku yakin, sebentar lagi Vino akan tamat."

__ADS_1


Bisik Tiara memenangkan nenek nya.


Sementara itu, 10 Orang anak buah Vian, sudah mengepung Vino dan langsung melancarkan serangan


dari berbagai sisi. Satu serangan dari samping tiba tiba masuk menerobos garis pertahanan Vino, dan hampir mengenai pelipis nya, kalau saja Vino tidak segera mengelak.


Geram dengan serangan curang itu, lalu Vino mengambil posisi menghadap pembokongnya. Pukulan mulus masuk ke arah ulu hati penyerang tadi. Sehingga membuat orang tersebut terlempar jauh, dan menabrak tamu hingga jatuh. Tujuh orang yang melihat temannya di robohkan, hanya satu pukulan menjadi geram, mereka serentak maju menyerang Vino, tapi...


Buk... des... plak... buk...!


Suara beradunya pukulan Vino ke tubuh lawannya, nyaring terdengar di ruangan itu. Lima orang pemukul berhasil di buatnya mundur, hingga terjatuh dan tidak bangun lagi, KO


Dua orang yang masih tersisa menjadi ciut, dan menghentikan gerakan mereka. Namun sayang semua sudah terlambat, tendangan kaki Vino telah merobohkan dua tikus God tadi hingga membuat orang tersebut terhempas jauh mengenai dinding tembok hotel tersebut, lalu jatuh ke lantai. Sehingga keduanya tewas mengenaskan.


Tinggal satu orang lagi, nasib nya hanya menunggu waktu saja. Vino meringsek ke arahnya dengan kecepatan tinggi, dan melakukan tendangan menyilang ke arah kepala musuhnya, Tapi...


Des...!


Tendangan Vino di halau dengan tendangan juga. Ternyata yang menyelamatkan sisa satu anggota geng


itu adalah Vian.


"Aku terkejut ternyata kau kuat juga. Tak ku sangka, 7 Orang terbaikku kau jadikan tikus God yang tewas akan keracunan nya. Aku jadi penasaran, siapa kau sebenarnya?"


Vian diam sesaat, sambil mengamati tubuh Vino dalam dalam, sejujurnya dia sangat terkejut, melihat kekuatan Vino. Orang orang yang melihat peristiwa itu, mereka pun di buat terkejut. Mereka tidak menyangka, Vino bisa mengalahkan orang orang kuat itu dengan tangan kosong, tanpa melihat Vino terluka sedikitpun.


Vian yang melihatnya seketika itu pun di buat terkejut,


dan berpikir, mengapa anak buah Vian tidak berkutik ketika menghadapi Vino. Sekuat itu kah dia.???"


"Tak aku sangka, ternyata orang yang sejauh ini telah aku provokasi, ternyata sekuat itu. Kalau aku terus memprovokasi nya, aku tidak tahu apa yang akan terjadi kepadaku."


"Walupun Vian itu kuat, tapi lawannya kelihatan lebih kuat. Aku berharap, agar Vian bisa mengatasi Vino, dan secepatnya agar menghabisinya."


"Acara ku telah terganggu, walau baru akan di mulai setengah jam lagi, tapi ada aura bakal gagal, kalau si Vian itu tidak mampu mengatasi Vino, si Parasit kampung itu!"

__ADS_1


•••••


__ADS_2