
Tidak ada jalan bagi Vino dan Novita. Untuk bisa masuk ke dalam toko hp, di karenakan para pengunjung toko secara bergiliran meminta Vino untuk berfoto bersama di depan mobilnya. Vino seketika tidak bisa menolak atau pun mengelak, di sebabkan desakan dari para kerumunan manusia yang gila dengan berita yang trus memepetnya.
Melihat kejadian itu, Novita mengambil inisiatif untuk segera memanggil 75 Pengawal keluarga Veteran, untuk segera datang dalam waktu 10 menit. Sementara itu, Vino terus di pepet oleh orang-orang yang ingin sekali tuk mendapat kan fotonya, tanpa mampu mengelak juga menghindar. Tidak lama berselang, Puluhan orang berbadan kekar datang, menyeruak kerumunan di dekat Vino dan mencoba untuk menghalau mereka.
Penampilan para pengawal yang sangat amat sangar
tentu membuat orang-orang yang sedari tadi berkerumun itu pun tiba-tiba menciut dan perlahan mundur secara teratur, walau pun di hati mereka menggerutu kesal, karena telah hilang kesempatan untuk bisa berfoto dengan sang pemilik mobil mewah itu.
Kini posisi Vino terbebas dari kerumunan, bergegas
Novita mendekatinya, lantas membungkuk hormat
ke arah Vino, di ikuti oleh puluhan pengawal itu.
Mereka mengetahui jati diri Vino, Karena mereka lah
yang terus senantiasa mengawasi Vino. Pengawal itu
tidak pernah berada jauh dari Vino, karena mereka bertanggung jawab atas keselamatan dan hidup Vino.
Maka ketika Novita menghubungi mereka, tak lama berselang mereka pun datang dan membebaskan
Vino dari kerumunan.
"Mari kita masuk tuan..." Kata Novita mengajak Vino
untuk masuk ke dalam toko. Kemudian, memandang
puluhan pengawal itu penuh arti, dan terkesan memerintah. 20 Orang pengawal maju ke depan. untuk sementara 55 lainnya, menyebar di sekitar toko dan mobil Vino.
Vino dan Novita masuk ke dalam toko, di kawal oleh 20 Orang pengawal berbadan kekar. Kehadiran mereka
tentu saja membuat para pengunjung menjadi heboh
dan sedikit takut.
Orang seperti apa yang berbelanja di toko, di kawal oleh pengawal yang kuat-kuat di tambah lagi puluhan
pengawal yang berada di luar. Pemilik toko tentu saja
ketakutan tidak berani bermain main dengan pelanggan misterius mereka. Manejer mereka dan sekaligus pemilik toko hp langsung yang melayani Vino.
"Selamat pagi Tuan..." Apa yang bisa kami bantu..? Tanya pemilik toko sambil membungkuk. Vino yang di tanya tidak menjawab, dia malah menoleh Novita,
memberi kode agar dia saja menjelaskan tujuan mereka.
"Bawakan 2 merek heanpone dengan performa bagus ke sini..!! Perintah Novita tanpa basa basi lagi."
"Baik nona." Jawab mereka serempak.
Pemilik toko juga maneger bergegas pergi ke arah etalase, dan mengambil 2 merek hp yang tersimpan di
kotak khusus.
"Ini adalah heanpone terbaru Galaxy Z Fold 2, harga 44.888.000 dengan Ram 12GB dan memori internal
512 GB.
Maneger toko yang memberi penjelasan berkeringat
__ADS_1
dingin. Suatu hal yang belum pernah mendapat kan
pelanggan yang di kawal banyak orang.
Novita yang mendengarkan penjelasan tersebut,
langsung membuka Galaxy Z Fold 2 dan melihat
tampilan nya. Setelah itu giliran membuka I phone
12 Proomax, dan membandingkan keduanya.
Kedua heanpone ini bagus,saling melengkapi. Kalau begitu aku ambil keduanya" Kata Novita enteng.
"Cepat aktifkan.! Dan masukkan kartu di dalam heanpone ini, yang satunya lagi masukkan ke dalam Hp Galaxy itu, dan Carikan kartu dengan nomor yang bagus, untuk di pasang kan pada hp yang satunya lagi!"
"Segera...!"
Kalang kabut mereka berdua mengerjakan permintaan
Novita, tak ada yang berani membantah nya. Karyawan yang melihat kepanikan boss mereka, mencoba ingin membantu, tapi malah di usir oleh Boss mereka. Karyawan yang telah di usir mundur teratur, dan hanya bisa melihat kelakuan Boss mereka yang gugup.
Dengan tangan gemetar, mereka aktifkan kedua hp terbaru tersebut,dan mensinkronkan dengan data diri Vino sang pemilik hp.
Tidak sampai 2 menit, proses pengaktifan hp dan aplikasi bawaan nya telah selesai. Keduanya langsung
memberi kannya pada Novita dengan sifat hormat.
"Terimakasih..." Ucap Novita dingin dan melanjutkan
perkataannya.
"Pelayanan kalian cukup bagus, aku terkesan." Ujar
"Terimakasih nona. Kunjungan nona dan Tuan ke tokoh kami, mudah-mudahan membawa angin segar bagi
kemajuan tokoh kami ini."
"Kedatangan Tuan dan Nona, akan membuat toko kami terkenal semakin luas. Terimakasih Tuan. Terimakasih Nona." Ujar pemilik toko, sambil membungkukkan badannya ke arah Vino dan Novita.
Setelah melakukan pembayaran, Vino dan Novita bersertea 20 pengawalnya, keluar dari dalam toko dengan gagahnya. Orang-orang pada menepi, tanpa bersuara. Memberikan jalan buat mereka untuk lewat. Setelah rombongan itu lewat, barulah suara riuh terdengar.
"Tuan besar mana yang telah masuk ke toko ini, di kawal oleh puluhan orang pengawal. Sungguh luar biasa.!"
"Ini pertama kali terjadi. Peristiwa ini pasti akan menjadi berita hangat, kalau kita unggah di media sosial."
"Apakah Boss berani mengunggah berita tentang mereka!?" "Jangan yang tidak-tidak deh Boss."
"Aku tidak peduli,! Momen langkah seperti tadi, akan tetap aku unggah di medsos!"
"Toh kita tidak menyinggung mereka, malah kita membantu mereka agar selalu terkenal di masyarakat, maupun di kalangan publik."
Bermacam komentar yang terlontar dari mulut orang-
orang yang berada di dalam toko, maupun dari luar toko, semuanya mengagumi penampilan Vino, dan berserta para pengawalnya, terutama pada sosok seorang wanita yang berpenampilan elegan tersebut.
"Untung kita tidak salah dalam melayani mereka, kalau tidak, bukan hanya kita yang hancur, tapi toko ini akan ikut hancur, berserta seluruh isi isinya juga akan ikut musnah dalam sekejap mata. Kalau mereka sempat tidak puas akan layanan kita." Pemilik toko berkata sambil mengurut dadanya.
"Sebenarnya siapa Tuan yang sedang mereka kawal itu? penampilan nya cukup tenang, sedikitpun tidak ingin berbicara, tapi mempunyai pengaruh yang sangat luar biasa." Sambung maneger toko takjub.
__ADS_1
"Beruntung toko kita yang di kunjungi oleh orang kaya
seperti mereka. Aku berharap mereka akan datang lagi
suatu hari nanti." Pemilik toko berkata dengan wajah berseri- seri.
Sementara itu, orang yang sedang menjadi pembicara'an tersebut, kini tengah berada di jalan yang sedang menuju ke kota "Y" dengan di kawal oleh puluhan mobil mewah berbagai merk. Mobil-mobil yang berpapasan dengan rombongan mobil mewah itu sadar diri dan menepi, untuk sekedar memberi jalan itu untuk lewat.
Petugas yang ada di jalan pun tidak berani menghentikan rombongan mobil itu, karena mereka tahu siapa pemilik mobil-mobil tersebut. Mereka malah dengan sukarela mengawal mobil itu, agar mudah melewati mobil-mobil yang berseliweran di jalan.
Dengan di kawal oleh puluhan mobil petugas, rombongan itu dengan mudah menembus keramaian, tidak ada kendala yang berarti yang mereka temui. Satu setengah jam kemudian, rombongan mobil itupun sampai tujuan.Bersama'an dengan lewatnya rombongan mobil Vino, yang di kawal oleh puluhan mobil mewah, juga mobil petugas, berita di media sosial pun bermunculan, dan menjadi topik pembicaraan yang hangat.
Apa tidak, Pemberitaan yang di bumbui dengan kata- kata apik, disertai pula dengan visualisasi yang bagus
di mana pemilik Mobil Lamborghini bersedia berfoto
bersama mereka, berlatar belakang mobil mewah tersebut.
Pemberitaan keduanya tentu saja lebih mengejutkan.
Di mana 75 orang yang berprofesi sebagai pengawal,
tiba-tiba datang menghalau orang-orang yang mengerubuti seorang laki-laki yang memakai penutup wajah di sekitar wajah dan mulut dan hidung nya, untuk menjauh dari pemilik mobil tersebut. Berita ketiga ia berbentuk video, ini yang lebih menghebohkan, di mana puluhan mobil mewah mengawal mobil Lamborghini itu di jalan, di tambah lagi dengan adanya belasan mobil petugas bersama rombongan mobil yang mewah-mewah itu.
Ketiga berita itu, tentu saja membuat spekulasi yang ambigu, siapa orang yang sebenarnya yang sedang di kawal itu..?
Keluarga Robin, termasuk juga mantan istrinya, tentu
saja mengikuti berita yang menghebohkan tersebut.
Banyak di antara anak-anak gadis keluarga itu yang
masih melajang, berangan-angan ingin berada di salah satu rombongan mobil mewah itu, tentunya menjadi pacar, atau lebih tinggi istri pemilik mobil mewah itu.
Anggeline yang sudah menetapkan hari pernikahan dengan brayen pun menjadi goyah, membayangkan
kalau yang berada di dalam mobil Lamborghini itu adalah calon suaminya." Brayen !
"Siapa orang kaya itu..? kalau aku bisa mendapatkan
nya, tentu keluarga Robin akan semakin jaya."
"Aku malah ingin menjadi istri nya,kalau pemilik mobil itu belum menikah"
"Aku rela menjadi simpanan nya asal bisa terus bersama dengan nya walaupun semu."
"Lihat..! Orang yang ada di foto itu perawakan nya seperti Vino. Ya, itu vino.! Aku yakin.!!"
"Gembel seperti dia, mana mungkin bisa membeli mobil. Makan saja masih numpang dengan kita.!!"
"Anggeline..! kau lebih mengenal nya.!! bukankah orang itu adalah Vino..!??
Anggeline yang di tanya tidak bereaksi, dia malah mematikan handphone nya, setelah memastikan bahwa orang yang ada di dalam pemberitaan itu bukan lah Vino mantan suaminya.
Aku tidak salah memilih. Brayen adalah masa depan ku. Dia kaya dan dia memiliki perkerjaan yang cukup mapan."
"Tidak seperti Vino, si pecundang itu. Yang kerjanya hanya bisa meminta makan dengan keluarga ku, dasar
gembel tidak berguna..!"
__ADS_1
"Di mana dia sekarang?"
"Apakah dia masih hidup..? atau jangan jangan ia sudah mati, akibat nasib nya yang gak jelas.!"