Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina
Kehormatan Tamu VVIP Episode - 7


__ADS_3

"Ekkhh Tuu.. Tuu.. Tuan Verdian, Apakah anda tidak salah menundukkan kepala Anda kepada laki laki ini.?" Tanya Olivia tidak percaya


Mendengar pertanyaan Manejer nya tersebut,


membuat pria paruh baya tersebut, justru malah


marah dan:


''PLAAAKK!!"


Sebuah tamparan keras mengenai wajah Manejer tersebut. Pria paruh baya itu sangat malu mempunyai Manejer yang tidak bersikap sopan kepada Tuan Vino. Tamu yang paling istimewa di hadapannya.


Sepanjang karirnya, sebagai Direktur Bank UP,


Bank ternama, Bank yang notabene saham 70%


nya di miliki oleh Kizawa Prataxsa Group, di mana Nona Novita la yang berkerja di sana.


Baru kali ini mempunyai kesempatan untuk bertemu secara langsung dengan orang yang sangat penting dari perusahaan Kizawa Prataxsa Group. Di tambah lagi hari ini PEWARIS satu" nya perusahaan Kizawa Prataxsa Group. Tersebut, datang berkunjung ke suatu Bank yang bisa di katakan miliknya.


Mendapat tamparan keras itu, wajah Olivia selaku bawahannya menjadi merah, Dan membengkak. Hilang sudah kecantikan nya.


Dengan air mata berlinang, Nona Olivia selaku bawahannya itu, masih berani maju untuk komplain, kenapa justru dia yang di tampar?


Tapi belum sempat bertanya, Tuan Verdian justru menampar nya sekali lagi dengan kuat. Hingga membuat Nona Olivia terjatuh ke lantai. Kemudian dengan perlahan, Tuan Verdian berkata:


"Tahu kah kau siapa dia!? Dia itu adalah Tuan Vino. Putra tunggal Pemilik Bank UP ini! Kau mengerti!?"


"Orang yang tak seharusnya kau singgung!"


"Bodoh kau!" Bentak Tuan Verdian lirih sambil


menahan amarahnya.


Mendengar penjelasan tersebut, tubuh Nona Olivia seketika itu menjadi menggigil seperti kedinginan.


Sebagai seorang Profesional, Yang sudah berkecimpung di dunia perbankan cukup lama. Olivia tentu sangat tahu, siapa-siapa saja nasabah yang datang ke Bank tempat di mana ia berkerja.


Salah satu orang yang paling di hormati, Dan


di takuti oleh seluruh karyawan, termasuk Presdir Bank UP tersebut, tak lain adalah Almarhum Tuan Kizawa selaku pemilik Bank ini.


Olivia mengetahui siapa Tuan Vino itu, lalu ia bertekuk lutut dan meminta maaf atas ketidak kesopanannya ia terhadap nya. Olivia tak ingin berurusan dengannya.


Aset-aset di perusahaan nya berkisar mencapai angka Terliunan, Bahkan Ratusan Dolar. 1 kata darinya saja, mampu membuat satu keluarga, atau perusahaan yang menentang nya, bangkrut hanya dalam hitungan menit saja.


Orang orang terbaiknya tersebar ke seluruh pelosok negeri. Para kepala kepala gangster terkuat sekali pun tunduk, Dan ikut kerja di bawah pimpinannya. Almarhum Tuan Kizawa semasa hidupnya dulu adalah orang yang paling berkuasa di kota "Y" ini. Dan setelah beliau meninggal, tinggallah seorang istri nya dan juga 1 putra laki-laki nya bernama Vino Kizawa Prataxsa. Dan sekarang Tuan Vino telah kembali.


Tidak cukup di situ, ada juga beberapa Pengawal yang asal nya dari kuil yang suda cukup tersohor atas kuasanya dalam memiliki berbagai keterampilan, jurus mematikan tangan kosong, maupun dengan senjata.


Keberadaan mereka, telah membuat perusahaan Prataxsa Group menjadi salah satu perusahaan yang sangat terkuat, dengan kekuatan yang menggurita di dunia.


Tidak ada yang tidak tunduk dan gentar, mendengar namanya. Apa lagi hanya seorang Olivia yang sombong Dan yang bodoh itu.


Habislah sudah karirnya. Hanya tinggal menghitung menit, keberadaan nya akan sirna dari pandangan mata. Begitu juga dengan nasib Satpam, Dan karyawati penjaga kasir itu tadi.


Sementara di tempat lain, Satpam, Dan Intan salah satu penjaga kasir tersebut juga memiliki


rasa takut yang sama, tubuh mereka menggigil bak seperti berada di salju.


Mereka menggigil ketakutan, Setelah melihat bagaimana seorang Direktur Bank ternama di Kota "Y", merendahkan dirinya, Dan begitu hormat pada orang yang mereka anggap pencuri tadi.


"Habislah kita.!" Keluh mereka putus asa


Dan tiba-tiba mereka yang sedari tadi berdiri menggigil ketakutan, akhir nya di panggil oleh Tuan Verdian. Dan tanpa di di disangka-sangka, Intan selaku kasir, Satpam yang telah menghardik si Vino tadi, Dan si sombong yang bernama Olivia itu, Mereka ber 3


di pecat oleh Tuan Verdian.

__ADS_1


"Kalian bertiga saya pecat!!!" kemas barang-barang kalian sekarang!" Aku sudah menghubungi pihak otoritas kota, Untuk menahan kalian di sana!


Mendengar kata-kata itu, ke tiga pegawai tersebut, datang tergopoh-gopoh menuju Vino.


Dan kemudian bertekuk lutut, memohon ampun


agar mereka tidak di pecat, Dan agar tidak di laporkan oleh pihak otoritas kota.


"Tuan, Siapa pun anda, tolong maafkan kami. Kami mengaku, Kami salah, Kami bodoh, Yang tidak tahu tingginya langit."


"Kami berjanji tidak akan bersikap sombong lagi."


"Tolong Tuan maafkan kami." Ujar mereka serentak mereka memohon kepada Vino.


Vino yang mendapat perlakuan itu, melangkah mundur, Tidak ingin meladeni ocehannya mereka.


Dia lebih memilih untuk segera menyelesaikan urusan nya di Bank tersebut.


Tapi, sebelum dia melangkah, dia melirik ke arah Nona Olivia dengan Exspresi wajah nya yang menunjukkan, Bahwa ia tidak senang.


Tuan Verdian yang melihat adegan itu cukup mengerti, Bahwa Vino menginginkan tindakan lebih pada Manejer yang sombong itu.


"Mulai hari ini kau saya pecat tanpa pesangon!"


"Segera kemas, barang-barang mu juga Dan nyah kau dari hadapanku sekarang juga!"


"Dan silahkan ambil gaji bonus mu untuk bulan ini saja!" Perintah Tuan Verdian tegas. Sambil


melangkah pergi mengikuti Vino dari belakang.


Orang orang yang ada di dalam Bank, semuanya terdiam. Walaupun mereka belum tahu siapa diri Vino sebenarnya.Tapi keberadaan Presdir Bank tersebut,yang berjalan tertunduk tunduk di belakang Vino. Mengisyaratkan bahwa Vino bukanlah orang sembarangan.


Seorang Presdir saja begitu hormat pada lelaki


itu.Tapi aura yang di timbulkan nya membuat orang- orang yang memandangnya di buat tunduk, Dengan pandangan nya yang sangat mengerikan itu. Hasilnya mereka juga ikut-ikutan sembari membungkukkan badan mereka ke arah Vino dengan sikap hormat.


walau di hati mereka bertanya-tanya, siapa gerangan orang yang berjalan di depan Presdir


itu.


Dari pakaian yang di dikenakannya, Tidak menggambarkan bahwa dia adalah orang kaya, atau orang penting di kota"Y". Tapi kenapa Tuan Verdian begitu menghormati nya.


Akhh sudahlah, tak guna juga bila terus memikirkannya!" Batin mereka dalam hati.


Sementara itu, Vino telah tiba ruang kerja Tuan


Verdian yang cukup luas, Dan juga bersih itu.


Sesaat setelah mereka masuk, Tuan Verdian


mempersilahkan Vino untuk duduk di sofa,


sedangkan dia sendiri berjalan ke arah Intercom kantor, Untuk memanggil seseorang.


Tuan Verdian memanggil Manejer Bank untuk


datang.


"Segera keruangan ku sekarang!! Perintah nya tegas.


Begitu mendapat panggilan dari Presdir Bank


yang tidak biasanya itu. Manejer Bank tergopoh-gopoh datang memenuhi panggilan presdirnya.


Begitu dia masuk, Presdir Bank tersebut, terlihat


berdiri di samping Vino, Dengan tangan di jalin ke depan satu sama lain. Terlihat seperti memegang suatu benda kecil yang berwarna kuning seperti emas. Sikapnya begitu hormat pada vino.

__ADS_1


Melihat pemandangan itu, tentu saja Manejer Bank tersebut terkejut, tapi dia takut bertanya maka dia diam saja.


"Siapa dia?"


"kenapa Tuan begitu tunduk pada laki- laki itu begitu juga dengan Presdir, begitu sangat merendah di hadapannya" Batin salah seorang Manajer Bank tersebut.


"Nona Alita,! Tolong kamu periksa kartu ini"


pinta Presdir masih dengan sikap sopan.


Manejer Alita menunduk ke arah Presdir Tuan Verdian tanpa menyahut. Tapi dia bergegas datang mengambil kartu yang di maksud. Kemudian dia memasukkan kartu tersebut, ke dalam mesin pendeteksi kartu yang ada di atas meja presdir.


Alat pendeteksi kartu yang jarang di gunakan oleh Direktur Bank tersebut menyala hijau, sesaat setelah Manejer memasukkan kartu ke dalamnya. Pertanda meminta verifikasi dari Pemilik Kartu.


Presdir Verdian mengambil alat itu, Dan memberikannya kepada Vino dengan amat sopan.


Begitu Vino memasukkan kata sandi nya, seketika alat itu menyala kuning, meminta pihak Bank untuk memasukkan kode Bank tersebut. Untuk bisa membuka aplikasi seluruh nya.


Begitu kode di masukkan oleh sang Manejer Bank. Terpampang angka yang sangat fantastis, dengan jumlah angka Dan nol yang sangat banyak


Alita segera melangkah mundur, hampir menjatuhkan alat pendeteksi kartu yang di pegang nya.


Di alat itu tertera sebuah angka USD:10.979.000.000.00.


"I...I...I..Ini luar biasa!" Teriak Manejer Bank alitya terkejut.


Mendengar perkataan yang tidak masuk akal,


yang keluar dari mulut sang Manajer tersebut,


Ke dua Presdir itu pun juga ikut penasaran, Dan


melihat angka yang tertera di mesin kartu nya itu.


""A... Apa!?"


"Benarkah jumlah nya sebanyak itu?"


Teriaknya keras tanpa menyembunyikan rasa terkejut nya.


"Tuan muda Vino Putra Tunggal dari Tuan besar Kizawa. Terimalah hormat kami."


Tanpa di komando, Presdir Verdian membungkuk 90 derajat kembali ke arah Vino,


di ikuti oleh Manejer Bank Alita.


Mereka tidak berani bersikap tidak sopan, atau


menyinggung tamu yang sangat penting, di hadapan mereka itu.


Yang ada di dalam hati mereka, hanya ada kata takjub dan takut. Mereka dengan setia menunggu apa yang akan di katakan oleh Vino.


"Cairkan uang simpanan ku sebanyak 10 juta saja. Aku membutuhkan nya sekarang" Ujar Vino mengagetkan mereka.


"Cepat kau penuhi permintaan tamu penting kita!"


Perintah presdir seperti ingin mengambil perhatian Vino.


"Segera di laksanakan Tuan." Jawab Manejer Bank tersebut dengan gugup.


Kemudian buru-buru keluar dari ruangan itu


Di pihak Vino sendiri, Sejujurnya dia juga tidak


percaya Dan takjub, begitu mendengar saldo di kartu ATM nya yang begitu banyak, Tapi dia lebih memilih untuk diam. Walau dalam hati ia bersorak girang.


"Kalian yang di sana."

__ADS_1


"tunggulah pembalasan ku!" Ujar nya dalam hati yang penuh dendam.


__ADS_2