
"jadi.. alasan kamu kerja karena untuk bertahan hidup?" tanya Arka pada Ana
Ana sudah menceritakan masalah hidup nya sedetail mungkin, Arka merasa iba mendengar kisah hidup Ana yang sebenar nya, ada rasa sesal sebab telah menyakiti Ana, akan ia pastikan itu tidak akan terulang kembali," berhenti aja kerja nya, pasti cape kan? pulang sekolah langsung kerja? kamu butuh banyak istirahat," perintah Arka dengan penuh perhatian
"kalo aku ga kerja .. aku ga punya penghasilan Ar, dan kami ga akan makan,".
"aku yang akan tanggung semua nya, kamu tenang aja,"
Ana menggeleng pelan," aku gamau Ar, aku gamau hidup aku bergantung sama orang lain, cukup sama Danil aja aku merasa berhutang budi... jangan di tambah sama kamu Ar, aku merasa malu karena di kasihani sama kamu,"
"Danil? apa yang dia lakukan?" tanya Arka dengan penasaran
"selama ini.. Danil sering bantu aku sama ibu, dia selalu ada ketika aku butuh, dia selalu jadi penyemangat aku selama ini,"
"dia sering ke rumah kamu?"
"sering, hampir tiap hari Danil nganter aku ke cafe, bahkan dia juga ga pernah absen buat jemput aku kalo udah pulang kerja,"
Jadi selama ini Danil melakukan itu kepada Ana? untuk kali ini posisi Danil akan ia geser, karena mulai sekarang... dirinya yang akan antar jemput Ana
Saat ini kedua nya berada di rooftop karena sedang berada di jam istirahat, jika di tanya kedua teman nya ada di mana... tentu saja ada disini juga, namun mereka berdua lebih memisahkan diri sembari bermain game online.
__ADS_1
"mulai sekarang, kamu ga usah kerja lagi ya? biar aku yang bantu kamu sama ibu kamu?" pinta Arka
"engga Ar, kan udah aku bilang.. aku gamau bergantung sama siapa pun lagi, aku tetep pengen kerja, jadi... jangan paksa aku buat berhenti ya Ar, aku mohon,"
"oke, sebagai balasan nya aku yang akan antar jemput kamu tiap hari deal?"
"gausah Ar, aku bisa sendiri,"
"giliran sama Danil aja semangat, kenapa sama aku engga? apa karena belum nerima aku sepenuh nya? atau jangan-jangan..."
"deal," Ana tidak ingin mendengar celotehan Arka yang kemana-mana, jadi lebih baik dirinya mengalah saja, toh ini juga demi kebaikan hubungan nya kan?
"good girl," puji Arka sembari mengelus rambut Ana dengan sayang
Dada nya berdetak lebih cepat dari biasa nya, ada apa ini? tidak mungkin kan dirinya mulai merasa nyaman dengan perlakuan Arka? ini tidak bisa di biarkan, ia tidak boleh mengkhianati cinta tulus dari Danil dan itu tidak boleh terjadi
"aku balik kelas duluan ya," pamit Ana seraya menghindar dari Arka, sebab tidak ingin terlalu hanyut dalam kenyamanan yang Arka berikan pada nya
"masih lama An, 15 menit lagi,"
"jalan dari sini ke kelas lumayan jauh Ar,"
__ADS_1
" 5 menit lagi kita turun,"
"mau turun An?" tanya Bayu ketika melihat Ana berdiri
"diem!" titah Arka pada Bayu
"cuma nanya doang elah gitu amat sama sohib," cibir Bayu
"udah Bay, kita lanjut mabar aja.. mereka mah jangan di tanggepin ," sahut Gavin
"udah 5 menit, kita turun sekarang?" ujar Ana meberi tau
"ampun deh Ana.. kenapa pengen buru-buru banget si?" tanya Arka dengan heran
"tadi aku udah bilang, jalan dari rooftop ke kelas itu lumayan jauh Arka,"
"yaudah, aku gendong aja kalo kamu ga mau cape,"
"bucin," cibir Bayu
"ish ga gitu maksud aku Arkaaaaaaa, tau ah aku duluan aja," wajah Ana cemberut akibat ulah Arka
__ADS_1
"iya iya cantik nya akuuuu, jangan ngambek dong," gombal Arka sambil merangkul pundak Ana. Tinggi Ana hanya sebatas dada nya saja jadi Arka bisa dengan mudah seenak nya pada Ana. Jangan berfikir yang aneh-aneh, maksud Arka yang seenak nya itu... bisa menendang misal nya wkwk