Posessif Arka

Posessif Arka
episode 27


__ADS_3

30 menit berlalu sudah teman-teman Arka berpamitan pulang, kini hanya ada Arka dan Stella yang sedang anteng menonton televisi di ruang tv. Sepulang papah nya tadi sore.. Arka tidak melihat papah nya kembali keluar dari kamar nya dan begitu pun dengan Danil.


Kini jarum jam menunjukkan pukul 7 malam," masuk kamar sana Stel udah malam," titah Arka pada Stella yang berada di samping nya


"masih pengen kaya gini Ar," manja Stella pada Arka yang masih dalam pelukan, benar saja, mereka sedari tadi memang saling memeluk satu sama lain dari arah samping.


"aku gendong mau?" tawar nya


Dengan antusias Stella mengiyakan tawaran yang Arka berikan pada nya


"lets go tuan putri," ucap Arka dengan semangat


Mereka sama- sama melepas tawa nya yang tidak bisa di tahan.


Bukan tanpa sebab Arka menyuruh Stella agar masuk kamar, karena sejujur nya Arka ingin pergi ke rumah Ana, mungkin saja jika sudah malam seperti ini.. Ana ada di rumah


"langsung tidur ya cantik," ucap Arka dengan lembut sambil merapihkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah Stella dan tidak lupa senyuman manis nya tercetak jelas.


"siap kapten," balas nya sambil melakukan hormat


Arka mencubit pipi Stella dengan gemas," yaudah, aku tinggal ya? selamat malam,"


"malam kembali Arka," balas nya dengan lembut


Stella sangat bahagia di perlakukan oleh Arka bak seorang ratu, cowo itu sangat bersikap manis pada nya, tentu saja membuat perasaan nya pada Arka semakin bertambah seiring nya waktu."kamu cuma milik aku Ar, aku ga akan biarin siapapun ambil kamu dari aku," gumam Stella setelah kepergian Arka.

__ADS_1


~~


Sudah satu jam lebih Arka berdiam diri di depan rumah Ana, namun tidak ada tanda-tanda pintu itu terbuka," masa iya udah tidur?" Arka bermonolog sendiri," huft, chat ga di bales,"ralat boro-boro di bales di read aja engga," di telepon juga engga di angkat,"


"semarah itu ya An?" gumam nya


aarrrghh


Arka frustasi, kenapa harus kaya gini? kenapa juga dirinya menaruh rasa suka kepada Ana? bukan kah niat awal hanya ingin membuat Danil hancur, tapi ini ... malah hati nya yang ikut terjerat.


Yang membuat Arka berada di dalam ke adaan sulit ini adalah.. dirinya tidak bisa melepaskan antara keduanya, baik Stella maupun Ana, sebab mereka memiliki tahta tersendiri di dalam hati nya.


Hari semakin larut dan Arka tidak ada niatan untuk pulang sebelum bertemu dengan Ana, jarum jam saja kini sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam." huuuuu," Arka mengeluarkan nafas panjang nya, kepalanya yang tidak gatal saja Arka garuk saking bingung nya mau melakukan apa," oke fiks 30 menit lagi, kalo Ana tetap ga nemuin... terpaksa harus besok pagi," final Arka


Waktu yang di janjikan Arka kini sudah tepat pukul 10 malam, ketika Arka hendak bangkit ... Arka mendengar suara seseorang yang sedang mengobrol dari arah depan, tak lama sosok itu pun semakin dekat dan itu... Ana dan Danil.


Ana maupun Danil terlonjak kaget," Arka," ucap Danil dengan pelan, Danil pikir cowo itu sudah tertidur, ternyata dugaan nya salah.


Ana berusaha bersikap acuh ketika melihat Arka yang berada di depan rumah nya


Dengan langkah cepat Arka mendekat ke arah Danil dan memegang kerah kemeja yang di pakai oleh cowo itu dengan cengkraman yang cukup kuat, emosinya meluap-luap, seluruh wajah nya nampak terlihat merah padam, urat-urat nya menonjol dan kuku- kuku nya memutih tajam.


Bugh


Satu pukulan tepat mengenai wajah mulus milik Danil

__ADS_1


"Danil," pekik Ana yang kaget dengan perlakuan kasar Arka kepada Danil


"Arka stop!!" teriak Ana yang berusaha melerai perkelahian antara Arka dan Danil, namun yang Ana lihat hanya Arka lah yang memukul." gue mohon Arka stop!!" tangis Ana pecah melihat luka lebam di seluruh wajah Danil.


Mendengar Ana menangis, mau tidak mau Arka menyudahi aksi nya, dada nya bergemuruh hebat, wajah Arka terlihat masih mulus tidak terluka sama sekali.


melihat Arka yang akan mendekat ke arah nya," jauh-jauh dari gue Arka," desis nya dengan tatapan tajam yang di tujukan pada Arka.


"An," lirih nya


Ana menulikan panggilan Arka, pikiran Ana hanya tertuju pada Danil, ia berusaha memapah Danil dengan susah payah untuk menuju ke dalam rumah nya.


"kamu ga hargai aku An? yang udah nunggu kamu dari tadi?"


"gue ga minta lo buat nungguin gue," bahkan Ana pun merubah panggilan nya kembali menggunakan kata lo-gue


"kamu lupa? aku kan udah bilang jangan deket-deket sama cowo itu," tunjuk nya pada Danil," jadi ini bukan salah aku, kalo aku bersikap kasar sama dia,"


"lo siapa gue hah?!" bukan hanya marah, tapi Ana juga kecewa dengan sikap kasar Arka yang terlalu berlebihan," lo ga berhak ngatur-ngatur gue!' desis nya


"karena kamu punya aku An bukan dia," sebisa mungkin Arka bersikap lembut, agar Ana bisa luluh kembali


Ana terkekeh sinis," apa lo bilang? gue punya lo? mimpi!! dan perlu gue koreksi lagi tuan Arka, lo cuma jadikan gue sebagai alat iya kan? seperti yang lo bilang waktu di kantin saat itu,"


Arka tidak bisa berkata-kata lagi, ia menyesal telah berkata seperti itu, "aku ga ada maksud kaya gitu Ana," ucap Arka melemah

__ADS_1


"terserah! gue harap... ini terakhir kali nya lo menampakan wajah lo di depan muka gue!!" setelah mengatakan itu, Ana meninggalkan Arka sendiri di luar dan membawa Danil masuk ke dalam rumah untuk Ana obati.


__ADS_2