Posessif Arka

Posessif Arka
episode 17


__ADS_3

Sampai jam pelajaran terkahir Ana tidak memasuki kelas, sebab Arka melarang keras.. kata nya kamu istirahat aja masih sakit.


Sampai bel pulang berbunyi pun mereka berdua masih setia di dalam ruang UKS


"kita pulang yu Ar? bel pulang udah dari tadi bunyi," ajak Ana pada Arka, kedua teman Arka pun sudah duduk santai di sofa yang di sediakan sekolah


"sebentar lagi,"


"dari tadi sebentar-sebentar terus," sebal sekali dengan Arka sekarang ini," aku harus kerja Ar, kalo telat.. aku bisa di marahin,"


"ga ada satu pun yang berani marahin kamu selagi ada aku,"


"ck,"


"kamu resign aja," dengan se enak jidat Arka menyuruh nya resign? terus kelanjutan nasib hidup Ana dan ibu nya bagaimana?


"udah aku bilang kan Ar? aku gamau! " Ana bersikekeh mempertahankan pekerjaan nya,"


"aku yang akan nanggung semua kebutuhan kamu sama ibu kamu,"


"ga semudah itu Ar, orang-orang akan berfikir apa tentang aku nanti nya? Aku gamau di cap cewe matre,"


"siapa bilang kamu matre? aku ngelakuin ini atas dasar keinginan aku sendiri,"


"aku tetep gamau!"


"dari pada lo cape-cape kerja, mending terima aja usulan Arka," sahut Gavin


"iya nih lo mah aneh," sahut Bayu

__ADS_1


"mau ya An?" ucap Arka dengan tatapan memohon," atau gini deh, kamu.... kerja di aku aja gimana?"tawar Arka


"hm? kerja apaan?"


Arka memikirkan pekerjaan apa yang akan di berikan pada Ana? " mmmmm, jadi guru privat aku gimana? Soal gaji mah gampang, aku bakal bayar lebih besar dari gaji kamu di cafe itu,"


"guru privat ya?"


"iya, mau kan?"


"mmmmmmmm,"


"gausah banyak mikir pokonya deal kamu jadi guru privat aku, ga pake protes!" Arka yang melihat ketika Ana akan membuka suara, namun iya memotong nya lebih dulu


"gayaan lo Ar pake guru privat, belajar aja males-malesan," cibir Bayu


"penting dong Ar, lo kan ketua gue," ucap Bayu dengan bangga


"ck,"


"ada yang perlu kita bantu ga Ar?" tanya Gavin, karena ingin segera pulang, sebab sedari tadi menahan kantuk


"ga ada, kalian kalo mau pulang duluan aja," jawab Arka," Gav," panggil Arka," gue pinjem mobil lo, soalnya gue bawa motor," Arka teringat jika Gavin membawa mobil, alhasil ia pinjam saja, karena kondisi Ana yang seperti ini membuat nya merasa tidak yakin jika berboncengan menggunakan motor," lo pake motor gue, nih kunci nya,"


~~


Selama perjalanan pulang ... hanya ada keheningan di antara kedua nya, tidak ada yang bersuara sedikit pun.


"kapan aku mulai jadi guru privat kamu?" tanya Ana memecahkan keheningan

__ADS_1


"nanti kalo kondisi kamu udah membaik,"


"aku gapapa kali Ar, gausah lebay gitu,"


"bukan lebay An, tapi ini tandanya aku peduli sama kamu,"


"peduli," beo nya


"jangan terlalu di pikirin, kita bahas masalah ini nanti aja,"


"ini bukan jalan ke rumah aku Ar," Ana tersadar jika jalan nya berbeda, Ana menatap was-was ke arah Arka


"kenapa? mikir yang aneh-aneh?"


Ana berusaha merapatkan diri ke pojok pintu mobil, ketika Arka memberhentikan mobil nya di tepi jalan yang tidak terlalu ramai di lalau kendaraan


Arka mendekati Ana yang ketakutan, dalam hati nya kenapa Ana menggemaskan sekali, ia pikir dengan menjahili Ana akan terlihat seru


Sekuat tenaga Ana menahan dada Arka supaya tidak terlalu berdekatan, tapi kekuatan Arka lebih mendominasi, jarak kedua nya hanya tinggal sejengkal, Ana berusaha tidak bernafas kala Arka sedekat ini


"nafas An, aku gamau ya kamu mati gara-gar ga nafas begini," titah Arka yang masih di posisi yang sama


cup


Arka mencium kening Ana dengan lembut, kemudian menjauhkan diri dari Ana," jangan kamu pikir... aku bakalan lakuin hal bodoh sama kamu An, aku ga mungkin lakuin itu, se brengsek-brengsek nya aku.... aku menghargai perempuan,"


huft


Ana bernafas lega melihat Arka sudah menjauh dari nya, ada rasa bersalah dalam hati Ana karena sudah berpikir yang tidak-tidak pada Arka

__ADS_1


__ADS_2