Posessif Arka

Posessif Arka
episode 34


__ADS_3

Ceklek


Bruk


Stella memasuki kamar Arka dan langsung menghambur pelukan kepada sang empu yang sedang terbaring di atas kasur.


Waktu menunjukkan pukul 6 sore," Arkaaa banguuuunnn," Stella terus saja membangunkan Arka dari tidur nya.


Tubuh Arka di guncang hebat oleh Stella, " hmmm," Arka hanya bergumam malas, ia masih sangat mengantuk, kenapa Stella dengan tega nya membangunkan dirinya dengan paksa.


Arka terus saja mencari posisi tidur nyaman nya kembali.


"Ih Arkaaaaa, banguuuunnn! jangan tidur lagi," rengek Stella yang tidak ada henti-henti nya.


Bagaimana Arka bisa kembali tidur dengan tenang? Jika Stella saja terus mengganggu nya?


Huft


"Kenapa hm?" ucap Arka yang sudah membuka mata dengan nada suara khas bangun tidur.


"Bangun duluuu," titah nya


"Ini udah bangun Stel,"


"Maksud aku .. badan kamu nya juga ikut bangun ih,"


Serba salah memang, lagi pula kan sama saja, yang penting terbangun dari tidur. Kaum perempuan memang merepotkan.


Mau tak mau .. Arka pun menuruti keinginan Stella, agar Stella tidak merajuk pada nya.


"Ini aku udah bangun, kamu mau apa?"


"Liat deh," Stella menunjukkan sebuah postingan Instagram milik orang lain


Arka di buat bingung , sebenar nya apa maksud Stella menunjukkan postingan itu pada nya?" Kenapa sama foto itu? Kamu naksir sama pemilik akun itu?"


"Ga peka banget!" gerutunya," Liat ini pemandangan nya bagus banget Arkaaaaa," Stella di buat gemas dengan sikap Arka," Kita pergi kesini yuk? "


Ooohh jadi ternyata Stella ingin mengajak nya pergi ke sebuah pasar malam.


"Iya nanti malam minggu kita pergi kesana," balas Arka mengiyakan keinginan Stella

__ADS_1


"Ko malam minggu si! Mau nya malam sekarang aja, aku udah penasaran banget pengen kesana. Udah lama juga kan kita ga jalan-jalan malam berdua?"


"Malam minggu aja ya? Biar seru, terus ajak temen-temen,"


"Gak! Aku mau nya malam ini titik! Dan ... cuma pengen berduaan aja sama kamu," final nya


Lagi dan lagi ... Arka hanya bisa pasrah," Iya, malam ini kita pergi. Jangan ngambek lagi dong? Kan udah aku turuti permintaan kamu," ucap Arka dengan lembut


Senyum Stella pun terbit, sampai deretan gigi nya pun terlihat jelas di mata Arka," Yes! Yaudah aku siap-siap dulu. Kamu juga cepet mandi, abis itu langsung turun,"


"Iya Stella,"


"Jangan iya iya aja Arkaaaa, cepet sana mandi," titah nya dengan suara greget


"Yaudah kamu keluar aja dulu, nanti aku juga mandi,"


"Gak mau keluar kalo belum liat kamu masuk kamar mandi!"


Oke baiklah, kesabaran Arka benar-benar sedang uji sekali sekarang ini.


Dengan berat hati ... Arka turun dari ranjang dan melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi, sesuai permintaan Stella.


Setelah melihat Arka memasuki kamar mandi ... barulah Stella keluar untuk siap-siap pergi ke pasar malam bersama Arka.


Bahkan demi menuruti keinginan Stella.. Arka sampai lupa dengan janji nya pada Ana yang juga mengajak nya pergi jalan-jalan malam ini.


Arka terus saja melihat arloji pada jam tangan nya yang kini sudah menunjukkan pukul 18 : 45. " Perasaan yang ngajak buru-buru tadi Stella deh, kenapa malah dia juga yang lama," ucap Arka dalam hati, karena untuk berjaga-jaga .. takut nya Stella tiba-tiba datang dan mendengar ucapan nya.


Tepat pukul 7 malam Stella datang menghampiri Arka yang berada di ruang tv," Yuk Ar, kita berangkat sekarang, takut kemaleman,"


Stella berjalan lebih dulu, sedangkan Arka berada tepat di belakang Stella.


"Pake motor ya Ar? Aku pengen menikmati udara malam kota Jakarta," pinta nya pada Arka


"Kita pake mobil, aku gamau kamu kenapa-napa," tolak Arka dengan halus


"Nyebelin banget!" gerutu nya


"Ini juga demi keselamatan kamu Stella," balas nya selembut mungkin.


"Iyaaaa Arkaaaaaa,"

__ADS_1


Mobil yang di kendarai Arka sudah melesat pergi membelah jalan ibu kota Jakarta pada malam hari.


Tidak butuh waktu lama, cukup 15 menit mereka pun sampai pada tujuan, yaitu pasar malam.


"Aaaaaaaaaaaa, keren bangeeeeettt," teriak Stella yang melihat berbagai wahana yang indah di depan sana.


Tangan Stella tak henti-henti nya menarik Arka supaya mendekat ke arah permainan wahana di sana.


"Naik itu yuk Ar? Kaya nya seru deh," ajak Stell yang sambil menunjuk ke arah permainan ombak banyu


Arka menatap ngeri, bahkan tak segan-segan orang yang menaiki wahana itu menjerit dengan kuat." Terlalu bahaya Stel, nanti kamu kenapa-napa. Cari wahana yang lain aja,"


Berbagai wahana telah Stella tunjuk, namun Arka tetap saja tidak memperbolehkan nya, Katanya ... 'bahaya Stella aku gamau kamu kenapa-kenapa'


Hanya ada satu wahana yang belum Stella tunjukkan pada Arka, yaitu biang lala.


"Kalo yang itu?" tunjuk nya ke arah biang lala yang menjulang tinggi.


"Ayo kita pesen tiket nya," ajak Arka pada Stella.


Akhir nya ada juga wahana yang di per boleh kan oleh Arka, tak apalah biang lala juga, yang penting menaiki salah satu wahana dari pada tidak sama sekali.


"Indah banget ya Ar liat pemandangan di atas sini," tak henti-henti nya Stella memuji keindahan pemandangan yang dirinya liat dari atas biang lala.


Arka hanya tersenyum senang melihat Stella tampak bahagia dengan hal-hal sederhana.


~~


"Udah jam 9," gumam Ana.


Arka belum juga datang menjemput nya, bahkan puluhan chat pun tidak Arka balas.


Jika memang tidak jadi mengajak nya pergi ... kenapa ga ngasih kabar dari tadi? Jadikan nya Ana tidak terlalu berharap, apalagi Ana sudah menunggu di luar rumah dari jam setengah tujuh malam, tanda nya Ana sudah menunggu Arka sekitar tiga jam setengah.


"Kalo memang ga jadi ngajak jalan-jalan ... kenapa ga ngasih kabar si Ar? Gue kan jadi nunggu lama kaya gini," lirih nya


Ana mencoba menunggu setengah jam lagi, jika masih tidak ada tanda-tanda dari Arka ... maka dirinya yakin jika Arka memang tidak akan datang.


Ana mencoba menyibukkan diri dengan men scroll Instagram, namun dirinya di buat terkejut oleh akun yang ia kenal adalah Stella yang memposting sebuah foto dan men tag akun Arka.


Handphone yang Ana pegang di genggam kuat sekuat kuat nya," Jadi ini alasan lo ga dateng Ar? Karena lo pergi sama Stella? Dan sampai lupa dengan janji lo sama gue?" Ana terkekeh miris dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


Kenapa dirinya selalu saja mau di bodohi oleh Arka yang sudah jelas-jelas sering mempermainkan hati nya?


Ana sangat kecewa pada dirinya sendiri yang selalu terlalu menaruh harapan berlebihan.


__ADS_2