
Saat jam pelajaran, tiba-tiba saja Ana ingin buang air tak tertahan kan, dengan memberanikan diri Ana pun meminta izin pada guru di depan nya
"maaf bu izin ketoilet sebentar," izin Ana
"baik Ana, silahkan jangan lama-lama,"
"iya bu," dengan buru-buru Ana ingin segera sampai menuju toilet
"ah lega nya," perasaan Ana kini sudah tenang karena semua sudah terselesaikan
Ketika Ana membuka pintu toilet, netra mata nya melihat dua siswi yang Ana pikir mereka senior, karena terlihat dari logo baju nya yang sedikit berbeda
"lo yang nama nya Ana?" tidak berbasa-basi senior itu langsung saja menanyakan nama Ana dengan nada suara sedikit songong
"i-iya kak, ada apa?"
"kenapa Arka bisa suka sama cewe modelan kaya lo? lo kasi apa ke dia?"
"maksud nya apa ya kak,? Ana heran dengan arah pembicaraan dengan kakak kelas nya ini
"udah lah lyn, kita abisin langsung aja ini junior! lama-lama gedek gue sama dia, bisa-bisa nya ini cewe rebut Arka dari lo, " teman nya itu mengompori agar segera melakukan tindakan bullying terhadap Ana
"Asshh, sakit kak lepasin," lirih Ana menahan sakit dari kulit kepalanya yang di jambak oleh kakak kelas nya itu
Kepala Ana beberapa kali di banting ke tembok," ssshhh," pusing berkunang-kunang melanda kepalanya akibat benturan yang cukup kuat
Mereka tidak ada rasa ampun serta belas kasihan, kondisi Ana yang terbilang sudah lemah seperti ini pun membuat mereka berdua tambah semangat
"bawa ari Bel, kita siram,"
__ADS_1
"oke lyn,"
Byuuuuurrr
Tidak hanya sekali namun berkali-kali mereka menyiram Ana dengan air yang berada di toilet, seluruh badan nya basah kuyup tidak ada yang terlihat kering sedikit pun.
Tiba-tiba saja tubuh Ana di dorong dengan kuat menuju ke dalam toilet, kondisi nya yang leman membuat Ana tidak bisa melakukan apapun selain pasrah
"jangan kunci Ana kak," pinta Ana memohon ketika melihat kedua kakak kelas nya yang berusaha mengunci pintu toilet yang Ana tempati
Sisa-sisa tenaga nya tidak cukup kuat untuk membuat dirinya bangkit, ini terlalu sakit dan seketika saja Ana terjatuh pingsan tak sadarkan diri
Cukup lama Ana berada di toilet, hingga jam istirahat tiba pun Ana masih setia menutup mata nya
Arka dan kedua teman nya menunggu di luar kelas Ana, mereka satu tingkatan kelas 11 namun hanya beda ruangan saja, Ana berada di kelas Diamond Class sedangkan Arka,Danil, Bayu dan Gavin berada di kelas unggulan, jarak nya tidak terlalu jauh hanya terhalang oleh 5 kelas saja.
Kenapa Ana berada di kelas Diamond Class? jawaban nya karena hanya siswa/ i berprestasi yang menghuni kelas terbaik itu termasuk Ana
"liat ke dalem Ar," titah Gavin
Arka melihat seisi kelas Ana dengan teliti, tapi... dirinya tidak menemukan Ana di dalam nya. Arka memasuki kelas Ana yang di susul kedua teman nya, hanya ada dua orang tersisa di dalam kelas Ana dan membuat Arka bertanya pada mereka
"Ana mana?" tidak ada basi-basi atau permisi dan sejenis nya Arka langsung menanyakan keberadaan Ana
Mereka terlihat gugup kala di hadapi dengan Arka di depan nya
"buset dah, di tanya malah diem aja," ujar Bayu dengan sebal," udah tau gue lagi laper woy, jawab napa jawab kalo di tanya tuh," lanjut nya dengan sedikit emosi. Memang benar ya jika orang kelaparan sikap nya berubah seperti singa
"ga-gatau kak, tadi sebelum istirahat Ana izin ke toilet, tapi.. sampai sekarang belum balik kelas lagi," jawab nya dengan takut
__ADS_1
"selama itu Ana izin ke toilet?" sahut Gavin," sambil semedi kali ya," celetuk Gavin mengundang tatapan tajam dari Arka," hehe, vis Ar becanda gue mah,"
"susul ke toilet ajalah Ar, lama," Bayu memberi usulan
Dengan langkah cepat Arka dan kedua teman nya menuju toilet perempuan dan.... " ngapain rame-rame di toilet? ngantri?" heran Bayu dengan kondisi toilet perempuan yang di kerumuni
"kaya nya bukan ngantri deh Bay," sahur Gavin
Perasaan Arka sudah tidak enak sedari tadi, pikiran nya tertuju pada satu perempuan yaitu Ana
"heh cewe," tanya Bayu dengan tidak sopan," ada apa nih rame-ramen?"
"e-eh itu kak ada yang pingsang di toilet ,"
"minggir," bentak Arka pada segerombolan perempuan, bahkan kaun lelaki juga tidak sedikit berada di sana
"Ana!" pekik Arka, dengan sigap Arka menggendong Ana ala bridal, secepat mungkin Arka membawa Ana ke ruang UKS, entah apa yang sudah Ana alami, dari wajah nya saja terlihat sangat berantakan
"kaya nya Ana di bully deh Ar, keliatan banget soal nya," celetuk Gavin
Arka membaringkan tubuh Ana di atas brankar dengan hati-hati, seketika mata nya melihat ke arah baju Ana yang dengan jelas memperlihatkan dalam nya.
"sial," maki nya," lo liat?" tanya Arka pada kedua teman nya
Bayu dan Gavin terlihat salah tingkah, bagaimana tidak liat? Sudah jelas-jelas terekspos," mmmm itu Ar apa nama nya liat apa?" Bayu berusaha tenang
"bego!" desis nya," keluar kalian!!"
"iya ketua iya kita keluar," ujar Gavin yang sama terlihat salah tingkah
__ADS_1
Arka menutup baju Ana dengan selimut agar penglihatan nya tidak terganggu