
Gavin langsung berdiri dari duduk nya ketika mendengar suara Ana.
Berjalan maju untuk lebih dekat dengan Gavin," Ngapain?" tanpa basa-basi lagi Ana langsung saja menanyakan tujuan Gavin datang ke rumah nya.
Kenapa bisa cowo ini tau rumah nya? Ah ini pasti ulah Arka, tebakan nya pasti tidak akan meleset.
"An, kamu tau kalo Arka masuk rumah sakit?"
Ana mengangguk pelan, benar saja Ana memang sudah tau dari Bayu beberapa hari yang lalu.
Ternyata .. tujuan Gavin menemui dirinya karena seorang Arka," Lo di suruh Arka buat dateng ke sini?" tebak Ana
Gavin menggeleng kuat," Engga An, engga sama sekali. Gue ke sini atas kemauan gue sendiri,"
Ana hanya terkekeh sinis mendengar nya
"Serius An, gue berani sumpah," ujar nya sambil menunjukkan jari tangan berbentuk V ," Gue tau rumah lo aja dari temen sesama kerja cafe lo An, tadi gue sempet kesana buat minta alamat rumah lo,"
Kenapa Gavin sampai kesana? Dan kenapa tidak bertanya kepada Arka?
"Kondisi Arka makin buruk An, udah 5 hari ini dia susah makan. Dia gamau di sentuh sama siapa-siapa An, dia cuma mau lo,"ujar Gavin memberi tau
"Selama di rumah sakit.. cuma nama lo yang selalu dia sebut, bukan yang lain,"jelas nya
"Arka gamau apa-apa selain lo," jelas Gavin yang panjang lebar. Harap-harap Ana bisa luluh dengan perkataan nya
Apa yang di katakan Gavin itu benar? Pikir Ana.
Sekuat apapun Ana menolak untuk menjauh .. nyata nya hati Ana sudah terikat oleh Arka, dan rasa sayang nya terhadap Arka pun lebih besar dari pada rasa benci nya pada Arka.
"Temuin Arka An, gue ga tega liat dia kaya mayat hidup yang ga punya tujuan,"
"Gapapa lo benci atau marah sama dia, itu hak lo An, gue ga pernah mau maksa perasaan lo,"
"Dan gapapa juga kalo nanti nya lo ga mau liat Arka lagi, asalkan lo udah jenguk dia sekarang."
Yang di katakan Gavin benar, seenggak nya Ana menjenguk Arka sekali saja.
"Mau ya An? Gue tau lo orang nya baik An, dan gue juga yakin kalo lo bukan type cewe yang pendendam" pinta Gavin sedikit memohon
Gavin benar-benar berharap jika Ana tidak akan menolak.
__ADS_1
"Gue simpen belanjaan dulu," ujar Ana pada Gavin seraya mengiyakan ajakan cowo itu.
Gavin bersorak kemenangan karena dapat berhasil membujuk Ana.
Akhirnya ... usaha Gavin yang susah payah ini membuah kan hasil.
"Ayo," ajak Ana
"Ibu lo? .." tanya Gavin dengan ragu
"Gue udah izin, dan gue juga udah siapin kebutuhan ibu selama gue pergi,"
Gavin mengangguk paham, setelah nya mereka sama-sama menaiki motor Gavin dan melesatkan motor nya dengan kecepatan sedang, sebab Gavin takut Ana kenapa-napa. Bukan ada maksud lain .. hanya saja jika Ana kenapa-napa .. yang ada Gavin bisa bisa bonyok di hantam Arka.
~~
Ceklek
Bayu dan Stella menoleh ke arah Gavin yang sudah kembali ruangan Arka.
Sedangkan Arka hanya diam saja tanpa ingin tau siapa yang datang.
"Dari mana lo? Kata nya bentar, lah ini udah sore banget Gav," cerocos Bayu
Sepersekian detik kemudian .. Ana memasuki ruangan Arka dengan langkah ragu.
Senyum Bayu mengembang kala melihat kedatangan Ana," Ana," pekik Bayu yang langsung mendekati Ana seraya meneliti, apakah ini benar-benar Ana?
Mendengar nama Ana di sebut-sebut .. Arka langsung menoleh, dan benar saja .. disana ada Ana. Air mata nya tiba-tiba saja turun tanpa di minta, biarkan saja jika mereka mengatai dirinya cengeng, sebab Arka benar-benar merindukan sosok Ana selama ini.
Stella menatap Ana dengan bingung, untuk apa cewe ini datang? Bukan nya Arka bilang jika Ana hanya di jadikan sebagai alat saja?
Dan kenapa juga tatapan Arka bisa jadi sendu seperti ini ketika melihat kedatangan Ana? Banyak sekali yang Stella pikirkan tentang Ana sekarang.
"Bay," panggil Bayu seraya mengkode untuk keluar seraya memberikan ruang untuk mereka berdua.
"Ayok, Stel," ajak Bayu pada Stella yang berada di samping Arka.
Tanpa meminta persetujuan dari Stella .. Bayu langsung menarik nya pergi keluar, ya meskipun sempat menolak.
Kini hanya menyisakan Ana dan Arka saja di dalam.
__ADS_1
Ana mulai mendekat ke arah Arka dan duduk di kursi yang sempat Stella duduki.
Ternyata yang dikatakan Gavin dan Bayu benar, kondisi Arka sangat dikatakan tidak baik-baik saja. Bahkan Ana pun tidak menyangka jika Arka akan seperti ini
Meskipun berusaha untuk tidak menangis .. tetap saja Ana tidak bisa menahan air mata nya kala melihat kondisi Arka yang seperti ini.
"Kenapa bisa kaya gini?" lirih Ana," Gavin bilang .. lo gamau makan, kenapa? Mau tambah sakit?"
Arka langsung menghambur pelukan kepada Ana dan Ana dengan sigap terduduk di samping ranjang milik Arka.
Ana mengusap punggung Arka dengan pelan, sebab disana ada luka perban.
Punggung Arka bergetar, dan Ana yakin jika sekarang Arka pasti sedang menangis, sebab Ana merasakan leher nya yang basah.
Ana mengurai pelukan nya pada Arka
Tangan mungil nya mengusap wajah Arka dengan pelan." Makan ya? Gue yang suapin," Ana mengambil makanan Arka dan mulai menyuapi nya.
Arka sama sekali tidak menolak suapan dari Ana, karena memang itulah yang selama ini diri nya mau.
"Maaf," cicit Arka ketika mata mereka saling bertemu.
"Lo jelek banget kalo lagi sakit kaya gini," celetuk Ana di sela-sela menyuapi Arka
Ana meneliti setiap inci wajah Arka yang benar-benar pucat sekali, bahkan badan nya pun sangat kurus.
"Udah, kenyang," ujar Arka memberi tau
"5 hari loh ga makan Ar, 5 HARI," tekan Ana pada akhir kalimat nya," Masa baru beberapa suap aja udah kenyang? Lagi ya?" bujuk Ana
"Kenyang, nanti aja lagi,"
Ana menghela nafas dan kemudian memberikan Arka segelas minum air putih.
"Mau peluk lagi boleh?" pinta Arka yang baru selesai minum
Ana merentangkan kedua tangan nya agar mempermudah Arka memeluk nya.
Sekarang Arka seperti anak kecil yang ingin di manja oleh ibu nya.
Tangan Arka meraih tangan Ana dan menyimpan nya di atas kepala milik nya," Elus An," titah Arka.
__ADS_1
Ana pun menurut dengan keinginan Arka, tangan nya mulai mengelus pelan kepala Arka
Ana sampai tidak tega dengan Arka, apa dirinya bersalah karena tidak menjenguk Arka? Sebab kondisi Arka yang semakin memburuk juga karena salah nya.