Posessif Arka

Posessif Arka
episode 32


__ADS_3

Ketika Ana ingin ketoilet, tiba-tiba saja netra mata nya tidak sengaja menangkap sosok Arka di pinggir lapangan dengan seorang perempuan yang waktu itu.


Hari ini memang jadwal kelas Arka olahraga


Ana melihat interaksi kedua nya sangat romantis dan terlihat bahagia, terbukti dari perlakuan Arka yang manis kepada perempuan yang Ana tidak tau namanya itu.


"Benar-benar tidak bisa di percaya," gumam Ana yang masih melihat Arka di sana.


Baru saja Ana mulai luluh oleh sikap Arka, kini malah di patahkan kembali dengan kenyataan.


Ana pikir... Arka benar-benar akan membuktikan bahwa lelaki itu memang menyukai nya, ternyata .. Ana salah telah berpikir seperti itu tentang Arka.


Kali ini Ana tidak boleh termakan oleh rayuan Arka lagi, tidak boleh!


Disisi lain Gavin melihat Ana yang mata nya tertuju ke arah Arka, dengan senggolan pelan .. Gavin mengarahkan dagu nya ke lantai dua dan Arka pun ikut mengarahkan pandangan nya, di sana ... ada Ana.


Tangan yang tadinya sedang mengelus rambut Stella kini ia turunkan ketika melihat Ana di sana.


Ketika tatapan mata mereka bertemu, Ana langsung saja memutuskan pandangan itu dan kembali melanjutkan perjalanan nya menuju toilet.


Stella memang satu kelas dengan Arka dan kedua teman nya, itupun atas permintaan Stella yang memohon pada Arka, karena Stella tau kekuasaan Arka sangat berpengaruh di sekolah ini, sebab Arka selaku cucu dari pemilik yayasan yang kini sekolah nya mereka tempati.


"Ar? Arkaaaaaa," panggil Stella dengan setengah berteriak


"Eh iya Stel kenapa?"


"Kamu yang kenapa Arka? Aku panggilin dari tadi ga nyahut-nyahut," Stella berucap dengan kesal


"Maaf Stel aku ga denger, maaf ya?" ucap Arka meminta maaf sambil memijat kening nya.


Arka yakin, Ana pasti tambah kecewa karena dirinya tidak membuktikan ucapan nya.


Bagaimana ini? Kenapa pilihan nya begitu sulit!


Huft


"Kamu lagi mikirin apa si sebenar nya? Perasaan tadi ga kenapa-napa, kenapa sekarang jadi berubah drastis kaya gini," cerocos nya


Gavin yang melihat itu pun hanya bisa menggelengkan kepalanya, jika di lihat-lihat .. kasian juga Arka yang berada di posisi sulit seperti ini.


"Kenapa lo Ar?" tanya Bayu yang baru saja selesai melakukan push up.


Dari penglihatan Bayu ... Arka seperti orang yang sedang menahan pusing, kenapa ya kira-kira?

__ADS_1


"Pusing karena liat kecantikan Stella kaya nya Bay," celetuk Gavin mencairkan suasana, Gavin melakukan ini supaya Stella tidak bertanya lebih jauh lagi pada Arka


"Waaahh bener juga lo Gav, sinar matahari siang ini bikin aura kecantikan Stella makin bertambah ya?" goda Bayu, dirinya paham jika Gavin sudah berkata seperti itu.. tandanya ada yang tidak beres dengan Arka.


"Iya gitu Ar?" tanya Stella pada Arka untuk meyakinkan bahwa ucapan kedua teman nya itu benar


Beruntung sekali Arka memiliki kedua teman seperti mereka yang peka terhadap keadaan.


Arka mengangguk pelan dan tidak lupa menampilkan sebuah senyuman untuk memperkuat kebohongan nya pada Stella.


~~


Jam istirahat pun sudah tiba, lagi-lagi Arka meminta kedua teman nya untuk menjaga Stella, karena Arka ingin bertemu dengan Ana terlebih dahulu.


Sasaran nya sangat tepat, Ana berada di perpus sedang membaca sebuah buku yang ada di tangan nya.


Tanpa permisi dan kata-kata sopan lain nya, Arka langsung saja menarik tangan Ana segara keluar dari perpus dan menuju taman belakang.


Dengan kasar Ana menghempaskan cekalan yang Arka berikan," Mau lo apa lagi si!" pekik Ana yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran Arka," Gue muak sama lo Arka! gue muak!!"


"Dengerin aku dulu," Arka berusaha menenangkan Ana yang terlihat marah


"Apa? Gue harus dengerin omong kosong lo yang kaya gimana lagi?"


"Duduk An, nanti kaki kamu pegel kalo kelamaan berdiri,"


Meskipun malas, Ana tetap saja menurut perintah Arka dan mereka duduk berhadapan.


"Dengerin aku baik-baik, perempuan yang selalu deket sama aku itu ... nama nya Stella,"


"Ga peduli!" Ana menyerobot ucapan Arka yang belum selesai," Lo ngajak gue kesini cuma mau manas-manasin?"


"Aku belum selesai, kamu diem dulu oke?" titah nya pada Ana," Dia sahabat aku dan juga sahabat Gavin sama Bayu. Kita bersahabat dari kecil, cuma ... Stella pergi ikut orang tua nya yang pindah tugas ke Swiss, maka dari itu kita terpisah, dan sekarang.. Stella balik lagi."


"Kita bersahabat An, dan aku sama Stella emang udah sedekat itu dari dulu, jadi kalo kamu berpikir yang aneh-aneh tentang aku sama Stella ... aku rasa pikiran kamu salah,"


Ana berusaha mencari kebohongan pada mata Arka, namun tidak Ana temukan kebohongan itu.


"Kenapa lo ceritain ini ke gue?"


"Aku pikir kamu ngiranya aku sama Stella pacaran An,"


Tepat sekali, Ana memang berpikir seperti itu

__ADS_1


"Kalo pun kalian emang pacaran ... masalah nya sama gue itu apa? Gue kan ada hubungan apapun sama lo! gue terikat sama lo karena lo jadiin gue alat aja, iya kan?"


"Udah berapa kali aku bilang, kalo sekarang ini aku murni suka sama kamu dan bukan jadiin kamu sebagai alat lagi,"


"Tapi dengan terang-terangan ... lo ngomong kalo gue cuma di jadiin sebagai alat di depan sahabat lo yang bernama Stella itu!"


"Aku nyesel udah ngomong kaya gitu An, maaf," lirih nya


"Sulit dipercaya Ar," ucap Ana melemah," Gue bisa liat dari tatapan Stella, kalo dia menaruh hati sama lo,"


"Engga An, kita cuma sahabat," balas Arka meyakinkan. meskipun dirinya juga tidak yakin


"Atau ... lo yang suka sama dia?"


Lidah nya kelu ketika mendapat pertanyaan seperti itu


"Ga bisa jawab? Berarti bener kan? Kalo lo suka sama Stella, terbukti dari tatapan sama sikap lo sama Stella Ar... itu yang udah buat gue merasa yakin,"


"Jadi buat apa lo dengan susah payah yakini gue untuk percaya sama lo? Sedangkan hati lo ini cuma buat Stella," tatapan Ana sangat sulit diartikan, Arka bisa melihat jelas kekecewaan Ana pada mata nya


Arka menggeleng pelang," Aku berani sumpah An, kalo aku beneran suka bahkan jatuh cinta sama kamu,"balas Arka meyakin kan diri bahwa dirinya benar-benar mencintai Ana," Mungkin dulu .. aku cuma berniat jadiin kamu alat aja An, tapi dengan seiring nya waktu .. entah kenapa perasaan aneh tiba-tiba muncul. Bahkan ketika aku berdekatan sama kamu .. hati aku kaya ada kenyamanan," Arka berucap sejujur mungkin dan tidak mengada-ngada


Arka membawa tangan Ana untuk meletakan nya di dada milik Arka," Kerasakan gimana jantung aku yang detak nya secepat ini?"


Ana merasakan detak jantung Arka berdetak cepat tidak seperti orang normal biasa nya.


"Ini bukti kalo aku ga bohong An, kalo aku selalu kaya gini ketika berdekatan sama kamu," Arka menatap manik mata Ana dengan lekat


"Terus Stella gimana?"


"Kamu mau kan An, bantu aku buat yakini perasaan ini cuma buat kamu?"


"Aku yakin ga akan lama An, tapi aku mohon .. kamu harus sabar, soalnya .. aku ga bisa jauhi Stella gitu aja. Kamu bisa ngertiin aku kan? Kita bisa berduaan kaya gini diem-diem dulu sampai semua nya teratasi."


"Mau kan ngertiin aku?"


Sebenar nya Ana juga bingung, apakah ucapan Arka ini bisa di percaya? Tapi .. jika ingin tau .. berarti Ana harus menerima tawaran Arka.


Dengan ragu Ana mengangguk,"Iya Ar," sungguh Arka sangat bahagia, bahkan kelewat bahagia, sampai-sampai Arka memeluk Ana dengan erat sambil mencium puncak kepalanya.


"Makasih An, makasi," Arka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.


Yang harus Arka lakukan sekarang adalah meyakinkan hati nya bahwa Ana lah yang pantas untuk nya.

__ADS_1


Soal Stella ... nanti Arka pikirkan lagi


__ADS_2