Posessif Arka

Posessif Arka
episode 54


__ADS_3

Apa yang sekarang harus Ana katakan pada Arka? Lidah nya seakan mati rasa ketika ingin berbicara dengan Arka.


"Aku mau ke toilet dulu Ar, jadi kamu duluan aja ke kantin nya,"izin nya


"Aku anter aja deh, biar kita bareng ke kantin nya," Arka kekeh ingin pergi berdua bersama Ana


"Masa cowo masuk area toilet cewe! Kamu duluan aja, aku ga lama ko janji,"


"Hm, janji ya jangan lama?"tanya Arka memastikan


Ana mengangguk mengiyakan, seraya berjalan menuju toilet sekolah, pikiran nya terus saja tertuju pada Arka, bagaimana Ana memulai pembicaraan ini? Dirinya terlalu takut untuk mengatakan nya.


Ana segera memasuki toilet untuk menjadi tempat nya berpikir, sesekali Ana mencuci muka agar terlihat segar.


Merasa sudah cukup lama Ana berdiam diri .. namun tidak juga mendapatkan pencerahan.


Ketika Ana membuka pintu toilet, tiba-tiba saja ada Stella di depan nya, dan di posisi sekarang .. tidak begitu banyak orang di toilet karena mereka pasti berada di kantin.


"Stella," ucap Ana dengan pelan


"Hai Ana," ujar nya sambil menyodorkan sebelah tangan nya agar Ana menerima uluran tangan Stella.


Dengan refleks Ana pun menerima uluran tangan dari Stella, meskipun saat ini merasa bingung dengan sikap Stella yang tiba-tiba aneh.


"Seneng ga punya pacar kaya Arka?" tanya nya tanpa melepaskan tangan kedua nya, karena Stella memegang tangan Ana sedikit kuat, tapi .. tidak sampai menyakiti nya.


"Maksud lo?" dahi Ana mengerut tidak mengerti dengan ucapan Stella yang entah mengarah kemana.


"Gue tau lo ga bodoh Ana! Dan gue juga tau kalo tujuan lo pacaran sama Arka karena harta nya, iya?" Stella terkekeh sinis


"Gue ga pernah berpikir sampe ke sana, Gue pacaran sama Arka bukan karena hartanya, tapi karena gue emang murni cinta sama dia," balas Ana yang tidak terima di tuduh seperti itu. Secara langsung .. Stella mengatai nya sebagai cewe matre.


Ana akui dirinya memang bukanlah dari keluarga yang bergelimang harta, tapi .. tidak pernah sedikit pun Ana berpikir untuk memeras harta orang lain yang bukan hak nya.


"Pencitraan banget lo An, ngaku aja si, lagian .. cewe mana si yang ga mau sama harta Arka iya kan?" Stella terus saja memojokkan Ana

__ADS_1


Ana ingin sekali mencabik mulut Stella yang seenak nya berbicara seperti itu, namun Ana urungkan karena tidak mau membuat masalah.


Mata Ana melotot kala Stella mengeluarkan pisau lipat berukuran kecil," Stel, jangan lakuin itu," tangan Ana gemetar kala pisau nya menyentuk kulit tangan Ana,"Stella!!" teriak nya sambil mendorong tubuh Stella dan merebut pisau nya, alhasil Stella terjatuh dan tangan nya tergores oleh pisau itu, sampai-sampai .. tangan Stella mengeluarkan darah segar.


"Akh," ringis Stella memegang luka nya


Keberuntungan tidak berpihak pada Anata, ada salah seorang datang ke toilet dan menyaksikan kejadian itu, langsung saja siswi itu menyebarkan vidio yang berdurasi 20 detik itu ke grup sekolah, tidak sampai 5 menit .. vidio itu tersebar luas.


Banyak yang berbondong-bondong menuju toilet sekolah untuk memastikan kebenaran pada vidio yang tersebar.


Ana sampai kaget ketika banyak siswa/i yang datang berhamburan, dan tidak hanya itu .. mereka dengan terang-terangan mengatai Ana seorang pembunuh, psikopat dan cewe gangguan mental.


Karena memang Ana masih belum sadar dalam situasi seperti ini .. Ana langsung berjongkok untuk membantu Stella berdiri, karena pasal nya .. Ana merasa tidak melakukan apa pun pada Stella.


Sedangkan di sisi lain ..


"Stella sama Ana kenapa belum dateng? Lama banget mereka di toilet," Bayu tak habis pikir, kenapa cewe-cewe suka lama jika ke toilet.


Ketiga nya sesekali melirik ke arah siswa/ i yang lari berhamburan, dan dengan bisikan-bisikan heboh nya.


"Kenapa lo Gav, kaya orang linglung begitu," celetuk Bayu yang melihat Gavin bertingkah aneh.


"Kalian cek grup sekolah,"


"Ada apa emang," meskipun merasa aneh .. kedua nya pun menurut dengan perkataan Gavin


"Woaaahhh," Bayu kaget bukan main, dirinya melihat Ana berbuat kasar pada Stell." Ini beneran Ana? Ga nyangka gue dia se nekat itu,"


Ana yang ia kenal baik, ramah dan lemah lembut itu .. melakukan aksi yang tidak terpuji sama sekali.


Arka meremas kuat handphone seraya berjalan menuju toilet dengan sedikit berlari.


"Minggir," desis Arka dengan suara dingin kepada orang-orang yang menghalangi jalan.


Seketika semua orang pun memberikan jalan untuk Arka dan kedua teman nya.

__ADS_1


Stella menangis hingga sesenggukan, Ana sampai di buat bingung dengan sikap Stella yang aneh.


Kenapa Stella sampai menangis segala? Apa yang sebenar nya Stella rencanakan? Ana sampai tidak sadar jika drinya masih memegang pisau lipat milik Stella.


"Stella!" pekik Arka dengan wajah khawatir nya, Arka mendorong Ana hingga terjatuh, kemudian Arka berjongkok di depan Stella yang terlihat kacau.


"Ar, gue takut," ucap Stella di sela-sela tangis nya


"Ada gue Stel, tenang oke? Kita obatin sekarang,"ucap Arka menenangkan.


Seketika Arka menatap Ana dengan tatapan tajam bak singa yang akan menerkam mangsa.


"Apa yang lo lakuin sama Stella Ana!!" bentak nya, bahkan kata panggilan nya pun seketika Arka rubah.


"Kenapa lo lakuin ini!!" Ana masih diam tak menjawab, setelah sadar .. Ana langsung membuat pisau lipat itu.


"Aku ga ngelakuin apa pun sama Stella Ar, dia terluka karena ulah dia sendiri," ujar Ana membenarkan kesalahpahaman yang terjadi.


"Bohong! Lo bohong Ana," desis Stella," Aku ga sengaja Ar denger dia ngomong sendiri, dari perkataan nya .. dia ngomong kalo tujuan pacaran sama kamu karena ingin harta kamu Ar, karena selama ini dia ga cinta sama kamu, melainkan sama Danil," ucap nya di sela-sela tangisan.


Dan dengan mudah nya .. Arka termakan oleh perkataan Stella, tanpa mau mendengarkan penjelasan dari Ana.


"Lo ngomong apa Stella!" bentak Ana tak terima di tuduh seperti itu.


"Ketika aku mau ngasih tau kamu .. dia malah ngelukain aku kaya gini," Stella terus saja memanas-manasi keadaan, agar Arka dan yang lain nya percaya dengan kebohongan yang diri nya lakukan.


"Engga Arka! Dia bohong!! Aku ga mungkin ngelakuin itu," Ana tetap kekeh mempertahan kan harga diri nya yang mendapatkan fitnah.


"Gue kecewa sama lo An, gue pikir .. lo emang bener-bener cinta sama gue. Sekarang .. gue sadar, cewe miskin kaya lo emang ga pernah tau diri!" ucapan Arka sangat menusuk hati Ana, terlebih lagi ketika Arka mengatai diri nya sebagai cewe miskin.


Setetes air mata keluar dari kelopak mata Ana


"Lo nangis darah juga gue ga peduli," setelah mengucapkan itu .. Arka langsung menggendong Stella ala bride style untuk membawa nya ke UKS sekolah.


Bayu dan Gavin pun menatap Ana dengan tatapan penuh arti.

__ADS_1


Setelah kepergian Arka dan teman-teman nya .. Ana di bully habis-habisan oleh penghuni sekolah, bahkan bajunya sudah basah kuyup akibat guyuran air.


__ADS_2