Posessif Arka

Posessif Arka
episode 35


__ADS_3

Tepat jam 21 : 30, Arka sudah sampai di kediaman nya, meskipun Stella sempat ngeyel belum mau pulang ... tapi Arka terus saja memaksa, sebab besok masih sekolah.


Arka merebahkan tubuh nya di atas kasur, badan nya terasa sangat pegal sekali, namun sebelum tidur Arka meraih handphone nya yang tidak ia pegang sama sekali karena saking asik nya bermain bersama Stella.


Sontak mata Arka membulat kala mendapatkan puluhan telepon dan chat dari Ana.


"Sial!" maki nya pada diri sendiri


Dengan gerak cepat Arka melakukan panggilan telepon kepada Ana, namun sial nya nomor Ana tidak aktif.


"Kenapa bisa lupa si Arkaaaaa," gerutu nya pada diri sendiri


"Bodoh bodoh bodoh! lo bodoh Arka!"


Arka menjambak berkali-kali rambut nya dengan kasar dan setelah nya Arka memukul-mukul kepalanya sendiri.


"Ana..." lirih nya


Aaarrrgghhhhh


Arka sangat frustasi dengan kesalahan yang telah ia perbuat sekarang, Ana pasti akan sulit untuk percaya kepadanya lagi, karena sudah terlalu sering Arka mengingkari janji nya pada Ana.


Arka sudah terlalu dekat dengan Stella sedari dulu, jadi .. apapun permintaan yang Stella inginkan .. akan Arka turuti tanpa berpikir terlebih dahulu.


Hari ini kesalahan Arka sangat fatal, karena di tambah dirinya melihat postingan Stella yang men tag dirinya sewaktu di pasar malam.


"Apa Ana udah liat postingan ini?" tanya nya pada diri sendiri," Ya pasti udah lah begoooo! Arka bego, Arka bego!" desis nya


Malam ini Arka tidak bisa tidur dengan tenang, pikiran nya masih tertuju pada Ana yang jauh disana.


"Aku harap kamu maafin kesalahan aku ini An, aku janji ... ini adalah kesalahan terakhir aku," gumam nya dengan pelan


~~


Pagi ini niat nya ingin menemui Ana dan mejelaskan kejadian semalam, tapi ... Stella terus saja mengekor kemana pun Arka pergi.


Di bujuk oleh teman-teman nya pun tetap saja tidak mau.


Arka terus saja menyusuri lorong koridor sekolah, sesekali mata nya melirik kesana-kemari seraya mencari keberadaan Ana.


Tepat ketika pandangan nya lurus ke depan, Arka melihat Ana sedang berjalan dari arah berlawanan. Tatapan mereka bertemu, namun Ana terlihat tidak peduli dan seakan-akan tidak saling kenal, terlebih lagi ... Ana melihat Stella mengait kan tangan nya pada Arka dengan mesra.


Ketika mereka sudah berhadapan ... Arka menghentikan langkah kaki nya, sedangkan Ana melewati Arka begitu saja dan tetap berjalan tanpa menghiraukan Arka sedikit pun.


Ingin sekali Arka menyapa Ana, tapi apalah daya dirinya yang saat ini sedang bersama Stella.


Arka hanya bisa menghela nafas panjang, dirinya berusaha untuk mengontrol emosi nya yang ingin meledak sejadi-jadi nya.


"Kenapa berhenti Ar?" tanya Stella yang bingung ketika Arka menghentikan langkah nya.," Sebenar nya kamu mau kemana si? Dari tadi muter-muter tapi ga nyampe juga,"


"Kita balik kelas sekarang," ucap Arka dengan nada tidak minat


"H-hah?" melihat tingkah Arka yang aneh membuat Stella di buat bingung. Mau tidak mau .. Stella hanya bisa mengekor kemana pun Arka pergi.


Arka duduk di bangku nya dengan tangan bersedekap dada.


Tatapan nya kosong mengarah ke depan, entah bagaimana kondisi otak Arka saat ini, inti nya sangat tidak bisa dijelas kan.


"Abis nyari apasi emang nya? Sampe muka lo kusut begitu" tanya Bayu keheranan, perasaan tadi pagi tidak seperti ini


"Gatau nih, dari tadi kita cuma muter-muter doang, eh abis itu malah minta balik kelas aja," gerutu Stella yang menatap Arka dengan aneh," Ga jelas kan dia mah,"


Gavin merasa jika ada sesuatu dengan Arka, tapi tentang masalah apa? Jika ada masalah dengan Ana ... bukan nya hubungan mereka baik-baik aja ya? Pikir Gavin.


Akhir-akhir ini .. Gavin terlalu sering melihat Arka mendapat kan berbagai macam masalah, entah itu masalah percintaan ataupun masalah keluarga.


Pertanyaan Bayu maupun gerutuan Stella sama sekali tidak Arka hiraukan, pikiran nya hanya tertuju pada satu nama.. yaitu Ana.

__ADS_1


Bukan kah hari ini masuk kerja? Itu tandanya Arka bisa menemui Ana di tempat nya bekerja.


Sepulang sekolah .. Arka akan pergi menemui Ana, dirinya berharap.. Ana bisa memaafkan nya seperti kesalahan-kesalahan sebelum nya.


~~


Arka sudah duduk anteng di meja pelanggan sebuah cafe tempat Ana bekerja, Arka melihat jelas ke arah Ana yang sibuk memberikan pesanan kesana-kemari.


Arka berpesan kepada salah satu waiters, jika pesanan dirinya ingin di antarkan oleh pelayan bernama Anata, dan keinginan nya pun di sanggupi.


Arka hanya harus sabar menunggu pesanan itu tiba.


Yang di tunggu-tunggu sedari tadi pun akhir nya tiba," Ini pesanan nya, selamat menikmati," ucap Ana seramah mungkin


"An," panggil nya, tidak mungkin kan Ana tidak mengenal nya?


Melihat Ana yang hendak pergi, Arka buru-buru mencekal pergelangan tangan Ana.


Ana berusaha berontak, namun tidak menghasilkan apa pun, tenaga tidak cukup kuat untuk melawan Arka.


"Aku mau bicara sama kamu An," lirih nya


"Maaf, saya sibuk bekerja, jadi tolong sopan santun nya di jaga," balas Ana sedingin mungkin


"Plis An, aku bener-bener minta maaf," ucap nya lagi," Aku janji An, ini kesalahan aku yang terakhir dan aku pastiin itu," lanjut nya dengan bersungguh-sungguh


Ana mengangguk pelan," Ga peduli sama sekali, jadi tolong lepasin tangan gue," desis nya," Atau .... gue teriak," ujar Ana mengancam.


"Kamu beneran marah sama aku An?"


Arka ini bodoh atau bagaimana? Ya jelas lah Ana pasti sangat marah, dasar bodoh!


Dengan sekuat tenaga Ana menghempaskan cekalan Arka dan... berhasil," Mulai sekarang .. jangan pernah ganggu gue lagi, paham!" setelah mengucapkan itu .. Ana langsung pergi tanpa sepatah kata pun.


Arka menggebrak meja dengan kuat, sontak hal itu pun mengundang tatapan dari pengunjung yang lain.


Motor yang di kendarai nya pun melaju dengan kecepatan tinggi, bahkan pengguna jalan yang lain nya pun mengumpat ketika melihat Arka yang seenak nya menggunakan jalan yang bisa membahayakan orang lain.


Namanya juga seorang Arka, mana peduli dia dengan orang lain.


Ketika sedang enak-enak nya kekebutan .. Arka mendapatkan sebuah panggilan telepon yang entah dari siapa.


Dengan terpaksa Arka menepikan motor nya terlebih dahulu, dan langsung saja Arka merongoh handphone nya di simpan di saku jaket nya.


Ternyata Gavin lah yang menelpon nya sedari tadi.


"Ada apa?" tanya Arka to the point


"Sakha ngajak balapan malam ini, mau lo jabanin ga?" ujar Gavin memberitahu


Sangat pas sekali, saat ini Arka memang sedang mencari pelampiasan."Bilangin sama dia, gue terima tantangan nya,"


"Oke, nanti malam kita langung ketemu di tempat aja ya? Ntar gue kasih tau Bayu sekalian,"


"Hmm,"


Tut


~~


"Ar," panggil Bayu yang sedikit berteriak


Bayu dan Gavin sudah lebih dulu sampai di tempat arena balapan.


Arka yang merasa namanya di panggil itu menoleh ke sumber suara dan disana ia mendapati Bayu dan juga Gavin.


"Lo langsung kesana aja Ar, si Sakha bilang kalo lo udah sampe ... langsung ketempat ke jalan aja,"ujar Bayu memberi tahu

__ADS_1


"Fokus Ar, gue ga yakin kalo si Sakha ga bakal main curang, secara ... dia punya dendam sama lo,"ucap Gavin memperingati, pasal nya Gavin mempunyai firasat yang tidak enak, tapi entah tentang apa.


Semoga saja tidak akan terjadi sesuatu pada Arka.


"Siap, tenang aja," Arka pun melajukan motor nya menuju garis star


"Siap kalah Arka?" tanya Sakha dengan sinis


"Ga punya kaca apa gimana? Bukan nya yang sering kalah itu lo ya?" Arka tertawa remeh menanggapi nya.


"Tenang aja, balapan malam ini... gue jamin bakal lebih unggul dari lo,"


"Gausah banyak bacot! kita buktiin aja nanti," balas Arka sesantai mungkin


"Oke, kalian sudah siap?" tanya pemandu wanita di depan nya sambil mengibarkan mendera


Arka mau pun Sakha mengangguk mantap dan seketika menutup kaca helm nya secara bersamaan.


"Saya hitung mundur dari ..."


"Tiga,"


"Dua,"


"Satu!"


Nampak sekali motor yang di kendarai Arka melaju dengan kencang, sampai Sakha pun tertinggal jauh.


Rupanya Sakha pun tidak menyerah, dan segera menyusul Arka.


Kini Sakha berada tepat samping Arka, seringai tipis tercetak di bibir Sakha, namun Arka tidak melihat nya sebab Sakha menggunakan helm.


"Sedikit lagi," ucap Sakha dalam hati


Duarr


Suara ban motor pecah terdengar nyaring dari motor Arka.


"Selamat tinggal Arka," gumam Sakha dengan wajah kemenangan nya


Setelah melihat Arka tanda-tanda kekalahan dari Arka .. Sakha langsung melajukan motor nya dengan kecepatan lebih tinggi, agar sesegera mungkin mencapai garis finis.


"Aakhh," pekik Arka yang terguling dari motor nya


Punggung Arka mengenai trotoar pinggir jalan yang mengakibatkan rasa nyeri di bagian tulang nya, dan beberapa goresan di tangan serta di wajah nya.


Setelah nya.. Arka kehilangan kesadaran.


"Suara apaan tuh," ujar Bayu dengan raut kaget nya


Tidak lama kemudian terlihatlah Sakha yang memenangkan balapan malam ini.


"Ada yang ga beres," gumam Gavin, pasal nya tidak mungkin sekali jika Arka bisa dengan mudah nya di kalan kan." Bay, kita susulin Arka! Ada yang ga beres disini,"


"Ayo Gav, gue juga mikir hal yang sama kaya lo,"


Mereka berdua menaiki motor nya masing-masing dan segera menyusul Arka


Dari kejauhan mereka berdua melihat motor Arka yang rusak


"Arka," pekik Gavin yang syok melihat Arka terbaring tak berdaya di pinggir jalan


"Ar?" Bayu berusaha menggoyangkan tubuh Arka, namun tidak ada respon nya sama sekali," Gav, lo mau kemana?!" teriak Bayu yang melihat Gavin akan pergi


"Gue mau bikin perhitungan sama cupu itu! Karena dia udah bikin Arka celaka!!"


"Kita bawa Arka ke rumah sakit dulu! Masalah banci itu mah nanti aja gampang, yang penting keselamatan Arka yang harus kita dahuluin."

__ADS_1


"Aarrgghhhh," teriak Gavin frustasi


__ADS_2