Posessif Arka

Posessif Arka
episode 70


__ADS_3

Eugh


Lenguhan halus keluar dari mulut Danil yang menandakan jika remaja itu telah sadar.


Kedua mata nya mengerjap-ngerjap seakan menyesuaikan dengan cahaya lampu yang pertama kali diri nya lihat.


Ruangan yang bernuansa putih serta bau obat-obatan yang menjadi ciri khas sebuah rumah sakit.


"Ana!" panggil Danil yang langsung terduduk ketika kesadaran nya kembali pulih seutuh nya.


Arka yang terjaga di samping Danil pun terlonjak kaget, kemudian memutar kan kedua bola mata nya dengan malas.


Sama hal nya dengan kedua teman Arka yang tak kalah kaget, bahkan handphone Bayu yang sedang di gunakan bermain game online bersama Gavin pun hampir terjatuh."Selamat," ucap Bayu dengan rasa syukur sambil mengelus dada nya dengan pelan


"Untung ga ada yang punya riwayat jantung," celetuk Gavin menghembuskan nafas nya dengan kasar


"Lagian lo sadar malah bikin orang kaget. Kenapa tiba-tiba manggil Ana?" tanya Arka," Mau minum?" lanjut nya dengan menawari minum


"Engga, makasih." tolak nya dengan halus," Gue cuma keinget Ana aja, soal nya kan terakhir kali yang gue inget lagi sama dia," jelas nya


"Sering kambuh tiba-tiba?" tanya Arka dengan hati-hati


" Hmm," balas Danil dengan deheman," Gue mau nanya, boleh?"


Arka mengangguk pelan seraya mengiyakan," Tinggal nanya aja, bebas."


"Lo lepasin Ana demi gue?"


"Engga," elak nya


"Gausah bohong, gue tau banget kalo bucin parah sama Ana, dan dengan tiba-tiba nya lo lepasin Ana. Gue udah tau alasan lo lepasin Ana, karena Ana udah cerita. Tapi .. gue ga percaya kalo lo se tega itu,"

__ADS_1


"Lo lebih pantes di banding gue,"


Danil menggelengkan kepala nya dengan pelan seraya tidak mengerti dengan jalan pikiran saudara nya itu." Gue tau bukan itu alasan lo sebenar nya, tapi .. karena lo kasian kan sama gue?"


"Urus aja kesehatan lo, gausah mikir yang aneh-aneh," titah nya


"Bahagia nya Ana cuma ada di lo Ar, bukan di gue," lanjut nya yang tak menghiraukan ucapan Arka," Balik lagi sama dia mau ya?" pinta Danil," Karena gue udah ga mau lagi, gue nyerah,"


"Gue lakuin semua ini demi lo Nil, gue udah terlalu banyak ngambil kebahagiaan lo termasuk Ana, jadi gue mau balikin Ana ke lo lagi,"


"Lo jangan ngomong gitu dong Nil, kalo lo cinta sama Ana .. harus nya lo lebih semangat lagi buat berjuang untuk sembuh," semangat Gavin


"Buktiin ke kita-kita kalo lo bener-bener mau sembuh untuk ngejar cinta si Ana. Emang lo beneran ga cinta sama dia? Lo ga kasian sama dia nanti nya bakal kaya gimana tanpa lo?" timpal Bayu


Danil meremas selimut dengan kuat. Tentu saja dirinya sangat mencintai Ana, dia perempuan pertama yang telah membuat ia jatuh hati. Tapi .. apakah dirinya mampu untuk bertahan lebih lama? Sedangkan di posisi sekarang kondisi nya semakin turun drastis, bahkan berharap untuk sembuh pun sudah tidak ada lagi di dalam lubuk hati Danil, karena rasa sakit nya saat ini sungguh membuat dirinya semakin pesimis.


Entah harus berapa lama lagi dirinya harus bertahan dengan penyakit yang bersarang di dalam tubuh nya, ini sangat menyiksa sekali.


Di ruangan ini hanya ada Danil dan Arka dkk sebab Papah nya tadi pulang terlebih dahulu untuk bersih-bersih.


"Dia ilfill ga ya sama gue?" tanya Danil sedikit pelan


"Ana bukan cewe kaya gitu, dia mencintai seseorang dengan tulus tanpa melihat kekurangan atau kelebihan dari pasangan nya, dan gue yakin itu." ucap Arka meyakinkan


"Gue kasian sama Papah yang selama ini anter gue berobat kemana-mana tapi ga ada hasil nya sama sekali,"ujar Danil yang menatap kosong ke arah depan


"Karena Papah sayang sama lo Nil, jadi lo jangan kecewain pengorbanan Papah selama ini. Lo inget kan Papah rela bohongin gue demi lo? Bahkan Papah sampe marah-marah kalo liat gue jahatin lo." ucap Arka yang melemah, karena jujur tidak ingin kehilangan Danil.


"Papah ga tau gue di rumah sakit?" tanya Danil


"Tau. Cuma tadi pulang dulu buat bersih-bersih" jawab Arka," Lo tau? Pas pertama kali Papah denger lo masuk rumah sakit? Dia khawatir banget padahal lagi ada klien yang datang ke perusahan, dan Papah batalin gitu aja demi lo,"jelas nya

__ADS_1


"Tuhkan .. hidup gue cuma nyusahin Papah aja," ucap Danil dengan lesu


"Itu karena Papah gamau liat lo kenapa-napa! Jadi stop jangan berpikir yang aneh-aneh! Lo cukup bertahan dan mencoba untuk sembuh,"


"Lo pernah denger ga si kalo yang punya penyakit kaya gue itu ga pernah tertolong? Apalagi penyakit gue udah akut,"


"Jangan pesimis, lo pasti sembuh," final nya," Tadi gue beli bubur, nih makan dulu udah waktu nya jam makan siang," ucap Arka seraya menyodorkan semangkuk bubur


"Nanti ajalah, belum mau," tolak nya


"Gue tamplokin ya ke muka lo?!" geram Arka," Kalo nolak .. gue bakal seret lo ke kandang buaya!" lanjut nya dengan sebuah ancaman


"Si Arka kalo ngomong suka bener Nil, mending makan ajalah cari aman," timpal Bayu agar membuat Danil makan


"Gue ga bakal nolong lo, kalo lo di seret sama si Arka Nil, soal nya gue juga takut kena getah nya," ucap Gavin dengan merinding


Mendengar ucapan kedua teman Arka membuat Danil ikut merinding, pasal nya memang ucapan Arka tidak pernah main-main. Tapi ... apa mungkin Arka tega melakukan semua itu?


Dengan malas Danil pun mengambil mangkuk berisikan bubur dari tangan Arka karena dirinya juga tidak ingin membuat Arka kecewa.


Arka tersenyum puas melihat Danil yang mulai memakan bubur yang telah ia beli." Habisin! Kalo ga habis gue masukin mangkuk nya ke mulut lo," ancam Arka yang sedikit terkekeh


"Berisik! Gue tamplokin juga ini bubur!" balas Danil yang malas mendengar ancam Arka sedari tadi yang tak henti-henti nya.


Kedua teman Arka terkekeh pelan melihat interaksi kedua bersaudara itu.


"Gelut ajalah gelut," ujar Bayu memanas-manasi keadaan


"Gue vidioin biar ada banyak orang yang nonton," timpal Gavin seraya mengarah kan handphone nya ke arah Arka dan Danil.


"Asem lo pada!" ucap Arka seraya melemparkan sebungkus makanan ringan dan di tangkap oleh Gavin dan langsung membuka nya untuk di makan bersama Bayu.

__ADS_1


__ADS_2