Posessif Arka

Posessif Arka
episode 24


__ADS_3

Seorang Ana memulai kembali hari-hari nya dengan berdiam di perpus sekolah ketika jam istirahat, ia berusaha bangkit dari keadaan yang menimpa nya.


*itu si Ana kan? setelah di campakan sama si Arka, dia ke sini lagi


udah gue bilang kan, si Arka tuh cuma main-main doang buat balas dendam sama si Danil


lagian mana mau si Arka sama cewe modelan si Ana? ga selevel banget


masa seorang Arka doyan sama cewe miskin!


kasian ya si Ana


eh iya tadi pagi gue liat si Arka gandeng cewe cantiiiiikkk banget, kaya nya si itu pacar nya


mereka serasi banget*


Sebisa mungkin Ana menulikan pendengaran nya dari bisikan-bisikan yang menggosipkan masalah hubungan nya dengan Arka.


Tentu saja membuat Ana kurang nyaman berada di posisi seperti ini, buku yang sedari tadi dirinya pegang tidak sama sekali ia baca dengan fokus, sebab pikiran nya terus saja melayang kemana-mana.


huft," sabar Ana, anggap aja ini ga pernah terjadi," gumam nya meyakinkan diri sendiri.


~~


"hai Stel," sapa Bayu dengan ramah

__ADS_1


"gue ga nyangka si Stel, kita bisa kumpul bareng gini lagi kaya dulu," ujar Gavin


"jujur aja, selama gue di Swiss.. gue merasa bosen banget tauuu," balas nya dengan lesu," ya meskipun gue disana dapet temen, tapi ... ga sama kaya kalian,"balas Stella," nyari siapa Bay?" tanya Stella pada Bayu yang melihat teman nya itu celingukan seperti mencari seseorang


"nyari Ana, lo ga bareng dia Ar?" tanya Bayu


"Ana? siapa?" ternyata banyak yang tidak ia ketahui selama di Swiss


Arka menepuk kening nya lupa," astaga, gue lupa ga ngabarin dia," gumam nya yang tidak dapat terdengar oleh siapa pun, saking bahagia nya dengan kedatangan Stella, Arka hinga lupa sama Ana


"Ana siapa si Ar? ko kalian ga pernah cerita ," tanya Stella dengan penasaran, sebab pertanyaan nya sedari tadi belum juga ada yang menjawab nya


"pacar si Arka Stel," jawab Gavin dengan singkat, mata nya kini menatap Arka sepenuh nya,"lo ga lupa kan Ar sama si Ana?"


"pacar," beo Stella


Kedua teman Arka hanya menggeleng-geleng kan kepalanya tak percaya dengan ucapan Arka barusan. Bisa-bisa nya Arka sejahat itu kepada cewe.


Awal nya Stella memang kaget jika Arka memiliki kekasih, setelah mendapatkan jawaban nya ia merasa kembali lega." belum puas juga kamu Ar buat Danil menderita selama ini?"


"ga akan pernah puas Stel, sebelum dia bener-bener hancur sehancur-hancur nya," kekeh Arka yang mendarah daging


"sssttt Ar, Ar," bisik Gavin


"hmm?"

__ADS_1


Gavin mengarahkan dagu nya ke arah belakang Arka dan ... disana ada Ana. Apa Ana mendengarkan semua ucapan nya tadi? semoga saja tidak


"hai An," sapa Bayu dengan ramah," sini gabung sama kita,"


Arka di buat bingung, antara mengejar Ana atau berdiam diri dengan Stella, ia rasa akan membicarakan masalah ini nanti saja, Arka yakin.. Ana pasti akan mengerti


"engga, makasih," balas Ana dengan cuek. Sakit! hati Ana sakit mendengar penuturan Arka yang mengklaim dirinya sebagai pacar hanya untuk membuat Danil hancur, dan parah nya dia mengatakan bahwa dirinya hanya di jadikan alat saja. Sejahat itukah Arka? Harus nya ia sadar bahwa Arka memang tidak akan benar-benar menyukai nya dan sayang nya Ana malah terbawa suasana dengan sikap Arka.


Setelah mengucapkan itu, Ana kembali melangkah kan kaki nya menuju penjual air minerale yang menjadi tujuan awal nya.


Ana terpaksa pergi ke kantin karena tenggorokan nya terasa kering sekali, tanpa di duga.... telinga nya malah mendengar kenyataan pahit dari mulut Arka. Ana tidak peduli dengan bisikan-bisikan yang terdengar, sekarang ini ia hanya butuh ketenangan


~~


Menikmati indah nya pemandangan taman sekolah di jam istirahat dengan angin sejuk yang menerpa wajah nya, mata Ana tertutup menikmati terpaan angin.


ekhem


Mata Ana terbuka sempurna kala mendengar deheman dari seseorang," Danil," lirih Ana, tanpa di minta Danil merentangkan tangan nya supaya Ana masuk ke dalam dekapan nya.


Danil memeluk erat tubuh Ana, ia yakin Ana sangat sakit hati di perlakukan seperti itu oleh Arka, sebenar nya dirinya ingin sekali menghajar Arka, tapi... apalah daya ia tidak ingin membuat keributan," nangis aja An sepuas nya," Ana terisak dalam pelukan Danil," aku salah apa Nil sama Arka? sampe dia tega ngelakuin ini sama aku?"


"maaf An, ini sama sekali bukan salah kamu ... tapi disini aku yang salah, andai saja aku ga nembak kamu An.. pasti kejadian seperti ini ga akan ada, dan kamu akan bahagia seperti biasanya," sesal Danil


"engga Nil, kamu ga salah, dia nya aja yang udah keterlaluan sama kita," balas Ana di sela-sela tangis nya

__ADS_1


"sekarang ada aku An, aku ga bakal biarin Arka terlalu jauh nyakitin perasaan kita berdua,"


Ana semakin terisak dan pelukan nya mengerat di tubuh Danil.


__ADS_2