Posessif Arka

Posessif Arka
episode 68


__ADS_3

Hari semakin hari Ana dan Danil selalu tampil bersama, selama itu pula Ana tidak pernah bertegur sapa sama sekali, meskipun kedua nya sempat berpapasan di jalan .. namun mereka seolah dua orang asing yang tidak pernah mengenal satu sama lain.


Benci, itulah sebuah kata yang selalu Ana ucap kan setiap hari nya kepada Arka. Sejak kejadian itu .. Ana benar-benar tidak ingin tau menahu semua tentang Arka.


Sulit di mengerti bagaimana pun cara berpamitan .. perpisahan tetaplah terasa menyakitkan.


"Sesekali kita makan di kantin aja An, kamu ga perlu khawatir dengan omongan orang lain. Kalo ada yang berani nyakitin kamu .. aku akan bikin orang itu menyesal," ucap Danil di sela-sela mengunyah makanan yang Ana bawa. Ana sengaja membawa bekal dari rumah, kata nya si untuk menghemat, terlebih lagi .. makanan dari rumah sudah terjamin kesehatan nya.


Ana menatap Danil sekilas, kemudian melanjutkan acara makan nya. " Aku kurang nyaman berada di sana," balas nya sembari menatap daun yang di terpa angin di atas sana.


"Ada aku," ujar nya memberikan keyakinan serta ketenangan


"Tetap aja Nil, mau ada kamu juga nama aku selalu di sebut-sebut sama mereka," tatapan mata kedua nya bertemu, cukup lama mereka bertatapan, namun dengan segera Ana memutuskan pandangan itu." Kaya nya .. apa pun yang aku lakuin selalu di anggap salah sama mereka, padahal aku sendiri bingung .. apa salah aku sama mereka? Sampai-sampai mereka segitu ga suka nya sama aku?"


"Itu tanda nya mereka iri sama kamu, karena cuma kamu yang bisa deketan sama aku maupun Arka. "


"Kenapa harus iri?"


"Karena kamu satu-satu nya cewe yang beruntung An. Kamu tau sendirikan banyak cewe-cewe di luaran sana yang dengan terang-terangan pengen jadi pacar aku sama Arka? Tapi apa? Mereka sama sekali ga ada yang kita respon kecuali kamu." jelas nya," Jadi mulai sekarang .. kamu ga usah pikirin omongan mereka. Kalo mereka ngomong yang engga-engga .. lawan aja selagi itu memang buat kebenaran, dan aku akan jadi orang pertama yang bakal dukung kamu,"


"Aku ga mungkin lawan mereka, takut nya poin aku berkurang gara-gara masalah ini," selama ini Ana diam bukan berarti karena takut, tapi satu hal, dirinya tidak ingin di cap siswi berkelakuan buruk sebab diri nya berada di Diamond Class.


"Iya ya, kamu kan termasuk siswi pilihan," ucap nya terkekeh pelan


Ana memutar bola mata nya malas," Sebisa mungkin aku harus tahan sampai lulus nanti," ujar nya menyemangati diri sendiri


"Kamu pasti bisa, kamu kan cewe terbaik dari yang pernah aku kenal," puji Danil seraya menggoda nya


"Jadi gimana? Mau kan lain kali kita makan di kantin?" tanya nya lagi


"Hmm, boleh," balas Ana yang di iringi senyum manis nya," Nil," panggil Ana dengan raut kaget nya

__ADS_1


"Kenapa?"


"Kamu mimisan," ucap Ana sambil memberikan tisu kepada Danil


Benar saja ketika Danil menyentuh area hidung ternyata ada darah di sana yang mengalir, secepat mungkin Danil membersihkan nya menggunakan tisu yang di berikan oleh Ana. Hasil nya nihil .. darah itu tidak henti-henti nya keluar, justru malah semakin deras.


Tidak lama kemudian Danil hilang kesadaran dan jatuh ke pelukan Ana," Nil?" panggil Ana sambil menepuk-nepuk pipi Danil," Jangan becanda ih! Bangun" Ana kelimpungan dan bingung harus berbuat apa.


Ana berusaha bangkit terlebih dahulu untuk mencari pertolongan sebab dirinya tidak mungkin bisa menggendong Danil yang berat nya tidak sesuai dengan dirinya.


Netra mata nya terus menatap kesana-kemari agar seseorang bisa menolong nya dengan cepat. "Bayuuuuu!!" panggil nya dengan berteriak, Ana melihat bayu yang seperti nya habis dari toilet.


Bayu yang merasa nama nya di panggil pun menoleh ke sumber suara," Ana?" beo nya, seketika saja Bayu menghampiri Ana yang wajah nya terlihat gelisah


"Cepetan!"


"Ada apa?'


""Danil, tolongin dia. Dia pingsan," Ana mengajak Bayu ke area taman dan menunjukkan keberadaan Danil


"Gue ga tau, tiba-tiba aja dia mimisan dan abis itu ga sadar kan diri,"ucap nya dengan sedikit bergetar


"Ke taman sekolah cepetan, Danil pingsan," ucap Bayu kepada seseorang yang berada di sebrang sana yang tak lain kepada Arka.


"Kenapa bisa?" tanya Arka tergesa-gesa serta dengan raut wajah khawatir nya


" Buruan, jangan banyak tanya dulu!"


Tut


Bayu memutuskan sambungan nya secara sepihak karena ingin berusaha membantu Danil, sebelum Arka datang .. Bayu membersihkan darah Danil terlebih dahulu.

__ADS_1


"Dia ga ngomong apa-apa?" tanya Bayu


"Engga, gue sama dia cuma ngobrol kaya biasa aja. Mmmm Bay, dia gapapa kan?" tanya Ana dengan was-was, pasal nya ini baru pertama kali nya Ana melihat Danil seperti ini


"Kenapa kaya gini?!" ujar Arka yang baru tiba," Lo apain dia!" sentak Arka pada Ana


"Kita bawa Danil ke rumah sakit dulu, soal nya darah nya keluar banyak,"titah Gavin yang melihat situasi yang bisa di katakan tidak baik seperti sekarang.


"Kalo sampe sodara gue kenapa-napa .. lo akan tanggung akibat nya!" ancam Arka, setelah nya Arka dan Bayu menggotong Danil menuju parkiran seraya mencari taksi sebab mereka saat ini tidak ada yang menggunakan mobil.


"Omongan si Arka jangan di masukin ke hati, dia kaya gitu cuma lagi khawatir aja." ucap Gavin menenangkan Ana yang sedari tadi menunduk, setelah nya Gavin menyusul kepergian Arka dan bayu.


"Sejak kapan Arka peduli sama Danil?" tanya nya pada diri sendiri


Tidak ada yang mengetahui tentang Arka dan Danil sudah berbaikan kecuali Gavin dan Bayu. Makan nya tak heran seluruh se antero sekolah menatap Arka dengan tatapan bingung.


"Ko gue takut ya Danil bakal di apa-apa in sama Arka," ucap Ana sambil mengigit jari telunjuk nya," Semoga aja ga akan terjadi hal-hal buruk," harap Ana


"*Itu Arka kan? "


"Si Danil kenapa sampe di gotong begitu?"


"Liat wajah si Arka kaya orang yang khawatir gitu,"


"Tumben banget Arka peduli?"


"Kalo mereka baikan .. itu tanda nya bagus dong, jadi dua bersaudara sudah akur dan rukun,"


"Suka banget liat Arka kalo lagi kaya gitu,"


"Makin jatuh cinta gueeeeee*,"

__ADS_1


Kepergian seorang Arka di buat geger seluruh penghuni sekolah, pasal nya dia tidak cuma bertiga melainkan ber empat yaitu dengan Danil.


Siswa/i di buat bingung dengan sikap Arka yang tidak seperti biasa nya, apalagi dengan tiba-tiba saja Arka menggendong Danil, itulah yang menjadi kejadian langka yang selama ini belum mereka lihat. Jika biasa nya Arka mengamuk kepada Danil .. tapi tidak dengan saat ini, semua nya terlihat berbeda dari biasa nya.


__ADS_2