Posessif Arka

Posessif Arka
episode 31


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 9 malam, Arka segera siap-siap untuk menjemput Ana di tempat kerjanya.


Ketika sampai di lantai bawah Arka dikejutkan oleh suara Stella," Mau kemana Ar malam-malam kaya gini?" tanya Stella pada Arka yang terlihat menggunakan pakaian rapi.


Stella yang baru saja habis dari dapur untuk mengambil minum karena haus ... malah mendapati Arka yang baru turun dari kamar nya yang sudah terlihat rapi.


Harus Arka jawab apa? Ia sendiri juga bingung.


"Ar?" panggil Stella ketika melihat Arka hanya diam saja," Kamu mau kemana malam-malam kaya gini?" tanya nya lagi


"Mmmm itu Stel .. anu ..." Arka sangat gugup, otak nya tidak bisa di ajak berkompromi malam ini.


"Ck, apaansi anu anu! ngomong yang jelas Arka," Stella di buat kesal dengan sikap Arka yang aneh seperi sekarang ini.


"G-gue mau temuin si Bayu, katanya motor dia mogok di jalan," semoga saja alasan Arka kali ini masuk akal dan bisa meloloskan diri dari Stella.


"Abis dari mana itu anak? Malam-malam kaya gini keluyuran,"


"Gatau Stel, aku buru-buru nih, duluan ya? Kasian si Bayu udah nunggu lama,"


"Aku ikut ya?" pinta Stella


"Udah malem Stel, kamu diem di rumah aja, tidur."


"Yaaaahhh Arka,"


"Nurut ya Stel? Kamu masuk kamar sana, aku pamit, bye." Arka langsung saja berlari secepat kilat sebab dirinya takut terlambat menjemput Ana, dan tidak lupa juga dirinya terlebih dahulu mengabari Bayu untuk di ajak berbohong.


Sesat memang ya Arka.


Dengan kecepatan penuh, Arka akhirnya sampai di depan Cafe tempat Ana bekerja, Demi Ana .. Arka rela kebut-kebutan, bahkan dirinya tidak peduli jika harus terjatuh sekalipun, karena itu untuk membuktikan bahwa Arka memang benar-benar ingin membuat Ana percaya.. jika Arka tidak berbohong ketika dirinya mengatakan akan melakukan apapun asal mendapatkan maaf dari Ana.


Tepat jam 10 malam Ana akhir nya terlihat keluar dari Cafe dan berpamitan dengan teman-teman kerja nya yang menggunakan motor masing-masing untuk pulang.


Arka segera menghampiri Ana yang masih di depan Cafe, sepertinya Ana akan memesan ojek online.


Dengan sigap Arka mengambil handphone milik Ana," Eh," Ana terkaget ketika seseorang mengambil handphone milik nya, ia pikir ada jambret, ternyata ... ,"Arka" ucap nya dengan pelan


"Malam Ana, mau langsung pulang?" tanpa basa-basi terlebih dahulu, Arka langsung saja menawari nya untuk langsung pulang.

__ADS_1


"Gue bisa pulang sendiri," tolak nya mentah-mentah," balikin hp gue!"


"Ga akan aku kembalikan sebelum kamu pulang sama aku,"


"Gue bisa pulang sendiri Arka! Udah berapa kali si gue bilang sama lo untuk jauh-jauh,"


"Aku juga udah bilang kan? Kalo aku ga akan pernah bisa jauh-jauh dari kamu,"


"Lo ga ngerti bahasa manusia?" tanya Ana dengan tatapan sinis," Terus sekarang gue harus pake bahasa apa supaya lo paham dengan semua perkataan gue?!"


"Udah malam, kita pulang," ujar Arka mengalihkan," Ayo naik," titah Arka pada Ana


"Balikin hp gue,"


"Buat apa? Mau pesen ojek? Ga akan aku biarin kamu pake ojek An. Aku rela kebut-kebutan demi bisa jemput kamu... dan kamu ga menghargai aku sama sekali?"


"Gue ga peduli,"


"Kali ini aja An kamu nurut, ini udah malem banget, kasian ibu kamu sendirian di rumah," perkataan Arka yang menyebut-nyebut nama ibu nya itu mampu membuat hati Ana luluh.


Dengan ragu-ragu Ana menghampiri motor Arka. Tidak tinggal diam, tangan Arka membantu Ana supaya mempermudah menaiki motor nya yang besar.


"Udah?" tanya Arka sambil melihat dari kaca spion


"Pegangan An, nanti kamu jatuh," ucap Arka memberitahu sebelum melajukan motor nya.


"Langsung jalan aja bisa? Kalo lama gue turun lagi!" kesal Ana sudah di tahan sedari tadi.


"Iya An jangan turun," karena Ana tidak berpegangan pada nya... itu membuat Arka melajukan motor nya dengan kecepatan sangat rendah karena takut Ana terjatuh.


"Sama aja kaya jalan kaki kalo bawa motor nya kaya gini mah!'


Arka paham kemana arah pembicaraan Ana," Makannya An pegangan, aku lakuin ini juga demi keselamatan kamu, kalo aku pake kecepatan penuh ... takut nya nanti kamu jatuh,'


Benar-benar harus ekstra sabar menghadapi Arka ini. Ana menghela nafas panjang dan melingkarkan tangan nya di perut Arka, sontak hal tak terduga itu pun membuat Arka menerbitkan senyum nya.


"Udah kan? Jadi bawa motor nya cepetan! gue mau cepet pulang,"


"Siap sayang,"

__ADS_1


Hah, apa katanya? Sayang? Apa Ana tidak salah dengar?" Sayang mata lo!"


"Kamu sayang sama mata aku An? Seindah itu ya mata aku?" what the hill? kenapa Arka bisa sepolos ini sih?!


Sebenarnya Arka hanya pura-pura tidak tahu saja, supaya suasana tidak gersang-gersang amat.


"Serah lo deh,"


Lain di mulut lain juga di hati, itulah yang Ana rasakan sekarang. Ketika mulut nya berkata kasar ... namun hati nya berkata jika ini sangat nyaman. Begitulah kira-kira jika perempuan di landa gengsi.


Rasa nya Ana ingin lebih lama lagi memeluk Arka seperti ini. Jujur saja Ana tidak bisa membohongi hati nya sendiri, jika dirinya nyaman dengan Arka selama ini.


Meskipun sikap Ana kasar pada nya .. itu tidak membuat Arka menyerah, justru Arka semakin bersemangat untuk menaklukan Ana kembali.


Jika awal pertama Arka mendapatkan Ana dengan mudah .. maka kali ini Arka akan melakukan nya dengan sebuah usaha. Bukan kah memang seharusnya begitu ya? Jika seorang lelaki mencintai seorang perempuan .. berarti harus berjuang untuk mendapatkan sepenuh hati nya dengan sebuah usaha.


Motor yang di kendarai Arka pun berhenti tepat di depan rumah sederhana milik Ana.


Tanpa mengatakan sepatah kata pun Ana segera turun dan mulai memasukan kunci rumah nya untuk membuka pintu.


"Makasih Arka ganteng," ucap Arka seraya memberikan kode pada Ana


Ana memutar badan nya menghadap Arka yang masih diam di atas motor," Makasih," ujar Ana dengan nada ketus


"Ganteng nya mana?" tanya Arka, karena Ana hanya mengucapkan kata makasih saja dan tidak menggunakan embel-embel ganteng.


"Ngarep!"


"Ga mau nawarin aku buat mampir dulu An? Atau di tawari minum gitu?"


"Gak! pulang sana, ngapain masih disini" usir nya


"Galak banget An, jadi makin suka," balas Arka dengan gemas


Kenapa Arka sangat menggemaskan tuhaaan aaaaaaaa


Ana mau bungkus cowo satu ituuuu, sayang nya Ana hanya bisa berujar dalam hati.


"Berhubung sekarang emang udah malam ... aku pamit ya An? Jangan lupa titip salam buat ibu kamu,"

__ADS_1


"Selamat malam cantik nya Arka, bye."


Sebelum pergi .. Arka membunyikan klakson motor nya sebagai tanda berpamitan.


__ADS_2