Posessif Arka

Posessif Arka
episode 60


__ADS_3

Sesuai janji, Arka kini menjemput Ana di Apartemen milik Sakha.


"Ana berangkat sekarang ya bu," pamit nya


"Hati-hati sayang, semangat belajar nya,"


"Pasti bu, Ana bakalan semangat dan ga akan ngecewain ibu,"


"Arka juga pamit bu, cepet sembuh ya"


Kedua nya berjalan beriringan seraya menaiki lift karena kamar Apartemen Danil terletak di lantai 5.


"Tau dari mana kalo gue ga salah?" tanya Ana memulai pembicaraan, sebab dari tadi mereka hanya diam saja.


"Aku denger sendiri dari mulut Stella, dia ngakuin semua nya ke Danil, dan kebetulan .. aku nguping pembicaraan mereka sama Bayu dan Gavin juga."


"Gue pastiin lo ga akan pernah maafin gue kalo sampai ga nguping pembicaraan Stella sama Danil,"


Arka benar-benar merasa bersalah, harus nya dirinya bisa berpikir jernih, bagaimana mungkin seorang Ana yang baik, ramah dan polos ini berbuat kriminal.


"Gausah di pikirin, gue cukup lega kalo lo udah tau yang sebenar nya,"


"Apa hubungan kita ga bisa di perbaiki An?" harap Arka


"Harus nya lo punya sedikit rasa malu,"sindir Ana," Gue udah ga ada minat buat ngasih kesempatan lagi buat lo, dan harus nya lo bersyukur karena gue bisa maafin lo,"


"Tapi ... kalo lo emang bisa berubah .. gue bisa memikir kan nya lagi,"


Cinta Ana benar-benar sudah habis di Arka, jadi .. Ana tidak bisa dengan mudah nya menghindar. Meskipun selalu berusaha untuk mencintai Danil .. tetap saja hati nya selalu menolak untuk itu.


"Aku janji, bakal jadi cowo yang baik buat kamu An," ucap Arka antusias kala Ana memberi nya kesempatan, meskipun dengan syarat .. akan tetap Arka lakukan, semua itu hanya demi Ana yang di cintai nya.


Setelah sampai di lantai bawah .. kedua nya menghampiri motor Arka dan mulai melajukan nya menuju sekolah. Cukup jauh memang, maka dari itu .. Arka sengaja menjemput Ana pagi-pagi sekali.


Kedua nya sama-sama menikmati udara sejuk di pagi hari yang menerpa wajah nya.


"Aku seneng bisa berduaan lagi kaya gini sama kamu," ucap Arka dengan tulus sambil mengusap tangan Ana yang melingkar di perut nya."Pake aku-kamu lagi ya An?" pinta nya

__ADS_1


Ana mengangguk dan hal itu pun membuat Arka senang bukan main."Kali ini .. aku ga akan kemakan sama omongan orang lain lagi sebelum kamu sendiri yang ngomong An,"


"Jangan ngecewain aku lagi Ar, aku cape,"


"Pasti An, aku ga akan ngecewain kamu lagi,"


Saking asik nya mengobrol .. mereka sampai tidak sadar jika kedua nya sudah berada di parkiran sekolah.


"Ciee ada yang udah baikan nih," goda Bayu," Lo tau ga An? Selama lo ga ada .. itu anak kaya gembel sumpah,"


"Diem lo!" ancam Arka


"Mirip setan dia An, lo hati-hati," timpal Gavin


"Salah apa gue sampe punya temen kaya lo pada," heran Arka pada dirinya sendiri," Gausah di ladenin, kita pergi aja," Arka menggandeng tangan Ana dengan mesra, sontak sikap Arka pun mengundang pekikan kagum dari penghuni sekolah.


"Sialan lo Ar, mentang-mentang udah baikan malah ninggalin kita seenak nya," teriak Bayu sambil menyusul kepergian Arka, begitu pun dengan Gavin yang melakukan hal yang sama.


Ana tersenyum melihat persahabatan Arka dan kedua teman nya itu. Sikap dan sifat ketiga nya sangat bertolak belakang, Ana sampai heran .. kenapa mereka bisa bersatu dalam ikatan persahabatan.


"Kita ke kantin dulu An, bel masuk juga masih 20 menit lagi," ajak Arka, sebab Arka belum sempat sarapan karena tidak sempat.


"Lo tinggal di mana An? Kita nyariin lo ga ketemu-ketemu,"tanya Gavin


"Dia di umpetin sama si Danil," bukan Ana yang menjawab melainkan Arka," Sekarang aja Ana tinggal di Apartemen dia,"


"Pantes, akses nya susah di lacak," sahut Bayu


Mereka tidak sadar jika ada seseorang yang menguping pembicaraan ke empat remaja itu.


"Jadi disana lo tinggal," ucap nya dengan pelan sampai tidak ada yang bisa mendengarkan nya. Seringai tipis tercetak jelas di sudut bibir nya," Liat aja apa yang akan gue lakuin, gue yakin lo bakal nyesel karena udah melanggar perintah gue Anata,"


"Nikmatin aja dulu bahagia lo sekarang, dan mungkin akan jadi yang terakhir," setelah mengucapkan kalimat itu .. kaki nya melangkah pergi dari area kantin.


"Awal nya gue nolak, cuma dia maksa buat gue tinggal di sana, kata nya .. dia khawatir sama ibu gue,"ujar Ana,"Gue juga ga bisa nolak kalo udah ada sangkut paut nya sama ibu, gue takut ibu kenapa-napa karena vidio itu tersebar cukup luas,"


"Maafin kita ya An sempet ikut-ikutan nuduh lo," sesal Bayu

__ADS_1


"Lupain, gue udah ga mempermasalahkan itu lagi, yang terpenting bagi gue adalah .. semua udah normal kaya biasa lagi dan itu cukup buat gue tenang,"


"Keren banget lo, gue sampe terharu," sahut Gavin


"Cewe gue gitu loh," dengan bangga nya Arka sambil merangkul pundak


"Heleh, ga sadar diri. Lo justru orang yang paling bikin Ana sakit hati,"celetuk Bayu seraya menyindir nya,"Awhh," Bayu mengaduh kesakitan ketika Arka dengan tega nya melemparkan sendok tepat pada kening nya.


Gavin meledakan tawa nya ketika melihat Bayu ternistakan.


" Kasian Bayu ih, gaboleh gitu," tegur Ana yang merasa kasihan pada Bayu, kening cowo itu pun nampak terlihat sedikit merah, tapi untung nya tidak sampai benjol.


"Makan nya diem Bay, jadi kena kan?" Gavin merasa puas tapi sedikit kasihan juga.


"Berisik lo! Bukan nya belain gue," desis nya yang sambil mengusap kening nya


"Aku langsung ke kelas apa gimana?" tanya Ana karena memang belum ada arahan


"Kamu harus ke ruang kepsek dulu, nanti aku anter, sekarang kamu abisin dulu sarapan nya." jelas Arka


Ana mengangguk mengerti, dan sesegera mungkin Ana menghabiskan sarapan nya.


"Pelan-pelan aja makan nya, gausah buru-buru gitu," tegur Arka yang melihat Ana memakan sarapan nya dengan terburu-buru.


Ana menyengir kuda kala mendapat teguran dari Arka," Soal nya aku udah ga sabar pengen masuk kelas lagi dan belajar disana,"


"Justru gue mah males An belajar mulu, pengen cepet-cepet lulus," celetuk Bayu


"Lo ga bakal lanjut kuliah?" tanya Ana


"Jelas mau lah! Itukan yang bakal membantu gue menggapai cita-cita gue selama ini,"


"Apa cita-cita nya?"


"Dia mau jadi pilot An," Arka yang menjawab nya


"Bener yang di omongin Arka, gue emang pengen jadi pilot, doain ya An,"

__ADS_1


"Pasti gue bantu doa Bay, semoga lancar semua urusan nya,"


Ke empat remaja itu asik bercanda gurau dan membahas masa depan mereka yang ingin seperti apa kedepan nya.


__ADS_2