Posessif Arka

Posessif Arka
episode 61


__ADS_3

Sepulang sekolah .. Arka tidak langsung membawa Ana pulang, saat ini kedua nya mampir terlebih dahulu ke sebuah cafe.


"Gapapa kan kalo kita kesini dulu? Soalnya aku kangen jalan berdua sama kamu,"


Ana mengangguk pelan," Gapapa Ar," Ana meminum minuman yang sudah di pesan sejak tadi dirinya memasuki cafe.


"Yakin ga mau pesen makanan?" Ana memang menolak dan tidak ingin memesan makanan yang Arka tawarkan.


Kedua nya sama-sama memesan minuman dan sebuah cemilan kentang goreng.


"Makan di rumah aja bareng ibu," ucapan Ana membuat hati Arka tersentil. Selama ini .. Arka tidak pernah peduli jika Papah nya makan dimana, makan apa dan sama siapa. Arka hanya memperdulikan diri nya sendiri.


"Soalnya sayang banget, bahan makanan nya masih banyak, Danil terlalu penuh ngisi kulkas nya,"lanjut nya memberi tau


Ternyata sikap Danil sudah sejauh ini terhadap Ana, pantas saja Ana sempat mengidam-idam kan sosok Danil.


"Gimana kalo kamu juga makan di Apartemen Danil? Biar kita makan sama-sama," ajak Ana


"Boleh, soal nya masakan kamu bikin candu di lidah aku," puji Arka pada Ana. Jelas itu bukan sekedar pujian semata, karena masakan Ana sungguh enak sekali, bahkan Arka pun baru menikmati masakan se enak buatan Ana."Pulang sekarang aja?" tawar nya


"Hm,"


"Bentar, aku bayar bill nya dulu,"


Setelah membayar bill, Arka langsung menemui Ana yang sudah berada di parkiran.


Tanpa menunggu lama .. Arka langsung menyalakan motor nya untuk segera menuju Apartemen milik Danil, karena sudah tidak sabar ingin makan hasil dari masakan seorang Ana perempuan tercinta nya.


Seakan takut kehilangan .. Arka menggandeng tangan Ana dengan lembut dari lantai bawah sampai akhir nya mereka tepat di depan pintu Apartemen.


"Kamu duduk aja, Aku mau samperin ibu dulu,"


"Ikut, ntar dikira ga sopan lagi, kan aku ini calon masa depan kamu," goda Arka sambil menaik turunkan kedua alis nya


"Yang da aku geli denger kamu ngomong kaya gitu," ujar Ana dengan kekehan di akhir kalimat nya


"Geli- geli tapi sayang," ucap nya sambil mencolek dagu Ana dengan gemas


Tidak ingin terbuai oleh sikap Arka .. Ana langsung saja berjalan lebih dulu menuju kamar ibu nya.


"Ibu," panggil Ana


"Siang tante, " Sebenar nya Arka masih sedikit tidak enak akibat masalah kemarin, apakah ibu Ana membenci nya? Pasal nya sewaktu kemari .. Arka tidak sempat menjenguk.


"Arka, sudah lama ga liat kamu,"

__ADS_1


"Maaf, " ucap nya sambil menundukkan kepala


"Gapapa, semua udah lewat, lagi pula .. ini hanya ke salah pahaman aja. Itu hal wajar,"


Arka menanggapi nya dengan sebuah senyuman, sebab dirinya tidak tau harus berbicara apa lagi.


Ternyata sifat murah hati seorang Ana adalah turun dari Ibu nya sendiri. Arka sampai tidak menyangka jika dirinya akan bertemu dengan manusia seperti Ana dan ibu nya.


"Udah jangan di bahas lagi," ujar Ana menengahi," Ana mau masak dulu ya bu," pamit nya


"Arka juga pamit bantu Ana masak tante, permisi,"


Ibu Ana memandangi kedua remaja itu secara bergantian, dirinya berharap jika Ana akan baik-baik saja tanpa ada masalah lagi kedepan nya.


Dengan kondisi nya yang seperti ini .. ia tak mampu berbuat banyak untuk melindungi putri nya.


"Aku bantuin apa nya An?"


"Duduk aja, biar aku yang masak,"


"Tapi aku mau bantu" rengek manja nya seperti bocah ber umur 5 tahun.


"Emang kamu tau nama-nama bumbu dapur?" tanya Ana penuh selidik


Tentu saja tidak tau, melihat bahan-bahan nya pun tidak pernah. Pasal nya .. karena Arka tidak pernah melihat bahan atau bumbu dapur, menginjakan kaki ke dapur saja hanya untuk mengambil minum bukan yang lain.


"Yaudah, nih potong bawang merah sama cabe merah nya,"


"Oke," balas Arka dengan antusias. Arka memutar-mutar bawang merah yang di berikan Ana. Dahi nya mengerut, potongan seperti apa yang harus Arka lakukan? Dengan so tau nya Arka memotong bawang merah menjadi dua bagian dan cabe merah nya Arka potong panjang-panjang.


"Nih, udah selesai," Arka menyodorkan hasil kerja nya dengan begitu puas


Ana menatap heran ke arah Arka, " Ko gini?"


" Tadi kan kamu minta aku buat potongin bawang merah sama cabe merah, masa lupa,"


Ana menggaruk kepala nya yang tidak gatal,"Sini," Ana mengambil nampan yang bersi bawang dan cabe yang Arka pegang," Bukan gini, tapi liatin aku oke? Supaya kamu tau tentang perdapuran,"


Mata nya bukan tertuju pada bawang atau pun cabe, melainkan tertuju pada wajah Ana yang cantik nya tanpa celah.


Seakan tersadar sedang di awasi .. " Liat kesini Arka, bukan malah liatin muka aku," gerutu Ana


"Abis nya muka kamu bikin aku terhipnotis dan ga bisa berpaling kemana-mana," gombal nya.


Wajah Ana seakan memanas kala di gombali oleh Arka. Meskipun terdengar receh .. tapi Ana akui jika Arka berhasil membuat nya salah tingkah.

__ADS_1


"Ciee salting," Arka mencolek-colek pipi Ana tanpa henti


"Diem Arka, aku lagi fokus masak," saat ini Ana tidak berani menatap Arka, rasa nya .. rasa salting itu akan muncul kembali jika Ana bertatap muka dengan Arka.


"Pipi nya merah An," benar-benar ya Arka tidak henti-henti nya menggombali diri nya. Sudah tau kondisi jantung nya sedang tidak baik-baik saja. Seperti nya Ana butuh pendonor jantung baru, soal nya jantung yang sedang di pakai sekarang seperti tidak baik-baik saja, bukti nya .. sedari tadi berdetak lebih cepat dari biasa nya.


Ana memegang dada nya seraya menahan agar jantung nya aman. Jika Arka sampai mendengar .. Ana akan malu sekai.


"Lucu banget si," dengan gemas Arka mencubit kedua pipi Ana dengan pelan.


"Diem ah, kalo gini terus kapan selesai masak nya? Kamu duduk aja, soalnya ganggu,"


"Ciee yang lagi salting,"goda nya lagi


"Arka!" pekik Ana sambil mengacungkan nampan ke arah Arka


Arka tertawa terbahak-bahak ketika berhasil menjahili Ana yang sibuk memasak. Tidak ingin mendapat amukan .. Arka pun memutuskan untuk memperhatikan gerak-gerik Ana saja, sebab Arka tidak bisa membantu apa-apa.


"Nyebelin," cibir Ana dengan pelan


"Awwhh," Ana sontak menoleh ke arah Arka yang mengeluarkan air mata.


"Kenapa?" tanya nya dengan khawatir


"Perih An," rengek nya. Ini pasti karena Arka tidak mencuci tangan sehabis memotong bawang dan cabe.


Ana menuntun Arka menuju wastafel dan membantu Arka membasuh wajah nya setelah itu mencuci tangan nya.


Setelah semua nya selesai .. Ana meniup mata Arka agar meredakan rasa perih nya.


Tersadar jika Ana lebih pendek, Arka pun membungkukkan badan nya agar sejajar dengan Ana. Di balik itu pula .. Arka mengambil kesempatan untuk memeluk Ana.


Wajah kedua nya bertemu dengan jarak yang dekat. Merasa kondisi mata nya tidak terlalu perih ... Arka memiringkan wajah nya dan ..


Ekhem


Sontak kedua nya menoleh ke sumber suara dan melihat sosok Danil di sana.


Hal itu pun membuat Ana mendorong bahu Arka dengan kuat agat cowo itu sedikit menjauh.


"Anj-----" umpatan Arka tertahan. Danil memang kurang ajar! Datang di saat waktu yang tidak tepat, jadi nya kan acara romantis-romantisan dengan Ana gagal gara-gara kedatangan cowo itu.


Untuk menghilangkan rasa gugup .. Ana membereskan dapur karena acara masak nya sudah selesai.


"Kebetulan kamu ke sini Nil, aku masak banyak, jadi kita makan sama-sama,"

__ADS_1


Danil menggangguk pelan.


__ADS_2