Posessif Arka

Posessif Arka
episode 38


__ADS_3

Setidak nya Arka merasa tidak sendirian, karena telah memiliki kedua teman nya yang sangat begitu peduli pada nya.


"Gue kangen sama Ana," ucap Arka yang terdengar oleh kedua teman nya


"Telepon aja Ar, suruh dia kesini," balas Bayu


"Dia kerja, cuma hari rabu doang libur," jelas Arka," Dan .. nomor gue juga udah di blok sama dia," ujar Arka dengan lesu.


"Dia kerja cafe lagi?" tanya Gavin


Arka mengangguk pelan


"Kenapa bisa dia blok nomor lo?" tanya Bayu


"Gue juga si yang salah, waktu itukan gue udah janji mau ajak Ana jalan, tapi gue kelupaan dan malah jalan sama Stella, dan parah nya Stella nge post foto dan ngetag gue," jelas Arka dengan lesu


"Buset dah, gimana dia ga marah coba," ucap Bayu sambil menggelengkan kepalanya dan menatap Arka tidak percaya


"Mulai sekarang .. lo harus tegas Ar, jangan sampai lo nyakitin salah satu di antara mereka, dan lo bakal nyesel nanti nya setelah semua itu terjadi," sahut Gavin menegaskan


Perkataan Gavin membuat nya menjadi serba salah


"Gue harus gimana dong?" tanya Arka yang sudak mentok untuk berfikir


"Masalah percintaan lo ga kelar-kelar Ar, bingung gue," timpal Bayu," Gue tanya sama lo, sekarang .. hati lo berpihak sama siapa? Stella atau Ana?"


"Pikiran gue selalu tertuju sama Ana, tapi .. gue gamau buat Stella sakit hati,"


"Gue bisa simpulin kalo lo sebenernya cinta sama Ana, dan soal Stella .. perasaan lo ke dia cuma sekedar rasa kepedulian aja, karena lo ga pernah mau liat Stella kenapa-napa dan itu hanya sekedar persahabatan" ujar Gavin menyimpulkan


"Apa iya Gav? Jujur ajasi .. gue lebih pengen liat Ana lebih lama di banding sama Stella, tapi .. kalo ada Stella .. gue suka lupa sama Ana,"


"Perasaan lo ke Stella cuma rasa kasihan aja Ar, percaya sama gue, lo kan dari dulu emang begitu sama dia, apa-apa ga tega, apa-apa ga tega," balas Gavin meyakin kan


"Stella bakal kecewa ga ya sama gue?"


"Gue yakin dia pasti ngertiin perasaan lo Ar, lagian .. kalian juga harus cari pasangan masing-masing kan?" timpal Bayu memberi semangat


"Gue sama Gavin, akan selalu dukung keputusan lo Ar, apapun itu,"


"Ini udah jam 1, Stella telepon sekarang?" ucap Bayu memberi tau


"Tapi gue pengen ketemu sama Ana Bay,"


"Kan lo sendiri yang bilang kalo dia kerja, apalagi kan sekarang dia lagi marah banget sama lo" balas Gavin


"huft,"


"Gini aja, kita kasih tau Stella dulu .. soal Ana .. nanti gue bantuin lo buat bujuk dia oke?" sahut Gavin menenangkan


Arka mengangguk lemah," Thanks Gav, Bay," setelah itu Arka menyodorkan handphone milik nya pada Bayu untuk menelpon Stella.


Baru saja melakukan panggilan, Stella sudah mengangkat nya," Arkaaaaaaaaa," Teriak Stella dengan kencang


Dengan refleks Bayu menjauhkan handphone Arka dari telinga nya," Buset, telinga gue bisa-bisa copot kalo gini cerita nya mah," gumam Bayu


Sedangkan Arka dan Gavin hanya terkekeh geli


"Kamu kemana aja siiiiii, kenapa baru nelpon?"cerocos nya


"Stel, Stel, ini gue Bayu bukan Arka," Bayu menghela nafas sabar menanggapi nya

__ADS_1


"Loh, Arka nya mana Bay? Dan kenapa kalian ga masuk sekolah? Mana ga bilang-bilang lagi sama gue!"


Tanpa berniat menjawab pertanyaan Stella.. justru Bayu malah balik bertanya,"Lo masih di sekolah?"


"Di parkiran, baru mau pesen ojol,"


"Jangan kemana-mana dulu, tunggu gue bentar lagi jemput lo,"


"Ngapain?"


"Mau ketemu si Arka ga?


"Ya jelas mau lah!"


"Makan nya jangan kemana-mana, gue jemput lo kesana,"


"Iya iya, jangan lama,"


Tut


"Gue jemput Stella dulu, bye," pamit Bayu


~~


"Lama banget si Bayu nyampe nya," gerutu Stella, padahal baru 2 menit, tapi rasa nya lama sekali. Mungkin efek ingin segera ketemu dengan Arka.


Sekian lama Stella menunggu kedatangan Bayu dengan misuh-misuh tidak jelas.


Tin Tiiinnn


"Berisik woy," pekik Stella yang mendengar bunyi klakson dengan kencang," Bayu?"


"Buruan naik,"


"Ck, lo kira jalanan Jakarta ga macet apa?! Buruan naik, kalo lama.. gue tinggalin,"


"Iya iya," Stella hanya menurut saja,"Lagian kalian pada kemana si? Sampe ga masuk sekolah segala,"


"Baaaayuuuuuu," teriak Stella yang merasa di acuh kan


"Apasi Stel! Berisik,"


"Lagian lo diem aja! Gue tanya juga,"


"Ntar juga lo tau sendiri Stel, jadi diem aja,"


Motor Bayu berhenti di parkiran rumah sakit," Turun,"


"Ngapain kesini Bay? Jangan bilang ... lo mau maksa gue buat donorin organ tubuh gue?! " tanya nya dengan curiga, sampai-sampai kedua tangan Stella pun menutup bagian tubuh depan nya.


"Ikut aja gausah banyak tanya,"balas Bayu dengan malas


"Ish, kan gue takut Baaaayyy," rengek Stella


Bayu merangkul pundak Stella dengan lembut dan menggiring nya masuk ke dalam rumah sakit.


Dengan langkah pasti, kini kedua nya sudah berada di depan ruangan Arka.


"Siapa yang sakit si Bay?" tanya Stella yang penasaran


Ceklek

__ADS_1


Sebelum masuk .. Stella menimbulkan kepalanya terlebih dahulu kedalam ruangan, mata melotot melihat siapa yang sedang terbaring lemah disana," Arka!" pekik Stella


Tanpa aba-aba, Stella berlari menuju brangkar yang Arka tiduri, dan langsung memeluk nya dengan pelan, karena takut menyakiti Arka"kamu kenapaaaaa," tangis Stella pecah kala melihat kondisi Arka yang terlihat parah


"Ssttt Stel, jangan nangis," ucap Arka dengan lembut yang sambil mengusap air mata Stella dengan pelan karena tangan nya masih terasa nyeri.


"Abis nya kamu kenapa bisa kaya gini?" tanya nya di sela-sela tangisan


"Aku jatuh dari motor, dan untung nya .. ada mereka yang tolongin aku,"


"Lagian kenapa malem-malem keluyuran? Mana ga pamitan dulu lagi,"


"Udah ah jangan nangis, lagian aku gapapa ko, cuma luka gini aja,"balas Arka seraya menenangkan Stella


"Cuma kamu bilang Ar? Luka kaya gini itu bukan cuma Arka, tapi parah!" desis Stella pada Arka," Terus kenapa baru ngasih tau aku sekarang?"


"Biar lo ga bolos sekolah Stel," sahut Gavin


"Iya, makan nya kita kasih tau nya pas lo udah pulang sekolah," timpal Bayu


"Tega kalian," dengan wajar miris nya," Gue kesepian tau di kelas gara-gara ga ada kalian!"


"Sorry Stel, yang penting kan lo udah tau,"


"Tetap aja kalian tega sama gue!"


Gavin dan Bayu menanggapi nya dengan acuh, kemudian mereka melangkah kan kaki nya menuju sofa yang ada di dalam ruangan Arka.


"Pertanyaan aku belum di jawab loh Ar,"


"Pertanyaan yang mana?"


"Kamu mau kemana keluar malem-malem?"


"Semalam aku laper, dan kebetulan pengen makan sate, jadi terpaksa keluar," alibi Arka supaya Stella mempercayai nya


"Kenapa ga ajak aku?"


"Takut ganggu, lagian .. kamu pasti udah tidur,"


"Hmmm," Stella mendehem lesu," Ada luka parah ga?"


"Tulang punggung aku ada yang retak, jadi agak susah gerak,"


"Retak?" beo nya," Arkaaaaaaaa maaahhh," rengek Stella yang kembali menangis karena tidak tega melihat Arka terluka


"Ini gapapa Stel, dokter bilang .. asal jangan banyak gerak aja, supaya nanti nya cepet sembuh." jelas nya," Jangan nangis lagi ah, jelek," lanjut nya dengan mengusap air mata Stella


"Kira-kira sampai kapan?"


"Sekitar seminggu,"


"Besok gamau sekolah! Mau nemenin kamu disini,"


Arka melotot ke arah Stella," Gak!" tolak nya serentak dengan Bayu dan juga Gavin, Stella pun sampai terkaget mendengar nya


"Ko gitu!"


"Kamu harus sekolah Stel, kalo engga .. aku bakal marah sama kamu," ancam nya


"Tau gitu .. gue ga bakal ngasih tau lo soal Arka,"sahut Bayu

__ADS_1


"Lo harus sekolah ga ada bantahan!"timpal Gavin


Ingin sekali rasa nya Stella mencabik-cabik waja ke tiga cowo di dalam ruangan ini! Mereka sangat menyebalkan sekali!


__ADS_2