
Ana berusaha untuk melepaskan pelukan Arka dari tubuh nya yang tak kunjung ingin lepas," Arka, lepas dulu,"
"Gamau An, nanti kamu pergi," balas nya yang takut di tinggal kan oleh Ana
"Engga akan kemana-mana janji," meskipun sudah berulang kali Ana mengatakan janji, tetap saja Arka tidak percaya.
"Gamau Anaaaaaaa, aku masih pengen peluk kamuuuu," rengek nya seperti anak kecil yang minta di belikan permen
"Gue cuma mau bantu lo ganti perban aja, setelah itu lo boleh peluk gue lagi," ujar Ana meyakinkan Arka
"Lepas dulu ya? Kita ganti perban nya," lanjut Ana," Liat," tunjuk Ana pada perban yang melilit di badan Arka," Perban nya udah kotor, nanti luka lo bisa infeksi kalo di biarin kaya gini,"
Meskipun ragu .. Arka tetap saja menurut
"Gue panggil dokter dulu ya buat bantuin gue ganti perban lo," sebelum Ana bangkit .. Arka lebih dulu menahan lengan Ana dan menggelengkan kepalanya dengan pelan.
"Gamau, pengen kamu aja yang ganti perban aku An,"
"Iya Arkaaaa, gue cuma mau minta bantuan dokter aja,"
"Gamau Anaaaa, pengen sama kamu aja semua nya! Aku gamau di sentuh- sentuh sama orang lain selain kamu dan kamu juga ga boleh di sentuh-sentuh sama cowo lain selain aku," jelas Arka panjang lebar
Apa Arka ini waras? Siapa juga yang mau di sentuh-sentuh sama cowo yang tidak di kenal? Memang nya Arka pikir dirinya cewe macam apa sampai mau di sentuh-sentuh sama sembarangan cowo?
Dengan helaan nafas Ana pun menuruti permintaan Arka dan kini Ana mulai melepaskan perban yang menyelimuti badan Arka dan juga lengan nya.
Wajah Arka juga sama terluka, namun tidak begitu parah dan sekarang luka di wajah nya pun terlihat sedikit mengering meskipun masih ada bercak kemerahan.
"Sakit ga?" tanya Ana yang memberikan salep pada seluruh luka Arka
Jahitan Arka pun sudah sedikit mengering, Ana yakin, dalam waktu dekat ini Arka akan sembuh jika rutin di obati seperi sekarang ini.
"Ga sakit An kalo kamu yang obati,"
Apa Arka sedang menggombali dirinya?
"Serius Arkaaaaa," geram Ana
"Beribu-ribu rius Anaaaaa," balas Arka yang mengikuti nada suara Ana
Ah Arka ini memang tidak bisa di ajak serius, masa bodo lah.
__ADS_1
Setelah semua luka Arka sudah di berikan salep.. Ana pun mulai menyelimuti luka Arka dengan perban lagi seperti semula.
Sebisa mungkin Ana tidak menyakiti Arka, karena Ana yakin luka yang di dapati Arka sangatlah sakit.
"Udah," ucap Ana dengan senyum mengembang nya
"Ana," panggil Arka ketika Ana sudah selesai memberikan perban pada tubuh nya.
"Hm?"
Arka menatap lekat mata indah milik Ana, mata itu sangat indah sekali, bahkan Arka sampai tidak ingin berkedip sedetik pun.
"Apa kamu masih marah?" tanya Arka dengan ragu, pasal nya .. Arka takut sekali jika Ana akan meninggal kan nya lagi.
"Gue ga marah Ar, cuma kecewa aja,"
"Maaf," cicit nya
"Lo udah sering minta maaf Ar, tapi dengan mudah nya gue maafin lo,"
"Maaf Ana,"
Arka menggeleng kuat agar Ana tidak melanjutkan perkataan nya lagi," Maaf," hanya kata maaf lah yang selalu Arka lontarkan pada Ana
"Gue kecewa pas liat postingan Stella yang lagi jalan berdua sama lo Ar, dari situ.. gue yakin! Kalo gue udah ga ada artinya lagi buat lo, dan buat omongan lo yang selama ini buat yakini gue ... gue anggap semua nya cuma omong kosong,"
"Pegang janji gue buat kali ini An, " ucap nya sambil memegang kedua tangan ana" Gue janji ga akan buat lo kecewa lagi, GUE JANJI," Arka menekan kan akhir kalimat nya
"Apa omongan lo bisa di percaya?" tanya Ana memastikan
Arka mengangguk mantap," Mau kan An maafin aku?" pinta Arka dengan memohon
Ana tersenyum dan mengangguk mengiyakan," Tepati janji lo Ar, dan jangan di ulangi lagi,"
"Ana, semisal aku jalan sama Stella dan tanpa bilang dulu sama kamu ... apa kamu akan marah?" tanya Arka dengan hati-hati," Aku pastiin An, kalo aku ga ada rasa apapun sama Stella, dan aku cuma anggap dia hanya sekedar sahabat, ga lebih.," lanjut nya," Aku mohon An, kamu cukup percaya sama aku, dan jangan pernah percaya sama siapapun kalo bukan aku yang ngomong,"
"Gue ga akan marah kalo lo jalan sama Stella di belakang gue nanti nya, asal .. lo emang ga ada perasaan apa pun sama dia kecuali sekedar sahabat, dan gue juga janji ga akan termakan sama omongan orang lain kalo bukan lo yang ngomong langsung ke gue, dan lo harus jaga kepercayaan gue buat lo Ar,"jelas Ana panjang lebar
__ADS_1
"Aku pasti jaga kepercayaan kamu buat aku An, makasih," balas Arka yang langsung memeluk Ana
"Aku beruntung bisa dapetin cewe sebaik dan secantik kamu An, kamu bukan cuma cantik di wajah ... tapi juga cantik di hati,"
"Makasih udah mau maafin aku dan nerima aku lagi,"
"Aku bahkan ngerasa ga pantes banget buat di cintai sama kamu,"
Air mata Ana perlahan lolos dari kelopak mata nya, Ana terus saja mengusap punggung Arka seraya menyalurkan rasa sesak di dada.
"Jangan ngomong kaya gitu Ar, gue ga sesempurna yang lo pikir, gue banyak kekurangan nya," balas Ana
"Kamu salah An, bagi aku .. kamu itu udah lebih dari kata sempurna,"
"Aku harap .. hubungan kita setelah ini akan baik-baik aja,"
Perlahan Arka melepaskan pelukan nya pada ada, dan Ana pun di buat bingung dengan sikap Arka.
Mata kedua nya saling bertemu dan bertatapan cukup lama," Ana, aku mau resmikan hubungan kita lagi,"ujar Arka pada Ana.
"Resmikan?" beo nya
"Waktu itu kan aku pacarin kamu dengan paksa, kalo sekarang aku ingin ungkapin perasaan aku yang udah berbeda dari waktu lalu,"
"Anata Gladiya Sukma, will you be mine?" ujar Arka dengan senyum manis nya
Rasa nya malu sekali jika berada di situasi seperti ini, Ana sampai di buat baper oleh Arka yang mengutarakan isi hati nya, bahkan pipi Ana pun sudah di pastikan berubah warna seperti kepiting rebus.
"Yes, I will," Arka bersorak ria kala cinta nya di terima oleh Ana sang pujaan hati.
Arka langsung saja menghamburkan pelukan ke tubuh Ana yang menjadi candu nya." Makasih An, dan maaf kalo aku ga romantis. Aku janji bakal lakuin lagi supaya lebih romantis setelah aku sembuh nanti,"
Ana menggeleng pelan," Ga usah Ar, ini udah lebih dari cukup," balas Ana yang tidak meminta lebih dari Arka
"Lo cukup berusaha untuk cepet sembuh, dan jangan sampe sakit lagi,"
"Panggilan nya ubah dong An, masa lo-gue terus," cemberut Arka
Ana terkikik geli melihat tingkah Arka yang manja seperti ini," Iya Arka ganteng nya akuuuuu cepet sembuh ya?"
Warna yang sempat hilang di hidup Arka kini kembali lagi dengan kedatangan Ana di hidup nya.
__ADS_1
Arka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah Ana berikan pada nya. Dan Arka tidak ingin lagi di tinggal pergi oleh Ana, bagi nya .. Ana adalah separuh dari jiwa nya.