
"lo beneran ga mau bareng?" tanya Gavin
" duluan aja, gue mau nunggu si Ana selesai kerja,"
"emang lo tau dia kelar nya kapan?" sahut Bayu
"peduli amat lo sama itu cewe, suka lo?" timpal Gavin
"ck, bacot lo pada, pergi ya pergi aja sono.. gausah ngerecokin gue,"
"iya pak ketua kami pamit pulang terlebih dahulu ya, soalnya cuaca panas begini enak nya rebahan di rumah," Bayu berucap seperti bawahan, eh ralat kan emang iya bawahan
"hmm,"
Kedua teman nya sudah pergi jauh dengan menggunakan motor nya masing-masing, akan tetapi Arka masih setia menunggu Ana di meja nya sedari tadi.
Arka melihat ke arah pintu masuk dan... disana ada Danil yang bertanya perihal Ana kepada seorang pelayan, tidak begitu jelas karena jarak mereka terlalu jauh, hanya ada samar-samar nama Ana saja yang ia tangkap selebih nya tidak tau, mungkin saja menanyakan kapan Ana selesai bekerja pikir nya.
Mata nya terus saja mengawasi gerak-gerik Danil, jika saja ia tadi ikut pulang dengan teman-teman nya, sudah di pastikan Ana dan Danil akan berduaan setelah nya, itu tidak akan terjadi, Danil tidak boleh bahagia.. akan Arka pastikan itu.
Arka bangkit dari duduk nya dan menghampiri ke meja Danil
Melihat kedatangan Arka yang sangat tiba-tiba membuat Danil jadi bingung, apa Arka mengikuti nya? tapi.. bukan nya sedari pagi Arka memang tidak ada rumah? ," Arka," gumam nya
"ngapain lo ke sini?" desis nya tidak ingin basa-basi, Arka langsung saja bertanya apa tujuan Danil kemari
"berkunjung, ada yang salah?" jawab Danil seramah mungkin pada Arka
Arka tertawa meremeh kan ucapan yang Danil lontarkan," yakin lo cuma berkunjung? atau... nunggu Ana?"
Apa Arka tau soal Ana yang bekerja di cafe ini pikir nya Danil," gue tau Ana kerja disini, itu kan yang lagi lo pikirin sekarang?"
"lo mau jemput Ana?" tanya Arka lagi
"iya, gue selalu jemput Ana tiap hari ke sini," jelas nya yang masih terdengar ramah
__ADS_1
"mulai sekarang... gue yang akan jemput Ana ngerti?! kalo ga ada kepentingan lagi, mending lo pulang," Arka mengusir dengan intonasi rendah dengan tatapan yang tidak lepas dari Danil
"Ar, gue..."
"lo ngerti bahasa manusia kan? atau lo sejenis hewan.. makan nya lo ga paham dari ucapan gue barusan?"
"gue balik, jagain Ana jangan sampai dia kenapa- napa," pinta Danil pada Arka
"mau gue apain si Ana juga bukan urusan lo," desi nya
"jangan gila Ar," tegur nya," gue ga bakal balik kalo lo punya niat jahat sama Ana,"
"ck, lo pikir gue penjahat apa? sampe segitu nya. Sana balik, gue ga bakal ngapa-ngapain si Ana! ga doyan juga gue sama cewe modelan begitu,"
"tujuan lo rebut Ana dari gue apa kalo lo ga doyan sama dia?!" Danil mulai tersulut emosi kala Arka merendahkan Ana
Bagi nya Ana bukan perempuan rendahan, dia perempuan dengan segala keindahan yang tidak semua orang memiliki nya
"santai, kenapa keliatan marah banget si?" Arka masih setia terlihat santai
Hati Arka seperti tergores ketika mendengar kata rapuh yang di ucapkan Danil, apa Ana serapuh itu? pikir nya," gue ga ada niatan buat nyakitin Ana, tapi... tujuan gue cuma lo, paham kan maksud gue?"
"kalo sampe gue tau, kalo lo nyakitin Ana... gue ga akan tinggal diem Ar, mungkin lo pikir gue diem aja karena takut sama lo... engga Ar, gue ga takut sama sekali, cuma.. gue ga mau nambah rasa benci lo ke gue. Gue balik, jaga Ana,"
"gue ga peduli," gumam Arka," lo tetap orang yang udah bikin keluarga gue hancur Nil, dan rasa benci gue ga akan pernah hilang gitu aja selama lo masih ada di sekeliling gue,"
"Apa pun yang buat lo bahagia, akan gue rebut paksa ," lanjut nya yang masih bergumam
Arka melihat Ana sudah berganti pakaian, yang menandakan bahwa Ana sudah selesai bekerja. Arka menghampiri Ana yang celingukan, pasti sedang mencari keberadaan Danil pikir nya," Danil udah aku suruh balik," dengan suara terdengar santai seperti tidak ada beban sedikit pun
Perkataan Arka membuat nya kaget, lelaki itu selalu saja berbuat seenak nya, padahal sedari tadi Ana sudah merasa bahagia bisa di jemput kembali oleh Danil, tapi Arka malah mengacaukan semua nya.
Tapi tunggu, apakah Arka belum pulang sedari tadi? dan kemana kedua teman nya," kamu belum pulang dari tadi? terus.. temen-temen kamu mana?"
"tadi nya si emang mau pulang, cuma.. aku dapet feeling ga enak aja, ternyata bener kan feeling aku kuat, dan kalo sampe tadi aku pulang... bisa-bisa kalian berdua jalan berdua di belakang aku," seringai tipis nya sangat menyeramkan bagi Ana
__ADS_1
Dalam situasi seperti ini membuat Ana merasa gugup jika lama-lama berdekatan dengan Arka, bukan baper tapi takut
"pulang sekarang," pinta Ana
"kita main dulu, aku mau ajak kamu ke .."
"aku mau pulang Ar," pinta Ana dengan kekeh
Bukan hanya tidak mau jalan bersama Arka, disisi lain juga dirinya harus segera pulang menemui ibu nya, karena siang ini belum ia siap kan makan
"Ana," Arka tidak ingin menerima penolakan ," gamau jalan sama aku hm?" suara merendah itu membuat Ana bergidik ngeri, sekarang... apa yang harus dirinya lakukan untuk melepaskan diri
"kali ini aku ga bisa, aku minta maaf," Ana memohon pada Arka
"kasi gue alasan, kalo alasan lo masuk akal... gue akan bawa lo pulang. Jadi... apa alasan nya?"
Apa Arka harus mengetahui nya sekarang? dan mungkin saja.. jika Arka tau dan dia ilfell.. bukan kah itu bagus? baiklah akan Ana lakukan
"apa Ana," Arka kembali bertanya karena sedari tadi Ana diam saja
"ibu aku sakit," cicit nya sambil menunduk
"gabaik loh An doain ibu sendiri sakit," Arka tidak suka dengan alasan yang Ana berikan
"aku serius Ar ga bohong, ibu aku sakit,"
"ada adek kamu atau kakak kamu mungkin yang jagain ibu di rumah,"
"aku cuma tinggal berdua sama ibu,"
"ayah kamu?" tanya nya dengan hati-hati
"udah meninggal lima tahun yang lalu," dengan lirih nya
"kita pulang sekarang,"
__ADS_1