Posessif Arka

Posessif Arka
episode 57


__ADS_3

Hari semakin terus berjalan, kini seorang Arka Jaya Lionel merasa hati nya terasa sepi semenjak hubungan dengan Ana berpisah.


Tubuh nya sedikit kurus karena jarang makan, pikiran nya terus saja menghantui nya. Sesalah apa pun Ana .. tapi Arka tidak bisa benar-benar marah pada nya.


Hanya penyesalan lah yang Arka terima, apalagi .. Arka sering sekali mencari keberadaan Ana dan di bantu oleh kedua teman nya, hal itu pun tentu saja tanpa sepengetahuan Stella, meskipun begitu .. Ana tak kunjung juga bisa di temukan.


Dua minggu lama nya Arka tidak pernah lagi bertemu dengan Ana, sontak hal itu pun membuat suasana hati nya semakin resah.


Bahkan tak segan-segan Arka lebih membolos sekolah demi mencari keberadaan Ana, Arka melakukan ini hanya sekedar ingin tau kondisi Ana, sebab setelah kejadian itu .. Ana sudah tidak tinggal lagi di rumah lama nya.


Entah kenapa .. Arka jadi merasa ragu jika Ana melakukan tindakan kriminal pada Stella waktu lalu.


"Lo percaya kalo si Ana ngelakuin itu?" tanya Bayu pada Gavin


Ketiga nya kini berada di kamar milik Arka, mereka menemani Arka seraya menghibur nya karena takut jika Arka melakukan hal-hal yang tidak di inginkan.


Jika kalian menanyakan keberadaan Stella .. cewe itu sedang berada di kamar nya, kata nya lelah ingin segera tidur, alhasil .. Stella tidak ikut gabung. Dan hal itu membuat ketiga remaja yang berada di dalam kamar sedikit leluasa.


Mereka menduga .. jika Ana di sembunyikan oleh seseorang, makan nya .. susah sekali mencari keberadaan cewe itu.


Tak segan-segan, Arka meminta bantuan kepada Papah nya untuk meretas lokasi Ana, namun tetap saja tidak ada hasil nya.


"Udah ratusan kali lo nanya pertanyaan yang sama ke gue Bay," sebal Gavin yang tak henti-henti nya bertanya dengan pertanyaan yang sama." Lagian .. emang nya lo percaya kalo si Ana pelaku nya?"


"Sebener nya ga percaya Gav, cuman .. kepercayaan gue di patahkan sama vidio yang udah tersebar luas,"


"Vidio itu cuma berdurasi 20 detik doang, dan mungkin ada kemungkinan besar kalo Ana memang ga salah. Harus nya kita ga boleh percaya gitu aja sama vidio yang berdurasi beberapa detik itu, kita kan ga tau sebelum nya mereka ngapain, iyakan?"


"Kalo kita memihak Ana .. berarti kita menyudutkan Stella? Padahal dia sahabat kita sendiri dari cebong,"


Arka mencerna kata demi kata yang Gavin lontarkan, perkataan cowo itu ada benar nya, harus nya dirinya tidak langsung menyudut kan Ana seperti itu tanpa tau apa penyebab awal nya.


Dan yang di katakan Gavin juga benar, durasi yang terdapat di vidio itu hanya berdurasi 20 detik saja, dan kemungkinan besar jika kejadian awal nya ada ke salah pahaman di antara mereka.


"Itu dia yang bikin gue mikir keras," balas Gavin yang sambil mengetuk jari telunjuk nya di dagu.


"Ana juga susah banget di temuin nya, kira-kira dia kemana? Gue takut sumpah kalo dia di apa-apa in warga, secara .. vidio itu tersebar luas banget,"ujar nya sambil menghela nafas panjang

__ADS_1


Pikiran Arka kalut, dirinya juga takut jika Ana kenapa-napa, terlebih lagi .. dia memiliki seorang ibu yang kondisi nya sedang tidak baik-baik saja.


Kedua tangan nya mengepal kuat karena belum juga menemukan titik terang yang dapat membuat hati nya resah tak karuan.


"Mau keman lo?" tanya Bayu pada Arka yang berdiri hendak keluar kamar.


"Ambil minum,"


"Biar gue aja yang ambilin," sahut Gavin karena tidak tega jika Arka harus turun tangga dengan kondisi nya yang sedang lemah.


"Gue aja,"tolak Arka mentah-mentah, sebenar nya sedikit sebal dengan kedua teman nya itu yang menganggap penyakit Arka terlalu serius, padahal dirinya juga masih mampu untuk melakukan berbagai macam aktifitas lain nya.


"Ta .. "


Brak


"Buset dah itu anak," ujar Bayu seraya menggelengkan kepalanya ketika Arka membanting pintu kamar nya dengan keras


Gavin mengelus dada nya sabar, " Dalam kondisi apa pun .. itu anak tetep nyebelin," gumam nya sambil mendelikan mata nya.


Sesampai nya di lantai bawah .. samar-samar Arka mendengar perbincangan seseorang yang berada di kamar Stella, tentu saja Arka dapat mendengarkan dengan jelas, sebab pintu kamar Stella sedikit terbuka, dan itu membuat rasa penasaran Arka semakin mengguncang.


Mata Arka melihat sosok Danil berada di dalam sana dengan Stella, hal itu membuat Arka mengerutkan kening nya dengan rasa curiga.


Arka terlonjak kaget ketika pundak nya ada yang menepuk, dan ternyata itu ulah kedua teman nya.


Setelah kepergian Arka .. Bayu dan Gavin memutuskan untuk mengikuti nya, karena mereka takut jika Arka jatuh dari tangga, dan justru .. mereka malah melihat Arka sedang mengintip di balik pintu kamar Stella.


"Ngapain?" tanya Bayu pada Arka


"Lo pada ngapain ngikutin gue?" sinis nya


"Kita berdua takut kalo lo kenapa-kenapa, lagian lo ngapain ngintipin Stella? Ga sopan lo Ar, gimana kalo dia lagi ganti baju,"


"Iya nih kur ...."


"Apaan si Nil?" tanya dengan sinis

__ADS_1


Percakapan mereka terhenti kala mendengar kedua insan itu ribut, akhir nya .. mereka pun ikut melakukan hal yang sama seperti Arka yaitu menguping. Meskipun tidak sopan .. tapi rasa penasaran lebih mendominasi.


"Jawab pertanyaan gue Stella! Gausah berlagak bego, gue yakin! Dalang dari kejadian ini karena ulah lo kan?! Jawab!!" sarkas nya.


"Gue harus ngejelasin apa lagi hm? Lo kan udah liat di vidio yang tersebar itu," jawab nya sesantai mungkin


"Lo pikir gue percaya?" ujar Danil tertawa remeh


"Kenapa lo nuduh gue tanpa bukti?"


"Hey Stella, gue ga sebodoh Arka yang mudah terpancing sama kejadian yang udah menimpa Ana,"


"Dan lo mau tau alasan gue dengan mudah nya nuduh lo?"


Stella mengangkat sebelas alis nya sambil bersedekap dada.


"Lo ga inget? Malam itu .. lo pernah nawarin kerja sama ke gue buat hancurin hubungan mereka kan? Tapi sayang nya gue ga ada minat sama sekali, karena bagi gue .. Ana dan Arka adalah orang yang paling berarti dalam hidup gue, dan gimana mungkin gue tega nyakitin mereka?"


Ketiga remaja itu sampai tercengang dengan penuturan Danil, bahkan Arka yang dengan jelas mendengarkan nya pun sampai bingung, kenapa dirinya sampai sangat berarti buat cowo itu? Sedangkan selama ini dirinya terus saja tanpa henti menyakiti Danil.


"Dari sini gue yakin, kalo lo ada sangkut paut nya dengan tuduhan yang menimpa Ana, iyakan?" todong nya," Alasan nya mudah Stel, semua ini karena cinta. Lo rela fitnah Ana demi mendapatkan hati Arka kan?"


"Pinter banget si lo Nil, ko bisa si," puji Stella pada Danil, setelah nya dia terkekeh sinis.


"Lo bener Nil, lo itu ga mudah untuk di bodohi, ga kaya Arka yang mudah terpancing emosi nya,"


"Omongan lo bener, gue emang fitnah Ana, soal nya gue udah enek banget sama itu cewe karena udah dengan berani nya rebut Arka dari gue," ujar nya menggebu-gebu.


"Dan yang bikin rencana gue mulus adalah .. karena ada orang yang rekam pas banget di saat gue jatuh dan Ana megang pisau lipat punya gue," Stella membayangkan kejadian itu dengan perasaan senang," Gue harus berterima kasih sama dia, karena dia .. udah buat rencana gue lancar maksimal,"


Tangan Danil mengepal, rasa nya ingin sekali meninju wajah Stella yang so polos itu, namun keinginan nya terhenti ketika dirinya sadar untuk tidak menyakiti seorang perempuan.


"Lo mau ngadu sama Arka? Gue yakin si .. kalo dia ha bakalan percaya sama semua omongan lo," Stella terkekeh sinis, pasal nya .. mana mungkin Arka percaya dengan musuh nya sendiri?


Harus nya dirinya merekam kejadian ini, agar bisa membuktikan kebenaran kepada Arka, namun sial nya .. dia tidak ingat sama sekali.


Sekeras apa pun perjuangan nya untuk membela Ana .. Arka memang tidak akan percaya, terlebih lagi dengan ucapan nya sendiri.

__ADS_1


Arka dan kedua teman nya sampai saling pandang, mereka tidak percaya dengan pengakuan dari Stella. Ternyata dalang dari semua ini adalah sahabat nya sendiri.


Tangan Arka sampai mengepal kuat, urat-urat leher nya pun menonjol, wajah nya yang semula terlihat putih .. kini berubah menjadi merah padam.


__ADS_2