Posessif Arka

Posessif Arka
episode 51


__ADS_3

Arka duduk di antara ketiga sahabat nya, mereka sedang asik memakan cemilan yang mereka beli.


"Lama banget lo Ar," ujar Bayu yang baru mendapati Arka


"Nganter Ana ke kelas nya dulu,"


"Bucin,"cibir Bayu


"Mau roti ga? Aku suapin ya?" tawar Stella


"Boleh," balas Arka sambil membuka mulut nya


Sebenar nya Arka tidak enakĀ  dengan Stella, sebab dirinya menyuruh Stella berangkat dengan Gavin, karena Arka akan menjemput Ana kerumah nya.


Baru kali ini Arka nekat untuk tidak terlalu berdekatan dengan Stella, meskipun sedikit sulit, karena mereka sudah terbiasa bersama, namun Arka tetap berusaha karena ingin menjaga perasaan Ana.


"Makasih Gav udah jemput Stella," ujar Arka di sela-sela kunyahan nya karena Stella tidak henti-henti nya menyuapi roti pada Arka.


Meskipun Arka sering di katai ketua, tapi dirinya tidak pernah lupa mengucapkan kata terimakasih dan maaf jika memang ucapan itu di perlukan.


"Stella sahabat gue juga Ar, jadi gue ga merasa keberatan sama sekali kalo semisal harus antar jemput Stella setiap hari,"


Kriiiiinggg


Suara bel masuk sudah berbunyi dengan nyaring, tapi mereka seakan tuli karena mereka tidak pernah memperdulikan hal itu.


Arka sangat merasa beruntung di beri teman seperti Bayu dan Gavin, mereka selalu menanamkan rasa solidaritas nya dengan menjunjung tinggi.


"Eh tapi .. kenapa Ana engga lo ajak kesini?" tanya Bayu dengan heran


Stella benar-benar kesal dengan Bayu yang kerap kali menanyakan Ana, tidak bisakah sehari saja tidak membahas Ana? Apa untung nya juga Ana bergabung? Dia tidak penting sama sekali bagi Stella.


Gara-gara Ana .. dirinya jadi tidak bisa duduk satu motor dengan Arka lagi, sebab kata Arka .. dia akan mengantar jemput Ana setiap hari.


Ingin sekali rasa nya Stella menolak, karena bagaimana pun keadaan nya .. Arka hanya boleh menjadi milik nya dan tidak boleh menjadi milik siapa pun, termasuk Ana.


Untuk kali ini .. Stella akan bersabar, tapi tidak untuk kedepan nya.


"Udah masuk kelas Bay, makan nya dia ga mau ikut ke sini,"


"Padahal mah gapapa kali sesekali,"


"Dia kan diamond class Bay, jelas Ana ga akan mau kalo di ajak telat masuk kaya gini, dia kan termasuk murid berprestasi dan menanam kan pada dirinya untuk selalu on time," ucap Gavin menimpali," Apalagi .. dia kan pake jalur beasiswa,"


Mereka mengangguk membenarkan ucapan Gavin.


"Makanan gue udah abis nih, kita masuk sekarang ga nih?" tanya Gavin pada ketiga teman nya.


Mereka semua berjalan beriringan menuju kelas nya, meskipun telat .. tapi mereka tidak peduli.

__ADS_1


~~


"Harus nya kamu ga usah anter aku Ar, kamu harus banyak istirahat dulu buat pemulihan," ujar Ana tidak enak ketika Arka memaksa untuk mengantar Ana pergi ke tempat kerja nya.


"Lagian kan pake mobil An, jadi gapapa." balas nya," Aku juga pengen antar jemput pacar aku, emang nya salah?"


"Engga salah, cuma .. dalam kondisi seperti ini .. aku merasa bersalah Ar,"


Tentu saja Ana merasa tidak enak hati karena terus saja merepotkan Arka, padahal .. kondisi Arka belum bisa di katakan baik-baik saja.


"Gausah mikir yang aneh-aneh, aku lakuin semua ini karena aku sayang banget sama kamu An,"


Ana merasa beruntung bisa di perlukan dengan baik oleh Arka yang notabene nya banyak di takuti oleh orang-orang.


Ternyata .. mendeskripsikan kepribadian seseorang itu tidak hanya di lihat dari cover nya saja, tapi juga hati nya.


Cover bisa menipu, tapi hati tidak bisa di bohongi.


"Makasih, aku merasa beruntung banget," ucap Ana dengan senyum nya," Kalo gitu .. aku langsung masuk ya? Takut ada yang marah,"


"Boleh, semangat sayang," Arka mengusap lembut pada kepala Ana," Aku juga mau pulang dulu, mau ganti baju, nanti .. aku jemput kamu,"


"Gausah Ar, aku bisa naik ojek online," tolak Ana yang merasa semakin tidak enak.


"Apaansi An, aku tetep akan jemput kamu," final nya yang tidak ingin di tolak


"Kamu harus banyak istirahat Arkaaaa," Ana gemas sekali dengan Arka yang tidak bisa di nasehati.


"Aku yang cuma diem di rumah aja masa di suruh istirahat terus?"


"A ...."


"Ga mau denger apa pun dari kamu lagi, aku pulang sekarang, dan nanti malam aku jemput, oke?"


Arka mengecup kening Ana dengan lembut sebelum berpamitan.


~~


Setelah sampai di kediaman .. Arka tidak langsung memasuki kamar nya, melainkan menuju kamar Danil.


Arka melihat Danil terbaring di kasur nya yang masih memakai seragam lengkap.


Tangan Danil memijit kepalanya dengan teratur.


Pikir Arka .. Danil tidak menyadari kehadiran nya di dalam sini.


Ekhem


Danil langsung menoleh mendapati pintu kamar nya yang terbuka dan mendapati Arka di sana.

__ADS_1


Seketika Danil langsung berdiri tegap seraya menghadap ke arah Arka.


Danil menaikan sebelah alis nya seraya bertanya 'apa'


Arka terkekeh sinis," Apa yang udah lo lakuin ke bokap gue?" tanya nya tanpa basa-basi, karena Arka tidak ingin membuang-buang waktu.


Raut wajah bingung terlihat jelas di wajah Danil, sampai kening nya pun mengerut.


"Gue ga ngerti maksud lo apaan," balas Danil seadanya


"Gue ga bodoh! Sebenar nya .. apa rencana lo selama ini? Sampai bokap gue patuh sama ucapan lo?!"


"Ngomong yang jelas Ar, sumpah gue ga ngerti,"


Bugh


Bugh


Arka melayangkan pukulan nya yang sedari tadi dirinya tahan, dan untung nya .. sang Papah belum pulang dari kantor nya, jadi dirinya bisa leluasa menghabisi Danil.


Tanpa perlawanan .. Danil terkapar di lantai dengan luka sobek di sudut bibir nya.


Arka mencengkram kuat kerah


baju Danil," Lo ngancem apa hah sama bokap gue!!" bentak nya sampai wajah Arka merah padam dan urat-urat di leher nya pun timbul.


Uhuk uhuk


Kondisi Danil yang sedang lemah .. malah di tambah lemah dan terkapar tak berdaya.


Arka sempat berpikir, apakan Danil selemah ini? Sampai di tonjok dua kali pun langsung terkapar tak berdaya?


Setau Arka .. Danil menguasai ilmu bela diri, sama seperti diri nya.


"Gue ga pernah ngancem apa pun sama Papah," ucap nya dengan suara lemah," Dan apa yang buat lo berpikir kalo gue ngancem Papah?"


"Masih nanya?" ujar Arka tak percaya dengan drama yang Danil lakukan," Kalo lo ga ngancem Papah .. terus kenapa Papah sampai bawa lo kemana-mana dan ga pernah ajak gue?! Kalian sering pergi seminggu dua kali bahkan lebih! Dan bahkan .. kalo kita berantem .. kenapa Papah selalu bela lo mati-matian!!" lanjut nya dengan murka


Ternyata alasan Arka memarahi nya karena itu.


Danil tiba-tiba diam membisu, mulut nya terasa kelu dan sulit sekali mengeluarkan kata-kata.


Danil tidak mungkin memberi tau Arka apa yang sebenar nya terjadi, dirinya tidak mau Arka mengetahui semua nya yang sudah ia simpan rapat-rapat selama ini.


"Anj*ing," umpat nya karena merasa kesal, seketika Arka langsung melepaskan cengkraman nya pada Danil."Gue tanya sekali lagi," ucap nya dengan suara rendah dan terdengar menyeramkan," Lo ngancem apa sama Papah?"


"Udah gue bilang kalo gue ga ngancem Papah!"


Arka menggeleng pelan,"Lo pikir gue percaya? Jangan harap, karena omongan lo ga bisa di percaya," desis nya," Gapapa kalo lo ga mau ngasih tau, tapi .. akan gue pastiin kalo lo ga akan pernah hidup tenang, karena gue .. akan jadi orang yang buat lo menderita, paham?"

__ADS_1


Setelah itu .. Arka meninggal kan Danil yang terkapar di sana dengan luka nya.


Danil berusaha bangkit untuk segera membersihkan luka nya, karena diri nya takut jika Papah mengetahui luka ini.


__ADS_2