Posessif Arka

Posessif Arka
episode 59


__ADS_3

"Papah tinggal duluan ya? Makan nya juga udah selesai," pamit sang Papah lebih dulu karena merasa sedikit lelah akibat pekerjaan kantor yang terlalu menguras energi nya.


Kepergian Papah nya membuat Arka memiliki kesempatan yang leluasa.


"Dimana lo sembunyiin Arka?" suasana makan malam terasa sedikit tegang karena Arka sudah tidak ingin basa-basi lagi, harap-harap .. Danil memiliki titik terang.


Danil mengangkat bahu nya acuh, dirinya melakukan semua itu hany ingin sampai mana perjuangan Arka kepada Ana.


"Gue serius, Ana ada di mana sekarang? Gue mau ketemu sama dia,"


"Lo lupa? Kalo Ana udah ga mau ketemu sama lo?" Danil terkekeh sinis di sela-sela kunyahan makan nya.


"Tinggal kasih tau dimana keberadaan Ana sekarang?! Gue ga peduli dia mau ketemu sama gue atau engga, yang jelas gue mau ketemu sama dia," Arka menegaskan keinginan nya


"Gue pernah bilang kan sejak awal? Kalo Ana itu terlalu rapuh Ar, kenapa lo ga ngerti juga? Lo gatau perasaan Ana kaya gimana di saat lo ngata-ngatain dia cewe miskin," mata Danil memanas ketika mengingat ucapan Arka di taman waktu lalu


"Sumpah gue kebawa emosi, gue nyesel Nil, gue nyesel," ucapan nya melemah kala mengingat perkataan menyakitkan yang telah dirinya lontarkan kepada Ana.


Arka menyimpan sendok dan garpu di atas piring, malam ini nafsu makan nya tiba-tiba hilang begitu saja.


"Seemosi apa pun ... seenggak nya lo tahan buat dia engga di DO, lo tau sendiri kan mimpi dia pengen lulus dengan nilai terbaik supaya bisa membuat ibu nya bangga,"


"Gue ngaku salah, gue udah terlalu jahat buat dia,"lirih nya," Jadi gue mohon .. kasih tau keberadaan Ana, gue mau perbaiki semua nya,"


"Lo selalu meyakinkan Ana dengan kata janji, tapi lo sendiri yang meng ingkari nya," Danil selalu mempunyai jawaban yang dapat membuat Arka terdiam."Dan beruntung nya .. Ana cewe yang baik yang selalu maafin semua kesalahan lo,"


" Gue ga pernah masalah kalo Ana juga cinta sama lo Ar, karena gue gamau maksa dia kalo dia bahagia nya cuma sama lo. Dengan berat hati gue lepasin Ana buat lo, tapi lo malah sia-sia in dia,"


Arka menatap mata Danil dengan lekat, Arka melihat jika Danil menyimpan rasa kecewa di sana.


"Mati-matian gue buat dia bahagia setiap hari, sekarang semua nya berubah ketika dia kenal sama lo, seenggak nya kalo mau nyakitin dia .. jangan sampai mengarah ke masalah pribadi nya, dia ga sekuat itu Ar,"


"Dimana Ana?" Arka sudah tidak ingin mendengar ucapan Danil lagi. Yang sekarang Arka inginkan adalah keberadaan Ana


~~


"Ana suapin bu, makan yang banyak," dengan telaten .. Ana menyuapi sang ibu tanpa ragu.


"Gimana belajar nya? Kamu suka kan Home Schooling?"

__ADS_1


"Suka bu, cuma ya lebih suka di sekolah,"ucap Ana yang terpaksa menampilkan sebuah senyuman."Ibu ga marah kan kalo Ana Home Schooling?"


"Ibu ga marah sama sekali nak, justru ibu bangga sama kamu yang udah bertahan sejauh ini," balas nya sambil mengusap rambut Ana dengan lembut," Makasih Ana, kamu udah sabar rawat ibu yang selalu nyusahin kamu,"


"Ibu," tegur nya," Jangan ngomong gitu lagi, Ana sama sekali ga mempermasalahkan semua itu, dan Ana ga suka kalo ibu ngomong kaya tadi,"


"Ibu itu Ibu Ana, jadi Ana sebagai anak memang seharusnya kaya gitu,"


"Kamu benar-benar anak ibu yang berhati malaikat, semoga ... kamu jadi anak yang sukses di masa depan ya nak?" acara makan malam hari ini terasa begitu haru, bahkan Ana sampai menitihkan air mata nya.


"Ibu mau tambah lagi makan nya?"


"Udah kenyang nak,"


"Kalo gitu .. Ana mau cuci piring kotor nya dulu ke dapur ya,"


Selesai mencuci piring .. Ana mendengar suara bel Apartemen nya berbunyi yang menandakan bahwa ada tamu di sana.


"Danil? Tumben malem-malem kesini? Ada hal penting? Atau ada yang ketinggalan?" cerocos Ana," Sampe lupa, ayo masuk Nil,"


Ketika tangan nya hendak menutup pintu ... "Arka," Ana bergerak mundur ketika mendapati Arka datang ke Apartemen milik Danil.


Rasanya canggung sekali berada di situasi saat ini.


"Aku tinggal ya? Soalnya mau liat ibu kamu dulu An," pamit Danil yang sadar dengan situasi bahwa mereka perlu berbicara empat mata.


Meskipun kesal, marah dan kecewa .. tetap saja Danil tidak bisa melihat Arka terluka.


"Jadi .. selama ini kamu tinggal di Apartemen punya Danil An?" tanya Arka basa-basi


Sebenar nya Ana merasa enggan dengan kedatangan Arka, karena ketika melihat wajah nya .. kejadian hari itu terasa berputar kembali.


Tanpa ada niat sedikit pun untuk menjawab .. Ana hanya mampu terdiam dan menoleh ke arah lain.


"Aku tau kamu kecewa sama aku yang udah berkali-kali nyakitin kamu, tapi dengan bodoh nya .. aku selalu mengulangi kesalahan lagi."


"Kedatangan aku kesini .. aku mau minta maaf atas kejadian waktu lalu,"


Ana hanya tersenyum sinis," Lo lupa? Kalo gue nyuruh lo untuk ga saling kenal lagi di antara kita?"

__ADS_1


Helaan nafas panjang keluar dari mulut Ana,"Gue inget betul saat lo ngatain gue cewe miskin yang ga tau diri,"


"Maaf An, aku ngaku salah udah nyakitin kamu dengan perkataan aku,"


"Permintaan maaf lo untuk di ulangi lagi? Dan janji lo juga dengan mudah nya di ingkari?"


"Perkataan lo yang mana Ar yang harus gue percaya?"


"Gue udah muak, gue udah cape. Mulai sekarang .. gue bener-bener udah ga mau kenal sama lo lagi Ar, cukup Danil aja, karena cowo satu-satu nya yang percaya sama gue dalam bentuk apa pun cuma Danil"


"An ..."


"Tolong ngertiin gue, gue ga mau sia-sia in cowo sebaik Danil lagi, cukup kemarin aja gue bodoh karena udah ninggalin dia, kali ini .. gue ga mau lagi,"


"Engga An, kamu cuma punya aku," lirih nya dengan memohon


"Jangan egois! Gue udah cape sama sikap lo. Lo sendiri kan yang pernah bilang ke gue buat jangan percaya sama omongan orang lain? Dan sekarang? Justru lo sendiri yang ke makan sama omongan orang lain dan malah ikut adil nyudutin gue," sekuat tenaga untuk tidak menangis .. akhir nya pertahan nya pun runtuh


"Aku emang bodoh An dan mudah dihasut sama orang,"tatapan Arka terlihat sendu seakan tak ada gairah lagi jika Ana benar-benar menjauh dari nya.


"Cukup gue aja yang lo sakiti, jangan sampai orang lain ngerasain juga," pinta Ana," Gue maafin lo Ar, tapi engga untuk balikan. Gue harap .. kita cuma sebatas kenal aja, ga lebih,"


Ana bangkit seraya menyusul Danil yang berada di kamar ibu nya.


Hap


Sebelum Ana benar-benar pergi .. Arka terlebih dahulu memeluk Ana dari belakang dan Arka menyimpan dagu nya di pundak Ana.


"Aku ga akan pernah ninggalin kamu An, dan aku juga ga mau di tinggalin sama kamu."


"Mungkin sekarang kamu lagi dalam masa kecewa sama aku, aku berusaha mengerti itu, dan aku akan ngasih kamu waktu untuk bisa menerima aku lagi."


"Aku akan berusaha untuk bisa dapetin kamu lagi An, aku janji .. setelah ini .. aku mau ngasih kamu kebahagiaan yang sempat hilang,"


"Mulai besok .. kamu di terima lagi di sekolah, dan aku akan jemput kamu," di akhir kalimat nya Arka mencium kepala Ana cukup lama.


Ana menoleh ke arah Arka ketika dia memberi tau jika dirinya di terima lagi di sekolah.


"Aku udah klarifikasi masalah vidio yang tersebar itu, dan aku juga yang mutusin buat kamu sekolah lagi kaya biasa nya. Karena aku gamau merusak mimpi kamu Ana,"

__ADS_1


Entah harus bagaimana sekarang, antara senang atau sedih? Semua terasa menjadi satu.


__ADS_2