
Stella sedari tadi menggerutu tidak jelas karena Bayu dengan seenak jidat nya menarik paksa dirinya untuk keluar dari ruangan Arka.
Stella di buat tidak tenang karena meninggal kan Arka dan Ana hanya berdua di dalam.
Dengan sekuat tenaga Stella berusaha melepaskan cekalan Bayu, namun tetap saja tenaga nya tidak cukup kuat.
Huft
"Lepasin Baaaayyyyy, gue mau ke dalem ih," gerutunya yang terus berusaha melepaskan cekalan yang tak kunjung lepas.
Stella tidak mungkin diam saja seperti ini, dirinya tidak ikhlas melihat Ana dekat-dekat dengan Arka di dalam sana.
Arka hanya milik nya dan tidak ada yang boleh berani memiliki Arka selain dirinya.
"Diem Stel, biarin mereka berdua dulu," ujar Gavin memperingati," Lo gamau kan liat Arka sedih dan tambah sakit lagi?"
"Cuma Ana Stel yang bisa bujuk Arka," timpal Bayu," Selama ini .. kita berusaha sekuat apapun buat bujuk Arka .. tapi ga ada hasil nya kan?"
"Lo aja yang selalu Arka prioritas kan ga bisa kan bujuk Arka?" tanya Gavin
"Ya kenapa harus Ana?" geram Stella
"Karena Ana pacar nya Stel," celetuk Bayu yang tidak sadar telah melukai hati Stella
Stella diam membisu kala Bayu mengatakan jika Ana pacar Arka," Bukan nya Ana cuma di jadikan alat ya? Supaya Danil ga bahagia dan menderita," ujar Stella terkekeh sinis
Perkataan Stella memang tidak sepenuh nya salah tapi ..
"Kita ga ada berhak untuk ikut campur urusan Arka Stel, biar dia aja yang jelasin semua nya," sahut Gavin agar Stella tidak terlalu banyak bicara
Mereka memang bersahabat dari kecil, namun.. jika masalah seperti ini.. harus nya mereka saling mendukung satu sama lain dan bukan nya malah menanam kan rasa egois dalam diri.
__ADS_1
"Kalian tau? Gue suka sama Arka," ucap nya dengan pelan," Dan kalian... seakan ga peduli sama perasaan gue,"lanjut nya dengan lirihan yang di sertai setetes air mata." Dan kalian lebih mendukung hubungan Arka sama Ana,"
"Gue tau Stel kalo lo suka sama Arka lebih dari kata sahabat, dan gue juga tau perasaan lo sekarang kaya gimana ke dia,"
"Tapi lo harus tau Stel .. cinta itu ga bisa di paksa, biarin dia bahagia sama pilihan nya .. dan lo juga harus bahagia sama seseorang yang beruntung bisa dapetin lo nanti nya,"
"Jangan egois Stel, Arka sayang sama lo hanya sekedar sahabat, dan harus nya lo sadar itu," timpal Bayu
"Gue cuma mau Arka," lirih nya," Gue udah terlanjur nyaman dan cinta sama dia," lanjut nya yang masih dengan lirihan," Persetan dengan kata sahabat!" desis Stella
"Jangan kaya gini Stel, lo cantik. Banyak cowo di luaran sana yang pengen miliki lo," sahut Bayu
Dengan sigap Bayu memeluk Stella dari samping dan Stella pun tidak menolak, justru dirinya malah menangis di pelukan Bayu.
Bayu mengusap punggung Stella yang bergetar akibat menangis." Jangan sakiti diri lo karena terus mencintai seseorang yang ga bisa mencintai lo balik Stel,"
"Karena lo ga ngerasain apa yang gue rasain Bay," balas Stella di sela-sela tangisan nya," Gue udah terlalu sayang sama Arka, dan ga mungkin juga gue bisa lepasin Arka gitu aja,"
"Jangan berekspektasi terlalu tinggi kalo lo ga mau sakit hati sama kenyataan," sahut Gavin
Mereka juga tidak ingin melihat salah satu di antara sahabat nya terluka karena cinta.
Dan mereka juga tidak ingin jika persahabatan mereka rusak karena masalah percintaan.
Dari sebagian banyak nya persahabatan anatar cewe dan cowo .. memang tidak pernah berjalan dengan mulus, pasti ada saja masalah nya.
Memang benar, jika cewe dan cowo bersahabat .. pasti salah satu di antara nya akan ada yang menyimpan rasa lebih dari sekedar sahabat, seperti Stella dan Arka contoh nya.
Sejauh ini sebelum Arka mengenal Ana .. hubungan persahabatan mereka baik-baik saja, namun karena adanya rasa cinta Arka terhadap orang lain.. malah membuat sahabat nya terluka karena cinta nya tak terbalaskan.
Mereka juga sama menyayangi Stella, hanya saja .. cuma sekedar sahabat tidak lebih.
__ADS_1
Entah harus memihak siapa sekarang.
Mereka tidak mungkin memaksa Arka untuk mencintai Stella, tapi juga tidak mungkin mereka tidak merestui hubungan Arka dengan Ana.
Bagaimana pun juga .. Arka adalah sahabat terbaik nya, jadi .. apapun keputusan Arka .. mereka tidak akan merasa keberatan. Toh juga Ana cewe yang baik, mana mungkin mereka tidak merestui nya.
Selagi Arka bahagia dengan pilihan nya .. mereka fine-fine aja.
"Kenapa harus Ana?" tanya Stella dengan suara pelan
"Jangan tanya gue atau pun Gavin soal masalah ini," balas Bayu yang masih setia memeluk Stella
"Perasaan seseorang bisa kapan aja berubah Stel, termasuk perasaan Arka ke Ana," sahut Gavin," Mungkin waktu itu .. Arka pacarin Ana karena sebuah alasan untuk hancurin Danil, tapi ternyata .. dengan seiring nya waktu .. perasaan Arka berubah."
"Ga ada yang bisa mengontrol hati seseorang Stel, semua bisa berubah dengan seiring nya waktu," timpal Bayu
"Ga ada harapan ya buat gue sama Arka bisa bersatu?" ujar nya dengan helaan nafas
"Ga ada yang tau kedepan nya kaya gimana, kita cuma mengikuti alur takdir yang udah di gariskan," balas Bayu
"Andai gue ga ninggalin Arka dan kalian, pasti sekarang hubungan gue sama Arka ga akan kaya gini," ujar Stella berandai- andai
"Jangan berandai-andai, semua nya udah terjadi dan ga kita ga bisa kembali ke masa itu," sahut Gavin menjelaskan
"Lo bener Gav, semua nya ga akan kembali, bahkan seseorang yang ingin gue genggam erat tangan nya pun udah ga bisa gue raih,"balas Stella yang dengan raut wajah kecewa nya," Semua nya udah terlambat, dan gue hanya bisa menyesali keadaan gue sekarang,"
"Udah ya Stel, jangan kaya gini," ucap Bayu menenangkan
"Gue bener-bener nyesel udah ninggalin kalian tanpa pikir panjang," sesal Stella, andai saja waktu itu diri nya tidak ikut pergi bersama kedua orang tua nya yang pindah tugas, pasti semua nya akan baik-baik saja, dan hubungan nya dengan Arka pun akan berjalan dengan mulus.
Stella berusaha menghapus air mata nya yang terus saja mengalir dari kelopak mata nya.
__ADS_1
Tidak ada satupun orang yang benar-benar ikhlas jika seseorang yang kita cintai lebih memilih orang lain, termasuk dirinya sendiri.
Apa yang harus Stella lakukan sekarang? Melepaskan dengan paksa atau ... berjuang merebut cinta nya dari Ana.