Posessif Arka

Posessif Arka
episode 63


__ADS_3

"Maaf dok, kedatangan saya kemari hanya ingin bertanya perihal pasien yang bernama Danil Brata Lionel," ucap Arka tanpa basa-basi, bahkan memasuki ruangan dokter pun tanpa mengetuk pintu dan langsung menerobos masuk. Sedikit kurang attitude ya memang.


Seorang dokter yang sibuk itu pun ... kegiatan nya seketika berhenti karena melihat kedatangan seseorang yang diri nya kenal beberapa puluh menit yang lalu.


"Ada perlu apa kamu bertanya mengenai pasien yang bernama Danil itu?" karena setelah kedatangan Arka ke dalam ruangan Danil .. sang dokter berlalu keluar sebab harus mengurus beberapa berkas terlebih dahulu.


"Jawab pertanyaan saya dok! Bukan nya malah balik bertanya," ucap Arka dengan malas sambil bersedekap dada


"Saya tidak punya hak untuk memberitahu, jadi kamu boleh keluar dari ruangan saya," titah nya dengan sopan.


"Saya saudara pasien, jadi tolong beritahu saya." tegas nya


Dahi sang dokter berkerut


"Ck, saya tidak bohong! Saya benar-benar saudara nya," jelas nya meyakinkan


"Jika memang kamu saudara nya .. kenapa kamu tidak tau apa-apa tentang pasien?"


"Justru itu, saya tidak pernah di kasih tau tentang apa pun, karena memang kami tidak begitu akrab," jelas Arka yang mulai jengah," Langsung aja dok, apa yang sebenar nya terjadi dengan saudara saya?" baru kali ini Arka mengatakan kalau Danil saudaranya, ini semua karena dirinya terpaksa ingin mengetahui kebenaran.


"Pasien yang bernama Danil mengalami penyakit Leukimia yang sudah akut, bahkan saya juga sempat kaget ketika melihat pasien masih bisa bertahan sampai sejauh ini. Saya turut prihatin dengan pasien.. harus nya seusia pasien pada umum nya menikmati masa-masa remaja nya, bukan nya malah bolak-balik rumah sakit untuk cuci darah,"


Tubuh Arka seketika tegang kala mendengar penuturan sang dokter, bahkan menelan ludah nya sendiri pun terasa susah." Sudah berapa lama dia menderita penyakit itu dok?" tanya nya dengan hati-hati


"Sekitar ... 5 tahun jalan," balas nya dengan sedikit berpikir," Dulu dia anak yang sangat aktif sekali, tapi .. semakin kesini pasien semakin memasrahkan keadaan nya dan dia pernah berkata bahwa dia tidak banyak berharap lagi,"


"Ah, saya baru ingat jika pasien pernah menceritakan tentang saudara tiri nya, dan mungkin .. itu kamu? Karena memang pasien tidak menyebut nama saudara nya itu"


"Saya? Dia cerita apa?" tanya nya dengan penasaran


"Dia sangat menyayangi saudara nya, tapi-----"

__ADS_1


"Tapi apa?" serobot Arka dengan sorot mata penasaran


Sang dokter hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan kala melihat tingkah remaja di depan nya ini." Tapi .. saudara nya tidak pernah menyayangi dia balik, mungkin karena suatu kesalahan yang membuat kalian tidak akur. Dia juga bilang kalo kamu sering salah paham kepada Papah kamu, bahwa beliau lebih menyayangi pasien yang bernama Danil. Kamu mau tau alasan Papah kamu lebih mengawasi pasien di bandingkan dengan kamu?"


Arka mengangguk lemah,"Apa?"


"Karena Papah kamu mengkhawatirkan kondisi pasien yang semakin hari semakin melemah,"


"Tapi .. dia selalu terlihat biasa-biasa saja," Arka tidak pernah melihat Danil mengerang sakit selama dirinya serumah dengan Danil


"Karena dia tidak ingin ada orang lain tau tentang kondisi penyakit nya, dia tidak mau di dekati banyak orang karena rasa kasian,"


Otak nya memutar kejadian dimana dirinya selalu mencaci maki dan juga suka melakukan tindakan kekerasan yang mengakibatkan banyak lebam.


"Pasien sangat-sangat baik, dan juga ramah." puji nya kepada pasien," Saya juga berusaha untuk bisa menyembuhkan pasien sebisa mungkin, tapi .. apalah daya, saya hanya seorang manusia yang tidak bisa berbuat lebih banyak,"


"Bisa di sembuhkan kan dok?" ucap nya dengan pelan


Berlama-lama diam di ruangan dokter membuat Arka semakin panas mendengar penjelasan sang dokter yang mengenai penyakit yang di derita Danil." Terimakasih dok atas penjelasan nya, kalo gitu saya permisi," pamit nya dengan sopan


Hari semakin siang, sudah 3 jam lama nya Arka berada di rumah sakit.


"Jadi ini alasan Papah ga pernah ajak Arka?" tanya Arka yang kembali memasuki ruangan Danil. Melihat Danil yang terbaring lemah itu pun membuat Arka semakin merasa bersalah karena selama ini dirinya selalu menuduh Danil yang tidak-tidak, terlebih lagi ... cowo itu dan Papah nya tidak pernah memberi tau apapun, atau mungkin mereka sudah sepakat untuk menyembunyikan masalah besar seperti ini. Arka merasa malu dengan sikap nya yang selama ini.


"Papah kira kamu sudah pulang,"


"Pah," lirih Arka," Kenapa kalian nyembunyiin semua ini dari Arka?" tanya nya sambil melirik ke arah sang Papah dan juga Danil.


"Lo kan ga pernah suka sama gue, jadi buat apa gue kasih tau tentang masalah yang di derita sama gue?" balas Danil dengan lemah," Lo pernah bilang kan .. kalo lo pengen buat gue menderita? Selamat Ar, keinginan lo terpenuhi," lanjut nya dengan seulas senyuman


Di situasi seperti ini .. Danil masih sempat-sempat nya bisa tersenyum dengan tulus," Gue hidup cuma bikin lo susah kan Ar? Kalo bisa milih .. gue lebih baik ga dilahirkan keduania Ar jika kenyataan nya bikin lo menderita kaya gini," mata indah nya menatap Arka dengan tatapan sayu

__ADS_1


Sang Papah sudah tak mampu mendengarkan percakapan antara kedua putra nya, dirinya berusaha menulikan pendengaran nya. Kedua tanga nya di lipat di atas brangkar dan menyembunyikan kepalanya di sana.


Mendengar penuturan dari Danil membuat Arka tak kuasa menatap Danil dan kini mata nya melihat ke arah lain." Gue merasa jadi manusia paling jahat ketika melakukan kejahatan sama manusia lemah kaya lo,"


"Kalo gue tau kenyataan ini dari dulu .. mungkin gue ga bakal lakuin semua ini sama lo,"


"Kenapa? Karena kasian? Ini alasan gue ga mau ngasih tau siapa pun tentang penyakit gue, gue ga mau di kasihani,"


"Lo pernah merasa di anak tiri kan kan selama ini? Sabar ya Ar, tolong sabar sebentar lagi, dan nanti .. Papah bakal jadi milik lo seutuh nya dan ga akan berbagi lagi sama gue," Danil memegang dada nya sesak ketika berbicara yang menyakitkan seperti ini.


"Kamu ngomong apa Danil! Papah ga suka!" ucap sang Papah yang tak terima jika anak nya berbicara seperti itu, seakan-akan putra nya itu akan pergi


"Maaf Pah, Danil selalu ngerepotin Papah selama ini," lirih nya yang menahan tangis


"Nil," panggil Arka," Tolong sembuh demi Papah,"ucap Arka yang tercekat


"Kenapa? Bukan nya lo ga suka?" balas nya dengan santai


Arka menggeleng pelan," Mulai sekarang .. Papah gue .. Papah lo juga. Mau kan lo bertahan demi Papah?"


"Lo ------"


"Maaf atas sikap dan kelakuan gue selama ini yang udah bikin lo tambah sakit,"


"Lo kaya gini karena udah tau gue penyakitan ya Ar? Udah gue duga, gue pasti di kasihani,"ucap nya dengan lesu.


"Bukan karena kasian. Dulu gue emang ga suka sama lo yang tiba-tiba hadir di keluarga gue, karena lo .. Papah jadi lebih mentingin lo dari pada gue. Sekarang gue udah tau alasan Papah berubah, maaf Nil gue merasa ga pantes jadi saudara lo,"


"Lo ga salah Ar, disini gue yang salah karena tidak terbuka sama lo, alasan gue karena gamau lo tau kalo gue lemah. Maaf udah rebut Papah dari lo,"


Arka tidak menyangka jika Danil yang sering terlihat kuat namun menyimpan banyak luka di dalam nya. Mungkin jika dirinya tidak mengikuti mereka .. pasti Arka tidak akan mengetahui kenyataan seperti ini.

__ADS_1


Sang Papah menatap haru ke arah kedua putra nya yang mulai akur, hal seperti inilah yang dirinya inginkan sedari dulu, bukan nya malah bermusuhan dan bertengkar ketika bertemu.


__ADS_2