Posessif Arka

Posessif Arka
episode 40


__ADS_3

4 hari sudah Arka di rawat di rumah sakit, bukan nya membaik .. justru luka Arka semakin memburuk sebab tidak ingin di ganti perban, dan bukan hanya itu saja, Arka juga sulit sekali di bujuk untuk makan.


"Sesuap aja deh ya? Ya ya ya?" bujuk Stella, namun Arka tetap tidak kunjung membuka mulut.


"Ayo dong Ar, kamu gaboleh kaya gini," ujar Stella yang bingung harus membujuk Arka dengan cara apa lagi.


"Belum mau makan apa-apa Stel, ga laper juga," balas Arka seadanya, yang Arka mau hanya Ana, itu saja.


Arka tidak tega jika harus berkata pada Stella jika dirinya hanya ingin bertemu dengan Ana, bukan yang lain.


"Masa belum laper Ar? Yang bener aja! Kamu udah 4 hari ini ga makan," gerutu Stella yang tidak habis pikir." Ini juga perban nya udah harus di ganti Ar, nanti malah infeksi kalo kaya gini terus," lanjut nya," Gimana mau sembuh coba,"


Hari sudah malam, jam pun menunjukkan pukul 7 malam.


Arka benar-benar tidak ingin apa-apa, rasanya .. semua terasa hampa.


Gavin dan Bayu hanya menyaksikan drama antara Stella dan Arka di depan nya.


Jika biasanya Arka selalu menurut dengan perintah atau pun keinginan Stella.. tapi sekarang tidak lagi, karena Arka sudah benar-benar hanya ingin Ana saja.


Mereka berdua juga bingung bagaimana cara nya agar bisa membujuk Ana?


Ana sangat susah sekali untuk mereka bujuk, mereka rasa .. jika mengatakan kalo Arka meninggal saja .. seperti nya Ana tidak peduli.


Lagi pula .. cewe mana yang mau disakiti berkali-kali? Emang dasar nya aja si Arka tidak pernah bersyukur bisa dapetin cewe sebaik Ana.


Sekarang .. dia nyesel sendiri.


"Ayolah Ar, sesuap aja gapapa yang penting masuk makanan! Aku gamau liat kamu tambah sakit begini," tidak henti-henti nya Stella berusaha membuat Arka luluh.


Kepala Stella sampai pusing untuk memikirkan cara yang ampuh untuk Arka.


Arka hanya terdiam memandangi kaca jendela di pinggir nya, kira-kira kabar Ana gimana ya? Pikir Arka.

__ADS_1


Apa Ana baik-baik saja ketika tidak ada yang meng antar jemput ke cafe tempat nya bekerja?


Bahkan Arka sudah menyuruh Bayu untuk mengantar jemput Ana kemana pun dia pergi, tapi .. Ana menolak mentah-mentah dan lebih memilih menggunakan ojek.


Pikiran Arka terus-menerus tertuju pada Ana seorang, bahkan celotehan dan gerutuan Stella pun tidak dirinya hiraukan.


"Arkaaaaaaaaa, kamu dengerin aku ngomong ga si?!" kesal Stella ketika tidak mendapatkan sahutan dari Arka sedari tadi.


"Kamu pulang aja Stel," ujar Arka tanpa beban


Apa kata nya? Arka menyuruh dirinya untuk pulang?" Kamu ngusir aku Ar?" Stella tidak menyangka dengan ucapan Arka yang baru saja di lontarkan, kepalanya menggeleng pelan.


"Aku ga ngusir Stel, besok kamu sekolah dan ini udah malam," sebisa mungkin Arka berucap dengan lembut agar Stella tidak salah paham."Gav, anterin Stella,"


Gavin yang merasa terpanggil pun menoleh ke arah Arka dan sedetik kemudian kepalanya mengangguk." Ayo Stel," ajak Gavin


Stella menghela nafas panjang berusaha menahan diri untuk tidak memarahi Arka saat ini juga, rasa nya kesal sekali dengan sikap Arka yang berubah drastis kepadanya. Sikap manja Arka pada nya pun perlahan memudar dan itu membuat Stella tidak habis pikir di buat nya" Aku pulang, jangan lupa makan," balas Stella yang merasa kecewa dengan Arka dan menyimpan makanan nya di tempat semula.


Stella yakin! Di balik perubahan Arka yang sekarang .. pasti ada sesuatu yang cowo itu sembunyikan.


"Lo ga kelewatan Ar sama Stella tadi?" tanya Bayu," Padahal dia udah berusaha bujuk lo,"


"Gue cuma mau Ana Bay, bukan yang lain," balas Arka yang terus saja merapalkan nama Ana." Dia belum mau ketemu sama gue ya Bay?"


"Gue bakal terus berusaha Ar buat bujuk Ana, gue janji bakal bawa Ana kesini buat lo," ujar Bayu dengan yakin seraya menenangkan Arka.


Bayu meneliti tubuh Arka yang tak terurus, rambut nya acak-acakan tidak jelas dan wajah nya pun sangat pucat sekali.


"Ana marah banget Bay sama gue, makan nya udah ga mau ketemu lagi," lirih nya dengan sendu," Gue nyesel udah nyakitin Ana, gue emang ga pantes buat di cintai sama cewe sebaik Ana Bay,"


"Lo pantes ko Ar buat Ana, jangan nyerah gitu aja,"ucap Bayu menyemangati Arka


"Dia udah kecewa sama gue Bay, mana mungkin mau lagi sama gue?" ucapan Arka yang semakin lesu

__ADS_1


Ceklek


"Permisi, maaf saya mau ganti perban pasien yang bernama Arka," ujar seorang suster dengan ramah yang kemudian masuk ke dalam ruangan Arka


"Pergi! Jangan deket- deket!!" usir Arka


"Nanti bisa infeksi, dan luka nya akan bertambah parah," balas suster


"Lo ga tuli kan?! Gue bilang pergi ya pergi!! Gue ga mau ganti perban!!" usir Arka yang semakin tegas.


Arka mengamuk karena tidak ingin di sentuh oleh siapa pun kecuali Ana.


"Ngerti bahasa manusia kan?" desis nya


"Sus? Tolong jangan paksa Arka dan juga .. tolong tinggalkan kami, nanti akan saya bujuk Arka nya untuk ganti perban" sahut Bayu dengan sopan


Dengan terpaksa .. suster pun pergi keluar dari ruangan Arka.


Bayu menghela nafas panjang, ternyata .. cinta dapat membuat orang sakit menjadi tambah sakit.


"Udah Ar, udah ga ada suster nya."ujar Bayu menangkan Arka yang sedari tadi menjambak rambut nya sendiri


"Kalo lo kaya gini .. gimana mau perjuangin Ana Ar? Yang ada malah ilfill dia liat lo yang kaya gembel gini," celetuk Bayu tanpa dosa


Arka melotot ke arah Bayu," Ga peduli! poko nya gue mau Ana titik!!"


"Ya makan nya .. lo harus sembuh dulu dongoooo," kesal Bayu pada Arka yang tidak pernah mengerti, dasar keras kepala.


"Mau ketemu Ana dulu poko nya Bayuuuuuu," kekeh Arka yang tak mau kalah


Susah sekali memang berbicara dengan orang yang keras kepala "Gue bantu ganti perban lo ya Ar?" tawar Bayu kali aja Arka mau dan tidak menolak seraya mengalihkan perdebatan mereka.


"Ogah! Yakali gue di pegang-pegang sama lo!" desis nya

__ADS_1


"Heh onta! siapa juga yang mau pegang-pegang lo! Gue cuma mau bantu lo ganti perban doang!! Soal nya mata gue sakit liat perban lo yang udah buluk itu,"balas Bayu dengan memutar bola mata malas, bisa-bisa nya Arka berpikir seperti itu, lagian .. dirinya masih normal dan tidak menyukai sesama jenis.


__ADS_2