Posessif Arka

Posessif Arka
episode 66


__ADS_3

Perkataan Arka masing terngiang-ngiang di kepala Ana, sampai-sampai malam ini Ana masih terjaga dan belum di datang kan oleh rasa kantuk.


Serendah itu kah harga dirinya? Sampai Arka tega mempermainkan hati nya sejauh ini? Ketika dirinya sudah sangat jatuh cinta dengan Arka .. kenapa cowo itu baru mengakui semua nya? Semua itu membuat Ana semakin kecewa dengan diri nya sendiri.


Sejauh ini Ana tidak pernah menaruh rasa curiga sedikit pun, permainan Arka sangat bersih dan cerdik sampai Ana tertipu dengan semua sikap cowo itu.


Tangan nya meremas kuat selimut tebal yang kini menutupi tubuh nya, air mata nya terus saja mengalir sambil merutuki kebodohan nya. "Lo jahat Ar, jahat!! Aaaaaaaaaaaaaaaa," sekuat tenaga Ana berteriak seraya menyalurkan rasa kecewa nya yang mendalam. Untung nya saja semua kamar yang ada di dalam Apartemen kedap suara, jadi Ana bisa dengan bebas berteriak sepuas nya tanpa takut mengganggu orang lain atau pun di ketahui orang lain, termasuk ibu nya.


"Gue bodoh, bodoh, bodoh!" makinya pada diri sendiri


"Apa ini karma? Karena gue udah nyakitin Danil?" lirih nya.


"Aaarrggghhhh," frustasi Ana sambil menjambak rambut nya sendiri


~~


Sama hal nya dengan Arka, setelah pulang dari rumah Ana .. pikiran Arka di buat tidak tenang. Mata nya menatap langit-langit kamar seraya termenung dengan ucapan nya yang membuat Ana sampai menitihkan air mata. Menyesal? Tentu saja sangat menyesal, karena bagaimana pun Arka sangat mencintai Ana.


Arka melakukan semua ini semata-mata supaya Ana membenci dirinya dan dapat kembali bersama dengan Danil.


Arka tidak ingin menyesal seumur hidup karena sudah merusak kebahagiaan Danil.


Dulu memang menghancurkan Danil adalah sebuah dendam yang tidak akan pernah surut, namun setelah mengetahui fakta yang sebenar nya membuat Arka berpikir beribu-ribu kali.


"Kalo gue tau semua ini dari dulu .. mungkin gue ga akan jatuh cinta sama penyemangat lo Nil. Ini semua di luar kendali gue," monolog nya sendiri


Pukul 1 dini hari tidak membuat Arka merasakan kantuk, justru ketika dirinya ingin tidur .. pikiran nya selalu tertuju pada penyesalan-penyesalan.


"Maaf An, aku bener-bener ga mau kehilangan saudara aku satu-satu nya. Bukan karena aku ga cinta sama kamu.. justru aku mau yang terbaik buat Danil, aku pengen menebus kesalahan aku sama dia karena aku udah terlalu banyak merenggut kebahagiaan nya,"


"Benci aku An, dan sayangi Danil," lirih nya


~~


"Suram banget muka lo Ar? Ga di kasi uang jajan? Tenang ... ada si Gavin, dia juga kan dari keluarga konglomerat,"ujar Bayu dengan candaan renyah nya


"Kenapa ga lo aja Bay, lo juga kan anak konglomerat?"sahut Gavin

__ADS_1


"Lo lebih tajir bege," timpal Bayu


"Orang kaya si Arka ga bakal miskin karena ga di kasi uang jajan sehari, dia gerak dikit aja dapet duit," cibir Gavin


"Iya ya, saking tajir nya keluarga Lionel." pikir Bayu," Beruntung si kalo ada cewe yang di jadiin bini sama si Arka, bakal bahagia dunia akhirat," lanjut nya dengan manggut-manggut.


Arka sama sekali tidak ada niatan untuk menimpali perbincangan kedua teman nya, dirinya hanya fokus melihat awan yang berada di atas sana.


"Lo ga cacingan kan Ar?" tanya Bayu memastikan. Mendengar perkataan Bayu barusan membuat Arka menoleh dan memberikan tatapan tajam nya." Sorry, gue cuma nanya aja, abis nya lo diem terus."


"Ga kaya biasa nya lo diem?" timpal Gavin seraya ikut bertanya," Cerita aja elah, kenapa? Siapa tau kita bisa bantu,"


Ketiga nya sedang berada di rooftop sekolah, jam istirahat mereka gunakan untuk ngadem di rooftop sekolah ketimbang pergi ke kantin.


"Ternyata selama ini dugaan gue salah" ucap Arka mulai bercerita


"Apa nya yang salah?" serobot Bayu di buat penasaran," Awwhhh," Bayu mengaduh kesakitan ketika kepala nya di jitak oleh Gavin


"Diem! Dengerin kalo orang lagi cerita," tegur Gavin


"Lanjut aja Ar," titah Gavin


"Gue udah salah naruh rasa curiga sama si Danil," lanjut nya


"Ko bisa?" tanya Gavin


"Selama ini .. Papah sama si Danil bukan pergi jalan-jalan atau happy-happy di luaran sana. Tapi .. dia berobat," ucap nya semakin melemah


Gavin merangkul pundak Arka yang wajah nya tertunduk."Sakit?"


Arka mengangguk pelan


"Si Danil sakit apaan sampe sering berobat?"tanya Bayu yang khusu mendengarkan cerita dari Arka


"Leukimia tingkat akut." balas nya dengan singkat namun menyiratkan rasa sakit yang mendalam


"Lo tau dari mana?"

__ADS_1


"Kalian tau sendiri kan kalo gue ga pernah sekepo ini sama itu anak? Tapi yang bikin gue bertekad untuk ngikutin kemana pergi nya Papah sama si Danil karena .. Papah nyebut-nyebut nama gue, dan itu yang bikin gue penasaran."


"Dari situ .. gue ngikutin mereka dan mereka .. berhenti di salah satu rumah sakit. Sumpah gue di buat penasaran detik itu juga saat mereka memasuki salah satu ruangan. Gue ngintip di balik dinding kaca, dan ngeliat si Danil di ambil darah nya, ga lama dari itu .. dia muntah darah."


"Karena gue udah penasaran tingkat akut .. gue beranikan diri buat masuk dan minta penjelasan ke mereka tentang apa yang terjadi, tapi .. mereka ga ngasih jawaban yang masuk akal. Gue ngambil cara lain yaitu dengan bertanya dengan dokter yang menangani si Danil, dan yah .. itulah kenyataan nya kalo dia terkena penyakit mematikan,"jelas nya dengan rinci


"Leukimia tingkat akut?" beo Gavin," Berarti ... kesempatan buat hidup hanya beberapa persen," monolog Gavin


"Tapi yang gue heranin .. dia ga pernah keliatan lesu atau lemah bahkan keliatan kesakitan aja engga," sahut Bayu


"Dia ga mau ada orang lain tau tentang penyakit nya. Dia sering ngalah sama gue bukan karena dia takut, tapi karena dia ga mau nambah-nambahin masalah di sisa-sisa hidup nya,"


"Sekarang hubungan lo sama dia gimana?" tanya Gavin yang di buat penasaran, sama hal nya dengan Bayu.


"Gue udah memperbaiki persaudaraan gue sama dia, dan gue harap .. dia bisa pulih."harap nya," Gue juga udah lepasin Ana buat Danil,"


"H-hah?" pekik Bayu dan Gavin bersamaan


"Serius lo?" tanya Gavin sambil menyipitkan kedua mata nya," Bukan nya lo-----"


"Iya, gue emang cinta sama Ana, cinta banget. Tapi gue mau ngembaliin kebahagiaan Danil yang udah gue rebut selama ini, termasuk Ana sekalipun,"serobot Arka yang paham dengan arah pertanyaan Gavin


"Lo juga butuh sosok Ana, Ar." sahut Bayu


"Tau, gue tau itu. Tapi sekarang .. kebahagiaan Danil lebih utama di bandingkan dengan gue,"


"Seikhlas itu?" tanya Gavin memastikan


"Mana ada orang ikhlas ngelepasin seseorang tercinta nya? Ga ada. Gue sama sekali ga ikhlas, cuma di situasi sekarang .. gue berusaha untuk merelakan,"


"Gimana dengan perasaan Ana?"


"Gue udah bikin dia benci sama gue"


"Udah di pikirin mateng-mateng? Apa lo ga akan nyesel?"


"Demi saudara gue, gue bakal rela ngelakuin apa pun, sebagai tanda maaf gue untuk menebus kesalahan yang udah gue lakuin selama ini,"

__ADS_1


__ADS_2