Posessif Arka

Posessif Arka
episode 52


__ADS_3

Tak


Sang Papah melempar sendok nya ke atas meja makan akibat kekagetan nya.


Wajah sang Papah terkaget melihat Danil memiliki luka lebam di wajah nya, terlebih lagi ada luka sobek di sudut bibir nya.


Ketika dirinya sedang enak-enak nya menyantap makan malam .. "Danil" pekik sang Papah dengan mata sedikit melotot


Danil yang baru duduk di meja makan pun langsung terkaget dengan pekikan Papah nya, sudah ia duga ini akan terjadi.


Sebenar nya Danil sudah mencoba mencari akal untuk menutup luka nya, namun diri nya bingung harus menggunakan apa? Alhasil .. Danil pasrah dan mencoba untuk mencari alasan agar Papah nya percaya.


Sama hal nya dengan Stella, dirinya juga kaget melihat Danil terluka, setau Stella .. tadi Danil baik-baik saja ketika pulang sekolah, tapi sekarang? ..


"Luka itu kamu dapat dari mana nak? Sampe wajah kamu babak belur!"


"Danil abis nolong ibu-ibu di jalan pas tadi pulang sekolah, ibu-ibu itu di todong orang karena mau di jambret, jadi ya .. gini," alibi nya


Dahi Stella mengkerut, apa kata nya? Dia mendapatkan luka ketika pulang sekolah? Yang benar saja, mata Stella masih sehat sempur na, dan seingat Stella .. Danil tadi baik-baik saja.


Stella berpikir .. pasti ada sesuatu yang Danil sembunyikan.


"Kalo sekiranya bisa membahayakan .. kamu harus nyari pertolongan dari orang lain Danil, jangan gegabah," ujar nya memperingati


Danil melirik ke arah Stella, dirinya yakin jika Stella tidak percaya dengan ucapan nya, dan Danil harap .. Stella tidak ikut menimbrung agar tidak merusak semua rencana nya.


"Maaf Pah, Danil ga ada pilihan lagi karena speechless," sesal Danil


Arka  mendengar drama yang Danil lakukan dengan seksama dan sesekali melirik nya dengan sinis.


Dia pikir .. Arka akan simpati dengan aksi nya itu? Tidak sama sekali! Justru Arka semakin jijik kepada Danil.


Dengan Danil berbicara seperti itu .. Arka semakin gencar ingin menghabisi Danil saat ini juga.


Amarah Arka tidak akan pernah pudar jika belum melihat Danil benar-benar sangat menderita di tangan nya.


Arka melakukan semua ini karena hanya ingin tau rencana Danil terhadap Papah nya, karena dirinya tidak tega dengan Papah nya yang selalu memaksakan diri untuk menuruti keinginan Danil selama ini.


Awal nya Arka memang marah dan kecewa pada Papah nya, tapi .. setelah dirinya yakin jika perlakuan Papah nya pada Arka selama ini karena atas dasar ancaman dari Danil .. dirinya jadi berpikir dua kali untuk kecewa pada Papah nya.


Yang membuat Arka heran adalah .. jika memang Papah nya di ancam oleh Danil .. kenapa Papah nya tidak pernah menampilkan raut wajah takut atau semacam nya? Dan justru sang Papah malah memanjakan Danil dengan semua fasilitas yang ada.

__ADS_1


Antara yakin dan tidak yakin si sebenar nya, tapi .. Arka hanya berusaha ingin tau apa yang sebenar nya terjadi di balik semua ini.


"Arka ke kamar duluan Pah," pamit Arka


"Ga mau nambah nak?" tanya nya dengan lembut


"Engga, udah kenyang," Arka melenggang pergi menuju kamar nya dan meninggal kan ketiga manusia yang ada di ruang makan.


"Stella juga pamit duluan ya om,"


"Harus nya kamu makan lebih banyak Stella,"


"Perut Stella ga bisa nampung banyak om, kalo gitu .. Stella duluan ya Om, Nil," pamit nya


Kedua nya hanya mengangguk mengiyakan


Setelah kepergian Stella ..


"Lain kali hati-hati ya nak, kamu udah kali loh terluka kaya gini,"


"Dan dua kali juga supir ga bantu kamu?"


Lidah Danil terasa kelu, dirinya jadi teringat kepada sang sopir .. bagaimana jika Papah nya bertanya pada sopir? Dan sopir mengatakan yang sebenar nya? Memikirkan semua itu membuat Danil semakin pusing di buat nya.


Meskipun Arka membenci nya .. tapi tidak dengan Danil, karena Danil berpikir jika Arka marah pada nya karena Papah lebih memihak dirinya di bandingkan dengan Arka dan Arka tidak mengetahui masalah yang sebenar nya.


Danil pikir .. jika Arka tau yang sebenar nya .. apakah Arka masih akan membenci nya?


Sedangkan di sisi lain .. Stella sedang berada di kamar Arka seraya bercerita.


Stella ikut berbaring di kasur milik Arka dan memeluk lengan Arka dengan manja.


"Aku mau cerita,"


Arka menoleh ke arah Stella sambil menaikan sebelah alis nya.


"Aku rasa ada yang aneh sama Danil, tadi kan .. pas aku pulang sekolah .. aku liat Danil baik-baik aja, tapi .. pas tadi makan malam.. wajah Danil malah udah babak belur kaya gitu,"


"Setau aku .. Danil ga pergi kemana-mana setelah pulang sekolah," seingat Stella


Arka menanggapi nya dengan sesantai mungkin ketika Stella bercerita panjang lebar.

__ADS_1


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, ini adalah waktu nya untuk Arka menjemput Ana.


"Mau kemana Ar?" tanya Stella yang melihat Arka dengan berpakaian rapih.


"Jemput Ana, kamu balik ke kamar terus tidur, ini udah malem,"


"Kamu belum bener-benar pulih Ar, jangan terlalu maksain, harus nya kamu jaga kesehatan kamu dulu, lagian .. Ana juga pasti ngertiin kondisi kamu yang sekarang," Stella tidak suka jika Arka terlalu bersikap berlebihan pada Ana, terlebih lagi kondisi nya yang seperti ini.


Tanpa memperdulikan ucapan Stella .. Arka melangkahkan kaki nya keluar kamar," Gue pergi dulu Stel,"


"Arka!" Tegus Stella," Kamu masih kekeh mau jemput Ana?" tanya nya tak percaya


Arka terus melangkah dan tidak peduli dengan teriakan-teriakan yang Stella lontarkan.


Stella mendengus sebal kala Arka tidak memperdulikan diri nya.


~~


Arka sudah duduk anteng di atas motor nya, kini dirinya berdiam diri di area parkiran cafe seraya menunggu Ana selesai bekerja.


Arka hanya perlu menunggu 15 menit saja untuk menunggu Ana.


Untuk menghilangkan rasa bosan .. Arka memainkan handphone nya seraya men scroll sosial media.


"Dasar keras kepala," cibir Ana yang berada di depan Arka, entah sejak kapan Ana berdiri di depan nya.


Arka terlonjak kaget, namun sedetik kemudian menetral kan kembali rasa kaget nya,"Sejak kapan kamu ada di sini? Aku ko ga sadar?"


"Orang kamu nya sibuk main hp,"


Tangan nya mengusap kepala Ana dengan lembut," Langsung pulang aja yuk, udah malam, kamu harus banyak-banyak istirahat."


"Kamu udah kuat bawa motor?"


"Anaaaa, sakit aku ga terlalu parah, jadi jangan terlalu berlebihan,"  gemas Arka pada Ana," Ayo, kita langsung pulang," ajak nya


Ana mulai menaiki motor Arka, Ana berusaha untuk sedikit menjauh karena takut mengenai punggung Arka.


"Deketan Ana, nanti kamu jatoh kebelakang," Arka bingung melihat Ana yang duduk nya terlalu belakang


"Di sini aja Ar, aku takut kena luka yang ada di punggung kamu,"

__ADS_1


"Udah kering Ana, sini deketan," Arka menarik lengan Ana agar lebih dekat dengan nya.


Dengan perlahan .. Ana mendekati Arka dan memeluk nya dari belakang sesuai perintah.


__ADS_2