
Tidak lama setelah kepergian Ana dan Gavin...
Ceklek
Arka menoleh ke arah pintu yang terdengar di buka oleh seseorang, pikir nya .. tidak mungkin kan Bayu sudah sampai? Lagi pula .. jarak dari rumah sakit ke rumah nya saja sangat membutuhkan waktu setengah jam.
Dugaan Arka salah, ternyata yang datang bukanlah Bayu ataupun Gavin, tapi ..
"Arka," ujar sang Papah yang langsung menghampiri Arka
"Papah," ucap nya dengan pelan
"Apa kamu masih merasakan sakit?" tanya Papah nya yang terlihat khawatir.
Dengan kedatangan Papah nya .. Arka jadi teringat dengan perkataan Bayu waktu lalu jika Papah nya di ancam oleh Danil.
Tapi .. kemana anak itu? Kenapa tidak bersama Papah nya?
"Udah membaik Pah, jahitan nya juga udah mulai mengering," balas Arka memberi tau
"Separah itu?"
"Tulang punggung Arka retak Pah, jadi ya kaya gini"balas nya," Papah baru pulang?"
Papah nya mengangguk pelan," Mulai malam ini .. Papah akan temani kamu disini sampai sembuh,"
"Papah pulang aja, pasti cape," balas Arka selembut mungkin.
Arka berusaha untuk tidak menampilkan wajah kecewa nya di depan Papah nya, karena Arka takut jika ucapan Bayu itu benar.
"Arka udah ada Bayu sama Gavin, mereka sekarang lagi keluar dulu,"
"Tapi Ar, Papah mau jagain anak Papah,"
"Jaga kesehatan Papah, jangan karena ingin jaga Arka .. Papah jadi ikutan sakit,"ujar nya," Besok lagi aja Papah kesini,"
"Nanti Papah pulang kalo temen-temen kamu udah datang ke sini,"
Arka mengangguk pelan
"Kenapa bisa kecelakaan kaya gini Ar? Papah baru kali ini liat kamu masuk ke rumah sakit dengan luka separah ini,"
"Cuma jatoh Pah, gausah di bahas lagi .. nama nya juga kecelakaan kan? Ga ada yang tau kapan akan terjadi musibah sama kita,"
Papah Arka pun tidak berani lagi bertanya lebih jauh perihal kecelakaan yang Arka alami." Motor kamu dimana?"
""Gavin bawa ke bengkel, Arka juga lupa belum sempet nanyain," Arka sampai lupa dengan motor nya, mungkin .. nanti setelah Gavin datang .. Arka akan menanyakan nya.
"Kamu sudah makan Arka?"
__ADS_1
"Udah, apa Papah juga udah makan?"
"Tadi sebelum kesini Papah makan dulu sama Danil,"
Sebenar nya Arka ingin sekali menanyakan Danil, tapi mulut nya sedikit kelu jika mengucapkan nama itu.
"Danil ga ikut kesini?"
"Papah suruh dia pulang untuk istirahat, karena besok sekolah,"
"Pah," panggil nya," Apa Papah sayang sama Arka?"
"Pertanyaan macam apa itu Arka? Kamu ini anak Papah, jadi udah jelas Papah sayang sama kamu," jelas nya yang tak habis pikir dengan pertanyaan konyol yang Arka lontarkan
"Tapi Papah seperti ga peduli sama Arka, dan Papah terlihat lebih sayang sama Danil ... Arka ngerasa di anak tiri kan Pah selama ini."
Papah Arka juga bingung .. apa yang harus dirinya katakan pada Arka? Dirinya rasa .. Arka belum saat nya untuk tau. Dan dirinya pikir .. biarkanlah Arka tau dengan sendiri nya.
"Papah ga pernah meng anak tiri kan siapa pun, kalian berdua anak Papah, dan Papah sayang sama kalian,"
"Arka mau tanya boleh?"
Papah nya mengangguk pelan
"Apa alasan Papah selalu ajak Danil kemana-mana? Bahkan kalian sering pergi seminggu dua kali, dan Arka ga pernah tau kalian pergi kemana?"tanya Arka," Dan ketika Arka marah sama Danil .. Papah lebih memihak dia,"
"Papah belum bisa kasih tau Arka,"
"Engga sama sekali, Danil ga pernah ancam Papah sedikit pun,"
"Jangan bohong Pah, kalo dia emang ngancem Papah .. tolong kasih Arka, biar Arka yang ngasih pelajaran sama dia!"
"Kenapa kamu bisa berpikir kalo Danil ancam Papah?"
"Karena Papah selalu bela dia, dan lebih suka bentak Arka,"
"Danil engga ancam Papah, jadi kamu jangan berpikir yang tidak-tidak sama dia,"
"Ya terus alasan Papah Apa?! Arka juga mau tau Pah! Kalo emang Arka di anggap anak sama Papah .. harus nya Arka juga ikut adil dengan semua nya, dan bukan malah di asingkan kaya gini!"
Ceklek
"Ar, e-eh om, maaf, Bayu kira ga ada om," ujar Bayu tidak enak karena telah mengganggu
"Tidak apa-apa Bayu, untung kamu sudah datang .. om udah mau pulang, jadi .. tolong jaga Arka,"
"Oh iya om, saya pasti jagain Arka,"
"Terimakasih," ucap nya," Arka .. Papah pulang dulu, besok Papah kesini, dan kamu cepat sembuh,"
__ADS_1
"Ini alasan Papah aja kan? Karena ga bisa jawab pertanyaan dari Arka?" tanya Arka yang terkekeh sinis
"Jangan di bahas, Papah ga suka," balas nya dengan singkat" Papah pulang, kamu jaga diri baik-baik,"
Arka hanya menghela nafas panjang ketika melihat Papah nya sudah pergi dari ruangan Arka," Aarrgghhh," sekuat tenaga Arka menjambak rambut nya dengan kasar
"Sial!' maki nya
"Lo kenapa si Ar? Lo berantem lagi sama bokap lo?"
"Biasalah Bay, masalah si tukang caper! Gue sampe ga habis pikir sama Papah yang lebih merahasiakan semua nya dari gue di banding sama cowo sialan itu!" ujar nya yang sambil menahan emosi
Bayu mengangguk paham," Tadi juga gue papasan sama dia," Tapi ya Ar .. gue ngerasa ada yang aneh sama itu cowo," ujar Bayu sambil mengingat-ingat.
"Aneh?" beo nya yang sambil mengerutkan dahi nya
"Dia itu kaya .. lesu.. dan ga bergairah gitu, tapi .. setelah liat gue .. dia langsung terlihat biasa-biasa aja,"
"Caper kali Bay, dia kan emang kaya gitu,"
"Hmmm, iya mungkin,"
"Udah lah, ga penting banget bahas cowo kaya dia," ujar Arka," Stella langsung masuk ke dalam rumah kan?" tanya nya memastikan
"Segitu nya lo Ar sama Stella,"
"Gue cuma mastiin aja Bay,"
"Iya ... dia langsung ngacir masuk ke dalam rumah," sebal Bayu," Mesti banget gue jelasin,"
Ceklek
Pintu terbuka kembali dan menampilkan sosok Gavin disana.
"Ana udah lo anterin dengan selamat kan?" tanya Arka yang langsung bertanya ketika melihat kedatangan Gavin
"Udah Ar," balas nya dengan singkat
"Lo anterin dia sampe depan rumah nya kan?"tanya nya memastikan lagi
"Gue anterin dia sampe dalem kamar nya!"desis Gavin yang sebal ketika Arka bawel sekali bertanya terus menerus mengenai Ana, setelah nya Gavin langsung terduduk si sofa.
Arka melayangkan tatapan sinis pada Gavin seraya melemparkan bantal, namun Gavin dengan sigap menyingkir agar bantal yang di lempar kan Arka tidak mengenai wajah nya.
"Enak aja lo kalo ngomong!! Ga ada yang boleh masuk ke kamar Ana kecuali gue!" sinis nya
Kedua teman Arka memutar bola mata nya dengan malas secara bersamaan.
"Bawel banget si Ar! Gue juga mikir kali!" balas nya sedikit tidak suka
__ADS_1
Malam ini ketiga nya merasa tidak ada lagi pembicaraan yang harus di bahas, jadi .. mereka memutuskan untuk tidur lebih awal.