
"Kenapa bisa kecelakaan?" tanya Ana setelah melepaskan pelukan
Arka sedikit ragu untuk menceritakan semua nya pada Ana.
"Kenapa Ar? Ko diem? Aku nanya loh,"
"Janji jangan marah," ujar Arka sambil menunjukkan jari kelingking nya
"Belum juga ngomong Ar,"
"Ya makan nya janji dulu,"
"Iya iya janji," balas Ana sambil menautkan jari kelingking mereka
"Aku balapan," ucap nya dengan pelan
"Balapan?" tanya Ana dengan ekspresi kaget nya
"Tapi kenapa bisa sampe kaya gini?" heran Ana
"Orang itu main curang, karena sering kalah kalo balapan sama aku, mungkin malam itu dia udah rencanain ini semua buat balas dendam," jelas Arka memberi tau
"Orang itu .. siapa?"
"Sakha, dia Sakha teman balapan aku di jalan,"
"Gini kan jadi nya kalo musuh? Kamu jadi celaka,"
"Tapi aku seneng," ujar nya dengan senyum mengembang
"Loh ko?" mana ada orang habis kecelakaan seneng? Arka memang aneh, sampai Ana pun terheran di buat nya.
"Iya seneng, soalnya .. dengan aku yang kaya gini .. kamu jadi maafin aku An, dan aku beruntung banget,"
"Tapi aku ga suka liat kamu kaya gini Ar,"
"Mungkin kalo aku ga kecelakaan .. kamu ga bakal maafin aku secepat ini kan?"
Yang di katakan Arka ada benar nya juga, tadi nya .. Ana memang tidak ada niat untuk memaafkan Arka, tapi .. setelah melihat kondisi nya yang seperti ini membuat Ana berpikir dua kali.
"Niat aku terima balapan dari Sakha karena ingin melampiaskan emosi aku, karena aku bingung harus lampiasin ke siapa? Dan untung nya Gavin ngasih tau kalo Sakha ngajak balapan malam itu,"
"Ga harus dengan balapan juga kan Ar? Liat kondisi kamu yang kaya gini aja udah bikin aku takut Ar,"
"Ini udah ga sakit ko, tapi agak ngilu dikit si,"
__ADS_1
"Ini .. gara-gara aku ya?" tanya Ana yang sambil menunjuk luka Arka," Kamu dapetin luka ini karena salah aku kan Ar?"
Arka memegang tangan Ana dengan lembut," Bukan, ini bukan salah kamu, tapi .. salah aku sendiri,"
"Tapi ka .."
"Sssttt, udah, pokonya ini bukan salah kamu, jadi .. jangan pernah ngomong apa-apa lagi, lagian .. semua nya juga udah terjadi."
"Senyum dong, masa cemberut gitu depan pacar,"
"Ih Arkaaa orang lagi sedih juga,"
Arka terkekeh mendengar nya
"Masih mau balapan?" tanya Ana memastikan
Arka mengangguk mengiyakan, seketika saja mata Ana menajam kala Arka mengiyakan pertanyaan nya.
"Ga kapok udah dapet luka separah ini?"
"Resiko balapan kan emang kaya gini An, lagian .. aku udah lama banget ga pake uang bulanan dari Papah, dan aku cuma pake uang dari hasil balapan,"
"Serius? Jadi selama ini kamu pake uang kamu sendiri?"tanya Ana yang kaget, Ana pikir .. Arka adalah anak yang manja dan selalu menghamburkan uang, seperti anak orang kaya pada umum nya.
Ana teringat dengan Danil, sudah beberapa hari ini dirinya tidak melihat Danil di sekolah, kira-kira .. kemana dia?
"Sehari-hari aku cuma pake uang dari hasil balapan, bahkan .. uang bulanan yang sering Papah kasih aja masih utuh."
"Aku pikir .. kamu anak manja Ar,"
"Emang keliatan nya kaya gitu ya?"
"Engga juga si," balas Ana sambil menyengir kuda,"Mmm Ar?" panggil nya
"Iya?"
"Aku pulang ya? Udah jam 8," izin Ana
Sungguh sangat berat sekali jika Ana akan pergi meninggal kan nya," Padahal aku masih kangen," ujar Arka dengan lesu
"Besok aku kesini lagi .. E-eh kan kerja," Ana baru teringat jika dirinya bekerja setelah pulang sekolah
"Yaaahh Anaaaa," rengek Arka," Lagian kenapa kerja disana lagi si? Udah aja jadi guru private aku lagi,"
"Aku udah nyaman di sana Ar, lagi pula .. aku ga enak kalo keluar lagi,"
__ADS_1
"Terus aku gimana?" tanya nya dengan lesu
"Kan masih ada temen-temen kamu, terus ada Stella juga,"
"Mau nya kamu An, bukan mereka, mereka mah ngebosenin," cemberut Arka
Ceklek
"Sorry ganggu," ujar Bayu yang memasuki ruangan Arka dan juga si susul oleh Gavin dan Stella. "Gue mau anter Stella balik dulu Ar, ntar kesini lagi," seperti biasa, Bayu dan Gavin lah yang menemani Arka selama di rumah sakit. Mereka akan pulang kerumah ketika jam 5 pagi untuk siap-siap berangkat sekolah, itulah rutinitas keseharian mereka.
Arka mengangguk pelan
Karena merasa tidak enak .. Ana pun turun dari kasur Arka dan ikut berdiri seperti teman-teman Arka.
"Aku pulang ya Ar? Besok kesini lagi, cepet sembuh," ujar Stella pada Arka.
Stella menghela nafas panjang, ternyata .. yang dikatakan Bayu memang benar, Arka sampai dengan mudah nya di bujuk untuk makan dan bahkan mengganti perban dengan mudah tanpa berontak sedikit pun.
Dirinya sudah dikalahkan oleh seorang Ana yang tidak seberapa itu.
Stella berusaha untuk sabar, tidak apa sekarang dirinya kalah, tapi ... akan Stella pastikan jika lain kali Ana lah yang akan kalah oleh Stella, tunggu saja.
"Hati-hati Stel," ujar Arka pada Stella," Anterin Stella sampe rumah, jangan keluyuran kemana-mana dulu Bay," titah nya pada Bayu
"Siap ketua," balas Bayu sambil menundukkan kepalanya
Ana sampai cengo melihat tingkah Bayu yang bisa dikatakan lucu, sedangkan Arka hanya memutar bola mata nya dengan malas, jika dirinya tidak sakit .. sudah Arka pastikan akan menendang Bayu saat itu juga.
"Yaudah sana Bay anterin Stella, ntar dia tidur nya kemaleman," titah nya
Ternyata Arka seperhatian ini pada Stella, pantas saja Stella menyukai Arka, lagi pula .. siapa yang tidak akan baper jika di perlakukan seperti itu?
"Siap Ar, ayo Stel berangkat, ntar ada yang ngamuk kalo gue telat anterin lo pulang," sindir Bayu pada Arka
"Duluan ya Ar, An .." pamit Stella pada Arka, namun ketika berpamitan pada Ana .. Stella sedikit memberikan tatapan tidak suka, dan untung nya tidak ada yang menyadari hal itu, hanya Ana saja yang menyadari nya.
Setelah kepergian Stella dan Bayu.. Arka pun langsung menyuruh Gavin untuk mengantarkan Ana pulang." Gav, sekalian anter Ana pulang juga, kasian udah malem,"
Gavin mengangguk mengiyakan perintah Arka,"Sekarang An?" tanya Gavin pada Ana
"Kamu gapapa kan Ar aku tinggal?" tanya Ana memastikan
"Sebener nya gamau si An, cuma kan besok sekolah," balas Arka dengan helaan nafas," Tapi gapapa ko, yang penting .. kamu udah ada buat aku lagi, itu udah lebih dari cukup," lanjut nya sambil memeluk Ana dan sebelah tangan nya mengelus pelan rambut Ana.
Kenapa bisa Gavin melihat aksi keuwuan ketua nya itu? Membuat mata dan telinga nya sakit aja, gerutu Gavin dalam hati.
__ADS_1