
Seminggu sudah Arka di rawat di rumah sakit, dan akhir nya Arka pun di nyatakan sembuh dan di per boleh kan untuk pulang, tapi .. dengan catatan .. Arka tidak boleh melakukan aktifitas yang terlalu berat, sebab takut nya bisa berakibat fatal pada keretakan pada punggung nya.
Arka menghirup udara bebas sebanyak-banyak nya.
"Akhir nya bisa berbaring di kasur tercinta lagi," monolog Arka pada dirinya sendiri
"Kenapa lo senyum-senyum?" tanya Bayu yang melihat Arka senyum-senyum sendiri, Bayu saja sampai di buat ngeri dengan kelakuan Arka
Arka memutar bola mata nya dengan malas," Kurang kerjaan banget lo sampe liatin gue segitu nya Bay,"
"Mata gue sehat Ar, jadi bisa liatin lo dengan jelas," balas Bayu yang tak mau kalah
"Ya gausah liatin gue!" sinis Arka
"Gini nih contoh manusia yang ga tau terimakasih," cibir Bayu
"Modelan si Arka di ladenin Bay, mending sini kita main ps," ajak Gavin yang sudah siap terduduk dan memegang stik ps yang ada di tangan nya.
Bayu pun menurut dengan perkataan Gavin dan mulai ikut terduduk di samping Gavin serta meraih stik ps yang satu nya lagi.
Kebetulan .. Arka pulang dari rumah sakit ketika kedua nya sudah pulang sekolah, jadi mereka bisa membantu Arka beres-beres di sana.
"Hai guys," sapa Stella sedikit berteriak," Nih cemilan nya," ujar Stella sambil menyimpan cemilan di samping Gavin
Setelah memberikan cemilan kepada teman nya .. kini Stella menghampiri Arka yang terbaring di atas kasur sambil memainkan handphone nya dan kemudian duduk di samping Arka.
"Masih ada kerasa sakit ga Ar?" tanya Stella pada Arka
"Sedikit Stel di bagian punggung aja," balas nya tanpa menoleh sedikit pun ke arah Stella
Dengan perlahan Stella mengelus rambut Arka, namun netra mata nya melirik kearah layar handphone milik Arka, dan ternyata .. Arka sedang memandangi foto Ana yang dijadikan sebagai wallpaper.
"Ana cantik ya Ar," puji Stella dengan terpaksa
"Cantik banget Stel, dan Ana bukan cuma cantik, tapi juga baik," puji Arka pada Ana kekasih nya
__ADS_1
Ketika membahas Ana saja, Arka langsung bersemangat.
"Sejak kapan kamu mulai jatuh cinta sama Ana?" tanya nya meskipun Stella sambil menahan sesak di hati nya
Tidak bisakah Arka melihat dirinya yang begitu mencintai Arka dengan tulus? Kenapa dengan mudah nya Arka mencintai Ana? Dan kenapa juga Ana merebut Arka dari nya?
"Aku gatau Stel, perasaan cinta aku ke dia karena seiring berjalan nya waktu."
"Secinta itu kamu sama dia? Sampai kamu tega bentak dan ngusir aku karena cuma ingin ketemu sama Ana?" cerocos Stella yang tidak habis pikir dengan sikap Arka," Dulu sikap kamu ke aku ga kaya gini Ar, kamu selalu mengutamakan aku dalam hal apa pun, dan sekarang semenjak kenal sama Ana .. kamu berubah," lirih nya
"Jangan salahin Ana atas semua ini Stel," balas Arka yang tidak suka jika Ana di salahkan dalam situasi saat ini.
"Kenyataan nya memang begitu kan? Bahkan aku ngerasa ga kenal sama kamu yang sekarang Ar, kamu udah bukan Arka yang aku kenal lagi,"
Arka menghela nafas panjang dan kemudian bangkit dari tidur nya seraya duduk di samping Stella.
"Dengerin aku Stel, aku masih sama seperti Arka yang dulu, ga ada yang berubah sama sekali, kamu tetap sahabat aku dan begitu pun aku yang masih jadi sahabat kamu,"
"Engga Ar, kamu bukan Arka yang dulu .. Arka yang dulu selalu sayang sama aku dan ga pernah sekali pun bentak aku meskipun kamu dalam keadaan emosi,"
"Maaf Stel, aku ga ada maksud kaya gitu sama kamu,"
Sebisa mungkin Arka bersikap lembut pada Stella, karena tidak ingin menyakiti hati nya lagi.
"Aku harus kaya gimana supaya kamu ga marah sama aku?"
"Putusin Ana, karena biang masalah dalam kerenggangan kita ini adalah Ana," pinta Stella pada Arka
"Aku ga mungkin putusin Ana Stel, dia sangat berarti buat aku," Arka tidak mungkin memutuskan Ana gitu aja, mendapatkan cinta Ana sudah segitu susah nya. Lagi pula .. kenapa Stella setidak suka ini sama Ana?
"Dia berarti buat kamu? Terus aku gimana Ar?"
"Kamu sahabat aku, sama kaya Gavin dan Bayu,"
"Kalo aku ngasih pilihan .. siapa yang akan kamu pilih antara aku sama Ana?"
__ADS_1
Gavin dan Bayu memang sibuk bermain game, tapi .. tetap saja telinga nya mendengar jelas pembicaraan antara Arka dan Stella.
Mereka takut jika Stella akan berbuat nekad, dan semoga saja .. itu tidak akan terjadi.
"Stel!" tegur Arka," Kamu ini kenapa? Kenapa jadi kaya gini?" tanya Arka yang tidak habis pikir dengan sikap Stella
"Kamu yang kenapa Arka, bukan aku!"
"Apa yang salah dari Ana sampai kamu ga suka sama dia?"
"Karena dia udah merusak hubungan kita Arka,"
"Hubungan apa? Kita hanya sebatas sahabat, jadi kamu gausah berlebihan! Jadi .. Ana sama sekali ga merusak hubungan siapa pun disini,"
"Berasa nonton drakor gue Gav," ujar Bayu yang masih memfokuskan pandangan nya pada layar
"Hmm,"
"Untung gue belum minat pacaran Gav, karena gue takut kalo ada masalah dikit malah di besar-besarin, kaya si itu contoh nya," ucap Bayu seraya menyindir
"Kenapa malah berantem si?" tanya Gavin yang sudah kesal mendengar perdebatan antara Arka dan Stella yang tidak kunjung selesai.
Arka dan Stella sama-sama menghela nafas, namun Arka langsung saja membaringkan tubuh nya kembali dan seraya memainkan handphone untuk mengalihkan perdebatan. Dan Stella malah bersedekap dada dengan tatapan malas nya.
"Gausah ganggu rumah tangga orang Gav, gabaik," ujar Bayu memberi tau," Aw ..sakit begeee main toyor aja," pekik Bayu yang kesakitan ketika mendapat toyoran yang cukup keras oleh Gavin.
"Rumah tangga mata lo! Orang berantem bukan nya di pisahain, lo marah nyuruh gue buat jangan ikut campur! Dasar setres," balas nya dengan sinis
"Yakan itu urusan mereka Gav," ujar Bayu yang masih mengusap bagian kepala yang di toyor Gavin.
"Kalo mereka di diemin ga akan ada kata selesai Bay, yang ada malah merembet kemana-mana,"
Benar juga si yang di katakan Gavin, tapi kan ini masalah percintaan mereka, jadi .. mau ikut campur juga jadi bingung.
"Gue gamau persahabatan kita rusak gara-gara masalah ini, gue harap .. kita semua saling mendukung satu sama lain, bukan nya guna sahabat itu saling mendukung?" ujar Gavin yang sedikit mengeraskan suara nya agar semua teman-teman nya mendengar.
__ADS_1
Tidak ada yang berani menyahuti ucapan Gavin, karena mereka tau .. jika Gavin sudah seperti ini .. tanda nya dia sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Arka yang dominan sebagai ketua nya saja merasa sedikit takut dengan Gavin, apalagi yang lain?