
Ting
Ana yang baru saja selesai memakai seragam sekolah, tiba-tiba suara notifikasi handphone nya berbunyi yang menandakan ada seseorang yang mengirim pesan.
Setelah melihat nama dari pemilik pengirim pesan itu..," Arka sayaaaaangg❤️," Ana mengucapkan nama yang tertera di layar handphone nya
"sejak kapan gue punya nomor si Arka?" setelah di pikir-pikir ternyata..." ah pasti semalam yakan? dia kan pinjem hp gue,"ucap nya yang masih bermonolog sendiri," pake embel-embel sayang segala lagi, dan ini apaan emot love begini, emang bener ya Arka nyebeliiiinnnn.. tapi bikin gue baper huaaaaaaaa,"
"kalo Danil tau... dia marah ga ya? Tau ah pusing gue," gerutunya," kenapa jadi gini si urusan nya aaaaaaaa," Ana merengek sebal," sampe lupa mau liat chat dari Arka,"
Arka sayaaaaangg❤️
pagi cantik
aku udah di depan rumah kamu nih
cepetan turun!
"Apa? masih pagi begini itu cowo udah nangkring di depan rumah gue? "pikir Ana," ga bener itu si Arka, ngapain coba jam segini udah stand by aja, gue nya juga belum apa-apa,"
bentar
Sesingkat itu Ana membalas pesan dari Arka, dengan secepat kilat Ana siap-siap untuk berangkat sekolah karena tidak ingin membuat Arka menunggu terlalu lama.
__ADS_1
"masih pagi tauuuuu, jam segini gerbang sekolah juga belum di buka, kamu ga liat jam?" Ana mendengus sebal ke arah Arka
"dateng-dateng bukan nya ngucapin selamat pagi... ini malah di omelin,"
Ana memutar bola mata nya malas, lagian..siapa Arka? kenapa juga harus mengucap kan selamat pagi sama cowo itu, lebih baik sama Danil
"aku sengaja pagi-pagi ke rumah kamu, supaya kita bisa sarapan di luar," jelas Arka," pamit sama ibu kamu dulu yu, takut keburu kesiangan,"
"hmm," Ana mengangguk pelan sebagai isyarat mengiyakan
ceklek
"bu.. Ana sama berangkat sekarang ya? ini Ana udah siapin makan, minum sama obat nya," jelas Ana," jangan lupa di makan ya," Arka sedari tadi melihat interaksi antara kedua nya yang harmonis, ternyata kekurangan ekonomi bukanlah sebagai alasan jika keluarga itu tidak memiliki hubungan yang baik, bagi nya Ana seorang Anak yang baik dan juga penuh perhatian, tutur kata nya pun sangat lembut, pantas saja Danil menyukai gadis seperti Ana. wa
"iya Ana makasi, kamu hati-hati di jalan,"
"nak Arka jaga Ana ya?" pinta sang ibu Ana
"iya tante, pasti Arka jagain Ana sebaik mungkin,"
"terimakasih,"
"kalo gitu Arka pamit sekarang aja ya tan,"pamit Arka
__ADS_1
~~
Motor yang di kendarai Arka berhenti di sebuah warung bubur langganan nya," kita sarapan dulu, tadi kamu ga sempet sarapan kan?"
"iya Ar tadi kan kamu kepagian jemput aku nya,"
"tapi kamu suka bubur kan?" karena takut jika Ana tidak menyukai bubur
"suka ko, pemakan segala soalnya,"
"termasuk rumput," celetuk Arka
"batu juga aku makan Ar kalo kamu mau tau," memang ya si Arka... dia kira Ana ini hewan apa? sampai makan rumput segala
Gelak tawa Arka pecah mendengar ucapan Ana yang menurut nya lucu
Ana terpesona dengan pemandangan pagi ini, ketawa Arka... sangat manis terlihat dari pandangan nya
"jangan di liatin terus, tau ko aku ganteng ya kan?" goda nya yang sambil menaik turunkan kedua alis, dan dengan pd nya Arka berujar seperti itu, jadi nya kan Ana salting sendiri," cieee pipi merah cieeee," Arka terus saja tak henti-henti nya menggoda Ana
"jadi ga makan bubur nya?" tanya Ana mengalihkan pembicaraan, karena kondisi jantung nya saat ini sudah di katakan tidak baik-baik saja
"iya jadi sayaaaaangg," ucap nya sambil mencubit pipi Ana dengan gemas" kamu duduk duluan, aku mau pesenin bubur nya dulu," titah Arka
__ADS_1
Aaaaaaa kenapa Arka semakin menjadi-jadi saja kelakuan nya? ini kan gabaik buat kondisi jantung apalagi hati nya jangan di tanya lagi, siapa pun toloooong bantu Anaaaaaa huaaaaaa