
Dari mulai pulang sekolah, Arka terus saja mengikuti Ana, kemana pun cewe itu pergi .. Arka selalu ada di belakang nya. Kali ini Arka tidak boleh kecolongan.
Perlahan-lahan Arka melihat Ana menaiki angkutan umum yang di padati banyak orang di dalam nya," Ga gerah apa ya berdempetan begitu? " Arka tidak habis pikir dengan orang-orang yang rela berdempetan dalam angkutan umum, selama ia hidup di dunia .. belum pernah menaiki angkutan model begitu, melihat nya saja sudah membuat nya ngeri.
Angkutan yang Ana tumpangi kini berhenti di sebuah Cafe," Loh, inikan Cafe tempat Ana kerja waktu itu, apa Ana kerja lagi disana?" gumam Arka menerka-nerka
Sebelum Ana masuk ke dalam Cafe, Arka lebih dulu menarik pergelangan tangan Ana, hal itu pun membuat Ana tersentak kaget," Arka?" Ana terkaget melihat Arka, apakah cowo itu mengikuti nya? Setau Ana kan Arka tidak tau perihal dirinya yang kembali kerja di Cafe, apa mungkin Danil yang memberitahu nya? Pikir Ana." Lepas!" desis Ana
Tidak semudah itu, Arka tetaplah Arka, sebelum apa yang dirinya ingin kan belum tercapai.. maka Arka tidak akan menyerah." Kamu kerja lagi disini An?" tanya Arka
"Lepasin tangan lo Arka! mau gue kerja disini atau engga .. itu bukan urusan lo!"
"Kamu masih marah sama aku An? Gara-gara waktu itu?"
"Gue ga marah, hanya saja ... gue kecewa sama diri gue sendiri yang mau-mau nya aja di jadikan alat sama cowo brengsek kaya lo!!" murka Ana pada Arka. Bisa-bisa nya Ana tertipu dengan sikap manis Arka selama ini.
"Aku ga ada maksud kaya gitu An sumpah,"balas nya sambil menunjukkan jari berbentuk V supaya bisa meyakinkan Ana.
"Lo pikir gue mau kemakan omongan lo ini? Cih, ga akan mempan,"
"Aku harus ngelakuin apa An supaya kamu percaya?"
"Ga Perlu lakuin apapun! cukup dengan lo pergi menjauh dari gue, paham?"
"Aku ga mungkin jauh-jauh dari kamu An,"
"Tolong An maafin aku," lirih nya," Kasih aku kesempatan kali ini aja," mohon Arka pada Ana, Arka sangat berharap jika Ana akan memaafkan nya.
"Sorry Ar, udah ga ada maaf lagi buat lo, gue udah terlalu kecewa dengan semua kebohongan lo." Ana berusaha untuk tidak menangis agar dirinya tidak di pandang lemah oleh Arka.
"Kesalahan aku fatal ya An? Sampai kamu sulit buat maafin aku?" Arka menatap lekat manik mata Ana yang berwarna coklat pekat
"Udah tau jawaban nya bukan?" Ana melayangkan tatapan sinis nya," Lagian ... kenapa lo repot-repot minta maaf sama gue? Bukan nya Danil emang udah hancur? Jadi gunanya gue buat apa lagi?"
__ADS_1
"Engga gitu An, aku beneran suka sama kamu, dan ini bukan tentang Danil lagi," jelas Arka yang benar-benar tidak mengarah ke Danil, melainkan tentang hati nya untuk Ana
Ana tertawa sumbang mendengar nya," Suka? Lo suka sama gue Ar?" Arka mengangguk dengan semangat," Terus cewe lo yang anak baru itu mau dikemanakan? Mau jadi cowo ga bener lo sampe nyakitin cewe sana-sini?"
Arka bingung harus berkata apa sekarang, yang dikatakan Ana ada benar nya. Saat ini dirinya mencintai dua wanita sekaligus, namun tidak ada niat sedikit pun untuk melukai kedua nya.
"Maaf An, aku mohon percaya sama aku dan tolong kasi aku waktu buat buktiin semuanya,"
"Gue sibuk," Ana berusaha melepaskan cekalan yang ada di pergelangan tangan nya," Lepas, gue harus kerja,"
"An,"
"Tolong Ar, lo pergi! jangan ganggu gue, plis."
"Denger baik-baik An, aku bakal lakuin apapun supaya dapet maaf dari kamu," setelah mengucapkan itu Arka langsung melenggang pergi menggunakan motor nya.
Tangan Ana memegang dada nya yang sesak, setetes air mata turun dari kelopak mata," Gue pikir lo bener-bener cinta sama gue Ar, ternyata dugaan gue salah, lo cuma sedang bermain peran selama ini supaya gue nyaman di dekat lo, lo berhasil Ar bikin gue jatuh hati," ucap Ana dengan pelan, kemudian ia segera memasuki Cafe untuk bekerja.
~~
Sedari tadi mereka bertiga berdiam diri di ruang tv, meskipun Danil ada di rumah .. tapi mereka tidak melihat tanda-tanda cowo itu keluar dari kamar nya.
"Semangat bener," Bayu menggelengkan kepalanya ketika melihat tingkah Stella
"Namanya juga cinta Bay," sahut Gavin
Mereka berdua kembali anteng melihat acara televisi yang ada di depan nya dengan sebuah cemilan di tangan masing-masing.
"Arkaaaaaaa," teriak Stella dengan raut wajah riang serta memberikan pelukan untuk Arka
"Hai Stel," Arka membalas pelukan Stella sembari mengelus puncak kepalanya dengan sayang." Masuk yu," ajak Arka
"Ko kamu ga bawa apa-apa?" tanya Stella di sela-sela perjalanan mereka
__ADS_1
Dahi Arka mengerut tidak mengeti, memang nya dirinya harus membawa apa? Pikir Arka.
Sesampai nya di ruang tv Stella kembali berucap" Kata mereka berdua kamu pergi karena mau di beliin aku sesuatu,"
"****!" umpat Arka, gara-gara sibuk memikirkan Ana ... Ark sampai lupa dengan hal satu itu
"Kenapa Ar?"tanya Stella
Kedua teman Arka juga lupa karena tidak sempat memberitahu, saking sibuk nya mengalihkan Stella .. mereka jadi lupa pada Arka.
"Maaf ya? Pesanan aku yang niat nya buat kamu .. belum bisa di ambil, katanya besok baru bisa," alibi nya supaya Stella percaya.
"Gitu ya," terlihat jelas raut wajah Stella sangat kecewa
"Aku juga gatau kalo ternyata ga bisa di ambil sekarang," Arka pura-pura menampilkan raut sesal
"Ish, gapapa tau, aku cuma becanda ," dengan gemas Stella mencubit perut Arka pelan.
Ketiga pria itu bernafas lega," Aku kira kamu marah Stel," ucap Arka sembari memeluk Stella dengan erat.
"Yakali Ar, aku ngarep sesuatu dari kamu," balas Stella dengan lembut," Bagi aku ... liat kamu aja udah paling segalanya Ar,"
"Wah Stel, lo belajar gombal dari mana?" heboh Bayu yang ikut menyahuti
"Ini ga gombal Bayu, tapi beneran,"
"Roman-roman nya .. lo ada sesuatu nih sama Arka?" goda Gavin pada Stella
Stella di buat salah tingkah ketika mendapat godaan-godaan dari teman nya," Kamu ganti baju dulu sana Ar,"
"Sekalian kita mau pamit Ar, Stel,"
"Udah mau pulang aja si, ntar ajalah" balas Stella kepada kedua teman nya
__ADS_1
"Kapan-kapan aja Stel kita main lagi, kalo sekarang gue di suruh ibu negara dulu," ucap Bayu dengan kekehan nya
Mereka berpamitan untuk pulang, lagi pula niat mereka ke rumah Arka hanya ingin menjaga Stella saja ketika Arka pergi, namun sekarang ... Arka sudah tiba, jadi tugas mereka selesai.